Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Phenomenological Studies: Utilization of the Social Environment as a Source of Social Studies Learning in Elementary Schools Tapung, Marianus
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i1.2967

Abstract

The research aims to explore the experiences of teachers and students in utilizing the social environment as a learning resource for Social Science (IPS) subjects. Using a qualitative approach with a phenomenological method, this study involved eight social studies teachers and sixteen students in grades V-VI from four elementary schools in Manggarai Regency. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation reviews, focusing on understanding the essence of the experiences experienced by participants. The selected schools reflect the diversity of demographic and sociocultural characteristics of the Manggarai region, so the study results are expected to provide a comprehensive picture of social environment-based learning practices. Through semi-structured interviews, the researcher explored the meanings that emerged from the participant's experiences in the context of social studies learning. This research is expected to contribute to developing more effective learning methods by utilizing the social environment as a learning resource and increasing students' understanding of the material taught. The research results will be a reference for developing curriculum and learning strategies in elementary schools.
Workshop on the Transformation of School Principals as Innovative and Dedicated Learning Leaders with the TPjBL Model at the SMA/SMK Forum in East Manggarai Regency Agustinus Manfred Habur; Marselus Ruben Payong; Marianus Mantovanny Tapung
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i12.3074

Abstract

In the face of the rapid development of technology and the increasing demand for efficient energy management, controlling household lights remotely has become an essential feature of modern smart homes. This research aims to develop and test a remote lighting control system using the Internet of Things (IoT) technology, based on Arduino, which can be operated via a smartphone application to improve energy efficiency. The method used is an experimental approach with a quantitative design, where the system's functionality is evaluated in real-life settings. The system was tested across different locations, and the results show that it functions well with response times ranging from 1.6 to 3.99 seconds, demonstrating the system's dynamic responsiveness. The system allows users to operate lights remotely, helping reduce energy consumption in households. The implications of this study suggest that the IoT-based lighting control system can significantly contribute to energy savings, increase user convenience, and reduce carbon emissions. The findings also open up possibilities for expanding smart home technologies in resource-constrained environments. Further research is recommended to test the scalability of the system in larger residential settings and to explore its integration with other smart home devices for more comprehensive energy management solutions.
Recontextualizing dewey’s democracy and education in Indonesia’s pancasila student profile program Tapung, Marianus
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1149100

Abstract

This study investigates the conceptual and practical tensions in implementing democratic education within Indonesia’s Pancasila Student Profile (P5) program by recontextualizing John Dewey’s theory of Democracy and Education. The research addresses the core problem of ideological and institutional misalignment between Dewey’s participatory ideals and the hierarchical, norm-driven structures prevalent in Indonesian schools. Employing a qualitative literature-based approach, the study analyzes 43 selected primary and secondary sources published in the past five years using thematic categorization and interpretative analysis across three dimensions: socio-cultural, pedagogical, and institutional. Findings reveal critical gaps between the democratic ideals of student participation and the top-down school culture; between the goals of democratic education and the applied instructional strategies; and between policy ambitions and fragmented implementation. The study contributes theoretically by adapting Dewey’s progressive educational thought to the collectivist, value-oriented context of Pancasila. Practically, it proposes policy recommendations such as teacher capacity development, institutional reform, and participatory learning environments. The research emphasizes that meaningful democratic education in Indonesia requires not only curriculum innovation but also systemic alignment between educational values, institutional structures, and cultural realities. This recontextualization offers insights for scholars, educators, and policymakers seeking to localize global educational theories within national ideological frameworks.
PEMIKIRAN FILSAFAT PERENIALISME TENTANG NILAI DAN DAMPAKNYA BAGI PENGEMBANGAN KREATIVITAS DALAM PENDIDIKAN Tapung , Marianus Mantovanny
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.648

Abstract

Pemikiran filsafat tentang bagaimana manusia mampu berhadapan dengan perubahan dunia yang begitu pesat sudah ada sejak lama, salah satunya adalah aliran perenialisme. Aliran filsafat ini menekankan tentang nilai baik yang ada dalam diri manusia, karena manusia dilahirkan selalu dalam kondisi ‘baik’. Potensi baik inilah yang mengharuskan manusia untuk selalu berpikir, bersikap, dan berbuat secara baik pula. Oleh karena itu, dewasa ini berbagai upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas ‘baik’ dalam diri manusia menjadi sangat penting. Salah satu di antaranya adalah dengan kegiatan pengembangan kreativitas. Kegiatan pengembangan kreativitas manusia didik dalam segala dimensinya menjadi hal yang mutlak untuk bisa eksis di abad 21. Pengembangan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk memampukannya menghadapi berbagai masalah dan tantangan kehidupan di masa yang akan datang. Untuk itu pengembangan kreativitas siswa sekarang ini lebih dirasakan sebagai suatu kebutuhan di dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, generasi-generasi yang akan datang adalah generasi yang memiliki karakter kreatif, mandiri, tangguh dan unggul dalam dalam menghadapi dan memecahkan berbagai masalah kehidupan.
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN BERBASIS BERPIKIR KRITIS (PBBK) DALAM MENYIKAPI PERMASALAHAN SOSIAL AKIBAT PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Marianus Mantovanny Tapung; Marselus Ruben Payong
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v11i2.763

Abstract

Dari sisi negatif, perkembangan teknologi informasi telah menciptakan permasalahan sosial yang cukup tinggi di kalangan orang muda Indonesia. Hal ini terjadi, selain karena tingkat literasi media yang masih rendah, juga disebabkan karena fasilitas pendidikan yang berbasis berpikir kritis belum terintegrasi secara baik. Padahal, salah satu potensi yang dimiliki oleh orang muda termasuk siswa sekolah menengah pertama adalah kemampuan untuk berpikir kritis. Mengingat hal ini, dengan belajar dari negara-negara maju, salah satu cara untuk menghindari siswa dan masyarakat dari dampak buruk penggunaan media sosial adalah upaya mengintegrasikan pendidikan berbasis berpikir kritis dalam kurikulum sekolah menengah. Dengan adanya pendidikan berbasis berpikir kritis siswa dapat memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk memecahkan berbagai permasalahan sosial, yang salah satu disebabkan karena penggunaan media sosial yang tidak kritis. Banyak penelitian menegaskan tentang pentingnya pendidikan berbasis berpikir kritis ini untuk diintegrasikan ke dalam sistem kurikulum, konten materi, dan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Untuk membantu pemangku kepentingan pendidikan dalam mengintegrasikannya, maka perlu rekonstruksi gagasan tentang pendidikan berbasis berpikir kritis ini. Adapun metode rekonstruksi gagasan, selain didasarkan pada kenyataan faktual mengenai kondisi riil pembelajaran di tengah perkembangan teknologi informasi digital, juga berdasarkan pada hasil penelusuran terhadap berbagai literatur yang berkaitan erat dengan pentingnya pendidikan berbasis berpikir kritis.
PELAYANAN SOSIAL KARITATIF POSKO “OMNIA IN CARITATE” KEUSKUPAN RUTENG KEPADA KELOMPOK RENTAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI MANGGARAI RAYA TAPUNG, MARIANUS MANTOVANNY; REGUS, MAX; PAYONG, MARSEL R.; JELAHUT, MARIANUS S.
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 9 No. 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v9i1.16623

Abstract

Abstract. The elderly, people with disabilities, people with HIV/AIDS, and people with mental disorders in vulnerable groups during the Covid-19 pandemic. This group must be given special attention because they are susceptible to Corona virus. The church as a social humanitarian institution is very concerned to pay attention to this group by doing charitable social services. This charitable social service aims to restore the physical and psychological state of this vulnerable group from the bad situation caused by the emergence of this Corona outbreak. These charitable social service activities are carried out using a combination of social work and social analysis methods. The impact of this activity is the recovery of physiological and psychological conditions of vulnerable groups. They were finally allowed to undergo this pandemic and new normal without any worries. Charitable social services have helped to make this group aware of their hygiene awareness in maintaining the condition of their bodies during this pandemic and in the future. The presence of the OiC Command Post in charitable social service activities in the form of providing social assistance in the form of food, vitamins and masks is enough to help vulnerable groups in meeting their nutritional needs during this pandemic. Adequate nutritional intake will greatly help maintain immunity and physical stamina, sustain economic needs, and maintain a healthy body. This charitable social service activity also had an impact on recognizing the existence of the Catholic Church as a religious social institution that not only offered heavenly (eschatological) salvation, but was also able to proclaim the real worldly salvation, now and here. Abstrak. Kaum lanjut usia/jompo, difabel, penderita HIV/AIDS, dan kaum yang mengalami gangguan mental termasuk kelompok rentan pada masa pandemi Covid-19. Kelompok ini mesti diperhatikan secara khusus karena rentan terpapar virus Corona. Gereja sebagai lembaga sosial kemanusiaan sangat berkepentingan untuk memperhatikan kelompok ini dengan melakukan pelayanan sosial karitatif. Pelayanan sosial karitatif ini bertujuan untuk memulihkan keadaan fisik dan psikis kelompok rentan ini dari situasi buruk akibat munculnya wabah Corona ini. Kegiatan pelayanan sosial karitatif ini dijalankan dengan menggunakan metode gabungan antara pekerjaan sosial dan analisis sosial. Dampak dari kegiatan ini adalah pulihnya keadaan fisiologis dan dan psikologis kelompok rentan. Mereka akhirnya boleh menjalani masa pandemi dan new normal ini tanpa rasa khawatir dan cemas. Pelayanan sosial karitatif telah turut menyadarkan kelompok ini agar tetap memiliki kesadaran higienik dalam memelihara dan menjaga kondisi tubuhnya selama masa pandemi ini dan masa-masa yang akan datang. Kehadiran tim posko OiC dalam kegiatan pelayanan sosial karitatif dalam bentuk pemberian bantuan sosial berupa sembako, vitamin dan masker cukup membantu kelompok rentan dalam memenuhi kebutuhan asupan gizi selama masa pandemi ini. Asupan gizi yang cukup akan sangat membantu mempertahankan imunitas dan stamina fisik, kelangsungan kebutuhan ekonomi, serta menjaga kesehatan tubuh. Kegiatan pelayanan sosial karitatif ini juga berdampak pada pengakuan terhadap eksistensi Gereja Katolik sebagai lembaga sosial religius yang tidak saja menawarkan keselamatan surgawi (eskatologis), tetapi juga mampu mewartakan secara nyata keselamatan duniawi, sekarang dan di sini.
Workshop on Capacity Strengthening of Innovative and Dedicated School Principals at The Work Deliberation Forum for High School/Vocational Schools in West Manggarai with Problem-Solving Simulation Model (PSSM) Regus, Maksimus; Sawan, Fransiskus; Tapung, Marianus
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i3.32053

Abstract

This research describes the implementation of the Workshop on Strengthening the Capacity of Innovative and Dedicative Principals in the Forum of Senior High School/Vocational High School Principals in West Manggarai using the Problem-Solving Simulation Model (PSSM). This activity was designed to address the gap in education quality in West Manggarai. The objectives of the workshop were to improve principals' leadership skills, develop contextual solutions to educational problems and build collaborative networks among principals. The workshop was conducted through four systematic stages: Problem Identification, Reflection, Evaluation, and Follow-up. Through the PSSM approach, the principals analyzed problems, developed contextual solutions, and simulated their implementation. The workshop successfully increased the capacity of 42 principals with a 68% increase in understanding of transformational leadership. Participants produced 10 innovative action plans based on the local context and formed five peer mentoring groups for program sustainability. The level of participant satisfaction reached 87% based on the end-of-program evaluation. The collaboration with Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng plays a strategic role in providing academic assistance and creating a sustainable learning ecosystem to improve the quality of education in West Manggarai.
Peningkatan Mutu Rapor Pendidikan Melalui Lokakarya PBD Dengan Pola IRB Pada Tingkat Sekolah Dasar di Manggarai Timur Tapung, Marianus
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 10 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i10.2818

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan mutu rapor pendidikan di SD  Manggarai Timur melalui Model IRB (Identifikasi, Refleksi, Benahi). Kegiatan ini didasari permasalahan mitra terkait dengan rendahnya mutu rapor pendidikan pada satuan pendidikanya masing-masing. Untuk memberi solusi terhadap permasalahan ini, dibuatlah  kegiatan lokarkarya Perencanaan Berbasis Data(PDB) dengan mengunakan model Identifikasi, Refleksi, Benahi (IRB), di mana para kepala sekolah, guru dan operator dapat mengidentifikasi masalah, merefleksikan praktik yang ada, dan merancang tindakan perbaikan yang efektif. Pada tahap Identifikasi, data terkait kondisi pendidikan dikumpulkan melalui primer rapor pendidikan dan skunder hasil rapor pendidikan siswa . Tahap Refleksi melibatkan analisis data untuk memahami kekuatan dan kelemahan praktik pendidikan. Tahap Benahi fokus pada perencanaan tindakan perbaikan berdasarkan hasil identifikasi dan refleksi. Hasil dari lokakarya ini menunjukan adanya tingkat pemahaman para pendidik mengenai pentingnya data dalam perencanaan pendidikan, mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, dan merancang tindakan yang spesifik. Kegiatan ini juga telah mengafirmasi mengenai pentingnya kolaborasi dan partisipasi aktif dari semua pihak dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Dengan dukungan dari pihak sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas, perbaikan pendidikan dapat diimplementasikan secara efektif dan efisien, dan diharapkan peningkatan mutu pendidikan dapat terjadi secara berkelanjutan dan merata.
Workshop on the Transformation of School Principals as Innovative and Dedicated Learning Leaders with the TPjBL Model at the SMA/SMK Forum in East Manggarai Regency Habur, Agustinus Manfred; Payong, Marselus Ruben; Tapung, Marianus Mantovanny
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i12.3074

Abstract

In the face of the rapid development of technology and the increasing demand for efficient energy management, controlling household lights remotely has become an essential feature of modern smart homes. This research aims to develop and test a remote lighting control system using the Internet of Things (IoT) technology, based on Arduino, which can be operated via a smartphone application to improve energy efficiency. The method used is an experimental approach with a quantitative design, where the system's functionality is evaluated in real-life settings. The system was tested across different locations, and the results show that it functions well with response times ranging from 1.6 to 3.99 seconds, demonstrating the system's dynamic responsiveness. The system allows users to operate lights remotely, helping reduce energy consumption in households. The implications of this study suggest that the IoT-based lighting control system can significantly contribute to energy savings, increase user convenience, and reduce carbon emissions. The findings also open up possibilities for expanding smart home technologies in resource-constrained environments. Further research is recommended to test the scalability of the system in larger residential settings and to explore its integration with other smart home devices for more comprehensive energy management solutions.
Penguatan Tema “Kearifan Lokal” berbasis pada Pemikiran “Ecological Literacy” David Orr pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tapung, Marianus
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i7.15780

Abstract

Gagasan “Ecological Literacy” David Orr menawarkan pandangan yang mendalam tentang pentingnya mencintai kearifan local dan lingkungan hidup sebagai warisan alam dan leluhur. Dalam konteks pendidikan, gagasan ini sangat fundamental dan strategis untuk di kembangkan dalam rangka membentuk karakter peserta didik yang berwawasan ekologis dan keberlanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana ide literasi ekologis, dimanfaatkan sebagai dasar untuk mengenalkan dan menguatkan tema Kearifan Lokal pada praktik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Kurikulum Merdeka Belajar. Pendekatan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan analisis konseptual untuk mengeksplorasi hubungan antara gagasan literasi ekologis dan kearifan local. Selain itu, studi terhadap fenomena yang terjadi pada masyarakat dan sekolah untuk mengevaluasi implementasi praktis gagasan tersebut dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka Belajar, lebih khusus yang berhubungan dengan isu kearifan lokal. Hasil analisis konseptual menunjukkan bahwa konsep literasi ekologis, memiliki relevansi dan implikasi dalam mempromosikan kesadaran akan nilai-nilai kecintaan pada kearifan local dan kesadaran akan lingkungan hidup pada peserta didik. Implikasi praktis dan teoretis dari penelitian ini dibahas, termasuk saran-saran praktis dan stratgegis untuk pengembangan lebih lanjut gagasan literasi ekologis dalam bidang pendidikan, kebijakan publik, dan penelitian selanjutnya.