Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Relevansi Pemikiran Heidegger tentang “Being and Time” terhadap Praktik Tema “Gaya Hidup Berkelanjutan” Siswa SD pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tapung, Marianus
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 7 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i7.2874

Abstract

Pemikiran Martin Heidegger tentang "Being and Time" menjadi landasan filosofis yang kaya untuk memahami hubungan antara manusia dan lingkungan, serta relevansinya dengan praktik gaya hidup berkelanjutan. Dalam konteks pendidikan, pengenalan konsep ini kepada siswa sekolah dasar dapat memberikan dasar yang kuat dalam membangun kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan dan masyarakat. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis untuk mengeksplorasi konsep "Being and Time" Heidegger dan bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan dalam pendidikan tentang gaya hidup berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui tinjauan literatur tentang pemikiran Heidegger, serta analisis kurikulum dan praktik pembelajaran terkait dengan gaya hidup berkelanjutan di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep "Being and Time" Heidegger memiliki relevansi yang signifikan dengan praktik tema Gaya Hidup Berkelanjutan di kalangan siswa sekolah dasar. Konsep keberadaan (Dasein) dan pemahaman tentang waktu dan ruang dapat diintegrasikan ke tema pembelajaran tentang gaya hidup berkelanjutan untuk membentuk pemahaman yang lebih dalam tentang tanggung jawab siswa terhadap lingkungan dan masyarakat. Diskusi menyoroti pentingnya memperkenalkan konsep filosofis seperti "Being and Time" Heidegger dalam pendidikan tentang gaya hidup berkelanjutan sebagai cara untuk mendorong siswa sekolah dasar untuk mengadopsi perilaku yang berkelanjutan. Integrasi konsep ini dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang hubungan antara manusia dan lingkungan serta mendorong mereka untuk bertindak secara bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan dan masyarakat, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang dijunjung tinggi.
Critical Evaluation of the Independent Teaching Platform in Improving Education Quality Considering Ivan Illich's 'Deschooling Society' Principles Tapung, Marianus
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 8 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i8.3277

Abstract

The integration of the Merdeka Mengajar Platform (PMM) in the Merdeka Belajar Curriculum aims to enhance the quality of education and self-development of teachers in Indonesia through an efficient online learning model. However, its utilization requires critical evaluation considering the challenges and negative impacts observed in practice. This study critically examines the use of PMM through the lens of Ivan Illich's "De-schooling Society" principles. Illich's critique emphasizes the risks of technological dependence, commodification of education, and the potential erosion of human relationships in learning environments. The research employs a literature review method, drawing on scientific journals, articles, books, and policy regulations. Findings highlight the relevance of Illich's concerns to the current use of PMM, including the potential for increased technological dependence, inequitable access, and diminished human interaction. Despite PMM's benefits in fostering professional development and collaborative practices, its uncritical application risks undermining social solidarity and perpetuating educational inequalities. The study concludes with recommendations for stakeholders to balance technological integration with human-centred educational practices. Emphasizing the need for inclusive access, careful monitoring, and alignment with the principles of independent, character-building education, the paper suggests ways to mitigate the adverse effects identified. Reflecting on Illich's vision, it calls for a cautious approach to ensure PMM contributes positively to educational goals.
Peningkatan Mutu Rapor Pendidikan Melalui Lokakarya PBD Dengan Pola IRB Pada Tingkat Sekolah Dasar di Manggarai Timur Tapung, Marianus
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 10 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i10.2818

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan mutu rapor pendidikan di SD  Manggarai Timur melalui Model IRB (Identifikasi, Refleksi, Benahi). Kegiatan ini didasari permasalahan mitra terkait dengan rendahnya mutu rapor pendidikan pada satuan pendidikanya masing-masing. Untuk memberi solusi terhadap permasalahan ini, dibuatlah  kegiatan lokarkarya Perencanaan Berbasis Data(PDB) dengan mengunakan model Identifikasi, Refleksi, Benahi (IRB), di mana para kepala sekolah, guru dan operator dapat mengidentifikasi masalah, merefleksikan praktik yang ada, dan merancang tindakan perbaikan yang efektif. Pada tahap Identifikasi, data terkait kondisi pendidikan dikumpulkan melalui primer rapor pendidikan dan skunder hasil rapor pendidikan siswa . Tahap Refleksi melibatkan analisis data untuk memahami kekuatan dan kelemahan praktik pendidikan. Tahap Benahi fokus pada perencanaan tindakan perbaikan berdasarkan hasil identifikasi dan refleksi. Hasil dari lokakarya ini menunjukan adanya tingkat pemahaman para pendidik mengenai pentingnya data dalam perencanaan pendidikan, mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, dan merancang tindakan yang spesifik. Kegiatan ini juga telah mengafirmasi mengenai pentingnya kolaborasi dan partisipasi aktif dari semua pihak dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Dengan dukungan dari pihak sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas, perbaikan pendidikan dapat diimplementasikan secara efektif dan efisien, dan diharapkan peningkatan mutu pendidikan dapat terjadi secara berkelanjutan dan merata.
Workshop on the Transformation of School Principals as Innovative and Dedicated Learning Leaders with the TPjBL Model at the SMA/SMK Forum in East Manggarai Regency Habur, Agustinus Manfred; Payong, Marselus Ruben; Tapung, Marianus Mantovanny
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i12.3074

Abstract

In the face of the rapid development of technology and the increasing demand for efficient energy management, controlling household lights remotely has become an essential feature of modern smart homes. This research aims to develop and test a remote lighting control system using the Internet of Things (IoT) technology, based on Arduino, which can be operated via a smartphone application to improve energy efficiency. The method used is an experimental approach with a quantitative design, where the system's functionality is evaluated in real-life settings. The system was tested across different locations, and the results show that it functions well with response times ranging from 1.6 to 3.99 seconds, demonstrating the system's dynamic responsiveness. The system allows users to operate lights remotely, helping reduce energy consumption in households. The implications of this study suggest that the IoT-based lighting control system can significantly contribute to energy savings, increase user convenience, and reduce carbon emissions. The findings also open up possibilities for expanding smart home technologies in resource-constrained environments. Further research is recommended to test the scalability of the system in larger residential settings and to explore its integration with other smart home devices for more comprehensive energy management solutions.
Penguatan Tema “Kearifan Lokal” berbasis pada Pemikiran “Ecological Literacy” David Orr pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tapung, Marianus
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i7.15780

Abstract

Gagasan “Ecological Literacy” David Orr menawarkan pandangan yang mendalam tentang pentingnya mencintai kearifan local dan lingkungan hidup sebagai warisan alam dan leluhur. Dalam konteks pendidikan, gagasan ini sangat fundamental dan strategis untuk di kembangkan dalam rangka membentuk karakter peserta didik yang berwawasan ekologis dan keberlanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana ide literasi ekologis, dimanfaatkan sebagai dasar untuk mengenalkan dan menguatkan tema Kearifan Lokal pada praktik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Kurikulum Merdeka Belajar. Pendekatan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan analisis konseptual untuk mengeksplorasi hubungan antara gagasan literasi ekologis dan kearifan local. Selain itu, studi terhadap fenomena yang terjadi pada masyarakat dan sekolah untuk mengevaluasi implementasi praktis gagasan tersebut dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka Belajar, lebih khusus yang berhubungan dengan isu kearifan lokal. Hasil analisis konseptual menunjukkan bahwa konsep literasi ekologis, memiliki relevansi dan implikasi dalam mempromosikan kesadaran akan nilai-nilai kecintaan pada kearifan local dan kesadaran akan lingkungan hidup pada peserta didik. Implikasi praktis dan teoretis dari penelitian ini dibahas, termasuk saran-saran praktis dan stratgegis untuk pengembangan lebih lanjut gagasan literasi ekologis dalam bidang pendidikan, kebijakan publik, dan penelitian selanjutnya.
Pendidikan Politik: Problematika Mendulang Legitimasi Masyarakat Adat Demi Politik Elektoral Pada Pemilu Langsung di Manggarai (Studi Kritik Sosial terhadap Idealitas Politik ‘Social Welfare’) Tapung, Marianus Mantovanny; Irrubai, Mohammad Liwa
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 10 No. 1 (2021): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Manggarai indigenous people have a strategic role in building geopolitical conduciveness and regional and national development. Because of this strategic role, many political actors try to gain support and legitimacy to carry out research and political penetration. The purpose of penetration and penetration is to be elected (again) as national and local public officials. However, some politicians try to gain support and legitimacy from the Manggarai indigenous people by playing rotten politics in the form of money politics, black campaigns, identity politics, SARA issues, and politics of reciprocation. By playing these rotten politics, political dignity and meaning as a means of creating social welfare are degraded. Observing this phenomenon, the author makes social critical research that aims to examine political ideals and their application in society. Furthermore, the authors analyze the facts and symptoms of the exploitation of indigenous peoples as a political command for the pragmatic interests of power. The benefit of this paper is that the families of indigenous peoples, political actors, and other Manggarai communities emancipate their critical awareness so that they can apply ethical politics, to create social welfare for the Manggarai community in general, and the Manggarai indigenous people in particular. Keywords: Manggarai indigenous peoples, political legitimacy, electoral politics, direct elections Masyarakat adat Manggarai memiliki peran strategis dalam membangun kondusivitas geopolitik dan pembangunan daerah dan nasional. Karena peran strategis ini, maka banyak pelaku politik yang berusaha mendapatkan dukungan dan legitimasi dengan melakukan konsolidasi dan penetrasi politik. Tujuan konsolidasi dan penetrasi ini, agar bisa terpilih (lagi) sebagai pejabat publik nasional maupun lokal. Namun, ada beberapa politisi yang berusaha mendapat dukungan dan legitimasi masyarakat adat Manggarai dengan memainkan politik busuk berupa politik uang, kampanye hitam, politik identitas,isu SARA, dan politik balas budi. Dengan memainkan politik busuk ini, martabat dan makna politik sebagai sarana menciptakan kesejahteraan sosial mengalami degradasi. Mencermati fenomena ini, penulis membuat riset kritis sosialyang bertujuan untuk menelaah ideal politik dan praksis penerapannya di masyarakat. Selanjutnya penulis menganalisis fakta dan gejala eksploitasi masyarakat adat sebagai komoditas politik demi kepentingan pragmatis kekuasaan. Manfaat tulisan ini, supaya masyarakat adat, para pelaku politik dan masyarakat Manggarai lainnya, diemansipasi kesadaran kitisnya agar bisa menerapkan politik etis, demi menciptakan kesejahteraan sosial masyarakat Manggarai umumnya, dan masyarakat adat Manggarai khususnya. Kata kunci: Pendidikan Politik, Masyarakat Adat Manggarai, Legitimasi Politik, Politik Elektoral, Pemilihan Langsung