Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Implementasi Matakuliah Pengemasan dan Penyimpanan Pangan : Kemasan Foodgrade Meiwinda, Eka Rizki; Wijayanti, Willy; Horisanto, Abraham; Hasibuan, Rahmawaty; Dahlan, Andi
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v4i2.8913

Abstract

Proper packaging plays a role in protecting food products from physical, chemical and biological damage so that learning about good packaging is needed to ensure food safety. In the implementation of the Food Packaging and Storage course, food grade packaging is applied for use. This community service aims to educate students and the community in food grade food packaging to students of the Agricultural Engineering Technology and Business Department. During the activity, participants actively participate in activities and learn the benefits of using food grade packaging. The result of this community service activity is increased knowledge about food grade packaging.
Enumerasi, Isolasi, dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat dari Proses Fermentasi Makanan Tradisional Kabuto Pono Suderajad; Andi Dahlan; Willy Wijayanti; Baihaqi; Muhammad Rahmad Ramadhan; Andi Marlina Nur
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 5 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/a595jw66

Abstract

Kabuto merupakan makanan tradisional hasil fermentasi spontan ubi kayu tanpa penambahan starter. Penelitian ini bertujuan menentukan jumlah bakteri asam laktat (BAL), melakukan isolasi, serta karakterisasi BAL dari proses fermentasi kabuto. Enumerasi BAL dilakukan dengan metode tuang dan metode sebar pada media de Man, Rogosa and Sharpe Agar (MRSA), kemudian diinkubasi pada suhu 37 °C selama 48 jam. Koloni yang tumbuh diamati morfologinya, diuji pewarnaan Gram, serta aktivitas katalase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik ubi kayu berubah sesuai lama fermentasi, dengan jumlah BAL tertinggi tercatat pada hari ke-2 sebesar 4,9 × 10⁵ CFU/g. Proses isolasi BAL pada media MRSA menghasilkan lima isolat, yaitu KB1.1, KB1.3, KB1.4, KB2.1, dan KB3.1, yang memiliki ciri Gram positif, katalase negatif, serta berbentuk batang dan bulat. Hasil ini menegaskan bahwa isolat BAL dari fermentasi kabuto menunjukkan karakteristik khas bakteri asam laktat pada umumnya..
Pengaruh Jenis Susu dan Konsentrasi Starter Terhadap Kadar Asam, Ph, dan Total Bakteri Asam Laktat Yoghurt Dahlan, Andi; Wijayanti, Willy; Rianse, Muhammad Iqbal Kusumabaka; baihaqi, baihaqi; Naim, Yulfa
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v6i1.9494

Abstract

ABSTRAKSusu segar merupakan salah satu jenis pangan yang memiliki kandungan gizi tinggi tetapi sangat mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme. Salah satu upaya agar susu tidak cepat rusak sebelum dikonsumsi yaitu teknologi fermentasi menggunakan kultur bakteri menjadi produk seperti yoghurt. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia dan mikrobiologi yoghurt yang dibuat dari jenis susu yang berbeda dan konsentrasi dari kultur starter. Percobaan ini menggunakan susu UHT full cream dan Low Fat, serta menggunakan starter dari yoghurt merk “Biokul” dengan konsentrasi 5% dan 10%. Pengujian dilakukan untuk mengukur total asam laktat, pH, serta total bakteri asam laktat. Hasil percobaan menunjukkan jenis susu dan konsentrasi starter berpengaruh terhadap total asam laktat, pH, dan total bakteri asam laktat. Perlakuan terbaik adalah yoghurt dengan jenis susu full cream dengan penambahan kultur starter Biokul 5% (FC5) dengan kadar asam laktat 2,40%, pH 4,51, serta total bakteri asam laktat sebesar 7,62 log CFU/mL.ABSTRACTFresh milk has high nutritional content but is very easily contaminated by microorganisms. One way to prevent from spoiling quickly before consumption is fermentation technology using bacterial cultures to produce products such as yoghurt. The experiment aimed to determine the chemical and microbiological quality of yoghurt made from different types of milk and the concentration of starter culture. This experiment used full cream and Low Fat UHT milk, and used a starter from "Biokul" brand yoghurt with concentrations of 5% and 10%. Tests are carried out to measure total lactic acid, pH, and total lactic acid bacteria. The experimental results showed that the type of milk and starter concentration had a significant effect on total lactic acid, pH and total lactic acid bacteria.  The best treatment was yogurt with full cream milk and the addition of 5% Biokul starter culture (FC5) with a lactic acid content of 2.40%, pH 4.51, and a total of 7.62 log CFU/mL lactic acid bacteria.
Analisis Pendapatan Dan Keberlangsuhan Usaha Terhadap Kenaikan Tarif Pajak 12 % Pada Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) Di Kota Medan Hasibuan, Rahmawaty; Eka Rizki Meiwinda; Sunanto; Siska Almaniar; Willy Wijayanti
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tax is one of the income in Indonesia and is a mandatory deposit paid to the state without any direct benefits, which is used for state needs and public welfare. There are many types of taxes in Indonesia, one of which is Value Added Tax (VAT). VAT is closely related to Taxpayers who are Taxable Entrepreneurs, VAT is collected on purchase/sales transactions carried out by Taxpayers, both Individuals and Corporate Taxes. On January 1, 2025, the government increased the VAT rate from 11% to 12%. The increase in VAT aims to increase state revenues so that in the long term it can support development and encourage economic recovery. The study aims to determine the impact of the increase in VAT rates on income and business continuity of UMKM in Medan City. The data analysis method used in this study is the multiple linear regression analysis method. The results of the study based on the multiple linear regression analysis method show that the income and business continuity variables have a significant positive effect on the 12% tax rate variable on UMKM in Medan City. Data was taken from 36 UMKM in Medan City. The results of the study stated that the increase in VAT to 12% has a positive impact, namely that it will increase state revenue to be redistributed to the community. Meanwhile, the negative impacts that will arise include increasing prices of goods and services, increasing inflation, and decreasing people's purchasing power.
Eksplorasi Potensi Cascara (Cascara) terhadap Kesehatan: Kajian Pustaka Wijayanti, Willy; Rosalina, Dian; Dahlan, Andi; Baihaqi, Baihaqi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15679

Abstract

Cascara, kulit ceri kopi kering, telah menarik minat sebagai makanan fungsional potensial karena konsentrasi senyawa bioaktifnya yang kaya dan manfaat kesehatan yang terkait. Cascara mengandung kadar asam klorogenat, flavonoid, kafein, dan berbagai senyawa fenolik yang signifikan, yang telah dikaitkan dengan sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan pengatur metabolisme. Selain itu, cascara mengandung serat larut yang meningkatkan kesehatan usus dengan meningkatkan pencernaan dan bertindak sebagai prebiotik, yang mendorong mikrobioma usus yang seimbang. Penelitian-penelitian mengenai pemanfaatan cascara, khususnya dalam pembuatan minuman seperti kombucha cascara, menyoroti keserbagunaannya sebagai bahan makanan fungsional. Proses fermentasi ini tidak hanya meningkatkan ketersediaan hayati senyawa-senyawa bermanfaatnya, tetapi juga menciptakan profil rasa yang unik, menarik bagi konsumen yang peduli kesehatan. Selain itu, aspek keberlanjutan dalam memanfaatkan cascara, produk sampingan dari pengolahan kopi, berkontribusi pada pengurangan limbah dalam industri kopi sekaligus memberikan nilai gizi. Meningkatnya minat pada produk alami dan peningkat kesehatan membuka jalan baru bagi cascara, menekankan potensi perannya dalam strategi kesehatan preventif. Dengan demikian, cascara merupakan tambahan yang berharga bagi praktik diet, menawarkan manfaat lingkungan dan sifat-sifat yang signifikan untuk meningkatkan kesehatan. Oleh karena itu, cascara muncul sebagai kandidat yang menjanjikan untuk eksplorasi lebih lanjut dalam penelitian klinis dan nutrisi, yang memerlukan minat lebih besar untuk aplikasinya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat,
SOSIALISASI PENGOLAHAN LIMBAH KULIT KOPI MENJADI TEH CASCARA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT Dedi Setiadi; Syerina Raihatul Jannah; Willy Wijayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26598

Abstract

Abstrak: Masyarakat desa Talang Pagar Agung menggantungkan penghasilan dari menjual biji kopi, ketika musim kopi datang. Selama ini limbah kulit kopi hanya dibiarkan menumpuk di pekarangan rumah penduduk tanpa pengelolaan yang baik sehingga mencemari lingkungan, Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan baru bagaimana cara mengolah limbah kulit kopi menjadi produk yang memiliki nilai jual yaitu teh cascara, sehingga bisa meningkatkan penghasilan petani. Peserta kegiatan ini yaitu masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Maju Jaya Sejahtera di desa Talang Pagar Agung. Metode yang digunakan pada kegiatan ini, dengan tahapan-tahapannya yaitu Analisis kebutuham, Perancangan, Sosialisasi dan Pendampingan serta Evaluasi dengan indikatornya yaitu masyarakat mengetahui dan dapat mengolah limbah kulit kopi menjadi teh cascara dengan baik. Secara keseluruhan, evaluasi menunjukkan bahwa program sosialisasi dan pendampingan ini berhasil mencapai tujuannya, terlihat dari peningkatan yang baik dari nilai pretest 9,09% sebelum sosialisasi dan setelah sosialisasi dengan nilai posttest 100%, dimana semua peserta menjadi kenal dengan teh cascara. Abstract: The people of Talang Pagar Agung village depend on income from selling coffee beans, when the coffee season comes. So far, coffee skin waste has only been left to pile up in people's yards without proper management, thus polluting the environment. This community service activity aims to provide new knowledge and skills on how to process coffee skin waste into products that have a selling value, namely cascara tea, so that it can increase farmers' income. Participants in this activity are people who are members of the Maju Jaya Sejahtera farmer group in Talang Pagar Agung village. The method used in this activity, with its stages, namely Needs Analysis, Design, Socialization and Mentoring and Evaluation with indicators that the community knows and can process coffee skin waste into cascara tea properly. Overall, the evaluation shows that this socialization and mentoring program has succeeded in achieving its goals, as seen from the good increase from the pretest value of 9.09% before socialization and after socialization with a posttest value of 100%, where all participants became familiar with cascara tea.
PREFERENSI IBU BALITA TERHADAP MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) BERBASIS IKAN LOKAL DAN IMPOR DI KOTA PALEMBANG: KAJIAN DESKRIPTIF Venny Agustin; Willy Wijayanti; Ilham Wahyu Pamungkas; Andi Dahlan; Abraham Horisanto; Amperawan
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/vhfx5q76

Abstract

Pemenuhan gizi pada masa pertumbuhan anak usia 6–24 bulan merupakan periode krusial yang menentukan perkembangan fisik dan kognitif secara optimal. Ikan lokal di Kota Palembang merupakan sumber protein hewani yang mudah diperoleh, bergizi, dan relatif terjangkau. Namun demikian, sebagian ibu menunjukkan preferensi terhadap ikan impor karena dianggap lebih praktis, higienis, dan memiliki nilai gizi yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan preferensi ibu balita dalam memilih ikan lokal maupun impor sebagai bahan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pilihan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada ibu balita di Kota Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (98,3%) menggunakan ikan lokal dalam penyusunan MP-ASI, sementara 68,3% responden juga menggunakan ikan impor. Faktor utama yang mendorong pemilihan ikan lokal meliputi harga yang terjangkau, ketersediaan yang mudah, serta rekomendasi tenaga kesehatan. Adapun pemilihan ikan impor didasarkan pada aspek kepraktisan dan persepsi kemudahan pengolahan. Media sosial menjadi sumber informasi utama yang memengaruhi persepsi dan keputusan ibu dalam memilih bahan pangan. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi gizi berbasis pangan lokal serta pengembangan produk MP-ASI berbahan ikan lokal yang lebih praktis guna meningkatkan status gizi anak dan mendukung ketahanan pangan rumah tangga. 
KARAKTERISTIK MIKROBIOLOGI DAN pH TEMPOYAK ASAL PASAR TRADISIONAL DI KOTA PALEMBANG Willy Wijayanti; Dian Rosalia; andi Dahlan
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/jct98s63

Abstract

Tempoyak merupakan makanan khas Sumatera Selatan yang berasal dari fermentasi durian dan banyak dijumpai di pasar tradisional. Karakteristik produk ini dapat bervariasi bergantung pada proses produksi dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik mikrobiologi dan nilai pH tempoyak yang diperoleh dari beberapa pasar tradisional di Kota Palembang. Sampel dikumpulkan dari tiga pasar tradisional yang berada di wilayah berbeda di Kota Palembang. Analisis mikrobiologi meliputi perhitungan total bakteri, total bakteri asam laktat (BAL), serta angka lempeng kapang dan khamir. Selain itu, dilakukan pengukuran pH untuk menentukan tingkat keasaman tempoyak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total bakteri tertinggi ditemukan pada sampel dari Pasar L sebesar 10,22 log CFU/g (1,6 × 10¹⁰ CFU/g). Jumlah BAL tertinggi terdapat pada sampel dari Pasar P sebesar 7,34 log CFU/g (2,23 × 10⁷ CFU/g). Angka lempeng kapang dan khamir tertinggi juga ditemukan pada Pasar P sebesar 5,59 log CFU/g (4,09 × 10⁵ CFU/g). Nilai pH tertinggi tercatat pada tempoyak dari Pasar P dengan nilai 4,27. Berdasarkan hasil tersebut, tempoyak dari Pasar P memiliki jumlah BAL, angka lempeng kapang dan khamir, serta nilai pH yang lebih tinggi dibandingkan dengan dua pasar lainnya.