Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Enumerasi, Isolasi, dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat dari Proses Fermentasi Makanan Tradisional Kabuto Pono Suderajad; Andi Dahlan; Willy Wijayanti; Baihaqi; Muhammad Rahmad Ramadhan; Andi Marlina Nur
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 5 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/a595jw66

Abstract

Kabuto merupakan makanan tradisional hasil fermentasi spontan ubi kayu tanpa penambahan starter. Penelitian ini bertujuan menentukan jumlah bakteri asam laktat (BAL), melakukan isolasi, serta karakterisasi BAL dari proses fermentasi kabuto. Enumerasi BAL dilakukan dengan metode tuang dan metode sebar pada media de Man, Rogosa and Sharpe Agar (MRSA), kemudian diinkubasi pada suhu 37 °C selama 48 jam. Koloni yang tumbuh diamati morfologinya, diuji pewarnaan Gram, serta aktivitas katalase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik ubi kayu berubah sesuai lama fermentasi, dengan jumlah BAL tertinggi tercatat pada hari ke-2 sebesar 4,9 × 10⁵ CFU/g. Proses isolasi BAL pada media MRSA menghasilkan lima isolat, yaitu KB1.1, KB1.3, KB1.4, KB2.1, dan KB3.1, yang memiliki ciri Gram positif, katalase negatif, serta berbentuk batang dan bulat. Hasil ini menegaskan bahwa isolat BAL dari fermentasi kabuto menunjukkan karakteristik khas bakteri asam laktat pada umumnya..
Pengaruh Jenis Susu dan Konsentrasi Starter Terhadap Kadar Asam, Ph, dan Total Bakteri Asam Laktat Yoghurt Dahlan, Andi; Wijayanti, Willy; Rianse, Muhammad Iqbal Kusumabaka; baihaqi, baihaqi; Naim, Yulfa
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v6i1.9494

Abstract

ABSTRAKSusu segar merupakan salah satu jenis pangan yang memiliki kandungan gizi tinggi tetapi sangat mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme. Salah satu upaya agar susu tidak cepat rusak sebelum dikonsumsi yaitu teknologi fermentasi menggunakan kultur bakteri menjadi produk seperti yoghurt. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia dan mikrobiologi yoghurt yang dibuat dari jenis susu yang berbeda dan konsentrasi dari kultur starter. Percobaan ini menggunakan susu UHT full cream dan Low Fat, serta menggunakan starter dari yoghurt merk “Biokul” dengan konsentrasi 5% dan 10%. Pengujian dilakukan untuk mengukur total asam laktat, pH, serta total bakteri asam laktat. Hasil percobaan menunjukkan jenis susu dan konsentrasi starter berpengaruh terhadap total asam laktat, pH, dan total bakteri asam laktat. Perlakuan terbaik adalah yoghurt dengan jenis susu full cream dengan penambahan kultur starter Biokul 5% (FC5) dengan kadar asam laktat 2,40%, pH 4,51, serta total bakteri asam laktat sebesar 7,62 log CFU/mL.ABSTRACTFresh milk has high nutritional content but is very easily contaminated by microorganisms. One way to prevent from spoiling quickly before consumption is fermentation technology using bacterial cultures to produce products such as yoghurt. The experiment aimed to determine the chemical and microbiological quality of yoghurt made from different types of milk and the concentration of starter culture. This experiment used full cream and Low Fat UHT milk, and used a starter from "Biokul" brand yoghurt with concentrations of 5% and 10%. Tests are carried out to measure total lactic acid, pH, and total lactic acid bacteria. The experimental results showed that the type of milk and starter concentration had a significant effect on total lactic acid, pH and total lactic acid bacteria.  The best treatment was yogurt with full cream milk and the addition of 5% Biokul starter culture (FC5) with a lactic acid content of 2.40%, pH 4.51, and a total of 7.62 log CFU/mL lactic acid bacteria.
Analisis Pendapatan Dan Keberlangsuhan Usaha Terhadap Kenaikan Tarif Pajak 12 % Pada Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) Di Kota Medan Hasibuan, Rahmawaty; Eka Rizki Meiwinda; Sunanto; Siska Almaniar; Willy Wijayanti
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tax is one of the income in Indonesia and is a mandatory deposit paid to the state without any direct benefits, which is used for state needs and public welfare. There are many types of taxes in Indonesia, one of which is Value Added Tax (VAT). VAT is closely related to Taxpayers who are Taxable Entrepreneurs, VAT is collected on purchase/sales transactions carried out by Taxpayers, both Individuals and Corporate Taxes. On January 1, 2025, the government increased the VAT rate from 11% to 12%. The increase in VAT aims to increase state revenues so that in the long term it can support development and encourage economic recovery. The study aims to determine the impact of the increase in VAT rates on income and business continuity of UMKM in Medan City. The data analysis method used in this study is the multiple linear regression analysis method. The results of the study based on the multiple linear regression analysis method show that the income and business continuity variables have a significant positive effect on the 12% tax rate variable on UMKM in Medan City. Data was taken from 36 UMKM in Medan City. The results of the study stated that the increase in VAT to 12% has a positive impact, namely that it will increase state revenue to be redistributed to the community. Meanwhile, the negative impacts that will arise include increasing prices of goods and services, increasing inflation, and decreasing people's purchasing power.
SOSIALISASI PENGOLAHAN LIMBAH KULIT KOPI MENJADI TEH CASCARA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT Dedi Setiadi; Syerina Raihatul Jannah; Willy Wijayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26598

Abstract

Abstrak: Masyarakat desa Talang Pagar Agung menggantungkan penghasilan dari menjual biji kopi, ketika musim kopi datang. Selama ini limbah kulit kopi hanya dibiarkan menumpuk di pekarangan rumah penduduk tanpa pengelolaan yang baik sehingga mencemari lingkungan, Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan baru bagaimana cara mengolah limbah kulit kopi menjadi produk yang memiliki nilai jual yaitu teh cascara, sehingga bisa meningkatkan penghasilan petani. Peserta kegiatan ini yaitu masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Maju Jaya Sejahtera di desa Talang Pagar Agung. Metode yang digunakan pada kegiatan ini, dengan tahapan-tahapannya yaitu Analisis kebutuham, Perancangan, Sosialisasi dan Pendampingan serta Evaluasi dengan indikatornya yaitu masyarakat mengetahui dan dapat mengolah limbah kulit kopi menjadi teh cascara dengan baik. Secara keseluruhan, evaluasi menunjukkan bahwa program sosialisasi dan pendampingan ini berhasil mencapai tujuannya, terlihat dari peningkatan yang baik dari nilai pretest 9,09% sebelum sosialisasi dan setelah sosialisasi dengan nilai posttest 100%, dimana semua peserta menjadi kenal dengan teh cascara. Abstract: The people of Talang Pagar Agung village depend on income from selling coffee beans, when the coffee season comes. So far, coffee skin waste has only been left to pile up in people's yards without proper management, thus polluting the environment. This community service activity aims to provide new knowledge and skills on how to process coffee skin waste into products that have a selling value, namely cascara tea, so that it can increase farmers' income. Participants in this activity are people who are members of the Maju Jaya Sejahtera farmer group in Talang Pagar Agung village. The method used in this activity, with its stages, namely Needs Analysis, Design, Socialization and Mentoring and Evaluation with indicators that the community knows and can process coffee skin waste into cascara tea properly. Overall, the evaluation shows that this socialization and mentoring program has succeeded in achieving its goals, as seen from the good increase from the pretest value of 9.09% before socialization and after socialization with a posttest value of 100%, where all participants became familiar with cascara tea.