Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Construction Project Scheduling Optimization with Critical Path Method (CPM) and Precedence Diagram Method (PDM) (Case Study: PT Samara Insan Sentosa) Aji, Nuke Maheswara; Nindiani, Aina; Tri Sasmi, Weni; Fadli Perdana, Mohammad
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 22, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v22i2.37258

Abstract

Delays in construction projects often occur due to suboptimal scheduling, which results in increased costs and decreased efficiency. PT Samara Insan Sentosa faces a similar problem, where the planned project duration does not match the realization in the field. This study aims to optimize project scheduling using the Critical Path Method (CPM) and Precedence Diagram Method (PDM). The research methods used include secondary data analysis, interviews, and scheduling calculations with both methods. The results of the study show that CPM and PDM can identify critical paths and optimize project completion duration. A comparison of the two methods shows that PDM is more flexible than CPM, with a shorter project completion duration. Implementation of the PDM method can reduce project completion time without sacrificing the quality of work. The conclusion of this study is that scheduling optimization using the right method can increase project efficiency and reduce the risk of delays. The impact of this study can help companies improve the effectiveness of project management.
PELATIHAN SOP DAN PENGETAHUAN K3 PERALATAN UNTUK PENGGUNA POMPA HIDRAM DI DESA KARANGLIGAR KABUPATEN KARAWANG Decut Della Oganda; Rizki Amalia Pratiwi; Aina Nindiani; Weni Tri Sasmi
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/navevd95

Abstract

Desa Karangligar merupakan salah satu desa yang berada pada wilayah kabupaten Karawang, kecamatan Telukjambe Barat. Desa ini sejak satu dekade terakhir mengalami permasalahan terkait genangan di sejumlah wilayahnya. Permasalahan ini bertambah ketika sistem pengairan permukaan yang ada saat ini ternyata tidak dapat mengairi lokasi persawahan dan perkebunan di lahan bagian atas terlebih lagi di musim kemarau yang mengakibatkan musim tanam pembibitan berkurang. Untuk mengatasi masalah ini, pengusul menawarkan solusi pembuatan sistem pengairan pompa otomatis tanpa biaya operasi menggunakan pompa hidram. Metode pengabdian berupa penyuluhan SOP dan penerapan K3 yang diterapkan. Program praktik pengoperasian pompa hidram dengan benar diharapkan dapat memberikan keterampilan kemampuan mengatasi masalah kegagalan pada pengoperasian, sehingga adanya kemandirian dan keberjanjutan manfaat asset pompa hidram yang dimiliki. Dalam hal ini juga, perlu memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan menetapkan program K3, guna mengurangi atau menghilangkan bahaya yang terjadi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja yang terjadi di Desa Karanglinggar maka diperlukan suatu manajemen risiko kegiatannya meliputi identifikasi bahaya, analisis potensi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, serta penentuan dan evaluasi. Dengan demikian dengan proses pengidentifikasian bahaya mampu menekan potensi bahaya yang nanti akan terjadi dalam proses pengolahan padi di Desa Karanglinggar Telukjambe Barat, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dalam mengairi lokasi persawahan. 
ELATIHAN SOP DAN PENGETAHUAN K3 PERALATAN UNTUK PENGGUNA POMPA HIDRAM DI DESA KARANGLIGAR KABUPATEN KARAWANG Decut Della Oganda; Rizki Amalia Pratiwi; Aina Nindiani; Weni Tri Sasmi
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v7i1.9942

Abstract

Desa Karangligar merupakan salah satu desa yang berada pada wilayah kabupaten Karawang, kecamatan Telukjambe Barat. Desa ini sejak satu dekade terakhir mengalami permasalahan terkait genangan di sejumlah wilayahnya. Permasalahan ini bertambah ketika sistem pengairan permukaan yang ada saat ini ternyata tidak dapat mengairi lokasi persawahan dan perkebunan di lahan bagian atas terlebih lagi di musim kemarau yang mengakibatkan musim tanam pembibitan berkurang. Untuk mengatasi masalah ini, pengusul menawarkan solusi pembuatan sistem pengairan pompa otomatis tanpa biaya operasi menggunakan pompa hidram. Metode pengabdian berupa penyuluhan SOP dan penerapan K3 yang diterapkan. Program praktik pengoperasian pompa hidram dengan benar diharapkan dapat memberikan keterampilan kemampuan mengatasi masalah kegagalan pada pengoperasian, sehingga adanya kemandirian dan keberjanjutan manfaat asset pompa hidram yang dimiliki. Dalam hal ini juga, perlu memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan menetapkan program K3, guna mengurangi atau menghilangkan bahaya yang terjadi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja yang terjadi di Desa Karanglinggar maka diperlukan suatu manajemen risiko kegiatannya meliputi identifikasi bahaya, analisis potensi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, serta penentuan dan evaluasi. Dengan demikian dengan proses pengidentifikasian bahaya mampu menekan potensi bahaya yang nanti akan terjadi dalam proses pengolahan padi di Desa Karanglinggar Telukjambe Barat, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dalam mengairi lokasi persawahan.
Water Quality Control at the Tirta Tarum Regional Drinking Water Public Company to Improve Services to the Community Trisna Mukti, Aditya; Nindiani, Aina; Roban, Roban
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 23, No 1 (2025): December 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v23i1.38749

Abstract

Water is a fundamental necessity for human life, and access to clean water is essential. Drinking water must meet health standards to be safe for consumption, while clean water is used for daily needs and can be consumed if boiled. However, consumer complaints regarding water quality remain a concern. Data collected over a three-month period indicated that the average turbidity level of clean water was 2.4 NTU. This study aims to control water quality using the Taguchi method. The key objective is to evaluate whether the water quality complies with established standards and regulatory requirements. Water quality that meets these standards is expected to enhance customer satisfaction. By applying the Taguchi experimental design, the results demonstrated a turbidity level of 1.4 NTU and a pH level of 7.3, both of which comply with the Ministry of Health Regulation No. 2 of 2023. The findings suggest that implementing quality control through the Taguchi method can effectively monitor and regulate water quality, thereby improving water services provided to the community.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan : (Studi Kasus : Departemen Produksi Perusahaan Garmen Di Karawang) Tegar Restu Munggaran; Aina Nindiani; Roban
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1057

Abstract

Kemajuan karyawan dalam menjalankan tugasnya menentukan keberhasilan atau kegagalan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Kualitas karyawan yang kurang terampil dapat disebabkan oleh gaya kepemimpinan yang kurang tepat serta rendahnya kesadaran akan pentingnya Pendidikan pelatihan oleh perusahaan. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Karawang pada sebuah perusahaan Garmen. Diketahui perusahaan ini mengalami penurunan kinerja karyawan dilihat dari penilaian KPI tahun 2023 yang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Gaya Kepemimpinan, Pendidikan Pelatihan berbasis TQM terhadap Kinerja Karyawan yang menurun pada perusahaan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer kuesioner yang disebar kepada karyawan produksi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling menghasilkan sampel sebanyak 50 responden. Pengujian menggunakan analisis Partial Least Square SEM (PLS- SEM) dengan smart PLS versi 4.0. Hasil uji path coefisien atas gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan memiliki P-value sebesar 0,002 dan variable Pendidikan Pelatihan berbasis TQM terhadap kinerja karyawan memiliki P-value sebesar 0,004. Nilai keduanya dibawah standar 0,005 yang menunjukan signifikannya pengaruh dari kedua variabel tersebut. Hasil uji path coefisien ini menunjukkan bahwa Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan dan Pendidikan Pelatihan berbasis TQM memliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan di perusahaan tersebut.
Design Thinking for Continuous Improvement in Applied Engineering Courses: Design Thinking untuk Perbaikan Berkelanjutan pada Mata Kuliah Teknik Terapan Nindiani, Aina; Waluya, Aris Insan; Pratiwi, Annisa Indah
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i1.1775

Abstract

General Background: Higher education learning systems require continuous improvement to ensure learning quality, student participation, and satisfactory academic outcomes. Specific Background: In an applied engineering course at a higher education institution in West Java, student attendance averaged 74.45 percent per meeting and was associated with incomplete learning experiences and repeat rates. Knowledge Gap: Prior studies predominantly evaluated learning methods or attendance outcomes without systematically designing learning innovations grounded in student needs and experiential data. Aims: This study aims to apply design thinking as a structured framework to identify attendance-related barriers and enablers and to formulate learning system innovations in an applied engineering course. Results: Findings indicate strong student preferences for offline lectures and simulation-based learning, while attendance is primarily enabled by interesting lecture materials and constrained by work obligations. Significant relationships were identified between age and selected learning formats, as well as between gender and specific assessment types. Incremental innovations such as flipped classrooms and guest lectures, alongside radical innovations including experiential learning and AI-based learning platforms, were formulated through the ideate phase. Novelty: This study frames student attendance and learning quality as a design challenge and empirically integrates attendance data, student preferences, and structured innovation using design thinking. Implications: The results provide a data-driven framework for lecturers and academic managers to redesign applied engineering learning systems through continuous improvement grounded in participation behavior and student-centered innovation. Highlights • Student attendance reflects learning system configuration.• Design thinking structures learning innovation based on empirical data.• Continuous improvement aligns learning design with student needs. Keywords Design Thinking; Continuous Improvement; Applied Engineering Education; Learning System Design; Student Attendance