Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMBUATAN BIOETANOL DARI SARI TEBU (Saccharum Officinarum) DENGAN PROSES FERMENTASI Mohammad Dimyati; Eko Naryono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7031

Abstract

Bioetanol adalah bahan bakar alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan yang dapat mengurangi emisi gas hidrokarbon. Salah satu bahan baku potensial untuk produksi bioetanol adalah sari tebu. Pembuatan bioetanol dari sari tebu memiliki potensi yang tinggi, karena ketersediaan bahan baku yang melimpah. Proses produksi bioetanol dari sari tebu melalui tahapan hidrolisis dan fermentasi sukrosa menjadi glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lama hidrolisis terhadap konsentrasi glukosa dan lama fermentasi terhadap konsentrasi etanol. Dalam penelitian ini, dilakukan serangkaian tahapan mulai dari proses hidrolisis sari tebu, yang diterapkan dengan variasi waktu 60, 90, dan 120 menit. Setelah proses hidrolisis selesai, sari tebu yang telah dihidrolisis menjalani fermentasi selama 60 menit, dengan dua variasi waktu fermentasi, yaitu selama 3 hari dan 7 hari. Tahap terakhir dari penelitian ini adalah proses distilasi untuk mendapatkan hasil etanol. Berdasarkan hasil penelitian, kadar glukosa dari sari tebu setelah proses hidrolisis adalah 9,5%,4,5% dan3,7%  pada variasi waktu 60, 90 dan 120 menit. Proses fermentasi glukosa hasil hidrolisis sari tebu dengan konsentrasi 9,5%, menghasilkan etanol dengan konsentrasi sebesar 6,66%, dan  5,89% setelah fermentasi selama 3 hari, dan 7 hari.
ANALISIS KINERJA TURBIN UAP BERDASARKAN PARAMETER EFISIENSI ISENTROPIS DAN EFISIENSI TERMAL INDUSTRI PEMBANGKIT LISTRIK Karima Nur Faikoha; Eko Naryono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7178

Abstract

Industri Pembangkit Listrik merupakan salah satu perusahaan pembangkit listrik dengan kapasitas 660 MW. Pembangkit ini menggunakan turbin uap untuk mengkonversi energi panas menjadi energi mekanik, lalu diubah menjadi energi listrik. Agar kinerja Industri Pembangkit Listrik dapat berjalan dengan efisien dan sesuai standar, diperlukan performance test secara berkala, khususnya pada turbin uap. Parameter yang sering digunakan untuk analisis kinerja turbin uap adalah efisiensi isentropis, efisiensi termal, dan turbine heat rate. Efisiensi isentropis digunakan untuk membandingkan kondisi aktual terhadap kondisi ideal alat. Efisiensi termal adalah persentase energi panas yang dapat diubah menjadi kerja. Turbine heat rate adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menghasilkan 1 kWh energi listrik. Tujuan analisis  ini adalah  mengevaluasi kinerja turbin uap pada Industri Pembangkit Listrik terhadap parameter efisiensi isentropis, efisiensi termal, turbine heat rate, dan membandingkan hasil perhitungan efisiensi isentropis dari hasil perhitungan nilai aktual dengan nilai teoritis. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan, nilai efisiensi isentropis pada High Pressure Turbin sebesar 82,45%, pada Intermediate Pressure Turbin sebesar 80,4%, dan pada Low Pressure Turbin sebesar 68,3%. Nilai heat rate dan efisiensi termal pada net turbine heat rate masing masing sebesar 2087,2 kcal/kWh dengan efisiensi termal sebesar 41,22% sedangkan nilai gross turbine heat rate 1987,8 kcal/kWh dengan efisiensi termal sebesar 43,28%.  
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES INDUSTRI KALIUM SULFAT DARI PENGOLAHAN SENYAWA SULFAT PADA AIR SUNGAI KALIPAIT BONDOWOSO Agus Budi Santoso; Hardjono; Eko Naryono; Khalimatus Sa'diyah; Rosita Dwi Chrisnandari; Ade Sonya Suryandari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7302

Abstract

Kebutuhan pupuk di Indonesia masih tergolong tinggi, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, yang berdampak pada  meningkatnya kebutuhan pangan nasional, sehingga diperlukan intensifikasi di sektor pertanian. Konsumsi pupuk nasional mencapai 4,47 juta ton pada tahun 2023. Salah satu pupuk yang banyak digunakan adalah kalium sulfat (K₂SO₄), namun produksi dalam negeri masih terbatas sehingga impor tetap mendominasi. Sungai Kalipait di Bondowoso, Jawa Timur menawarkan potensi sumber senyawa  sulfat yang besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal, dengan kandungan sulfat yang dapat diolah menjadi K₂SO₄. Kajian  ini bertujuan menentukan kapasitas produksi optimal serta memilih metode produksi paling efektif untuk mendirikan pabrik K₂SO₄ berbasis bahan baku lokal. Tahapan produksi melibatkan pre-treatment air Sungai Kalipait dan reaksi konversi dengan kalium klorida, dengan analisis terhadap teknologi seperti Mannheim furnace dan double decomposition untuk mendapatkan efisiensi maksimal dan dampak lingkungan minimal. Penentuan kapasitas produksi pabrik dilakukan dengan metode linier dan discounted, menggunakan data produksi, konsumsi, ekspor, impor, dan rata-rata tahunan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pabrik direncanakan memiliki kapasitas produksi sebesar 1.533 ton per tahun. Diharapkan hasil dari kajian ini dapat mendukung pembangunan pabrik K₂SO₄ di Bondowoso pada 2027, memperkuat ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan impor, dan berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2045 dalam bidang pertanian berkelanjutan.