Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK INVESTASI PENGEBUNAN JERUK KEPROK TEJAKULA DI WILAYAH KABUPATEN BANYUWANGI: Financial Feasibility of The Tejakula Tangerine Plantation Investment Project in Banyuwangi Regency Supriono, Agus; Faisal, Ahmad; Hidayati, Dwi Ratna; Ibanah, Indah; Magfiroh, Illia Seldon; Maharani, Ariq Dewi
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25220254960

Abstract

Sejak mulai tahun 2014, sejumlah petani jeruk Siam di Desa Temurejo yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi mulai mengganti tanaman jeruk Siamnya ke jeruk keprok Tejakula. Peralihan jenis komoditas ini mendukung kebijakan Direktoral Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Akan tetapi, perkembangan pertumbuhan dan produksi tanaman jeruk keprok Tejakula yang diusahakan secara monokultur tersebut kurang maksimal dibandingkan dengan perkembangan pertumbuhan dan produksi jeruk keprok Tejakula di wilayah Provinsi Bali, yang merupakan daerah asal plasma nutfah jeruk keprok Tejakula ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur di wilayah Kabupaten Banyuwangi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha teridentifikasi layak. Selanjutnya, apabila terjadi penurunan jumlah produksi dan harga hingga 5%, serta kenaikan biaya operasional variabel hingga 5% (dimana faktor lainnya dianggap konstan), secara finansial proyek investasi juga masih teridentifikasi layak. Faktor penurunan jumlah produksi dan harga produksi, relatif lebih sensitif dalam memberikan respon (pengaruh) terhadap kondisi kelayakan finansialnya. Kata kunci: Jeruk Keprok Tejakula, Kelayakan Finansial, Monokultur, Investasi. Since 2014, Siam tangerine farmers in Temurejo Village, located in Banyuwangi Regency, have begun transitioning from Siam tangerine cultivation to Tejakula tangerine. This commodity shift aligns with agricultural policy set by the Directorate General of Horticulture, Ministry of Agriculture. However, the growth and yield performance of Tejakula tangerine cultivated in monoculture systems in Banyuwangi has been suboptimal compared to its development in Bali Province—the origin of the Tejakula tangerine germplasm. This study aims to assess the financial feasibility of a monoculture Tejakula tangerine plantation investment project in Banyuwangi Regency. The findings indicate that, financially, the investment is viable on a per-hectare basis. Furthermore, even under a scenario of a 5% decline in both yield and market price, coupled with a 5% increase in variable operational costs (assuming other factors remain constant), the project remains financially feasible. Among these variables, reductions in yield and price are relatively more sensitive in influencing the project's financial viability. Keywords: Tejakula Tangerine, Financial Feasibility, Monoculture, Investment.
Sosialisasi dan Praktik Vertikultur dan Hidroponik dari Limbah Botol Plastik pada Ibu Rumah Tangga di Dusun Banaran, Kecamatan Bumiaji, Batu Ara Eka Nur Sholikah; Emmy Triana Meinisa; Dewi Arum Sari; Ratna Agustina; Dwi Ratna Hidayati
Journal of Empowerment Indonesia Vol. 1 No. 1: Juni 2025
Publisher : PT. Sativa Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64118/jei.v1i1.67

Abstract

Dusun Banaran, Kecamatan Bumiaji, Batu termasuk wilayah yang memiliki lahan terbatas dan kurang memiliki kesadaran dalam memanfaatkan sampah plastik, terutama botol bekas. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang alternatif budidaya yang dapat dilakukan di lahan terbatas sekaligus pemanfaatan botol sebagai upaya pengurangan sampah plastik disana. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni kegiatan sosialisasi dan praktik tentang teknik budidaya vertikultur dan hidroponik menggunakan botol plastik kepada ibu rumah tangga Rw 02, dusun Banaran. Sebanyak 90 orang mengikuti penyuluhan dan sebanyak 10 orang mengikuti praktik secara langsung. Pendekatan yang dilakukan berupa : 1) Pemberian materi penyuluhan terkait pemanfaatan botol bekas dan teknis budidaya tanaman menggunakan teknik vertikultur dan hidroponik. 2) Praktik cara budidaya secara langsung menggunakan teknik vertikultur dan hidroponik dengan menggunakan botol bekas sebagai wadah media tanam dan tempat pertumbuhan tanaman. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi ini dapat dilihat dari antusias para ibu rumah tangga yang aktif bertanya pada saat sosialisasi dan praktik. Disamping itu mereka memiliki keinginan untuk mencoba teknik vertikultur dan hidroponik ini ke tanaman berakar pendek lainnya
THE ROLE AND CONTRIBUTION OF WOMEN FARMERS TO CASHEW FARMING INCOME ON MADURA ISLAND Nanda Hari Pramudya; Dwi Ratna Hidayati; Nor Qomariyah
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 23, No 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v23i1.98733

Abstract

Women in farming activities have the same role as men, but their role is often ignored. Women are considered not to have a significant impact on farming activities. The aim of this research is to determine the role and contribution of women cashew farmers, determine cashew farming income, and determine the relationship between the involvement of women farmers and cashew farming income. The approach to understanding women's contributions in cashew farming uses the Harvard Method perspective (activity, marketing, access, control and benefits). This research used a mixed-method approach carried out on Madura Island, especially in Sampang and Sumenep Regencies. The qualitative approach used in-depth interviews with six key informants from the Agriculture and Agricultural Extension Services in the two districts. Furthermore, quantitative research involved a sample of 40 women cashew farmers from Sampang and Sumenep Regencies. The analysis stage uses distribution frequency, farming income analysis, and chi-square analysis. The results of this research show that in general women are involved in all categories (activities, marketing, access, control and benefits) with an average income of IDR 18,909,474. However, there is no relationship between the involvement of women farmers and cashew farming income. Therefore, further exploration of gender-sensitive research on women farmers is needed for the development of the cashew sector.