Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Kajian Komoditas Unggulan Aquaculture Kabupaten Sumenep Jawa Timur Qomariyah, Nor; Hidayati, Dwi Ratna; Rum, Mokh.
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 14, No 2 (2024): Desmeber 2024
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v14i2.13626

Abstract

Penentuan komoditas unggulan merupakan salah satu langkah awal dalam mewujudkan pembangunan perekonomian secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditas unggulan sub sektor perikanan budi daya di Kabupaten Sumenep yang mempunyai prospek dan daya saing yang tinggi untuk di kembangkan guna peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya. Metode analisis data menggunakan analisis Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Typlogi Klassen dan Analisis Shift Share (SS). Data yang digunakan adalah data sekunder, meliputi data time series produksi komoditas perikanan budi daya Kabupaten Sumenep dan Provinsi Jawa Timur tahun 2019-2022. Hasil analisis menunjukkan bahwa rumput laut merupakan satu-satunya komoditas basis dengan nilai LQ >1, Analisis DLQ menunjukkan bahwa sebagian besar komoditas perikanan budi daya di Kabupaten Sumenep memiliki prospek pengembangan di masa depan kecuali ikan kerapu. Typologi Klassen mengindikasikan perlunya perhatian lebih pada komoditas yang tedapat pada kuadran II, yakni pada komoditas yang memilik pertumbuhan cepat namun kontribusi rendah, seperti lele, nila, bandeng, udang, dan ikan lainnyaAnalisis shift-share menunjukkan bahwa komoditas rumput laut, bandeng, dan ikan lainnya termasuk dalam kategori pertumbuhan lamban, sementara komoditas gurame, lele, nila, kerapu, dan udang memiliki pertumbuhan progresif meskipun nilai Location Quotient (LQ) rendah. Penelitian ini merekomendasikan Upaya pemerintah Kabupaten Sumenep untuk meningkatkan kebijakan pembiayaan dan investasi yang dapat memengaruhi laju pertumbuhan perikanan budi daya agar mampu mempunyai daya saing yang tinggi melalui kebijakan seperti revitalisasi, industrialisasi, dan standarisasi. Title: A Study on Leading Commodities in the Aquaculture Subsector in Sumenep Regency, East Java Determining superior commodities is one of the first steps in realizing sustainable economic development. This research aims to determine the superior commodities of the aquaculture sub-sector in Sumenep Regency which have high prospects and competitiveness to be developed in order to improve the economy and welfare of the community. The data analysis method uses Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Klassen Typology and Shift Share (SS) analysis. The data used is secondary data, including time series data on the production of aquaculture commodities in Sumenep Regency and East Java Province for 2019-2022. The analysis results show that seaweed is the only basic commodity with an LQ value >1. DLQ analysis shows that most of the aquaculture commodities in Sumenep Regency have future development prospects except grouper. The Klassen typology classifies commodities based on growth rate and contribution to the regional economy, indicating the need for more attention to commodities found in quadrant II which have fast growth but low contribution, such as catfish, tilapia, milkfish, shrimp and other fish. Hift-share analysis shows that seaweed, milkfish and other fish commodities are in the slow growth category, while gourami, catfish, tilapia, grouper and shrimp commodities have progressive growth even though the Location Quotient (LQ) value is low. This research recommends efforts by the Sumenep Regency government to improve financing and investment policies that can influence the growth rate of aquaculture so that it is able to have high competitiveness through policies such as revitalization, industrialization, and standardization.
The Impact of the Effectiveness of Fertilizer Subsidy Policy Implementation on the Technical Efficiency of Corn Farmers in Pamekasan Regency Syahriyanda, Adjie Manggala; fauziyah, elys; Hidayati, Dwi Ratna; Muhsoni, Firman Farid; Alfisuma, Meria Zakiyah; Taridala, Sitti Aida Adha
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 9, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v9i3.25667

Abstract

The fertilizer subsidy policy is a government program aimed at providing affordable fertilizer to enhance the productivity of domestic commodities, including corn. In 2022, there was a change in the fertilizer subsidy policy, specifically a reduction in the number of subsidized fertilizer types and commodities. This policy change caused farmers to bear higher production costs. In addition, the decline in corn productivity at the research site serves as an indicator of the ineffectiveness of the fertilizer subsidy policy implementation and a source of production inefficiency. This study aims to evaluate the effectiveness of the 2022 fertilizer subsidy policy implementation and analyze its impact on the technical efficiency of corn farming. The research was conducted in Kadur Subdistrict, Pamekasan Regency, East Java. The study employed a survey method involving 43 farmers who were selected using a purposive sampling technique. Data analysis was performed using a quantitative descriptive approach, incorporating effectiveness analysis and technical efficiency measurement through the Cobb–Douglas Stochastic Frontier production function. The findings indicate that the effectiveness of the 2022 fertilizer subsidy policy implementation falls within the “highly effective” category. Furthermore, improving the effectiveness of non-Farmer Card (non-Kartu Tani) usage and the distribution of subsidized fertilizers significantly enhances technical efficiency.
Sosialisasi dan Praktik Vertikultur dan Hidroponik dari Limbah Botol Plastik pada Ibu Rumah Tangga di Dusun Banaran, Kecamatan Bumiaji, Batu Sholikah, Ara Eka Nur; Meinisa, Emmy Triana; Sari, Dewi Arum; Agustina, Ratna; Hidayati, Dwi Ratna
Journal of Empowerment Indonesia Vol. 1 No. 1: Juni 2025
Publisher : PT. Sativa Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64118/jei.v1i1.67

Abstract

Dusun Banaran, Kecamatan Bumiaji, Batu termasuk wilayah yang memiliki lahan terbatas dan kurang memiliki kesadaran dalam memanfaatkan sampah plastik, terutama botol bekas. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang alternatif budidaya yang dapat dilakukan di lahan terbatas sekaligus pemanfaatan botol sebagai upaya pengurangan sampah plastik disana. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni kegiatan sosialisasi dan praktik tentang teknik budidaya vertikultur dan hidroponik menggunakan botol plastik kepada ibu rumah tangga Rw 02, dusun Banaran. Sebanyak 90 orang mengikuti penyuluhan dan sebanyak 10 orang mengikuti praktik secara langsung. Pendekatan yang dilakukan berupa : 1) Pemberian materi penyuluhan terkait pemanfaatan botol bekas dan teknis budidaya tanaman menggunakan teknik vertikultur dan hidroponik. 2) Praktik cara budidaya secara langsung menggunakan teknik vertikultur dan hidroponik dengan menggunakan botol bekas sebagai wadah media tanam dan tempat pertumbuhan tanaman. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi ini dapat dilihat dari antusias para ibu rumah tangga yang aktif bertanya pada saat sosialisasi dan praktik. Disamping itu mereka memiliki keinginan untuk mencoba teknik vertikultur dan hidroponik ini ke tanaman berakar pendek lainnya
Strategi Fungsional pada Bisnis Input Pertanian UD Petro Gozenda Bojonegoro Gozenda, Rahmadilla M; Hidayati, Dwi Ratna; Kurniyanto, Ifan Rizky
Agrimics Journal Vol. 3 No. 1: Januari 2026
Publisher : PT. Sativa Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64118/aj.v3i1.77

Abstract

Wilayah lumbung pangan Bojonegoro perlu didukung oleh penyedia input pertanian yang memadai. UD Petro Gozenda merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang penyedia produk input pertanian bagi para petani lokal. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi fungsional pada tiga aspek yakni pemasaran, keuangan dan sumber daya manusia (SDM). Metode yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif menggunakan In-depth Interview kepada pemilik usaha serta karyawan, sedangkan metode kuantitatif menggunakan interview terstruktur yang dianalisa dengan SWOT analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga aspek berada pada kuadran strategi SO (Strength dan Opportunity). Prioritas strategi yang direkomendasikan adalah aspek keuangan, pemasaran dan SDM. Strategi keuangan mencakup digitalisasi sistem keuangan serta fasilitasi pembayaran non tunai (cashless). Strategi pemasaran perlu mempertahankan ketersediaan produk, peningkatan penjualan produk bersertifikasi dan organik, serta menjaga hubungan baik dengan pemasok. Strategi SDM fokus pada upaya akses fasilitasi pelatihan dari pemerintah, pelatihan mandiri, perbaikan SOP, dan mempertahankan bonus/reward bagi SDM berprestasi secara berkala.
KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK INVESTASI PENGEBUNAN JERUK KEPROK TEJAKULA DI WILAYAH KABUPATEN BANYUWANGI: Financial Feasibility of The Tejakula Tangerine Plantation Investment Project in Banyuwangi Regency Supriono, Agus; Faisal, Ahmad; Hidayati, Dwi Ratna; Ibanah, Indah; Magfiroh, Illia Seldon; Maharani, Ariq Dewi
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25220254960

Abstract

Sejak mulai tahun 2014, sejumlah petani jeruk Siam di Desa Temurejo yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi mulai mengganti tanaman jeruk Siamnya ke jeruk keprok Tejakula. Peralihan jenis komoditas ini mendukung kebijakan Direktoral Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Akan tetapi, perkembangan pertumbuhan dan produksi tanaman jeruk keprok Tejakula yang diusahakan secara monokultur tersebut kurang maksimal dibandingkan dengan perkembangan pertumbuhan dan produksi jeruk keprok Tejakula di wilayah Provinsi Bali, yang merupakan daerah asal plasma nutfah jeruk keprok Tejakula ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur di wilayah Kabupaten Banyuwangi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha teridentifikasi layak. Selanjutnya, apabila terjadi penurunan jumlah produksi dan harga hingga 5%, serta kenaikan biaya operasional variabel hingga 5% (dimana faktor lainnya dianggap konstan), secara finansial proyek investasi juga masih teridentifikasi layak. Faktor penurunan jumlah produksi dan harga produksi, relatif lebih sensitif dalam memberikan respon (pengaruh) terhadap kondisi kelayakan finansialnya. Kata kunci: Jeruk Keprok Tejakula, Kelayakan Finansial, Monokultur, Investasi. Since 2014, Siam tangerine farmers in Temurejo Village, located in Banyuwangi Regency, have begun transitioning from Siam tangerine cultivation to Tejakula tangerine. This commodity shift aligns with agricultural policy set by the Directorate General of Horticulture, Ministry of Agriculture. However, the growth and yield performance of Tejakula tangerine cultivated in monoculture systems in Banyuwangi has been suboptimal compared to its development in Bali Province—the origin of the Tejakula tangerine germplasm. This study aims to assess the financial feasibility of a monoculture Tejakula tangerine plantation investment project in Banyuwangi Regency. The findings indicate that, financially, the investment is viable on a per-hectare basis. Furthermore, even under a scenario of a 5% decline in both yield and market price, coupled with a 5% increase in variable operational costs (assuming other factors remain constant), the project remains financially feasible. Among these variables, reductions in yield and price are relatively more sensitive in influencing the project's financial viability. Keywords: Tejakula Tangerine, Financial Feasibility, Monoculture, Investment.
Integrated farming of crops and livestock: effects on cashew farming income in Sumenep Regency Al Farisyi, Moh. Alif; Hidayati, Dwi Ratna; Qomariyah, Nor
Agriekonomika Vol 14, No 1: April 2025
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v14i2.33685

Abstract

The integration of crops and livestock is a common practice in agriculture, particularly within the cashew farming sector. This approach supports the efficient use of limited land resources and promotes sustainable agricultural development.  Nevertheless, its economic implications for farmers warrant closer investigation. This study was conducted to examine the relationship between integrated farming practices and farm income in Sumenep District, East Java Province. The analysis employed the 4F framework (food, feed, fuel, and fertilizer) as the basis for integrated farming practice. The study used a quantitative approach. A total of 40 farmers were collected for the study and analysed using frequency distribution, income analysis, and the Chi-Square test). Most farmers applied the 3F system, with two variations: food–feed–fertilizer and food–fertilizer–fuel. An average income was Rp 24,369,217 per hectare, however, the majority of farmers reported income levels below Rp 5 million. The Chi-Square analysis revealed a statistically significant association between the implementation of integrated farming (through the 4F framework) and the income of cashew farmers. Further intervention is needed to strengthen integrated farming practices in order to improve farmers’ income.