Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Sosialisasi dan Pendampingan Metode 5S untuk Meningkatkan Keteraturan dan Produktivitas di PT Fanah Jaya Maindo Cipto Purwanto; M. Ibrahim Ats-Tsauri; Annisa Syahliantina; Ghina Farhah Azizah; Christa Dian Pratiwi
Jurnal Pelita Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this community service activity was to determine the extent to which employees understand the company’s system for implementing the 5S concept, to identify problems in the application of 5S during work processes, and to establish appropriate control measures and follow-up actions for 5S implementation at PT Fanah Jaya Maindo. The method used in this activity was the 5S method, which is a technique for maintaining the quality of the work environment by enhancing orderliness, creating a safe and comfortable workplace, and improving efficiency and productivity. Participants in this activity consisted of all staff and supervisory employees working at PT FJM. Based on observation results, the problem identified in the implementation of 5S was the suboptimal application of the Seiketsu (standardization) principle. This issue indicates the need for a more structured system of tool coding and an obligation for each employee to return work equipment to its original place after use. The results of the socialization activity showed that participants gained a very good understanding of the material presented. Positive participant responses were reflected in the appreciation expressed toward both the content and the manner in which the activities were delivered. This achievement of understanding is expected to encourage an increased commitment among employees to apply the 5S principles consistently in their respective work environments
Analisis Risiko K3 Menggunakan Metode HIRARC di UMKM Pembuatan Tahu Bapak Rahmat Ahmad Khoerudin; Adi Rusdi Widya; Christa Dian Pratiwi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11562

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya potensi risiko keselamatan dan kesehatan kerja K3 pada proses produksi tahu di UMKM  Bapak Rahmat karawang yang belum menerapkan sistem K3 secara optimal. Kondisi tersebut ditandai dengan belum adanya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara konsisten, belum tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP), serta masih ditemukannya berbagai potensi bahaya pada setiap tahapan proses produksi yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta memberikan rekomendasi pengendalian risiko pada proses produksi tahu. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment, And Risk Control (HIRARC) dengan pendekatan kualitatif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan penelitian meliputi identifikasi bahaya pada setiap aktivitas kerja, penilaian tingkat risiko berdasarkan nilai likelihood dan severity, serta penyusunan rekomendasi pengendalian sesuai dengan hirarki pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi bahaya yang ditemukan meliputi bahaya fisik, bahaya ergonomi, dan bahaya lingkungan kerja, seperti lantai licin, paparan uap panas, percikan minyak, penggunaan peralatan tajam, serta aktivitas pengangkatan beban secara manual. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat risiko tinggi sebesar 50%, risiko sedang sebesar 30%, dan risiko rendah sebesar 20%, dengan tingkat risiko tertinggi ditemukan pada proses perebusan dan penggorengan. Rekomendasi pengendalian yang diberikan meliputi penggunaan APD secara konsisren, penyusunan dan penerapan SOP, perbaikan tata letak area kerja, serta peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya penerapan K3. Penelitian ini menunjukan bahwa metode HIRARC efektif digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, mengevaluasi tingkat risiko, serta menentukan langkah pengendalian yang tepat sehingga mampu mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif pada umkm pembuatan tahu.
Peningkatan Kualitas dan Kompetensi Bagi Karyawan Melalui Pelatihan K3 Muhammad Ibrahim Ats-Tsauri; Cipto Purwanto; Christa Dian Pratiwi; Annisa Syahliantina; Wahyu Srisadono
Jurnal Pengabdian Pelitabangsa Vol. 7 No. 01 (2026): Jurnal Pengabdian Pelitabangsa - April 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jabmas.v7i01.7486

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman serta mengurangi risiko kecelakaan di industri manufaktur. Namun, pemahaman dan kesadaran pekerja terhadap penerapan K3 masih perlu ditingkatkan melalui program sosialisasi yang terstruktur. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepatuhan karyawan terhadap penerapan K3 di PT Fanah Jaya Maindo. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Tahap analisis dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan manajemen perusahaan untuk mengidentifikasi kebutuhan sosialisasi. Selanjutnya disusun materi dan media pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan dan praktik terbaik penerapan K3. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan safety walkthrough untuk mengidentifikasi potensi unsafe action dan unsafe condition, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi interaktif, dan pemberian rekomendasi perbaikan. Evaluasi dilakukan melalui post-test dan kunjungan lapangan setelah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai identifikasi bahaya, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), dan prosedur kerja aman, serta meningkatnya kesadaran dan kepatuhan terhadap penerapan K3. Pendekatan ADDIE terbukti mendukung pelaksanaan sosialisasi K3 yang lebih sistematis, kontekstual, dan efektif dalam memperkuat budaya keselamatan di lingkungan industri.