Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

STIMULASI PERKEMBANGAN BAHASA RESEPTIF ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI CERITA RAKYAT WAKATOBI (LA NDOKE-NDOKE KENE LA KOLOPUA) DI KELURAHAN ONEMAY KECAMATAN TOMIA KABUPATEN WAKATOBI astiani astiani; Asma Kurniati; Siti Mirsa Susanti
Jurnal Wawasan Sarjana Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Wawasan Sarjana
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/juwara.v1i1.2379

Abstract

Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Bagaimana Perkembangan Bahasa Reseptif Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Cerita Rakyat Wakatobi(La Ndoke-Ndoke Kene La Kolo-Kolopua) Di Kelurahan Onemay Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 5 anak yangberada di kelurahan onemay yang terdiri dari 4 anak perempuan 1 anak laki-laki.data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, analisis data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan cara reduksi data, display data, verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa stimulasi perkembangan bahasa reseptif anakusia 4-5 tahun melalui cerita rakyat wakatobi (la ndoke-ndoke kene la kolo-kolopua) sudah berkembang sesuai harapan. Karena anak-anak yang antusias dalama mengikuti kegiatan, terlihat sangat menyenangkan saat anak mendengarkan cerita rakyat. Hal ini terlihat dari anak-anak sudah mampu menyimak perkataan orang lain, mengerti dua perintah yang di berikan bersamaan, memahami cerita yang dibacakan, memperhatikan cerita dan mampu menjawab pertanyaan tentang mereka dan mendengarkan dan memahami perkataan di rumah dan disekolah. Sebagian anak sudah memahami cerita rakyat la ndoke-ndoke kene la kolo-kolopua yang dibacakan oleh peneliti dan orang tuanya.
STIMULASI NILAI-NILAI KEAGAMAN ANAK USIA 3-4 TAHUN DENGAN METODE CERITA DI DESA LAMBALE KECAMATAN KULISUSU BARAT Feronika Satria; Asma Kurniati; Siti Misra Susanti
Jurnal Wawasan Sarjana Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Wawasan Sarjana
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/juwara.v1i1.2380

Abstract

Perkembangan nilai-nilai agama adalah kemampuan bersikap, bertingkah laku dan bertindak. Dalam stimulasi nilai-nilai keagamaan pada anak usia dini perlu adanya metode. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stimulasi nilai-nilai keagamaan anak usia 3-4 dengan metode cerita di Desa Lambale Kecamatan Kulisusu Barat. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif yang melibatkan guru dan orang tua anak. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah dengan menggunakan cara reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa stimulasi nilai-nilai keagamaan anak usia 3-4 tahun dengan metode cerita di Desa Lambale Keamatan Kulisusu Barat yaitu: 1) Mengetahui arti kasih dan sayang kepada ciptaan Tuhan, seperti menceritakan kisah Nabi Sulaiman dan seekor semut dan Kisah Nabi Muhammad dan seekor Kucing. Dalam indikator pertama yang paling dominan yaitu 1 anak yang berkembang sangat baik. 2) Mulai meniru doa pendek sesuai dengan agamanya, seperti membaca doa masuk dan keluar rumah dan membaca doa sebelum dan sesudah makan yang dominan dalam indicator kedua yaitu 3 orang anak yang berkembang sangat baik.
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN KOLASE AMPAS KELAPA DI TK DARMA WANITA TUNAS BANGSA DESA LAHUMOKO KECAMATAN KAMBOWA KABUPATEN BUTON UTARA ambar widiawanti; Asma Kurniati; Henny Henny
Jurnal Wawasan Sarjana Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Wawasan Sarjana
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/juwara.v1i1.2383

Abstract

Peneliltian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengembangkan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan kolase di TK Darma Wanita Tunas Bangsa Desa Lahumoko Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dalam kaitannya dengan yang dimaksud dengan penelitian deskriptif yaitu prosedur penelitian dengan cara mengumpulkan data berupa kata, gambar, bukan angka. Metode utama pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan secara alami di sumber data. Analisis kualitatif data penelitian dilakukan sebelum masuk lapanga, selama dilapangan dan setelah selesai. Berdasarkan hasil studi lapangan, peneliti menemukan kesimpulan mengenai mengembangkan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan kolase ampas kelapa di TK Darma Wanita Tunas Bangsa Desa Lahumoko Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara yang dikembangkan pada berbagai macam anak, seperti memperkenalkan dan mengajarkan anak kolase ampas kelapa dalam berbagai aspek yaitu aspek pribadi, aspek pendorong, aspek proses dan aspek produk. Dalam hal ini dapat mengembangkan kreativitas anak sejak dini.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Gardening: Sebuah Systematic Literature Review Wa Ode Dasriana; Asma Kurniati; Hartati Hartati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8375

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi pembelajaran berbasis gardening dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai pendekatan kontekstual yang mendukung perkembangan holistik anak. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis peran guru, keterlibatan anak, serta pemanfaatan lingkungan sekolah dalam sistem pembelajaran berbasis gardening. Metode yang diterapkan adalah Systematic Literature Review (SLR) melalui analisis 22 jurnal publikasi tahun 2019 – 2025 dan relevan terkait implementasi gardening pada PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis gardening efektif dalam meningkatkan perkembangan kognitif, sosial-emosional, karakter, serta kesadaran lingkungan anak. Guru berperan sebagai fasilitator aktif, anak sebagai subjek pembelajaran, sedangkan lingkungan sekolah berfungsi sebagai sumber belajar autentik. Simpulan dari penelitian menyatakan bahwa pembelajaran berbasis gardening layak diintegrasikan secara sistematis dalam kurikulum PAUD.
Nilai-Nilai Karakter Maritim untuk Kurikulum PAUD: Systematic Literature Review (SLR) Happy Sri Hasrianti; Asma Kurniati; La Jeti
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8399

Abstract

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi maritim yang melimpah, tetapi penanaman kesadaran dan karakter kemaritiman sejak usia dini masih belum optimal. Karenanya, pengintegrasian nilai-nilai karakter maritim ke dalam kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat krusial untuk membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan laut dan memiliki identitas maritim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai karakter maritim serta mengidentifikasi pola integrasinya dalam kurikulum PAUD. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel jurnal pada periode 2019–-2025. Dari 262 artikel yang ditemukan, hanya 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan konsistensi hasil di seluruh artikel mengenai nilai kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab, cinta budaya maritim, kerja sama, disiplin, serta rasa ingin tahu. Pola integrasi nilai tersebut dilakukan melalui pembelajaran berbasis pengalaman, pemanfaatan media kontekstual, dan pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal, yang secara umum terbukti relevan dalam membentuk karakter anak usia dini.
THE ROLE OF SCHOOL PRINCIPALS’ LEADERSHIP IN IMPROVING EARLY CHILDHOOD EDUCATION (ECE) TEACHER COMPETENCE Sinta; Asma Kurniati; Siti Misra Susanti; Ratna Said
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 11 No 2 (2026): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/zbmjpp49

Abstract

The urgency of this study arises from the suboptimal competence of early childhood education (ECE) teachers, which is influenced by variations in school principals’ leadership quality, and from the lack of a comprehensive synthesis of previous research findings on the relationship between these two variables. This study aims to analyze the role of school principals’ leadership in improving ECE teachers' competence and to identify effective leadership strategies informed by prior research. The method employed is a Systematic Literature Review (SLR) with a descriptive approach, utilizing data sources in the form of scientific articles indexed in SINTA 1,  2 and 3 obtained through Google Scholar, and analyzed using content analysis techniques guided by the PRISMA framework. The results indicate that school principals’ leadership plays a significant role as an academic supervisor, motivator, and facilitator in enhancing teacher competence and implementing strategies such as academic supervision, teacher empowerment, and the creation of a collaborative work environment. These findings suggest that the effectiveness of school leadership directly contributes to improving the quality of early childhood education learning. The novelty of this study lies in the systematic integration of empirical findings through an SLR, providing a comprehensive overview of the roles and strategies of school leadership. This study contributes theoretically to the development of educational leadership studies and, in practice, as a basis for formulating policies and strategies to improve ECE teacher competence.
Peran Artificial Intelligence dalam Pengembangan Kompetensi Guru PAUD: Sebuah Systematic Literature Review Kurnia Fadillah Yamin; Siti Misra Susanti; Asma Kurniati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2268

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terutama dalam kemampuan merancang pembelajaran, meningkatkan kreativitas mengajar, serta memanfaatkan teknologi dalam proses pendidikan. Rendahnya kesiapan guru, keterbatasan pelatihan, serta minimnya dukungan institusi menjadi tantangan dalam integrasi AI pada pembelajaran PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran AI dalam pengembangan kompetensi guru PAUD. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA melalui tahapan identification, screening, eligibility, dan inclusion. Sumber data diperoleh dari database Scopus, PubMed melalui Publish or Perish, dan SINTA pada rentang tahun 2021–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berkontribusi dalam meningkatkan refleksi pedagogik, kreativitas guru, penyusunan modul ajar, evaluasi berbasis data, serta efektivitas pembelajaran yang lebih adaptif dan personal. Faktor pelatihan, kompetensi digital, dan dukungan institusi memengaruhi keberhasilan implementasi AI. Dengan demikian, AI berperan sebagai alat strategis dalam mendukung pengembangan kompetensi guru PAUD secara berkelanjutan di era digital.
Tren Strategi Pembelajaran Sains pada Anak Usia Dini: Kajian Sistematis Wa Ode Siti Nurlisa; Asma Kurniati; Hartati Hartati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2338

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kendala yang dihadapi guru PAUD dalam merancang strategi pembelajaran sains yang variatif dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak yang dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan, rendahnya literasi sains guru, minimnya sumber daya, keterbatasan fasilitas pendukung, serta kecenderungan pembelajaran yang kurang eksploratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis variasi strategi pembelajaran sains pada pendidikan anak usia dini berdasarkan hasil penelitian pada artikel yang diterbitkan di jurnal SINTA 1, 2, dan 3. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA terhadap artikel terbitan tahun 2021-2026. Hasil penelitian menunjukkan diperoleh strategi pembelajaran, meliputi STEAM, eksperimen, pemanfaatan lingkungan, Guided Inquiry, dan penggunaan media digital. Strategi-strategi ini berlandaskan teori konstruktivisme, Piaget, dan Vygotsky, yang menekankan pembelajaran aktif, konkret, dan berpusat pada pengalaman anak. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran sains di PAUD berorientasi pada pengalaman langsung dan partisipasi aktif, sehingga menjadi referensi bagi pendidik dalam memilih pendekatan yang tepat, bermakna, dan menyenangkan.
Utilization of School Resources for Science Learning in Early Childhood Education: A Systematic Literature Review Siti Sumarni; Asma Kurniati; la Jeti
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 15 No. 2 (2026): Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/16030

Abstract

Optimal utilization of school resources is the key to providing concrete and meaningful science learning for early childhood. This study aims to systematically review the literature on strategies for utilizing school environmental resources to develop science learning in Early Childhood Education (ECE). The method employed is a Systematic Literature Review (SLR) using the PRISMA protocol, sourcing data from SINTA 1-3 accredited journals such as Jurnal Murhum, Obsesi, UNJ, Undiksha, and UIN Sunan Kalijaga. Out of 516 identified articles, 9 met the inclusion criteria (2019–2025) for further analysis. The findings indicate that utilized school resources fall into three main categories: the physical environment (school grounds and coastal ecosystems), biotic components (plants and trees), and abiotic components (natural loose parts). Integrating these resources through Contextual and STEAM approaches has proven effective in enhancing children's cognitive abilities, naturalist intelligence, and environmental literacy (eco-literacy). This study offers practical implications suggesting that financial constraints are not barriers; teacher creativity in transforming school environmental facilities into real laboratories can create profound learning experiences. This research is expected to serve as a policy reference for school principals in organizing learning ecosystems and as a guide for teachers to reduce reliance on manufactured media.
Mapping Local Assets through Place-Based Education for Early Childhood Education Curriculum Planning in Agrarian Sorawolio Asma Kurniati; S. Hafidhawati Andarias; Linda Alfadillah; Wa Ode Dasriana
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 4 September (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i4.1604

Abstract

Purpose: This study aims to explore the potential of Sorawolio District through a Place-Based Education approach to inform the development of an agroeducation-based early childhood education curriculum. Method: This study employed a qualitative approach with an exploratory case study design. Data were collected through environmental observation, semi-structured interviews with heads of early childhood education institutions, teachers, parents, farmers, community leaders, and local stakeholders, and document analysis of early childhood education curriculum materials. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Findings: The findings indicate that Sorawolio has strong agrarian characteristics, as reflected in its dominant proportion of agricultural land, the presence of biopharmaceutical plants, horticultural crops, ornamental plants, plantations, and children’s close interaction with gardens, home yards, soil, water, and community-based agricultural activities. These potentials reflect the principles of Learning in Place, Learning from Place, Learning with Community, Developing Sense of Place, Learning for Place, and Authentic and Integrated Learning. Research Implications: The findings suggest that early childhood education institutions in Sorawolio need to conduct systematic local asset mapping as a basis for developing semester programs, weekly learning plans, teaching modules, community partnerships, and authentic experience-based assessment. Originality: This study positions Sorawolio as a local learning ecosystem for developing a contextual, authentic, and sustainable agroeducation-based early childhood education curriculum.