p-Index From 2021 - 2026
2.092
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Fakumi Medical Journal
Arni Isnaini Arfah
Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum) untuk Menghambat Pertumbuhan Larva Nyamuk Aedes aegypti Dwi Astari Suja’nah; Santriani Hadi; Arni Isnaini Arfah; Sri Julyani; Nurfachanti Fattah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 9 (2022): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i9.114

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penyakit yang dapat menimbulkan wabah atau kejadian luar biasa yaitu penyakit demam berdarah dengue. Angka kejadian kasus DBD di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung fluktuatif. Bertambahnya jumlah kasus DBD selain karena faktor kepadatan penduduk, musim dan mobilisasi penduduk juga disebabkan oleh kurangnya partisipasi dalam pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti. Salah satu bahan alami yang digunakan masyarakat sebagai alternative pengganti insektisida sintetis untuk mengatasi pertumbuhan larva nyamuk adalah daun kemangi. Daya bunuh insektisida hayati yang berasal dari senyawa kimia daun kemangi seperti minyak atsiri, euganol, saponin, flavonoid, dan tannin. Tujuan: Mengetahui efektivitas daya bunuh ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Metode: Penelitian eksperimental laboratorik (laboratoris experiment) dengan 5 kelompok yang terdiri dari 4 konsentrasi (konsentrasi 0,1%, 0,3%, 0,5%, dan 1%) dan 1 kelompok kontrol (Aquades). Hasil: Hasil analisis menunjukakkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat membunuh larva nyamuk Aedes aegypti. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka semakin besar presentasi kematian pada larva nyamuk. Presentasi kematian 23,33% (konsentrasi 0,1%), 43,33% (konsentrasi 0,3%), 63,33 (konsentrasi 0,5%) dan 100% (konsentrasi 1%). Kesimpulan: Ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) efektif untuk larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Konsentrasi yang paling efektive untuk menghambat pertumbuhan larva nyamuk Aedes aegypti adalah konsentrasi 1% dengan presentasi 100%.
Efekivitas Madu terhadap Kadar Malondialdehyde (MDA) Plasma sebagai Penanda Stress Oksidatif Pada Kondisi Hyperglikemi Rifka Yusraeni; Rasfayanah; Arni Isnaini Arfah; Prema Hapsari; Armanto Makmun; Rusman; Rachmat Latief
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i2.152

Abstract

Madu merupakan pemanis yang aman dan terbukti menurunkan kadar glukosa darah serta memiliki kandungan flavonoid, Vitamin A, C, E sebagai sumber antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas. Malondialdehide (MDA) merupakan hasil peroksidasi lipid dan menjadi penanda dari radikal bebas. Dalam menilai stress oksidatif pada penderita diabetes mellitus, malondialdehyde (MDA) banyak digunakan sebagai biomarker untuk menilai stres oksidatif di bidang biomedis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas madu terhadap penurunan status oksidatif malondialdehyde plasma pada kondisi hyperglikemia.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomun burmanii) terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Mencit (Mus musculus) Muhammad Gilang Ramadhan; Sri Wahyu; Arni Isnaini Arfah; Armanto Makmun; Zulfitriani Murfat
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 12 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i12.167

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit gangguan metabolik dengan karakteristik hiperglikemia. Diabetes mellitus tercatat sebagai salah satu dari empat penyakit menular dengan jumlah penderita yang terus mengalamai peningkatan dari tahun ke tahun. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan pemberian obat antidiabetes oral. Namun belakangan ini dibutuhkan alternatif pengobatan seperti obat tradisonal. Salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan adalah kayu manis (Cinnamomum burmanni), dikarenakan memiliki senyawa Methylhidroxy Calcone Polymer, Proantochyanidin dan Cinnamaldehidhyde yang mampu menurunkan kadar gula darah. Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian experiment dengan desain true experimental pre and post control terhadap hewan uji coba. Hewan yang diuji coba sebagai sampel dalam adalah mencit jantan (Mus musculus) dengan kondisi hiperglikemia. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji analisis univariat diperoleh data bahwa rata-rata kadar gula darah sewaktu sebelum perlakuan yakni 264 mg/dl, kemudian rata-rata pada hari ke 7 perlakuan adalah 140,4 mg/dl. Sehingga gula darah sewaktu sebelum perlakuan dan setelah perlakuan di hari ke-7 mengalami penurunan sebanyak 123,6 mg/dl dengan presentase sebesar 46,81%. Selain itu berdasarkan hasil penelitian dengan uji Kruskal Wallis diperoleh nilai P Value sebesar 0.009 (>0.05) sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh ekstrak kayu manis terhadap penurunan gula darah sewaktu pada mencit. Pemberian ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) mampu menurunkan kadar gula darah sewaktu pada mencit (Mus musculus).
Faktor Risiko Infeksi Kejadian Kecacingan pada Anak Usia Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Panambungan Makassar Irsan Kabila; Nurfachanti Fattah; Arni Isnaini Arfah; Andi Husni Esa; Nirwana Laddo; Ela Sapta Ningsih B
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 4 (2023): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i4.201

Abstract

Infeksi cacing Soil-Transmitted Helminths (STH) terjadi pada semua kelompok usia, World Health Organization (WHO) menyebutkan anak usia sekolah (5-12 tahun) sebagai bagian dari populasi dengan risiko tinggi morbiditas infeksi cacing STH sedangkan data hasil survei di Indonesia masih sangat tinggi yaitu dengan prevalensinya yang antara 45-65%. Salah satu faktor penyebab kecacingan pada anak usia sekolah adalah higenitas perorangan yang ditularkan melalui tanah. Jenis Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain peneliian cross sectional study. Analisa data dilakukan menggunakan metode Chi-Square untuk melihat faktor risiko yang memiliki hubungan terkuat dengan kejadian infeksi kecacingan. Berdasarkan hasil ditunjukkan bahwa anak usia sekolah yang positif memiliki telur Trichuris Trichiura dan Ascaris Lumbricoides dalam fesesnya berturut-turut sebesar 27% (13 orang) dan 25% (12 orang). Selain itu, kelompok umur yang terinfeksi kecacingan paling tinggi terdapat pada kelompok umur 5-8 tahun, yaitu 17 sampel (35,4%). Hasil lain diperoleh bahwa terdapat tiga faktor risiko yang memiliki hubungan dengan kejadian kecacingan adalah: kebersihan tangan, kebersihan kuku, dan kebersihan makanan. Kejadian infeksi kecacingan pada anak usia sekolah di wilayah kerja Puskesmas Panambungan Makassar disebabkan oleh Trichuris Trichiura. Tertinggi terjadi pada anak perempuan usia 5-8 tahun. Faktor Risiko Kebersihan tangan, kaki, dan makanan mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian infeksi kecacingan pada anak usia sekolah di wilayah kerja Puskesmas Panambungan Makassar