Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Koopertif Tipe Quick On The Draw Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Nurlinda Nurlinda
Tautologi: Journal of Mathematics Education Vol. 1 No. 1 (2023): Tautologi
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/tautologi.v1i1.1911

Abstract

The purpose of this study was to determine that the Quick On The Draw type of cooperative learning model had a positive effect on the mathematics learning outcomes of eighth grade students of UPTD SMP Negeri 3 Parepare. This type of research is a quasi-experimental study without a control class conducted in one-group pretest and posttest design. The variables studied in this study were the mathematics learning outcomes of class VIII UPTD SMP Negei 3 Parepare as the dependent variable and learning using the Quick On The Draw cooperative learning model as the independent variable. The population of this study were students of class VIII UPTD SMP Negeri 3 Parepare in the odd semester of the 2022/2023 academic year. The sample of this study was class VIII.3 students, totaling 28 people who were obtained using cluster random sampling technique.The research data were obtained using research instruments in the form of mathematics learning outcomes tests and student activity observation sheets. Based on descriptive statistical analysis, the average value of the pretest results was 51.52 and the posttest was 83.1, the average percentage of student activity was 68.92, and inferential using one sample t-test obtained a significant value of p = 0.00 < α = 0.05, this means that H0 is rejected and H1 is accepted. So it can be concluded that the Quick On The Draw type of cooperative learning model has a positive effect on mathematics learning outcomes for class VIII UPTD SMP Negeri 3 Parepare students.
Faktor Risiko Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Cangadi: Environmental Risk Factors Related to Stunting Events in the Working Area of Puskesmas Cangadi Rahmat Zarkasyi R; Nurlinda Nurlinda; Rasidah Wahyuni Sari; Rini Anggraeny
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.343 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1605

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan fisik yang ditandai dengan penurunan kecepatan pertumbuhan. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk, hal ini merupakan konsekuensi dari beberapa faktor yang salah satunya sering dikaitkan dengan faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pemenuhan akses air bersih dan sanitasi dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Cangadi. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain Case Control. Data diperoleh dengan melakukan pengukuran TB terhadap anak dengan menggunakan microtoise, wawancara dan pengisisan kuesioner terhadap ibu. Hasil analisis chi square menunjukkan indikator akses sanitasi memiliki hubungan dengan kejadian stunting yaitu mencuci tangan dengan sabun, menyikat gigi, membersihkan mainan, menyimpan makanan, waktu cuci tangan, kondisi saluran air, penyimpanan sampah dan kondisi lingkungan rumah. Sementara indikator pemenuhan akses air bersih terdapat 4 indikator memiliki hubungan dengan kejadian stunting yaitu jarak pencemar, sumber air minum, pengolahan air minum dan menguras bak air. Sebagian besar indikator pemenuhan akses air bersih dan sanitasi berhubungan dengan kejadian stunting. Upaya pencegahan dan penanggulangan stunting dapat dilakukan dengan optimalisasi pemberian informasi atau strategi untuk meningkatkan perilaku masyarakat untuk bisa menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari.
Pengaruh Penyuluhan dengan Media Animasi Pencegahan Stunting terhadap Pengetahuan dan Sikap Calon Pengantin: The Effect of Counseling with Animated Media of Stunting Prevention on the Knowledge and Attitudes of Prospective Bridals Nurlinda Nurlinda; Rahmat Zarkasyi R; Rasidah Wahyuni Sari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.161 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1606

Abstract

Stunting terjadi akibat tidak terpenuhinya gizi kronis di 1000 hari pertama kehidupan yang mengakibatkan perkembangan anak terganggu. Menurut WHO upaya pencegahan pada stunting dapat dimulai sejak prakonsepsi, wanita usia subur dapat mulai diberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan asupan gizi sebelum kehamilan. tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan dengan media animasi pencegahan stunting terhadap pengetahuan dan sikap calon pengantin. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode quasi eksperimen, dengan rancangan One-group pre-post test design. Penelitian dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) Patampanua dan KUA Lembang Kabupaten Pinrang, Waktu Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020- Januari 2021. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan Total Sampling terhadap 47 responden. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pengetahuan Responden setelah pemberiann penyuluhan pencegahan stunting dengan media animasi untuk pre-test yaitu 8,62 sedangkan untuk hasil post- test mengalami peningkatan yaitu 13,38. sikap Responden setelah pemberiann penyuluhan pencegahan stunting dengan media animasi untuk pre-test yaitu 20,68 sedangkan untuk hasil post- test mengalami peningkatan yaitu 31,60. Kesimpulan Ada pengaruh penyuluhan dengan media animasi pencegahan stunting terhadap pengetahuan dan sikap calon pengantin dengan nilai P = 0,000).
Efektivitas Pemberian Hati Ayam Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Remaja Putri: The Effectiveness of Giving Chicken Liver to Increasing Hemoglobin Levels of Adolescent Girls Nurlinda; Ishaq Nusu; Rahmat Zarkasyi; Rasidah Wahyuni Sari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2743

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat dan sering dijumpai di seluruh dunia, terutama bagi kelompok wanita usia reproduksi termasuk remaja putri. Remaja putri yang mengalami kekurangan hemoglobin berisiko mengalami anemia pada saat hamil, yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan, menimbulkan komplikasi kehamilan, persalinan, bahkan menyebabkan kematian ibu dan anak. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian hati ayam terhadap peningkatan kadar hemoglobin remaja putri. Metode: yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode quasi eksperimen, dengan rancangan One-group pre-post test design, yaitu eksperimen semu yang dilakukan pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding. Hasil: Penelitian ini Menunjukkan bahwa ada perbedaan kadar hemoglobin remaja putri setelah pemberian hati ayam dimana nilai rata-rata Pre test yaitu 11,15 g/dl. dan nilai rata-rata post test meningkat menjadi 12,99 g/dl. Kesimpulan: Hasil uji paired simple t test menunjukkan nilai p (0,000), artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian hati ayam terhadap peningkatan kadar hemoglobin remaja putri.
Penerapan Alur Pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) di Puskesmas Kota Parepare pada masa pandemi Covid : Implementation of the Individual Health Effort Service (UKP) flow at the Parepare City Health Center during the Covid Pandemic Rasidah Wahyuni Sari; Ilham Willem; Herlina Muin; Nurlinda; Rahmat Zarkasyi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2744

Abstract

Latar belakang: Alur pelayanan di puskesmas selama pandemi di seluruh Puskesmas di kota parepare mengalami perubahanan pada mekanisme pelayanan terhadap pasien yang datang ke fasilitas kesehatan (faskes). Upaya kesehatan perorangan (UKP) pada kegiatan pelayanan kesehatan di tingkatkan secara optimal untuk memutus tali rantai penularan virus covid 19, untuk mengatur pelayanan selama pandemi puskesmas merujuk pada petunjuk tehknis Kementrian Kesehatan pada pengaturan alur pelayanan. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui penerapan alur Pelayanan Puskesmas Madising na Mario dan Puskesmas Lapadde di kota parepare. Metode: penelitian kualitatif melalui kegiatan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah alur Pelayanan Kesehatan Perorangan (UKP) di puskesmas selama pandemi Covid-19 mencakup Pelayanan di dalam Gedung, Pelayanan di Luar gedung , Pelayanan Farmasi,Pelayanan laboratorium, dan sistem rujukan sesuai petunjuk teknis pelayanan kesehatan Kemenkes RI. Hasil: penelitian terhadap 2 (dua) Puskesmas di kota parepare yaitu Puskesmas Lapadde dan Puskesmas Madising na Mario di dapatkan Bahwa penerapan Pelayanan yang mengacu pada petunjuk teknis pelayanan kesehatan belum sepenuhnya mengikuti Juknis Kemenkes Ri ini di pengaruhi oleh beberapa faktor penghabat yaitu Sumber Daya Manusia,kesadaran masyarakat serta sarana dan prasarana. meskipun demikian jadwal pelayanan di modifikasi berdasarkan sasaran program. pelayanan mengacu pada Standar Operasional pelayanan (SOP) selama pandemi, pelayanan dengan menerapakan prinsip Triase Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan physical Distancing. Kesimpulan: Puskesmas lapadde dan puskesmas Madising Na Mario dalam memberikan pelayanan UKP mengacu pada Standar Operasional pelayanan (SOP), pelayanan dengan menerapakan prinsip Triase Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan physical Distancing sesuai dengan petunjuk tekhnis kementrian kesehatan republic Indonesia.