Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Edukasi Pariwisata Berkelanjutan Pada Tingkat Satuan Pendidikan Non-Formal Pariwisata Setiawan, Muhamad Alam; Nirwana, Baiq Nadia; Talidobel, Susilo; Aisyah Ramadani; Rafles
Abdimas Awang Long Vol. 8 No. 1 (2025): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v8i1.1467

Abstract

Pariwisata berkelanjutan adalah konsep yang menekankan pada tanggung jawab terhadap tiga pilar utama yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi yang harus diterapkan dalam segala aktifitas pariwisata dan industrinya. Edukasi tentang penerapan konsep pariwisata berkelanjutan sudah seharusnya diberikan pada setiap elemen yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia yang akan mengelola pariwisata. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi konsep pariwisata berkelanjutan pada lembaga pelatihan perhotelan yang menjadi kontributor tinggi dalam mencetak sumber daya di industri perhotelan yang merupakan penunjang penting dalam pariwisata. Target penerima manfaat adalah siswa beserta staff dan Instruktur lembaga perhotelan LPKN Mataram. Setelah kegiatan pengabdian dilakukan, terlihat dampak yang signifikan terjadi pada pengetahuan mahasiswa terhadap konsep pariwisata berkelanjutan. Hal ini dapat dilihat dari hasil post-test dimana rata-rata diatas 80% siswa mejawab pertanyaan dengan benar dan sesuai konsep. Edukasi juga diberikan kepada staff dan instruktur dengan berfokus pada pengenalan kurikulum pelatihan berbasis pariwisata berkelanjutan sehingga kedepannya akan bisa diterapkan di lembaga. Familiarisasi konsep pariwisata berkelanjutan pada tingkat Lembaga pelatihan non-formal pariwisata ini adalah upaya untuk mencetak sumber daya pariwisasta yang sadar akan tanggung jawab terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi yang harus diperhatikan dalam upaya menjalankan sektor pariwisata.
Implementasi Strategi Pentahelix dalam Pengembangan Kawasan Wisata Senggigi Lombok Barat Muharis, Muharis; Setiawan, Muhamad Alam; Syamsurrijal, Syamsurrijal
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Juni (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v2i4.385

Abstract

Penelitian ini mengulas pentingnya kerjasama dan penerapan strategi Pentahelix dalam pengembangan kawasan wisata Senggigi di Lombok Barat. Meskipun kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata, namun menghadapi beberapa tantangan, termasuk kurangnya kerjasama antar pemangku kepentingan. Melalui analisis deskriptif kualitatif, tulisan ini menjelaskan peran yang dimainkan oleh setiap aktor dalam Pentahelix dalam upaya pembangunan berkelanjutan, yakni pemerintah, industri, akademisi, masyarakat, dan media. Hasilnya menunjukkan bahwa kerjasama yang efektif di antara semua pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mencapai pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Pemerintah memegang peranan utama dalam merumuskan kebijakan dan regulasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan, sementara industri pariwisata perlu berperan dalam pengembangan infrastruktur dan layanan yang ramah lingkungan. Akademisi dapat memberikan kontribusi berupa pengetahuan dan penelitian untuk mendukung inovasi dan pembangunan yang berkelanjutan, sedangkan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan memanfaatkan hubungan yang saling terkait antara elemen-elemen model Pentahelix, kerjasama yang efektif antar semua pemangku kepentingan dapat terwujud, sehingga pengembangan kawasan wisata Senggigi di Lombok Barat dapat berlangsung secara berkelanjutan dengan menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat lokal dan industri pariwisata.
Penerapan Etika Komunikasi Reception Pada Divisi Kantor Depan Dalam Pelayanan Tamu Check In Di Javana Royal Vila Seminyak Bali Setiawan, Muhamad Alam; Muharis; Afandi, Satria
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 1 No. 5 (2024): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Mei 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/8xszsy58

Abstract

The Increasing competition among accommodation supplies require it to keep optimizing its services in order to give the impression of loyalty to guests to stay. In more specific case, receptionists hold important rules to improve their services, especially in communication ethics. This study is conducted in Javana Royal Villa Seminyak Bali, under the title of Penerapan Etika Komunikasi Reception Pada Front Office Department Dalam Pelayanan Tamu Check in di Javana Royal Villa Seminyak. Bali. This research aims to determine the application of reception communication ethics and the influence of the application of reception communication ethics toward room occupancy rate at Javana Royal Villa Seminyak Bali. This study uses qualitative descriptive in which the translation of words or sentences are explained in the presentation. Moreover, the data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The types of data used are primary data and secondary data. The study showed that by not concerning attention to communication ethics, it will greatly impact the comfort of guests in staying which results in bad reviews on the online travel agent so that in this case it certainly has a huge impact on the level of room reservations or on room occupancy in Javana Royal Villa Seminyak Bali.
Peran Pentahelix dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Desa Wisata Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah Pribadi, Teguh Iman; Setiawan, Muhamad Alam
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 1 No. 7 (2024): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Juli 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cesa0k76

Abstract

Keberhasilan pengembangan pariwisata di suatu daerah tidak terlepas dari peranan berbagai pemangku kepentingan, khususnya pentahelix, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, masyarakat, dan media. Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran pentahelix dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Wisata Bonjeruk dari enam sisi pemberdayaan: pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, pemeliharaan, dan pengawasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pentahelix dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Wisata Bonjeruk telah berjalan dengan baik dari sisi pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan. Namun masih belum maksimal dari sisi pemeliharaan, dan pengawasan. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya proses pemantauan dan proses peninjauan yang dilakukan oleh pentahelix. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana pemangku kepentingan dapat berkontribusi lebih efektif dalam pengembangan desa wisata, serta pentingnya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui partisipasi aktif dan kolaboratif dalam kegiatan pariwisata.
Familiarisasi Konsep Pariwisata Halal untuk Sumber Daya Manusia Pondok Pesantren Setiawan, Muhamad Alam; Muharis, Muharis; Teguh Iman Pribadi; Muhammad Taufik; Bagas Anggara; Agus Syahid
Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Pariwisata Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berjudul Familiarisasi Konsep Pariwisata Halal untuk Sumber Daya Manusia Pondok Pesantren telah berhasil dilakukan dan mendapatkan hasil yang baik dan positif terhadap mitra. Para peserta yang terdiri dari santri dan guru pada awalnya dapat dikatakan sebagai individu yang awam dan tidak familiar dengan konsep pariwisata halal. Sangat sedikit dari peserta yang mampu menjelaskan dengan benar mengenai definisi pariwisata halal dan bagimana seharusnya penerapannya dilapangan. Para peserta juga sangat tidak familiar dengan landasan-landasan yang ditetapkan oleh lembaga seperti MUI dan DSN padahal mereka telah mempelajarinya di pesantren. Para pesertapun tidak begitu familiar tentang sertifikasi halal dan bagaimana dampaknya pada loyalitas wisatawan untuk jangka Panjang. Namun setelah dilakukan sosialisasi dapat terlihat bahwa peserta mendapatkan pemahaman yang baik akan konsep-konsep tersebut. Para peserta menjadi paham juga akan kebutuhan penyediaan tempat ibadah di fasilitas wisata berdasarkan temuan penelitian. Pentingnya kreativitas dalam menyediakan area rekreasi terpisah berdasarkan jenis kelamin untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim serta bagaimana dampak sertifikasi halal dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan loyalitas wisatawan Muslim. Secara umum pula hasil dari post-test yang meningkat signifikan dari hasil pre-test dapat menunjukan adanya pemahaman yang didapatkan setelah dilakukan sosialisasi.
Studi Analisis Kesiapan Desa Jelantik Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah menjadi Desa Wisata Muhamad Alam Setiawan; Muharis Muharis
Journal of Tourism and Economic Vol. 7 No. 2 (2024): Edisi 14 Des 2024
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36594/jtec/rkcay510

Abstract

The trend of traveling to rural areas emerged after the Covid-19 pandemic because tourists wanted tourism with a healthier nuance. Tourism Villages then massively come up to meet this tourism demand. Jelantik Village, located in Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, is one of the villages that is seen as highly potential village to develop into a tourist village due to its attractions. This study aims to determine the readiness of Jelantik Village to become a tourist village. The method used in this study is a qualitative descriptive method. There are three important elements that are the subject of study to see the readiness of Jelantik Village to become a tourist village, namely the readiness of the A3 elements (Attractions, Accessibility, and Amenities), community elements, and government elements. The result of the study shows that Jelantik Village can be considered to be the strong embryo of tourist village. The readiness of the A3 elements has almost been fully met. The elements of society and government are basically ready in their respective contexts. However, the lack of communication seems to be an obstacle to a proper collaboration between the two elements, the society and the government. There is a fact that the community and the government are waiting for each other in starting the collaboration process makes progress stagnant in efforts to develop tourist villages in Jelantik Village.