Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENYULUHAN KUALITAS PELAYANAN PADA GUIDE DI DESA SADE LOMBOK TENGAH: MENINGKATKAN PENGALAMAN WISATA BERKELANJUTAN Taufik, Muhammad; Syahid, Agus; Muharis, Muharis; Pribadi, Teguh Iman; Setiawan, Muhamad Alam
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v1.i2.19

Abstract

Desa Sade di Lombok Tengah telah menarik perhatian para wisatawan dengan kekayaan budaya dan keindahan alamnya. Namun, untuk memastikan keberlanjutan sebagai destinasi wisata yang menarik, kualitas pelayanan guide lokal menjadi hal yang krusial. Artikel ini membahas tentang hasil penyuluhan mengenai kualitas pelayanan bagi guide di Desa Sade, serta langkah-langkah untuk meningkatkan pengalaman wisata yang berkelanjutan. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berasal dari kalangan Dosen Universitas Bumigora melakukan penyuluhan pada Guide di Desa Sade dengan melibatkan 5 Guide lokal sebagai peserta. Kegiatan yang dilakukan pada 3 Maret 2024 ini menyimpulkan bahwa Penyuluhan mengenai kualitas pelayanan bagi guide di Desa Sade, Lombok Tengah, merupakan langkah penting dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata budaya ini. Dengan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada guide tentang pentingnya pelayanan pelanggan dan memperkuat keterampilan mereka, kita dapat memastikan bahwa pengalaman wisata di Desa Sade tetap berkesan dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.
Edukasi Pariwisata Berkelanjutan Pada Tingkat Satuan Pendidikan Non-Formal Pariwisata Setiawan, Muhamad Alam; Nirwana, Baiq Nadia; Talidobel, Susilo; Aisyah Ramadani; Rafles
Abdimas Awang Long Vol. 8 No. 1 (2025): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v8i1.1467

Abstract

Pariwisata berkelanjutan adalah konsep yang menekankan pada tanggung jawab terhadap tiga pilar utama yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi yang harus diterapkan dalam segala aktifitas pariwisata dan industrinya. Edukasi tentang penerapan konsep pariwisata berkelanjutan sudah seharusnya diberikan pada setiap elemen yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia yang akan mengelola pariwisata. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi konsep pariwisata berkelanjutan pada lembaga pelatihan perhotelan yang menjadi kontributor tinggi dalam mencetak sumber daya di industri perhotelan yang merupakan penunjang penting dalam pariwisata. Target penerima manfaat adalah siswa beserta staff dan Instruktur lembaga perhotelan LPKN Mataram. Setelah kegiatan pengabdian dilakukan, terlihat dampak yang signifikan terjadi pada pengetahuan mahasiswa terhadap konsep pariwisata berkelanjutan. Hal ini dapat dilihat dari hasil post-test dimana rata-rata diatas 80% siswa mejawab pertanyaan dengan benar dan sesuai konsep. Edukasi juga diberikan kepada staff dan instruktur dengan berfokus pada pengenalan kurikulum pelatihan berbasis pariwisata berkelanjutan sehingga kedepannya akan bisa diterapkan di lembaga. Familiarisasi konsep pariwisata berkelanjutan pada tingkat Lembaga pelatihan non-formal pariwisata ini adalah upaya untuk mencetak sumber daya pariwisasta yang sadar akan tanggung jawab terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi yang harus diperhatikan dalam upaya menjalankan sektor pariwisata.
Typology of Pretty's Participation in The Development of Ecology-Based Tourism Destinations Muharis Muharis; Muhamad Alam Setiawan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7436

Abstract

The development of ecotourism-based tourist destinations has become an increasingly popular approach in Indonesia for environmental conservation and enhancing the well-being of local communities. This study aims to analyse the level of local community participation in the development of ecotourism destinations using Pretty's typology of participation and to identify the factors influencing it. The methodology employed is qualitative descriptive data analysis, with data obtained from a literature review encompassing international and national journals, documents, books, and other information sources. The research findings indicate that community participation in ecotourism development ranges from passive participation to self-mobilization, with interactive participation being the most ideal form to ensure social, economic, and environmental sustainability. Interactive and functional participation, where the community actively engages in decision-making and implementation, have been shown to enhance a sense of ownership and responsibility towards the environment and create sustainable economic opportunities. Additionally, the case study in Bale Mangrove Dusun Poton Bako demonstrates that management by the local community can achieve the independence of the tourist destination. By understanding the dynamics of community participation, more effective strategies can be formulated to optimize the role of the community in the development of ecotourism. This will create a synergy between environmental conservation and the improvement of community welfare.
Sosialisasi Literasi Digital Dan Tuturan Cyberbullying Yang Berdampak Hukum Kepada Para Pelajar Di Kota Mataram Syahid, Agus; Rahmatyar, Ana; Pribadi, Teguh Iman; Setiawan, Muhamad Alam; Putri, Tiara Resta
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 1 No. 2: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Juni 2024
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v1i2.43

Abstract

The use of internet and social media in Indonesia has become more extensive in recent years. It enables everyone to interact, share, and participate with fellow internet users. Social media has a positive and negative impact, one of the negative impact is cyberbullying. Cyberbullying has been defined as any form of aggressive communication using information and technology to mock others through social media. The content of the message is basically psychological violence or social terror. Digital literacy activities are an important step to avoid the act of cyberbullying. Seeing the importance of this activity, the service team carried out this activity with students in Mataram city namely SMA 1 Mataram. The service team focuses on introducing digital literacy and knowing cyberbullying phenomenon and how to prevent cyberbullying through sharing sessions activities. This activity was attended by 30 participants. The result of this community service show that students have awareness of the dangers of cyberbullying and the legal impacts from this action.
Meningkatkan Jiwa Sadar Wisata Pada Jenjang Sekolah Menengah Atas, Sosialisasi di SMAN 1 Jonggat Setiawan, Muhamad Alam; Pribadi, Teguh Iman
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 1 No. 2: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Juni 2024
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v1i2.45

Abstract

Kecamatan Jonggat is a district which consist of several villages that has a huge potential to become village tourist destination. Bonjeruk Village and Sukarara Village are well recognized tourist village existed in Jonggat The tourism awareness of society around is an important thing to be concerned to ensure the sustainability of the tourism industry in the tourist village. The knowledge about pentahelix model is important to realize the society that they are an important part of the tourism in the neighborhood.  This article discusses the result of the socialization of tourism awareness toward the youth specifically the students of SMAN 1 Jonggat. The activity is carried out in May 16th 2024 and concluded that the socialization about tourism awareness is needed by the society especially the youth. Tourism awareness education should be intense and done in comprehensive way so that the youth will be fully aware and willing to become agent of tourism in their place.
Edukasi Pariwisata Berkelanjutan Pada Tingkat Satuan Pendidikan Non-Formal Pariwisata Setiawan, Muhamad Alam; Nirwana, Baiq Nadia; Talidobel, Susilo; Aisyah Ramadani; Rafles
Abdimas Awang Long Vol. 8 No. 1 (2025): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v8i1.1467

Abstract

Pariwisata berkelanjutan adalah konsep yang menekankan pada tanggung jawab terhadap tiga pilar utama yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi yang harus diterapkan dalam segala aktifitas pariwisata dan industrinya. Edukasi tentang penerapan konsep pariwisata berkelanjutan sudah seharusnya diberikan pada setiap elemen yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia yang akan mengelola pariwisata. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi konsep pariwisata berkelanjutan pada lembaga pelatihan perhotelan yang menjadi kontributor tinggi dalam mencetak sumber daya di industri perhotelan yang merupakan penunjang penting dalam pariwisata. Target penerima manfaat adalah siswa beserta staff dan Instruktur lembaga perhotelan LPKN Mataram. Setelah kegiatan pengabdian dilakukan, terlihat dampak yang signifikan terjadi pada pengetahuan mahasiswa terhadap konsep pariwisata berkelanjutan. Hal ini dapat dilihat dari hasil post-test dimana rata-rata diatas 80% siswa mejawab pertanyaan dengan benar dan sesuai konsep. Edukasi juga diberikan kepada staff dan instruktur dengan berfokus pada pengenalan kurikulum pelatihan berbasis pariwisata berkelanjutan sehingga kedepannya akan bisa diterapkan di lembaga. Familiarisasi konsep pariwisata berkelanjutan pada tingkat Lembaga pelatihan non-formal pariwisata ini adalah upaya untuk mencetak sumber daya pariwisasta yang sadar akan tanggung jawab terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi yang harus diperhatikan dalam upaya menjalankan sektor pariwisata.
Implementasi Strategi Pentahelix dalam Pengembangan Kawasan Wisata Senggigi Lombok Barat Muharis, Muharis; Setiawan, Muhamad Alam; Syamsurrijal, Syamsurrijal
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Juni (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v2i4.385

Abstract

Penelitian ini mengulas pentingnya kerjasama dan penerapan strategi Pentahelix dalam pengembangan kawasan wisata Senggigi di Lombok Barat. Meskipun kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata, namun menghadapi beberapa tantangan, termasuk kurangnya kerjasama antar pemangku kepentingan. Melalui analisis deskriptif kualitatif, tulisan ini menjelaskan peran yang dimainkan oleh setiap aktor dalam Pentahelix dalam upaya pembangunan berkelanjutan, yakni pemerintah, industri, akademisi, masyarakat, dan media. Hasilnya menunjukkan bahwa kerjasama yang efektif di antara semua pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mencapai pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Pemerintah memegang peranan utama dalam merumuskan kebijakan dan regulasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan, sementara industri pariwisata perlu berperan dalam pengembangan infrastruktur dan layanan yang ramah lingkungan. Akademisi dapat memberikan kontribusi berupa pengetahuan dan penelitian untuk mendukung inovasi dan pembangunan yang berkelanjutan, sedangkan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan memanfaatkan hubungan yang saling terkait antara elemen-elemen model Pentahelix, kerjasama yang efektif antar semua pemangku kepentingan dapat terwujud, sehingga pengembangan kawasan wisata Senggigi di Lombok Barat dapat berlangsung secara berkelanjutan dengan menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat lokal dan industri pariwisata.
Penerapan Etika Komunikasi Reception Pada Divisi Kantor Depan Dalam Pelayanan Tamu Check In Di Javana Royal Vila Seminyak Bali Setiawan, Muhamad Alam; Muharis; Afandi, Satria
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 1 No. 5 (2024): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Mei 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/8xszsy58

Abstract

The Increasing competition among accommodation supplies require it to keep optimizing its services in order to give the impression of loyalty to guests to stay. In more specific case, receptionists hold important rules to improve their services, especially in communication ethics. This study is conducted in Javana Royal Villa Seminyak Bali, under the title of Penerapan Etika Komunikasi Reception Pada Front Office Department Dalam Pelayanan Tamu Check in di Javana Royal Villa Seminyak. Bali. This research aims to determine the application of reception communication ethics and the influence of the application of reception communication ethics toward room occupancy rate at Javana Royal Villa Seminyak Bali. This study uses qualitative descriptive in which the translation of words or sentences are explained in the presentation. Moreover, the data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The types of data used are primary data and secondary data. The study showed that by not concerning attention to communication ethics, it will greatly impact the comfort of guests in staying which results in bad reviews on the online travel agent so that in this case it certainly has a huge impact on the level of room reservations or on room occupancy in Javana Royal Villa Seminyak Bali.
Peran Pentahelix dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Desa Wisata Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah Pribadi, Teguh Iman; Setiawan, Muhamad Alam
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 1 No. 7 (2024): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Juli 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cesa0k76

Abstract

Keberhasilan pengembangan pariwisata di suatu daerah tidak terlepas dari peranan berbagai pemangku kepentingan, khususnya pentahelix, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, masyarakat, dan media. Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran pentahelix dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Wisata Bonjeruk dari enam sisi pemberdayaan: pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, pemeliharaan, dan pengawasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pentahelix dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Wisata Bonjeruk telah berjalan dengan baik dari sisi pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan. Namun masih belum maksimal dari sisi pemeliharaan, dan pengawasan. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya proses pemantauan dan proses peninjauan yang dilakukan oleh pentahelix. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana pemangku kepentingan dapat berkontribusi lebih efektif dalam pengembangan desa wisata, serta pentingnya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui partisipasi aktif dan kolaboratif dalam kegiatan pariwisata.
Familiarisasi Konsep Pariwisata Halal untuk Sumber Daya Manusia Pondok Pesantren Setiawan, Muhamad Alam; Muharis, Muharis; Teguh Iman Pribadi; Muhammad Taufik; Bagas Anggara; Agus Syahid
Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Pariwisata Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berjudul Familiarisasi Konsep Pariwisata Halal untuk Sumber Daya Manusia Pondok Pesantren telah berhasil dilakukan dan mendapatkan hasil yang baik dan positif terhadap mitra. Para peserta yang terdiri dari santri dan guru pada awalnya dapat dikatakan sebagai individu yang awam dan tidak familiar dengan konsep pariwisata halal. Sangat sedikit dari peserta yang mampu menjelaskan dengan benar mengenai definisi pariwisata halal dan bagimana seharusnya penerapannya dilapangan. Para peserta juga sangat tidak familiar dengan landasan-landasan yang ditetapkan oleh lembaga seperti MUI dan DSN padahal mereka telah mempelajarinya di pesantren. Para pesertapun tidak begitu familiar tentang sertifikasi halal dan bagaimana dampaknya pada loyalitas wisatawan untuk jangka Panjang. Namun setelah dilakukan sosialisasi dapat terlihat bahwa peserta mendapatkan pemahaman yang baik akan konsep-konsep tersebut. Para peserta menjadi paham juga akan kebutuhan penyediaan tempat ibadah di fasilitas wisata berdasarkan temuan penelitian. Pentingnya kreativitas dalam menyediakan area rekreasi terpisah berdasarkan jenis kelamin untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim serta bagaimana dampak sertifikasi halal dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan loyalitas wisatawan Muslim. Secara umum pula hasil dari post-test yang meningkat signifikan dari hasil pre-test dapat menunjukan adanya pemahaman yang didapatkan setelah dilakukan sosialisasi.