Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SMAN 5 CIREBON TERHADAP BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN Falya, Yuniarti; Sindy Putri Pratama, Sindy Putri; Liu, Lili Diana; Syafiq, Muhammad Firas; Mulyani, Ayu; Suharyani, Ine
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1440

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki banyak manfaat dan tanamannya dapat dibudidayakan di sekitar pekarangan rumah untuk pengobatan tradisional dikarenakan tanaman ini mengandung senyawa antosianin, flavonoid, flavonol glikosida, kaemferol, quersetin, mirisetin, tannin, triterpenoid dan kandungan lainnya yang memiliki khasiat sebagai antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, analgesic, antiparasit, antihistamin, dan meningkatkan sistem imun. Salah satu bentuk pemanfaatan bunga telang diolah sebagai minuman kesehatan. Namun, tingkat pengetahuan terhadap informasi pemanfaatan bunga telang bagi tubuh masih belum banyak diketahui oleh siswa/siswi SMA. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan terkait bunga telang, meningkatkan pengetahuan siswa/siswi  kelas X SMAN 5 Cirebon. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan melakukan sosialisasi secara langsung, tanya jawab, mendemokan pembuatan minuman bunga telang. Untuk mengetahui keberhasilan dalam kegiatan ini, diadakan evaluasi dengan memberikan kuisioner sesudah dan sebelum pemaparan materi yang berisi pengetahuan mengenai bunga telang. Berdasarkan dari kegiatan yang telah dilakukan dapat dilihat dari hasil kuisioner terdapat peningkatan pemahaman peserta memiliki persentase lebih dari 80% berarti siswa/siswi kelas X SMAN 5 Cirebon benar-benar memahami apa yang telah disampaikan tentang kandungan, manfaat dan cara pembuatan produk bunga telang sebagai minuman kesehatan. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini  menjadikan siswa/siswi memiliki tambahan wawasan pengetahuan yang lebih baik dari sebelumnya.
Optimasi Pembuatan Abon Kaya Protein (AkaPe) dengan Food Dehydrator Suharyani, Ine; Falya, Yuniarti; Sulastri, Lela; Herliningsih, Herliningsih; Berliani, Fadiyah Romadhona; Hapsari, Dinda Alifia; Wahyuni, Popi Sri; Mas'ud, Ibnu; Putri, Maisya Mauliana Insani Alifa; Setiadi, Encu Asep
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.669

Abstract

Tahu dibuat dari air perasan kedelai yang dikoagulasi dengan menambahkan kalsium sulfat atau magnesium klorida. Sisa perasan kedelai ini menghasilkan limbah berupa ampas tahu yang dapat menimbulkan bau tidak sedap bila tidak segera ditangani, Program pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan sisa olahan pabrik tahu, yaitu ampas kedelai menjadi produk yang bermanfaat dan menambah nilai jual. Ampas tahu bersih dan segar diberi bumbu, lalu dikeringkan dengan cara disangrai dan didehidrasi dengan food dehydrator. Abon ampas tahu yang dihasilkan dengan proses ini memiliki rendemen 22,09+0,79%, dan kadar air 3,50+1,72%. Hasil abon kering ini kemudian dikemas dalam botol plastik berlubang besar, lengkap dengan segel alumunium di bagian dalam dan segel plastik di bagian luar. Proses pengabdian ini menghasilkan inovasi dalam pengolahan ampas tahu, menjadi produk olahan kaya nutrisi dan halal, yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama. Inovasi ini diharapkan dapat menambah manfaat dan nilai jual ampas tahu yang biasanya dibuang begitu saja, sehingga meningkatkan pendapatan dari pengrajin tahu. Tofu is made from soybean juice, which is coagulated by adding calcium sulfate or magnesium chloride. The remaining soybean juice produces waste in the form of tofu dregs, which can cause an unpleasant odor if not treated immediately. This program aims to utilize the remaining processed tofu factories, namely soybean dregs, into a useful product and increase sales value. Clean and fresh tofu dregs are seasoned, then dried by roasting and dehydrated with a food dehydrator. Shredded tofu dregs produced using this process have a yield of 22.09+0.79% and a water content of 3.50+ 1.72%. The final product is then packaged in a plastic bottle with large holes, finished with an aluminum seal on the end of bottle and a plastic seal on the outside. The program resulting in the modification in processing of tofu dregs into a nutritional and halal abon which can be stored for a long time. This innovation is hopefully to increase the benefits and selling value of tofu dregs, which are usually thrown away, thereby increasing the income.
Applcation of Red Dragon Fruit Extract (Hylocereus polyrhizus) as an Antioxidant in Lip Cream Preparation Suharyani, Ine; Rindiyani, Rindiyani; Senja, Rima Yulia; Nurdianti, Lusy; Falya, Yuniarti
Indonesian Journal of Pharmaceutics Vol 5, Issue 1, Jan - April 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran (Unpad)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/idjp.v5i1.44548

Abstract

Later, women cannot separated from cosmetics, such as lip cream. However, many lip creams contains synthetic dye that sometime harmful for our body. Therefore red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) can  used as natural dyes in a  lip cream preparation. In addition, red dragon fruit contains anthocyanins, a group of flavonoid, that has efficacy as an antioxidants. This study aim to develope lip cream as cosmetic preparation containing of red dragon fruit for antioxidant. The extraction was done by Microwave Assisted Extraction (MAE) using ethanol 95%:aquadest (4:1).  Lip cream preparations were made in 3 formulas with varying concentrations of extract, 5% (LCE5), 10% (LCE10) and 15% (LCE 15). The extraction uasing MAE method was yielded the rendemen of 44,12%. Evaluation of the preparations carried out included organoleptic, pH, homogeneity, and spreadability, while antioxidant activity were carried out using spectrophotometry UV-Vis with the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) method. The results showed that all lip cream formulas fulfill the requirement i.e organoleptic, pH, homogeneity, and spreadability. The antioxidant activity of LCE5, LCE10 and LCE15 were 195.26 ± 0.40, 174.94 ± 0,63, and 168.27 ± 0.60, respectively. All the preparation has medium antioxidant activity but LCE15 has a stronger antioxidant activity due to the smallest IC50 compared to LCE5 and LCE10. This result underlying the application of red dragon fruit extract as an antioxidant agent in lip cream preparation.
Pemanfaatan Bunga Telang (Clitoria Ternatea) untuk Pembuatan Cendol di Desa Sindanglaut, Lemahabang, Kabupaten Cirebon Suharyani, Ine; Renny Amelia; Setyaningsih, Indah; Lestari, Tresna; Rizikiyan, Yayan; Falya, Yuniarti; Ayunda; Ahadi, Ghany; Fitriani, Vina Nurul; Maryanto, Naida Ajeng; Alifia, Fathia Putri; Tussadiyah, Halimah
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 28, No. 1, Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v27i1.7225

Abstract

Cendol was known as a popular cold drink in Indonesia. To make cendol,  synthetic color often used to get attractive color, but in other side this dye may have a serious problem for health. To address this issue, this program was done to practice  the making of cendol by using natural dye such as butterfly pea flower which has blue-purple color.  The use of natural dyes not only provides an attractive color but also offers health benefits as a natural antioxidant. In this program, we educate and  practice the PKK members of Sindanglaut Village about the utilization of butterfly pea flower member in making cendol ice. The activity held on July-August 2024, involved 16 participants. The methods used in this program consisting of  presentation, demonstration, and practice. The assesment about the improvement of their knowledge were done by pre- and post-tests. The results showed an increase in knowledge of participants about the benefits of butterfly pea flowers and the techniques for making cendol. In addition, the participants' enthusiasm for the training is very high, although some challenges, such as a decline in participants' motivation, were addressed with interventions like cheers and door prizes. This socialization is expected to motivate the PKK members  to continue developing innovations in food and beverage preparation, as well as to promote the use of natural ingredients that are beneficial for health. In addition, this counseling can be an idea for utilizing materials available around the house to make food or drinks that can be sold, thereby increasing community income.
Formulation and in-vitro antioxidant evaluation of α-mangostin, piperin, curcumin in oral patch and their combination Suharyani, Ine Suharyani; Mardianingrum, Richa; Falya, Yuniarti; Pratama, Rizki; Mas'ud, Ibnu; Daruwati, Isti
Pharmaciana Vol. 15 No. 2 (2025): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v15i2.29906

Abstract

Natural antioxidants have been developed in various formulations as alternatives to reduce the side effects associated with synthetic antioxidants. α-Mangostin exhibits strong antioxidant properties, although its behavior in combination with other herbal compounds remains unclear. The aim of this study was to formulate a combination of α-M, piperine, and curcumin into an oral patch and to evaluate the antioxidant properties of α-M when combined with piperine and curcumin, both known natural antioxidants. The oral patches were prepared by incorporating the active compounds (α-mangostin, piperine, and curcumin) into a matrix of hydroxypropyl methylcellulose (HPMC), gelatin, and chitosan. Glycerin was added as a plasticizer. Organoleptic assessment, along with evaluations of pH, weight, folding endurance, and moisture absorption capacity, confirmed the successful formulation of α-mangostin (MP), piperine (PP), curcumin (CP), and combination (MPCP) patches as oral delivery systems. All patches maintained a pH above 5.5. The thicknesses of MP, PP, CP, and MPCP were measured at 0.14 ± 0.02 mm, 0.17 ± 0.01 mm, 0.15 ± 0.02 mm, 0.11 ± 0.01 mm, and 0.16 ± 0.02 mm, respectively. The combination of these natural compounds enhanced folding endurance compared to the individual curcumin and piperine patches, while slightly reducing antioxidant activity. The co-formulation of α-mangostin, piperine, and curcumin into a single oral patch demonstrated a modest decline in antioxidant capacity. This study aimed to assess the impact of combining multiple antioxidant-rich natural compounds within a single delivery system.
Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Sediaan Infusa Jahe dan Kayu manis Sebagai Analgetik Dismenore Pada Siswi SMPN 21 Banjarmasin Muliyani; Soemarie, Yulistia Budianti; Erliani, Karina; Falya, Yuniarti
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.692

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMP Negeri 21 Banjarmasin adalah salah satu sekolah menengah negeri yang terdapat di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Sasaran pada pengabdian adalah usia remaja 12-17 tahun, dimana usia ini adalah usia remaja pendidikan menengah pertama. Permasalahan yang sering terjadi pada remaja putri yaitu nyeri haid atau dismenore sering terjadi pada usia remaja, terutama pada remaja putri yang baru mulai haid. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan solusi dengan memberikan workshop pembuatan infusa jahe dan kayu manis sebagai alternatif anti nyeri metodepembuatan yang sederhana serta bahan dasar yang mudah didapat dan tidak mahal sehingga sangat baik diberikan kepada anak remaja. Metode yangdigunakan pada kegiatan ini yaitu ceramah, diskusi serta praktek pembuatan Infusa Jahe dan Kayu Manis. Usia Responden yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 30 siswi dari usia 12 tahun hingga 14 tahun. Usia menstruasi anak remaja paling banyak dimulai dari usia 12 tahun (56,7%) dan usia 13 tahun (26,7%) yaitu rentang early menarche . Adapun hasil pre test dan post test responden menunjukkan adanya peningkatan skor dari nilai rata-rata 48 pada pre test dan nilai rata-rata 81.33 pada saat post test.
PEMANFAATAN GULMA TANAMAN BUNDUNG SEBAGAI BAHAN SABUN PADA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH Fadillah, Aris; Mardiana, Lia; Falya, Yuniarti; Ramadhani, Juwita; Muliyani, Muliyani; Fauzi, Muhammad; Andryanto, Muhammad Hasan; Soemarie, Yulistia Budianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34556

Abstract

Abstrak: Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menggunakan sabun pasca COVID-19 mendorong peningkatan penggunaannya. Ekstrak daun tanaman Bundung (Scirpus grossus), yang mudah ditemukan di persawahan, terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka dan cocok digunakan sebagai bahan aktif dalam sabun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hardskill peserta dalam memahami tanaman bundung serta cara pembuatan sabun dengan memanfaatkan daun bundung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi bersama, serta praktik langsung. Kegiatan diikuti oleh 30 siswa kelas IX. Evaluasi pengetahuan siswa dilakukan dengan metode pre-post test menggunakan angket. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan skor dengan nilai rata-rata kenaikan sebesar 15,17%. Hasil evaluasi ini mengindikasikan bahwa peserta dapat menangkap materi yang disampaikan dengan baik.Abstract: The increase of public awareness on the importance in the use of soap post-COVID-19 has led to an increase in its use. The extract of Bundung (Scirpus grossus), which is commonly found in rice fields, has been proven to be effective in promoting wound healing and suitable for use as an active ingredient in soap. This program aims to improve the participants' hard skills in understanding the Bundung plant and utilize it as the active ingredient in soap-making process. The methods used in this activity include lectures, group discussions, and direct practice. The participant in this program were 30 of ninth-grade students. The evaluation of the participants' knowledge was conducted with the pre-post test method using a questionnaire. The results showed an increase in the average score by 15.17%. These results indicated that the participants were able to comprehend the material presented properly.