Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Genetic variability in 12 butterfly pea (Clitoria ternatea L.) accessions: a dual approach with cluster and principal component analysis Algina, Azka; Ustari, Debby; Wicaksono, Arif Affan; Concibido, Vergel; Karuniawan, Agung
Jurnal AGRO Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/37117

Abstract

Understanding genetic variability is crucial for enhancing the breeding programs of butterfly pea (Clitoria ternatea L.), particularly in the face of the demand for improved crop varieties. This study aims to (i) evaluate the genetic variability of 12 butterfly pea accessions based on 28 agro-morphological traits and (ii) analyze the genetic relationships among these accessions. The research was conducted from December 2022 to October 2023 at the Ciparanje Experimental Field, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The experimental design employed a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 12 accessions and three replications. Observations were made on 28 agro-morphological traits. Data analysis was performed using analysis of variance (ANOVA), principal component analysis (PCA), and agglomerative hierarchical clustering (AHC). ANOVA results indicated significant diversity among the 12 accessions based on 17 agro-morphological traits. PCA results showed that the first six principal components accounted for 89.1% of the total genetic variability and identified all traits as contributing factors to the genetic variability among the accessions. AHC analysis grouped the accessions into two main clusters, with Euclidean distances ranging from 1.00 to 4.00, indicating varying levels of genetic relatedness. These findings underscore the importance of genetic variability in formulating breeding strategies, particularly in the selection of parents based on targeted agro-morphological traits. ABSTRAK Informasi keragaman genetik sangat penting untuk mendukung program pemuliaan tanaman telang (Clitoria ternatea L.), khususnya dalam menghadapi permintaan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengevaluasi keragaman genetik dari 12 aksesi kembang telang berdasarkan 28 karakter agro-morfologi dan (ii) menganalisis hubungan genetik di antara aksesi-aksesi tersebut berdasarkan 28 karakter agro-morfologi. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2022 hingga Oktober 2023 di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Desain eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 12 aksesi dan tiga ulangan. Pengamatan dilakukan pada 28 karakter agro-morfologi. Analisis data dilakukan dengan analisis varians (ANOVA), analisis komponen utama (PCA), dan pengelompokan hierarki aglomeratif (AHC). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa 12 aksesi telang beragam secara signifikan berdasarkan 17 karakter agro-morfologi. Hasil PCA menunjukkan bahwa enam komponen utama pertama menjelaskan 89,1% dari total keragaman genetik dan mengidentifikasi 28 karakter agro-morfologi sebagai karakter yang berkontribusi terhadap keragaman genetik 12 aksesi telang. Analisis AHC mengelompokkan 12 aksesi menjadi dua kelompok utama dengan jarak Euclidean berkisar antara 1,00 hingga 4,00, mengindikasikan tingkat kekerabatan genetik yang jauh. Temuan ini menegaskan pentingnya keragaman genetik dalam merumuskan strategi pemuliaan yang efektif, terutama dalam pemilihan tetua berdasarkan karakter agro-morfologi yang ditargetkan.
Pemberdayaan UMKM di Desa Cikawao melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam Nusantara Debby Ustari; Aby Herdiansyah; Aris Risky Fauzi; Lutfiah Afifa Salma; Nurul Amalia Ista; Willis Ismiati Jopa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i2.3561

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Cikawao bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen usaha serta pemasaran digital. Berdasarkan hasil identifikasi masalah, ditemukan bahwa pelaku UMKM di Desa Cikawao, seperti Ibu Tini, menghadapi persaingan ketat dan keterbatasan akses terhadap pasar yang lebih luas. Untuk mengatasi hal ini, program PKM memberikan pelatihan digital marketing, termasuk pendaftaran di Google Maps dan pembuatan banner promosi menggunakan Canva. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM merespons positif, dengan peningkatan pengetahuan tentang pemasaran digital dan perluasan jaringan pemasaran. Program ini diharapkan dapat membantu UMKM di Desa Cikawao bersaing di pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Jakaba terhadap Pertumbuhan dan Hasil Produksi Padi di Desa Cikawao Debby Ustari; Abdul Aziz Munandar; Wulandari; Muhamad Alfin Saputra; Tari F. Muslimatunisa; Denisa Ayu Nita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i2.3562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pupuk organik cair Jakaba terhadap pertumbuhan dan hasil produksi padi (Oryza sativa) di Desa Cikawao, Kabupaten Bandung. Penggunaan pupuk organik cair telah semakin menarik perhatian sebagai solusi ramah lingkungan dalam upaya mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik yang dapat merusak kualitas tanah. Pupuk Jakaba, yang terbuat dari fermentasi bahan organik seperti daun dan akar bambu, diuji dalam penelitian ini untuk melihat efektivitasnya terhadap tanaman padi. Penelitian menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan wawancara semi-terstruktur dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik cair Jakaba secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi padi. Selain itu, petani di Dusun Nagrak, Desa Cikawao, yang mengikuti penelitian ini mengungkapkan bahwa pupuk Jakaba dapat menjadi alternatif yang lebih murah dibandingkan pupuk anorganik yang harganya tinggi dan sulit didapatkan. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan lebih lanjut kepada petani mengenai cara pembuatan pupuk organik sendiri serta peningkatan akses terhadap pupuk organik dan infrastruktur pertanian di desa tersebut.
Genetic parameters and yield potential of Indonesian soybean varieties (Glycine max L.) in wetland during dry season Ridara, Fadila; Fitriani, Riska; Algina, Azka; Ustari, Debby; Karuniawan, Agung
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.103816

Abstract

Cultivating soybean in wetland areas presents unique challenges, particularly during water-limited conditions like dry season, where yield performance can vary significantly among genotypes. This research aimed to assess the yield potential of Indonesian soybean varieties in wetland during dry season, to estimate genetic parameters, and to determine the relationship among traits. Twenty soybean genotypes were evaluated using Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications. Yield components measured included seed weight per plot, number of seeds per plant, and overall yield potential (tons per hectare). The results revealed significant variation among the genotypes. The estimation of genetic parameters indicates that traits comprising plant height, 100-seed weight, and the number of seeds per plant have high heritability and significant CVG/CVP ratios, suggesting efficient genetic selection potential and opportunities for genetic improvement through breeding. Pearson’s correlation network plot shows positive associations between traits, including plant height (PH), weight of biomass (WB), weight of seed per plot (WSP) and yield. 'Deja 1' variety exhibited the highest yield potential at 1.75 tons per hectare, while 'BS 99' variety showed the lowest at 0.18 tons per hectare. These findings underscore the importance of genotype selection in enhancing soybean productivity in water-limited environments. The study offers valuable insights for future breeding programs aimed at improving soybean yields in challenging conditions, such as dry season in wetlands, thereby contributing to sustainable agricultural practices in Indonesia.
Genetic parameters and yield potential of Indonesian soybean varieties (Glycine max L.) in wetland during dry season Ridara, Fadila; Fitriani, Riska; Algina, Azka; Ustari, Debby; Karuniawan, Agung
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.103816

Abstract

Cultivating soybean in wetland areas presents unique challenges, particularly during water-limited conditions like dry season, where yield performance can vary significantly among genotypes. This research aimed to assess the yield potential of Indonesian soybean varieties in wetland during dry season, to estimate genetic parameters, and to determine the relationship among traits. Twenty soybean genotypes were evaluated using Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications. Yield components measured included seed weight per plot, number of seeds per plant, and overall yield potential (tons per hectare). The results revealed significant variation among the genotypes. The estimation of genetic parameters indicates that traits comprising plant height, 100-seed weight, and the number of seeds per plant have high heritability and significant CVG/CVP ratios, suggesting efficient genetic selection potential and opportunities for genetic improvement through breeding. Pearson’s correlation network plot shows positive associations between traits, including plant height (PH), weight of biomass (WB), weight of seed per plot (WSP) and yield. 'Deja 1' variety exhibited the highest yield potential at 1.75 tons per hectare, while 'BS 99' variety showed the lowest at 0.18 tons per hectare. These findings underscore the importance of genotype selection in enhancing soybean productivity in water-limited environments. The study offers valuable insights for future breeding programs aimed at improving soybean yields in challenging conditions, such as dry season in wetlands, thereby contributing to sustainable agricultural practices in Indonesia.
Antagonism Trichoderma harzianum Rifai in Suppresing the Intensity of Antraknosa (Colletotrichum capcisi Sydow.) Disease Muliani, Yenny; Irmawatie, Lilis; Sukma, Siti Mariyam; Srimurni, Rafika Ratik; Adviany, Ida; Ustari, Debby; Milani, Mia Nurul
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v5i1.13546

Abstract

Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is a horticultural plant that has high economic value and contains nutrients that the body needs. Cayenne pepper is one of the leading national horticultural commodities, so it is necessary to increase the production of cayenne pepper appropriately. The obstacle that is often faced in the production of cayenne pepper is the disruption of the production of cayenne pepper caused by the attack of anthracnose disease. Anthracnose disease or fruit rot caused by the fungus Colletotrichum capcisi Sydow can result in yield losses ranging from 20-90%. Trichoderma harzianum Rifai. is a soil saprophytic fungus that naturally can be used as a biological agent, because it has antagonism against pathogens in the form of competition for space and nutrients, mycoparasites and antibiosis. The experimental results in the laboratory showed that the biological agent Trichoderma harzianum Rifai was able to suppress the development of anthracnose disease.
Antagonism Trichoderma harzianum Rifai in Suppresing the Intensity of Antraknosa (Colletotrichum capcisi Sydow.) Disease Muliani, Yenny; Irmawatie, Lilis; Sukma, Siti Mariyam; Srimurni, Rafika Ratik; Adviany, Ida; Ustari, Debby; Milani, Mia Nurul
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v5i1.13546

Abstract

Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is a horticultural plant that has high economic value and contains nutrients that the body needs. Cayenne pepper is one of the leading national horticultural commodities, so it is necessary to increase the production of cayenne pepper appropriately. The obstacle that is often faced in the production of cayenne pepper is the disruption of the production of cayenne pepper caused by the attack of anthracnose disease. Anthracnose disease or fruit rot caused by the fungus Colletotrichum capcisi Sydow can result in yield losses ranging from 20-90%. Trichoderma harzianum Rifai. is a soil saprophytic fungus that naturally can be used as a biological agent, because it has antagonism against pathogens in the form of competition for space and nutrients, mycoparasites and antibiosis. The experimental results in the laboratory showed that the biological agent Trichoderma harzianum Rifai was able to suppress the development of anthracnose disease.
Daya hasil dan indeks panen ubi jalar (Ipomoea batatas L.) berdaging putih di Rancakalong, Sumedang Wicaksono, Arif Affan; Pangestika, Kintan Widya; Ustari, Debby; Ismail, Ade; Karuniawan, Agung
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.37938

Abstract

Sweet potato (Ipomoea batatas L.) is a nutritionally rich alternative food source with a high starch content and ranks among the world's most important food crops. As a global food commodity, the development of high-yielding cultivars requires the evaluation of promising genotypes. Among the various types, white-fleshed sweet potato (WFSP) is particularly valued due to its suitability as a raw material for flour production. The increasing industrial demand for sweet potato-based flour highlights the urgency to select high-yielding WFSP genotypes to meet market needs. This study aimed to identify WFSP genotypes with superior yield potential and high harvest index. The experiment was conducted from November 2023 to April 2024 in Rancakalong, Sumedang District, West Java, using eight WFSP genotypes and three check varieties (Rancing, Sukuh, and AC Putih). A randomized complete block design (RCBD) with three replications and 11 treatments was employed. Significant variation was observed among genotypes for traits such as number of tubers per plant, tuber weight per plant, number of marketable tubers, total tuber count, and total tuber weight. Six genotypes—Keriting Maja, MZ 154, Sorong, MBD, PR 119, and MNHR—demonstrated high yield performance, with Keriting Maja showing the highest potential at 35.09 t ha-1, making it a strong candidate for future cultivar development.   ABSTRAK Ubi jalar merupakan sumber pangan alternatif yang unggul karena kaya nutrisi dengan kandungan pati tinggi dan termasuk dalam tanaman pangan penting di dunia. Sebagai salah satu komoditas pangan dunia, perlu dikembangkan varietas unggul baru ubi jalar dengan menguji genotip-genotip potensial dan unggul. Salah satu jenis ubi jalar yang memiliki tingkat pemanfaatan yang tinggi adalah ubi jalar berdaging putih karena dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku produksi tepung. Permintaan industri untuk memproduksi tepung membutuhkan suplai ubi jalar berdaging putih dalam jumlah besar. Hal ini menjadi pemicu agar kegiatan seleksi genotip unggul ubi jalar berdaging putih berdaya hasil tinggi dilakukan guna memenuhi permintaan konsumen tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh ubi jalar berdaging putih dengan daya hasil tinggi dan indeks panen yang tinggi. Penelitian dilakukan di Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dari bulan November 2023 sampai dengan April 2024. Penelitian ini menggunakan delapan genotip ubi jalar dan tiga genotip pembanding (Rancing, Sukuh, dan AC Putih). Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 11 perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat beberapa karakter, yaitu karakter jumlah ubi per tanaman, bobot ubi per tanaman, jumlah ubi ekonomis, jumlah ubi total, dan bobot ubi total yang menunjukkan perbedaan yang signifikan. Terdapat enam genotip dengan daya hasil tinggi, yaitu genotip Keriting Maja, MZ 154, Sorong, MBD, PR 119, dan MNHR, dengan genotip Keriting Maja berpotensi hasil paling tinggi yakni 35,09 t ha-1, yang berpeluang untuk dikembangkan menjadi varietas unggul baru.
Genetic variability in 12 butterfly pea (Clitoria ternatea L.) accessions: a dual approach with cluster and principal component analysis Algina, Azka; Ustari, Debby; Wicaksono, Arif Affan; Concibido, Vergel; Karuniawan, Agung
Jurnal AGRO Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/37117

Abstract

Understanding genetic variability is crucial for enhancing the breeding programs of butterfly pea (Clitoria ternatea L.), particularly in the face of the demand for improved crop varieties. This study aims to (i) evaluate the genetic variability of 12 butterfly pea accessions based on 28 agro-morphological traits and (ii) analyze the genetic relationships among these accessions. The research was conducted from December 2022 to October 2023 at the Ciparanje Experimental Field, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The experimental design employed a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 12 accessions and three replications. Observations were made on 28 agro-morphological traits. Data analysis was performed using analysis of variance (ANOVA), principal component analysis (PCA), and agglomerative hierarchical clustering (AHC). ANOVA results indicated significant diversity among the 12 accessions based on 17 agro-morphological traits. PCA results showed that the first six principal components accounted for 89.1% of the total genetic variability and identified all traits as contributing factors to the genetic variability among the accessions. AHC analysis grouped the accessions into two main clusters, with Euclidean distances ranging from 1.00 to 4.00, indicating varying levels of genetic relatedness. These findings underscore the importance of genetic variability in formulating breeding strategies, particularly in the selection of parents based on targeted agro-morphological traits. ABSTRAK Informasi keragaman genetik sangat penting untuk mendukung program pemuliaan tanaman telang (Clitoria ternatea L.), khususnya dalam menghadapi permintaan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengevaluasi keragaman genetik dari 12 aksesi kembang telang berdasarkan 28 karakter agro-morfologi dan (ii) menganalisis hubungan genetik di antara aksesi-aksesi tersebut berdasarkan 28 karakter agro-morfologi. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2022 hingga Oktober 2023 di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Desain eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 12 aksesi dan tiga ulangan. Pengamatan dilakukan pada 28 karakter agro-morfologi. Analisis data dilakukan dengan analisis varians (ANOVA), analisis komponen utama (PCA), dan pengelompokan hierarki aglomeratif (AHC). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa 12 aksesi telang beragam secara signifikan berdasarkan 17 karakter agro-morfologi. Hasil PCA menunjukkan bahwa enam komponen utama pertama menjelaskan 89,1% dari total keragaman genetik dan mengidentifikasi 28 karakter agro-morfologi sebagai karakter yang berkontribusi terhadap keragaman genetik 12 aksesi telang. Analisis AHC mengelompokkan 12 aksesi menjadi dua kelompok utama dengan jarak Euclidean berkisar antara 1,00 hingga 4,00, mengindikasikan tingkat kekerabatan genetik yang jauh. Temuan ini menegaskan pentingnya keragaman genetik dalam merumuskan strategi pemuliaan yang efektif, terutama dalam pemilihan tetua berdasarkan karakter agro-morfologi yang ditargetkan.
Aplikasi Larutan Buah Kecubung (Datura metel L.) untuk Menekan Intensitas Serangan Spodoptera litura F. Muliani, Yenny; Adviany, Ida; Ustari, Debby; Prabowo, Dimas
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i2.1990

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccarata Sturt) menjadi salah satu produk pertanian yang dibudidayakan karena harga jualnya yang relatif tinggi dengan waktu panen relatif cepat. Dalam budidaya jagung manis, serangan hama dapat menyebabkab menurunnya produktivitas tanaman, salah satu hama pada jagung manis yaitu Spodoptera litura F. Pengendalian Spodoptera litura F. dapat dilakukan menggunakan pestisida sintetik, akan tetapi penggunaan pestisida yang tidak bijak dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Perlu alternatif lain untuk mengendalikan hama Spodoptera litura F. salah satunya menggunakan larutan buah kecubung (Datura metel L.) yang mengandung senyawa alkaloid. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh larutan buah kecubung terhadap hama Spodoptera litura F. serta mengetahui konsentrasi yang paling efektif larutan buah kecubung untuk menekan intensitas serangan Spodoptera litura F. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yaitu: P0 : Kontrol, P1 : 20%, P2 : 30%, P3 : 40%, P4 : 50% dan P5 : 60%. Hasil percobaan menunjukkan perlakuan P5 dengan menggunakan 60% larutan buah kecubung mampu menekan intensitas serangan hama Spodoptera litura F. hingga 87,54%.