Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengelolaan Program Kesehatan Masyarakat Melalui Forum Kesehatan Kelurahan Siaga Dian Rahayu; Ambia Nurdin; Khairuman; Diana Lestari
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/v1vb7p53

Abstract

This article discusses the role and management of public health programs through the Siaga Village Health Forum (FKKS) as an innovation in efforts to improve community well-being. FKKS is a participatory platform that involves various stakeholders, including the government, healthcare professionals, and the local community, to design, implement, and monitor health programs at the village level. This research explores the implementation of FKKS in addressing various challenges in community health at the local level. Through qualitative methods and case studies, the authors analyze the successes and obstacles faced by FKKS in improving access to health services, enhancing community health literacy, and building resilience capacity in facing disasters and health emergencies. This article provides policy recommendations to strengthen the role of FKKS as an inclusive and sustainable strategy for managing community health programs. With a deep understanding of the factors influencing the success of FKKS, it is hoped that this will provide guidance for policymakers, healthcare practitioners, and communities to optimize community health programs at the village level.
Dampak Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Masyarakat di Perkotaan dian rahayu
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/eyev1972

Abstract

Pencemaran udara telah menjadi masalah lingkungan yang meresahkan di perkotaan modern. Artikel ini membahas dampak negatif pencemaran udara terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan. Pencemaran udara, yang disebabkan oleh berbagai faktor termasuk emisi industri, kendaraan bermotor, dan pola konsumsi energi, telah terbukti memiliki konsekuensi yang serius terhadap kesehatan manusia. Studi epidemiologi telah mengungkapkan hubungan antara tingkat pencemaran udara dan peningkatan risiko terkena berbagai penyakit pernapasan, seperti asma, bronkitis, dan pneumonia. Selain itu, pencemaran udara juga berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke dan penyakit jantung koroner. Dalam konteks kesehatan masyarakat, dampak pencemaran udara mempengaruhi semua lapisan masyarakat, terutama yang rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan yang sudah ada. Selain itu, efek jangka panjang dari paparan terus-menerus terhadap pencemaran udara dapat menyebabkan beban kesehatan yang signifikan bagi sistem perawatan kesehatan masyarakat. Untuk mengatasi masalah ini, langkah-langkah perlindungan lingkungan dan kebijakan publik yang efektif perlu diimplementasikan. Ini melibatkan pengurangan emisi dari sumber-sumber utama pencemaran udara, peningkatan teknologi kontrol polusi, promosi transportasi berkelanjutan, dan pendidikan masyarakat tentang pentingnya udara bersih bagi kesehatan mereka. Dengan memahami dampak pencemaran udara terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan, kita dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Kanker Payudara Dan Perilaku Periksa Payudara Sendiri (SADARI) dian rahayu
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/xav4fj87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang kanker payudara dan perilaku dalam pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di wilayah Puskesmas Rejosari Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan deskritif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel mengunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini 100 responden. Alat pengumpul data yang digunakan kuesioner dan lembar observasi check list. Kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan kanker payudara dan SADARI yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Lembar observasi check list untuk mengukur perilaku SADARI. Analisa yang digunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 36-45 tahun (dewasa akhir) sebanyak 59 responden (59%), pendidikan SMA sebanyak 45 responden (45%), pekerjaan Ibu rumah tangga sebanyak 82 responden (82%), status perkawinan menikah 94 responden (94%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 37 responden (37%), dan perilaku SADARI tidak melakukan sebanyak 71 responden (71%). Disarankan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan edukasi kepada Wanita Usia Subur (WUS) dan masyarakat agar mendeteksi secara dini guna mencegah terjadinya kanker payudara.  
Perlindungan Hukum Terhadap Pasien Rawat Inap Sebagai Konsumen Jasa Pelayanan Ambia Nurdin; Khairuman Khairuman; Dian Rahayu; Ulfa Nazillah
Public Health Journal Vol. 2 No. 1 (2025): January–March, Health Policy and Health Systems
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/1m5gpb30

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tugas, hak dan tanggung jawab rumah sakit terhadap pasien institusi sebagai konsumen pelayanan kesehatan dan mengetahui bagaimana hak pasien institusi sebagai konsumen pelayanan kesehatan dilindungi secara hukum. Kesimpulan yang diperoleh dengan metode penelitian hukum normatif adalah: 1. Hak rumah sakit adalah segala sesuatu yang demi kepentingan rumah sakit dan dilindungi undang-undang, sedangkan tugas rumah sakit adalah memberikan pelayanan yang aman, bermutu, tidak ada. -Pelayanan kesehatan yang diskriminatif dan efisien. kepentingan pasien diutamakan sesuai standar pelayanan rumah sakit, sedangkan tugas rumah sakit adalah memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan hak orang lain. 2. Setiap orang berhak menerima atau menerima sebagian atau seluruh bantuan yang diberikan kepadanya setelah mengetahui dan memahami sepenuhnya pengaturan tersebut. Hak lain pasien atau masyarakat adalah menuntut ganti rugi dari orang, tenaga kesehatan, dan/atau penyedia layanan kesehatan yang menimbulkan kerugian akibat kesalahan atau kelalaian pelayanan kesehatan yang diterimanya. Tuntutan ganti rugi merupakan jaminan perlindungan hukum bagi pasien yang merasa dirugikan karena belum terpenuhinya hak-haknya sebagai pasien rumah sakit.  
Perilaku Picky Eater Pada Anak Prasekolah dian rahayu
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/8dxt7p20

Abstract

Picky eater merupakan permasalahan perilaku makan yang umum dijumpai pada anak terutama pada anak pra sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku picky eater pada anak serta faktor yang melatarbelakanginya. Jenis penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah ibu sejumlah 89 Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52.8% anak mengalami picky eater makan dalam jumlah kecil, perilaku neophobia sebanyak 55.1%, penolakan kelompok makanan tertentu sebanyak 50.6% dan kecenderungan memilih penyajian makanan sebanyak 48.3%. faktor yang melatarbelakangi picky eater didapatkan bahwa pemberian makan dini post natal tergolong dalam kategori kurang yaitu 51.7%, praktik pemberian makan oleh orang tua tergolong baik yaitu 82.0% dan lingkungan keluarga tergolong baik yaitu 78.7%. Penelitian ini merekomendasikan kepada Puskesmas setempat untuk meningkatkan edukasi pemberian ASI ekslusif dan peningkatan variasi makanan anak kepada ibu untuk menurunkan faktor terjadinya picky eater pada anak pra sekolah.  
PERAN PROMKES DENGAN TINGGINYA PENYAKIT TIDAK MENULAR DI INDONESIA fazzira rhaudatul jannah; Ambia Nurdin; Meylissa; Dian Rahayu
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/0d8tvm28

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi masalah kesehatan utama di dunia dan di Indonesia. Penyakit tidak menular utama seperti penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronik sangat tinggi di Indonesia. Dengan factor resiko seperti meroko, diet tidak sehat, kurang aktifitas fisik, konsumsi alcohol serta paparan lingkungan juga berkontribusi pada peningkatan peningkatan prevelensi ptm, maka dari itu perlu adanya upaya pengendalian ptm yang difokuskan pada promosi perilaku sehat,  kebijakan kawasan tanpa rokok, dan deteksi dini melalui peningkatan sumber daya manusia,Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Pengumpulan data dilakukan dengan cara menganalisis berbagai sumber bacaan atau kepustakaan yang relevan, dilakukan menggunakan situs elektronik Google Scholar yang berbentuk search engine dengan kata kunci promosi kesehatan, program pencegahan, dan Penyakit Tidak Menular (PTM). disimpulkan bahwa peran promosi kesehatan sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan program pencegahan penyakit tidak menular di indonesia. Karena salah satu strategi yang efektif untuk mencegah meningkatnya jumlah penderita PTM adalah dengan melakukan program promosi kesehatan. oleh karena itu peningkatan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan implementasi kebijakan yang memadai menjadi kunci dalam mengurangi beban ptm di Indonesia
Hubungan Dukungan Keluarga, Penyuluhan, danKeterpaparan Informasi dengan Perilaku Gizi Seimbangpada Remaja dian rahayu
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/nqg68f53

Abstract

menuju dewasa dimana terjadi perubahan yang cepat tidak hanya pada pertumbuhan fisik tetapi juga kognitif dan psikososial. Akan tetapi, perubahan gaya hidup dan pola makan serta masih sedikit remaja yang menerapkan perilaku gizi seimbang menyebabkan remaja rentan mengalami masalah gizi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan dukungan keluarga, penyuluhan, dan keterpaparan informasi dengan perilaku gizi seimbang pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 127 siswa di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta. Data dikumpulkan secara online menggunakan kuesioner google form. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh paling banyak responden berjenis kelamin perempuan (59,8%) dengan usia terbanyak yaitu 16 tahun (40,9%). Hanya 45,7% responden yang mendapat dukungan keluarga, sebanyak 48% responden yang terpapar informasi dengan baik, dan sebanyak 59,1% responden tidak mengikuti penyuluhan. Analisis uji Chi-Square dengan a=0,05 menunjukkan ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga (nilai p = 0,000), penyuluhan (nilai p = 0,009), dan keterpaparan informasi (nilai p = 0,003) dengan perilaku gizi seimbang
Peran Tenaga Kesehatan dan Keluarga dalamKehamilan Usia Remaja dian rahayu
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/zspccq88

Abstract

Penelitian ini fokus pada kehamilan usia remaja di Kabupaten Tanah Datar, dengan tujuan untuk memahami peran tenaga kesehatan, dukungan keluarga, dan pengetahuan remaja terhadap kejadian tersebut. Data dikumpulkan dari 215 remaja putri yang menikah, dengan 68 di antaranya sebagai sampel yang dipilih secara proporsional dari delapan jorong/desa di wilayah kerja Puskesmas Singgalang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,9% dari responden mengalami kehamilan usia remaja. Sebanyak 52,9% menganggap peran tenaga kesehatan kurang terasa, 66,2% merasa kurang mendapat dukungan keluarga, dan 58,8% memiliki tingkat pengetahuan yang rendah. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara peran tenaga kesehatan (p = 0,032), dukungan keluarga (p = 0,025), dan tingkat pengetahuan (p = 0,002) dengan kehamilan usia remaja. Temuan ini mengindikasikan bahwa tenaga kesehatan, keluarga, dan pengetahuan remaja memegang peranan penting dalam kejadian kehamilan usia remaja. Oleh karena itu, disarankan agar tenaga kesehatan memberikan penyuluhan kepada remaja dan keluarga mengenai risiko kehamilan remaja. Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti perlunya peran aktif tenaga kesehatan dan keluarga dalam mendukung remaja untuk menghindari kehamilan usia remaja, melalui upaya penyuluhan yang lebih intensif dan pendekatan yang holistik
Pengaruh Orang Tua Terhadap Pemberian Gizi Pada Anak Balita Di indonesia zahratul rahmi zahra; Ambia Nurdin; Meylissa; Dian Rahayu
Public Health Journal Vol. 2 No. 2 (2025): April–June, Epidemiology and Population Health
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/yh3jx545

Abstract

Fase terpenting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah ketika masa bayi atau balita, karena pada masa itulah saat yang paling vital dalam membangun fondasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu di butuhkan pemahaman dalam mendidik anak usia dini. Pendidikan Anak Usia Dini merupakan wadah yang mendidik anak dalam lingkup bermain untuk menstimulasi atau merangsang pada anak usia 0-6 tahun agar ia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Pada pendidikan usia dini memperbolehkan anak-anak membawa bekal makanan yang akan mereka konsumsi sebelum melakukan kegiatan karena di lembaga tidak menyediakan kantin atau warung yang menjual makanan, oleh sebab itu beberapa orang tua membawakan anak-anak makanan, namun kesadaran untuk membawakan bekal yang seimbang masih kurang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemahaman orang tua tentang pemenuhan gizi anak melalui Lunch Box (Bekal Makanan).
Pendidikan kesehatan tentang melitus pada keluarga dian rahayu
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/y319ak34

Abstract

Diabtes Melitus (DM) is a disease characterized by blood glucose levels exceeding normal which is characterized by fasting and postprandial hyperglycemia, atherosclerosis and microangiopathic vascular disease. DM can be caused due to diet or genetic factors. Research conducted in Pahandut Palangka Raya Village showed a lack of family knowledge (67%) regarding DM can be a predisposing factor for the occurrence of DM in family members. Education is an effort to make people behave or adopt health behaviors by means of persuasion, persuasion, appeal, invitation, giving information, giving awareness and so on, through activities called education or health promotion. The method of implementing the activity is to use a health education strategy for families in Pahandut Palangka Raya. The activities carried out are by carrying out health education to families in Pahandut Palangka Raya. The activity is carried out with the lecture and question and answer method. The health education media used are LCD projectors and leaflets distributed to families. The material provided is about DM disease which includes understanding, causes, signs and symptoms, treatment, complications. During health education, the environment is conducive, the family enthusiastically listens to health education and actively asks when given opportunities for discussion. The results of the evaluation of health education show the family is able to mention and explain again about DM disease as described during health education. Community service activities carried out by lecturers, nurses and Ners professional students to families in Pahandut Palangka Raya can be declared successful. Through the evaluation results during health education, there is a positive response from the family and is also able to mention again about DM as described.