Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANALGESIK EKSTRAK ETANOL DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS) PADA MENCIT DENGAN METODE WRITHING TEST Hafizah; Baiq Yulia Hasni Pratiwi; Mia Ariasti
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/9rmrn813

Abstract

Nyeri merupakan respon fisiologis akibat kerusakan jaringan yang dapat menurunkan kualitas hidup dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Penggunaan analgesik sintetis cukup efektif, tetapi dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alam. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas analgesik ekstrak etanol daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) pada mencit putih jantan menggunakan metode writhing test serta menentukan dosis yang paling efektif. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium. Penelitian dilakukan menggunakan 25 ekor mencit putih jantan yang dibagi secara acak ke dalam lima kelompok, masing-masing 5 ekor, yaitu kontrol negatif Na-CMC 1%, kontrol positif asam mefenamat 1,3 mg/20 gBB, serta kelompok ekstrak dosis 1,1 mg/20 gBB, 2,2 mg/20 gBB, dan 4,4 mg/20 gBB. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Nyeri diinduksi menggunakan asam asetat 1% secara intraperitoneal, kemudian jumlah geliat diamati setiap 5 menit selama 60 menit. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan dilanjutkan uji LSD. Ekstrak etanol daun pandan wangi menunjukkan aktivitas analgesik yang ditandai oleh penurunan jumlah geliat mencit dibandingkan kontrol negatif. Dosis 4,4 mg/20 gBB memberikan efek paling baik dan mendekati kontrol positif asam mefenamat. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (ANOVA; p=0,000). Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa dosis 4,4 mg/20 gBB memiliki efektivitas analgesik yang setara dengan kontrol positif, sedangkan dosis 1,1 mg/20 gBB dan 2,2 mg/20 gBB masih berbeda bermakna terhadap kontrol positif (p<0,05).  Ekstrak etanol daun pandan wangi memiliki aktivitas analgesik pada mencit putih jantan dengan metode writhing test. Dosis 4,4 mg/20 gBB merupakan dosis yang menunjukkan efek analgesik paling optimal dalam penelitian ini.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KAKAO (THEOBROMA CACA   O L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI Rahmatul Izzah; Sri Winarni Sofya; Mia Ariasti
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/b7m03e12

Abstract

Penyakit infeksi akibat bakteri patogen masih menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara berkembang. Escherichia coli merupakan salah satu bakteri Gram-negatif penyebab utama infeksi saluran cerna dan luka, dengan angka kejadian yang tinggi serta diperparah oleh meningkatnya resistensi antibiotik. Kondisi ini mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif berbasis bahan alam. Daun kakao (Theobroma cacao L.) diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, terpenoid, dan steroid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun kakao terhadap E. coli serta mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etil asetat, kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi ekstrak memberikan respons antibakteri yang bervariasi, meskipun perubahannya belum signifikan. Pada konsentrasi 60%, ekstrak mulai menunjukkan aktivitas antibakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat, meskipun dengan diameter yang relatif kecil. Konsentrasi lainnya menunjukkan diameter zona hambat yang cenderung serupa dan belum memperlihatkan peningkatan yang berarti. Temuan ini mengindikasikan bahwa rentang konsentrasi yang digunakan belum sepenuhnya menggambarkan perbedaan respons antibakteri yang optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak etil asetat daun kakao memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap E. coli, namun diperlukan penelitian lanjutan dengan variasi konsentrasi yang lebih luas serta metode pengujian tambahan untuk menentukan konsentrasi optimal dan mekanisme kerjanya.
Tingkat Pengetahuan terkait Efek Samping Dextromethorphan Hydrobromide pada Komunitas Cosplay: Studi Deskriptif Lalu Dea Nune Idham; Novitarini; Mia Ariasti
Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community Vol 4 No 2 (2026): Biocity: Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/biocity.v4i2.5569

Abstract

Dextromethorphan Hydrobromide (DMP HBr) is one of the active ingredients in cough medicine, acting as an antitussive, and is widely used by the public because it is easy to obtain. Inappropriate use of the dosage can cause various side effects, such as drowsiness, dizziness, hallucinations, and the risk of abuse. This study aims to determine the level of knowledge among cosplay community members in Mataram City regarding the side effects and risks of abusing DMP HBr in cough medicine. The study used a qualitative, cross-sectional, Post-TestOnly design. Data were collected through questionnaires and interviews with 100 respondents from three cosplay communities in Mataram City, namely Banzai Mataram Japan Community, Wibufest Mataram, and Anime no Sekai Mataram. The results showed that 45% of respondents hadknowledge at the sufficient level, 23% at the good level, and 32% at the poor level. Therefore, it can be concluded that cosplay community members in Mataram City have a sufficient level of knowledge regarding the side effects and risks of abuse of DMP HBr, but further education is still needed regarding the rational and safe use of drugs.
Peran Farmasi dalam Skrining Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Masyarakat Desa Kabul Sebagai Deteksi Dini Diabetes Melitus Sri Winarni Sofya; Ayudia Cipta Khairani; Mia Ariasti; Lalu Busyairi Muhsin; Baiq Fitri Yunita
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v8i2.665

Abstract

Diabetes mellitus often remains undetected in its early stages because its symptoms are nonspecific; therefore, community-based screening is needed to identify individuals at risk. This community service activity aimed to support early detection of diabetes mellitus through random blood glucose testing among residents of Kabul Village, Praya Barat Daya District, Central Lombok. The activity involved 25 participants aged 18 years or older and comprised preparation, glucometer-based testing, delivery of individual results, and brief health education. Data were analyzed descriptively according to random blood glucose categories. The results showed that 22 participants (88%) had normal glucose levels, one participant (4%) was classified as prediabetic, and two participants (8%) were suspected of having diabetes mellitus. These findings indicate that random blood glucose testing can serve as a practical initial screening method for identifying at-risk individuals. Participants with above-normal results should undergo confirmatory examination at a healthcare facility.
Ekstraksi Etanol Daun Inggu (Ruta Angustifolia [L.] Pers) sebagai Analgesik dan Antiinflamasi dengan Metode Tail Flick dan Induksi Karagenan: Ethanol Extraction of Inggu Leaves (Ruta Angustifolia [L.] Pers) as an Analgesic and Anti-Inflammatory Method using the Tail Flick Method and Carrageenan Induction Lalu Busyairi; Mia Ariasti; Novitarini
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i6.5394

Abstract

Inflamasi atau radang didefinisikan sebagai respon lokal jaringan mamalia yang mengalami luka akibat agen merugikan seperti bakteri, virus, trauma mekanik, keracunan organik, anorganik serta benda asing lainnya. Tanda peradangan meliputi kemerahan, nyeri serta kehilangan fungsi. Sedangkan nyeri merupakan suatu gejala penyakit yang timbul karena disebabkan oleh rangsangan mekanis, termal, kimia, atau listrik yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan dengan pembebasan mediator nyeri seperti bradikinin dan prostaglandin, kemudian prostaglandin tersebut menimbulkan hiperalgesia, sehingga mediator nyeri seperti bradikinin dan histamin menimbulkan rasa nyeri. Daun dan batang inggu mengandung minyak atsiri yang terdiri dari metil nonilketon mencapai 90%, pinen. Dari hasil uji kualitatif skrining fitokimia daun inggu (Ruta angustifolia) terdapat kandungan senyawa kimia yaitu flavonoid, steroid, alkaloid, saponin, tanin, kuinon dan triterpenoid. Uji efek antiinflamasi dilakukan dengan metode edema kaki tikus dengan menginduksikan ?-karagenan 0,8 % sebanyak 0,2 ml. Metode induksi karagenan ini merupakan salah satu metode pengujian aktivitas antiinflamasi. daya aktivitas analgesik pada sediaan uji ditunjukkan dengan persentase hambatan nyeri yang diberikan lebih besar atau sama dengan 50% dari kelompok kontrol negatif, maka dianggap efektif sebagai analgesik. Hasil uji statistik menunjukkan persentase hambatan nyeri terdistribusi normal dengan nilai signifikan 0,651(>0,05) dan homogen dengan nilai signifikan 0,152(>0,05) Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun inggu dosis 10 mg dan 20 mg / 200 g BB berbeda bermakna dengan kontrol negatif CMC Na, sehingga membuktikan bahwa pada ekstrak daun inggu mempunyai efek sebagai analgesik
AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN SALIARA (Lantana camara L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN DIINDUKSI Saccharomyces cerevisiae Hafizatul Hiqmah; Ayudia Cipta Khairani; Mia Ariasti
Jurnal Dunia Farmasi Vol 10, No 3 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v10i3.7035

Abstract

Pendahuluan: Demam merupakan respons fisiologis akibat peningkatan set point suhu tubuh yang dipicu oleh mediator inflamasi, sehingga diperlukan agen antipiretik yang efektif dan aman. Daun saliara (Lantana camara L.) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid yang berpotensi memiliki aktivitas antipiretik. Tujuan: Mengetahui aktivitas antipiretik ekstrak etanol daun saliara pada mencit putih jantan yang diinduksi ragi serta menentukan dosis yang memberikan efek terbaik. Metode: Penelitian menggunakan rancangan eksperimental dengan lima kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (parasetamol), serta ekstrak etanol daun saliara dosis 10, 20, dan 40 mg/20 g BB. Demam diinduksi menggunakan suspensi Saccharomyces cerevisiae secara subkutan, kemudian suhu rektal diukur sebelum induksi, setelah induksi, dan pada menit ke-30, 60, 90, serta 120 setelah pemberian perlakuan. Data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil: Ekstrak etanol daun saliara mampu menurunkan suhu tubuh mencit yang mengalami demam. Secara deskriptif, dosis 10 mg/20 g BB memberikan persentase daya antipiretik tertinggi sebesar 69,23% pada menit ke-120, mendekati kontrol positif sebesar 73,33%. Hasil uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p0,05), sedangkan uji LSD menunjukkan bahwa dosis 20 mg/20 g BB tidak berbeda nyata dengan kontrol positif pada beberapa waktu pengamatan. Kesimpulan: Ekstrak etanol daun saliara memiliki aktivitas antipiretik pada mencit putih jantan yang diinduksi ragi, dengan dosis 10 mg/20 g berat badan memberikan efektivitas biologis terbaik, sedangkan dosis 20 mg/20 g berat badan menunjukkan efektivitas yang paling sebanding dengan parasetamol berdasarkan analisis statistik.Kata Kunci: Antipiretik, Demam, Lantana camara, Ragi