Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENANAMAN KOMPETENSI KEWARGANEGARAAN MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP SISWA Ervina Putri Utami; Febrian Alwan Bahrudin; Wika Hardika Legiani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2076

Abstract

AbstrakMempelajari cara menumbuhkan penanaman kompetensi kewarganegaraan melalui pembelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan terhadap siswa, serta untuk mengetahui Apa faktor pendukung, faktor penghambat dan solusi dalam penanaman kompetensi kewarganegaraan melalui pembelajaran PPKn terhadap siswa, dan memperoleh informasi mengenai Metode pembelajaran apa saja yang digunakan untuk menanamkan kompetensi kewarganegaraan melalui pembelajaran PPKn terhadap siswa. Penelitian dilakukan di SMK Bismillah Barugbug Serang Banten dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa penanaman kompetensi kewarganegaraan kepada siswa melalui berbagai macam metode, strategi pembelajaran yang inovatif dan memberikan contoh keteladanan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, Adapun faktor penghambat dalam penanaman kompetensi yaitu sumber daya manusia dalam tenaga pengajar yang tidak linear, fasilitas laboratorium yang kurang memadai dan kurangnya ketertarikan siswa dalam pembelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan. Metode yang digunakan untuk penanaman kompetensi kewarganegaraan dengan menerapkan pemberian tugas, metode diskusi dan metode literasi.Kata kunci: Kompetensi Kewarganegaraan, Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan AbstractLearn how to cultivate citizenship competence through learning Pancasila and citizenship education for students, as well as to find out what are the supporting factors, inhibiting factors and solutions in inculcating civic competence through Civics learning in students, and obtain information about what learning methods are used to instill civic competence through Civics learning to students. The research was conducted at Bismillah Barugbug Vocational School, Serang Banten, using a qualitative approach with a descriptive study. Data collection is carried out by conducting observations, interviews, and documentation. The results of the study found that the inculcation of civic competence in students through various methods, innovative learning strategies and providing exemplary examples in accordance with the values of Pancasila. inadequate and lack of student interest in learning Pancasila and citizenship education. The method used to inculcate civic competence is by applying assignment assignments, discussion methods and literacy methods.Keywords: Citizenship Competence, Learning Pancasila and Citizenship Education.
SUATU KAJIAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL PADEPOKAN PENCAK SILAT DI KABUPATEN PANDEGLANG DALAM UPAYA MELESTARIKAN NILAI-NILAI NASIONALISME Rachmat Ajie Sabda Pamungkas; Wika Hardika Legiani; Roni Juwandi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2093

Abstract

AbstrakTujuan dari Penelitian ini adalah mendeskripsikan peran padepokan pencak silat dalam upaya melestarikan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek Penelitian anggota Padepokan Karang Setra, Padepokan Tunas Mekar, Padepokan Cimande dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang. Data yang telah dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data lalu kesimpulan dan diuji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil dari Penelitian ini didapatkan bahwa padepokan pencak silat sudah menjalankan perannya sesuai dengan status dan kedudukannya, selaras dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang sesuai dengan Peraturan Bupati No. 40 Tahun 2016 tentang kedudukan susunan organisasi, rincian tugas dan fungsi serta tata kerja. Adapun kendala yang dihadapi oleh padepokan pencak silat yaitu kurangnya sarana dan prasarana dalam menunjang latihan pencak silat dan adanya perbedaan pandangan dari setiap anggota. Kemudian, hambatan yang dialami oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang yakni letak geografis yang sangat luas yang dimiliki Kabupaten Pandeglang, sehingga kurang maksimal dalam melalukan pembinaan kepada semua padepokan dan sanggar seni yang berada dalam cangkupan Pemerintahan Kabupaten Pandeglang.Kata Kunci: Pencak Silat, Budaya Lokal, Nilai-Nilai Nasionalisme. AbstractThe purpose of this study is to describe the role of pencak silat hermitage in an effort to preserve local culture. This study uses a descriptive qualitative approach with research subjects are members of the Karang Setra Padepokan, Tunas Mekar Padepokan, Cimande Padepokan and the Education and Culture Office of Pandeglang Regency. The data that has been collected with interview data collection techniques, observation and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation and conclusions and tested the validity of the data by triangulation. The results of this study found that the Pencak Silat hermitage had carried out its role in accordance with its status and position in line with the Education and Culture Office of Pandeglang Regency in accordance with Regent Regulations No. 40 of 2016 concerning the position of organizational structure, details of duties and functions as well as work procedures. The obstacles faced by the pencak silat hermitage are the lack of facilities and infrastructure to support the practice of pencak silat and the different views of each member. Then, the obstacle experienced by the Education and Culture Office of Pandeglang Regency is the very wide geographical location of the Pandeglang Regency, so that it is less than optimal in carrying out guidance to all hermitages and art studios that are within the scope of the Pandeglang Regency Government.Keywords: Pencak Silat, Local Culture, Values of Nationalism.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN CIVIC KNOWLEDGE Eka Yanuar Indah Rizqiyani; Ratna Sari Dewi; Wika Hardika Legiani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2235

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah pembuatan bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning dan untuk mengetahui kelayakan produk bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning pada mata pelajaran PPKn di SMPN 1 Sindang Jaya. Langkah-langkah pengembangan bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning menggunakan desain penelitian dan pengembangan (research and development) atau R&D yang dikembangkan oleh Sugiyono. Langkah-langkah penelitian pengembangan bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning ini terdiri dari 6 tahapan, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk. Bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning ini divalidasi oleh 3 ahli, yaitu ahli media, ahli materi, dan ahli pendidikan. Setelah dilakukan uji validasi oleh tim ahli selanjutnya dilakukan uji coba produk dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas VII SMPN 1 Sindang Jaya yang dilaksanakan dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang. Hasil uji validasi ahli media menunjukkan bahwa bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning memperoleh nilai rata-rata sebesar 81,48% dengan kategori “Sangat Layak”. Hasil uji materi menunjukkan bahwa bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning ini memperoleh nilai rata-rata sebesar 93,91% dengan kategori “Sangat Layak”. Hasil uji ahli pendidikan menunjukkan bahwa bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning memperoleh nilai rata-rata sebesar 98,57% dan masuk kategori “Sangat Layak”. Hasil uji coba produk pada siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 89,05% dan masuk kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan di Kelas VII SMPN 1 Sindang Jaya “Sangat Layak” untuk digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada materi Norma dan Keadilan.Kata kunci: Pengembangan Bahan Ajar Video Interaktif, Berbasis Problem Based Learning, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan  AbstractThis study aims to determine the steps for making interactive video teaching materials based on Problem Based Learning and to determine the feasibility of interactive video teaching materials based on Problem Based Learning in Civics subjects at SMPN 1 Sindang Jaya. The steps for developing interactive video teaching materials based on Problem Based Learning use research and development or R&D designs developed by Sugiyono. The research steps for developing interactive video teaching materials based on Problem Based Learning consist of 6 stages, namely potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, and product testing. Problem Based Learning-based interactive video teaching materials were validated by 3 experts, namely media experts, material experts, and education experts. After the validation test was carried out by a team of experts, a product trial was carried out with the research subject, namely class VII students of SMPN 1 Sindang Jaya which was carried out with a total of 20 students. The results of the media expert validation test showed that the interactive video teaching materials based on Problem Based Learning obtained an average score of 81.48% in the "Very Eligible" category. The results of the material test showed that the interactive video teaching materials based on Problem Based Learning obtained an average score of 93.91% with the "Very Eligible" category. The results of the education expert test showed that interactive video teaching materials based on Problem Based Learning obtained an average score of 98.57% and were in the "Very Eligible" category. The results of product trials on students obtained an average score of 89.05% and entered the "Very Good" category. Based on the results of the study, it can be concluded that the interactive video teaching materials based on Problem Based Learning developed in Class VII SMPN 1 Sindang Jaya are "Very Eligible" to be used in learning Pancasila and Citizenship Education on Norms and Justice.Keywords: Development of Interactive Video Teaching Materials, Problem Based Learning, Pancasila and Citizenship Education
Proses Pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Kurikulum 2013 Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Studi Deskriptif di Kelas IX SMP Negeri 10 Kota Serang) Desti Angraeni; Ria Yuni Lestari; Wika Hardika Legiani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2518

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembuatan LKPD Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, untuk mengetahui peran LKPD Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kemandirian peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan untuk mengetahui kendala pemanfaatan LKPD Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kemandirian peserta didik pada pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP Negeri 10 Kota Serang.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data melalui hasil dari wawancara, observasi dan dokumentasi kepada wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan peserta didik SMP Negeri 10 Kota serang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pembuatan LKPD Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dilakukan dengan tahap melakukan analisis kurikulum, menyusun peta kebutuhan LKPD, menentukan judul KPD, menulis LKPD dan menentukan alat penilaian. Terdapat peran LKPD Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yaitu menciptakan suatu kondisi dimana peserta didik memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya sendiri, sebagai sarana pembelajaran agar peserta didik mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk menghadapi masalah yang dihadapi, sebagai alat untuk menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik atas apa yang dilakukannya. Adapun kendala yang dihadapi guru dan peserta didik dalam memanfaatkan LKPD Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik itu sendiri baik internal maupun eksternal adalah konsistensi, kreatifitas, kurangnya focus peserta didik, lemahnya daya tangkap peserta ddik dalam memahami materi serta pembelajaran jarak jauh pada kondisi pandemik covid 2019.Kata kunci: LKPD, Kemandirian, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan AbstractThe purpose of this study was to describe the process of making the 2013 Curriculum LKPD in Pancasila and Citizenship Education subjects, to determine the role of the 2013 Curriculum LKPD in increasing the independence of students in Pancasila and Citizenship Education subjects, and to find out the obstacles to using the 2013 Curriculum LKPD in increasing independence. students in Pancasila and Citizenship Education lessons at SMP Negeri 10 Serang City. This study uses a descriptive method with a qualitative approach and data collection through the results of interviews, observations and documentation to the deputy principal of the curriculum, teachers, and students of Junior High School Number 10 of  Serang City. The results of this study indicate that the process of making LKPD Curriculum 2013 in the subjects of Pancasila and Citizenship Education is carried out by conducting curriculum analysis, compiling a map of LKPD needs, determining the title of KPD, writing LKPD and determining assessment tools. There is a role for the 2013 Curriculum LKPD in increasing the independence of students' learning in the subjects of Pancasila and Citizenship Education, namely creating a condition where students have a competitive desire to advance for their own good, as a learning tool so that students are able to take decisions and take initiatives to deal with problems that arise. faced, as a tool to foster students' confidence in what they are doing. The obstacles faced by teachers and students in utilizing the 2013 Curriculum LKPD in increasing the learning independence of students themselves both internally and externally are consistency, creativity, lack of student focus, weak grasping power of students in understanding the material and distance learning in pandemic conditions. covid 2019.Keywords: LKPD, Independence, Pancasila Education and Citizenship
Pengaruh Model Pembelajaran Debat Pada Mata Pelajaran PPKn Terhadap Kecerdasan Emosional Siswa dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas XII SMAN 16 Kabupaten Tangerang) Dyan Ayu Lestari; Wika Hardika Legiani; Reza Mauldy Raharja
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5063

Abstract

Abstrak Model pembelajaran debat adalah sebuah metode dalam proses pembelajaran bagi guru PPKn di SMAN 16 Kabupaten Tangerang untuk menghindari minimnya interaksi sosial dalam pembelajaran. Berdasarkan studi terdahulu pada wawancara dengan guru PPKn di SMAN 16 Kabupaten Tangerang, dijumpai siswa yang tingkat kecerdasan emosionalnya masih kurang dalam proses pembelajaran debat. Maka dari itu siswa yang memiliki kondisi emosional yang stabil dan suasana hati yang positif dalam memotivasi diri dan mengelola emosi merupakan komponen dalam kecerdasan emosional yang akan mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen, dengan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XII SMAN 16 Kabupaten Tangerang, Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah teknik purposive sampling dan kelas yang dijadikan sampel pada penelitian ini ialah kelas XII MIA 2 (kelas eksperimen) dan kelas XII IIS 3 (kelas kontrol). Hasil uji hipotesis penelitian berdasarkan uji Mann-Whitney diketahui bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05. Maka, dapat disimpulkan bahwa hasil uji Mann-Whitney menunjukkan model pembelajaran debat terhadap kecerdasan emosional berpengaruh pada kelas kontrol yang dibuktikan dengan terkontrolnya emosi diri pada siswa ketika melaksanakan model pembelajaran debat. Kemudian diketahui bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,135 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat pengaruh model pembelajaran debat terhadap kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas XII SMAN 16 Kabupaten Tangerang. Kata Kunci: Model Pembelajaran Debat, Kecerdasan Emosional, Kemampuan Berfikir Kritis Abstract The debate learning model is a method in the learning process for Civics teachers at SMAN 16 Tangerang Regency to avoid a lack of social interaction in learning. Based on previous studies, in interviews with PPKn teachers at SMAN 16 Tangerang Regency, students were still found to have low or unstable levels of emotional intelligence in the debate learning process. Therefore students who have stable emotional conditions and positive moods in motivating themselves and managing emotions are components of emotional intelligence that will affect students' critical thinking skills. This research is a quasi-experimental study, with a nonequivalent control group design. The population in this study were all class XII students of SMAN 16 Tangerang Regency. The sampling technique used was purposive sampling technique and the classes sampled in this study were class XII MIA 2 (experimental class) and class XII IIS 3 (control class). The results of the research hypothesis test based on the Mann-Whitney test show that the Asymp.Sig. (2-tailed) of 0.001 <0.05. So, it can be concluded that the results of the Mann-Whitney test show that the debate learning model has an effect on the control class as evidenced by the self-control of students' emotions when implementing the debate learning model. Then it is known that the Asymp.Sig. (2-tailed) of 0.135 > 0.05. So it can be concluded that the results of the Mann-Whitney test showed that there was no effect of the debate learning model on critical thinking skills in class XII students of SMAN 16 Tangerang Regency. Keyword : Debate Learning Model, Emotional Intelligence, Critical Thingking Ability
PENGARUH PENERAPAN MODEL REACT (RELATING, EXPERIENCE, APPLYING, COOPERATION, TRANSFER) TERHADAP HASIL BELAJAR PPKN PADA PESERTA DIDIK Susilawati; Damanhuri; Wika Hardika Legiani
Jurnal Binagogik Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/pgsd.v10i2.709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model REACT (Relating, Experience, Appying, Cooperation, Tranfering) Terhadap Hasil Belajar PPKn Pada Peserta Didik Kelas XI IPA di MA Al-Khairiyah Rancaranji. Penelitian ini merupakan penelitian jenis korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini ada seluruh peserta didik kelas XI jurusan IPA di MA Al – Khairiyah Rancaranji Tahun 2022/2023 berjumlah 40 orang yang dijadikan sebagai populasi sekaligus sampel dalam penelitian. Untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang ada dalam penelitian ini, maka dilakukan diantara-Nya; uji liniaritas, homogenitas, normalitas, dan regresi sederhana. Hasil yang didapat dari seluruh uji prasyarat yang telah dilakukan dinyatakan telah memenuhi syarat atau asumsi masing-masing dari setiap pengujian yaitu bersifat (normal, linear dan homogen). Dan hasil akhir yang menggunakan product momen dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model REACT terhadap hasil belajar PPKn pada peserta didik, yang signifikan dengan arah pengaruh yang bersifat positif. Dengan demikian dalam penelitian ini diketahui bahwa terdapat pengaruh antara penerapan model REACT terhadap hasil belajar PPKn pada peserta didik di MA Al Khairiyah Rancaranji.
PENGARUH PENERAPAN MODEL REACT (RELATING, EXPERIENCE, APPLYING, COOPERATION, TRANSFER) TERHADAP HASIL BELAJAR PPKN PADA PESERTA DIDIK (Studi Korelasi Peserta Didik Kelas XI IPA MA AL-Khairiyah Rancaranji) Susilawati; Damanhuri; Wika Hardika Legiani
Jurnal Genta Mulia Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model REACT (Relating, Experience, Appying, Cooperation, Tranfering) Terhadap Hasil Belajar PPKn Pada Peserta Didik Kelas XI IPA di MA Al-Khairiyah Rancaranji. Penelitian ini merupakan penelitian jenis korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini ada seluruh peserta didik kelas XI jurusan IPA di MA Al – Khairiyah Rancaranji Tahun 2022/2023 berjumlah 40 orang yang dijadikan sebagai populasi sekaligus sampel dalam penelitian. Untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang ada dalam penelitian ini, maka dilakukan diantara-Nya; uji liniaritas, homogenitas, normalitas, dan regresi sederhana. Hasil yang didapat dari seluruh uji prasyarat yang telah dilakukan dinyatakan telah memenuhi syarat atau asumsi masing-masing dari setiap pengujian yaitu bersifat (normal, linear dan homogen). Dan hasil akhir yang menggunakan product momen dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model REACT terhadap hasil belajar PPKn pada peserta didik, yang signifikan dengan arah pengaruh yang bersifat positif. Dengan demikian dalam penelitian ini diketahui bahwa terdapat pengaruh antara penerapan model REACT terhadap hasil belajar PPKn pada peserta didik di MA Al Khairiyah Rancaranji.
FENOMENA SOSIAL ANAK PUTUS SEKOLAH JENJANG PENDIDIKAN 12 TAHUN (STUDI DESKRIPTIF DI KELURAHAN TAKTAKAN KECAMATAN TAKTAKAN KOTA SERANG) Ahmad Rizki Muhibi; Ratna Sari Dewi; Wika Hardika Legiani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 4 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i4.2025.1527-1534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana faktor penyebab anak putus sekolah jenjang Pendidikan 12 tahun di Kelurahan Taktakan Kecamatan Taktakan Kota Serang serta bagaimana upaya kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang dan Pemerintah Kelurahan Taktakan dalam mengelola anak putus sekolah di Kelurahan Taktakan Kecamatan Taktakan Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk memahami fenomena sosial secara mendalam. Metode ini digunakan untuk menggambarkan fenomena secara terperinci dalam bentuk kata-kata dan bahasa sesuai dengan konteksnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak putus sekolah di Kelurahan Taktakan Kecamatan Taktakan Kota Serang disebabkan oleh beberapa faktor seperti rendahnya minat belajar, kondisi ekonomi kurang memadai, budaya masyarakat yang agamis, latar belakang pendidikan orang tua yang rendah, serta masih sulitnya akses ke Sekolah Menengah Atas Negeri. Adapun upaya kolaborasi Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Serang dan Pemerintah Kelurahan Taktakan dalam mengelola anak putus sekolah dilakukan melalui program Gerakan Aje Kendor Sekolah. Program Aje Kendor Sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan SDM di Kota Serang dengan mengembalikan anak-anak yang tidak sekolah kembali ke sekolah sekaligus sebagai solusi agar tercapainya wajib belajar 12 Tahun dan tepat sasaran.
STRATEGI PELAYANAN PUBLIK VIA WEBSITE E-HIBAH BANSOS SEBAGAI PERWUJUDAN SMART CITY DI KOTA CILEGON Lusi Rosilawati; Wika Hardika Legiani; Ronni Juwandi
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7632

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi bagaimana startegi pelayanan publik Dinas Komunikasi, Informasi, Sandi dan Statistik Kota Cilegon, melalui pelayanan publik sebagai perwujudan smart city, untuk mengetahui sinergitas dan respon masyarakat pengguna Website E-Hibah Bansos, serta untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan E-Hibah Bansos terutama pada Diskominfo sebagai lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan dalam bidang teknologi dalam menjalankan layanan publik. Dalam penelitian ini peneliti menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, pegumpulan data menggunakan teknik observasi, menyusun hasil wawancara, serta dokumentasi. Informan dari penelitian ini yaitu Diskominfo Kota Cilegon dan Masyarakat Kota Cilegon. Strategi yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi, Informasi, Sandi dan Statistik pertama bekerjasama dengan Dinas-Dinas yang ada di Kota Cilegon, kedua dengan melakukan pengawasan dan evaluasi kinerja pada opd-opd yang berkaitan dengan hibah bansos, ketiga yaitu memberikan pengenalan Website E-Hibah Bansos kepada masyarakat Kota Cilegon. mayoritas penduduk Kota Cilegon sangat support dan setuju dengan adanya layanan Website E-Hibah Bansos. Keberhasilan Website E-Hibah bansos hal ini bisa dilihat dari layanan Website E-Hibah Bansos yang terintegrasi, keterampilan dan pengetahuan masyarakat yang memadai dan komunitas yang saling terhubung