Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Strategi Bersaing Perusahaan Logistik Nasional Skala Menengah Di Indonesia: Pendekatan Niche Market Dan Focus Differentiation (Studi Kasus: Daisy Group) Aisya N. H. Kristanto; Atika Ramdini; Didin Nurul Iman; Juliater Simarmata; Yulianti Keke
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Januari - Maret 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v3i4.809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi strategi bisnis Daisy Group, sebuah perusahaan logistik nasional skala menengah, dalam menghadapi volatilitas industri logistik Indonesia yang ditandai dengan biaya tinggi (14,29% PDB), perang tarif yang tidak teregulasi, dan penegakan kebijakan Zero ODOL (Over Dimension Overload). Menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif yang didukung oleh metode Quantified SWOT (IFAS/EFAS), penelitian ini mengevaluasi penerapan Teori Niche Market dan Strategi Focus Differentiation Porter. Hasil analisis menempatkan perusahaan pada Kuadran I (Growth) dengan skor IFAS 3.30 dan EFAS 2.85. Temuan kunci penelitian ini adalah penerapan "Strategi Ujung Tombak" (Spearhead Strategy) melalui anak usahanya yaitu Perusahaan Bongkar Muat (stevedoring) yang mengadopsi budaya keselamatan Jepang secara ketat. Kemampuan teknis ini digunakan sebagai diferensiator utama dalam menangani kargo berisiko tinggi (produk baja dan alat berat), yang kemudian membuka jalan bagi layanan logistik terintegrasi lainnya. Perusahaan juga menunjukkan disiplin strategis dengan membatasi ruang lingkup layanan pada area pelabuhan (port-side) untuk proyek-proyek strategis negara (℅: MRT dan pembangkit listrik) guna memitigasi risiko. Penelitian ini menyimpulkan bahwa spesialisasi teknis dan kepatuhan standar keselamatan adalah mekanisme pertahanan paling efektif bagi perusahaan menengah di tengah konsolidasi industri.
Analisis Keputusan Merek dan Produk Contact Center PT Angkasa Pura II Cahyo Sandyono; Setyo Harry Naval Pradiba; Bani Dwi Kusvendar; Juliater Simarmata
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Maret - April 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i4.4682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keputusan merek dan produk contact center PT Angkasa Pura II (PT AP II), dimana latar belakang permasalahannya adalah karena akses pelanggan terhadap layanan online bandara PT AP II belum terstandarisasi, sulit diingat, atau memerlukan nomor yang berbeda untuk setiap lokus bandara yang dikelola oleh PT AP II. dengan memberikan nomor layanan call center 1500138 namun pelanggan membutuhkan kemudahan akses dimana nomor layanan sebelumnya dipersingkat menjadi 138. Perubahan ini selain sebagai langkah strategis dalam meningkatkan aksesibilitas layanan, juga memiliki makna historis yang dalam, mengingat angka 138 mencerminkan tanggal lahir perusahaan yaitu 13 Agustus. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan personil yang terlibat dalam proses sentralisasi contact center, serta analisis data kualitatif mengenai dokumen dari PT Angkasa Pura II mengenai perubahan dan keputusan penggantian nomor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan nomor layanan call center memberikan dampak positif terhadap brand awareness dan kepuasan pelanggan. Pelanggan lebih mudah mengingat nomor baru tersebut yang berkontribusi pada peningkatan jumlah panggilan masuk dan feedback positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi branding yang mengintegrasikan unsur sejarah dapat menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan loyalitas pelanggan dan memperkuat posisi perusahaan di pasar jasa kebandarudaraan.
Analisis Pemilihan Angkutan Sewa Khusus Online untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Deni Agus Kurniawan Deni; Juliater Simarmata; Reni Dian Octaviani; Jermanto Setia Kurniawan
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Juli - Agustus 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i6.6255

Abstract

Kebutuhan pelanggan terhadap angkutan sewa khusus online di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menuntut pengelola bandara untuk menyediakan layanan transportasi yang terstandarisasi dan mampu memberikan diferensiasi guna membentuk persepsi positif dari pengguna jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria layanan angkutan sewa khusus online yang wajib dimiliki oleh setiap brand operator yang bekerja sama dengan pengelola bandara. Metode penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) untuk menilai tingkat kepentingan dan kinerja pelayanan berdasarkan persepsi penumpang. Tahap kedua menggunakan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk menentukan prioritas pemilihan brand operator berdasarkan preferensi pengguna. Hasil analisis IPA menunjukkan empat atribut layanan berada pada Kuadran I (prioritas utama), yaitu durasi waktu penjemputan sesuai aplikasi, pemasangan stiker informasi pengaduan dan larangan merokok, adanya promosi atau tambahan layanan gratis, serta ruang tunggu calon penumpang sebelum dijemput. Sementara hasil TOPSIS menunjukkan Bluebird sebagai brand dengan preferensi tertinggi, diikuti Grabcar, Maxim, dan Gocar. Integrasi kedua metode menghasilkan enam usulan perbaikan yang dapat dijadikan standar layanan oleh PT Angkasa Pura Indonesia guna meningkatkan kualitas transportasi angkutan sewa khusus online di Bandara CGK secara menyeluruh.