Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

AKTIVITAS ANTI NYAMUK MIKROKAPSUL MINYAK ASIRI Citrus aurantifolia TERHADAP Aedes aegypti Nila Sari Pandiangan; Luthfia Pratiwi; Diana Rakhmawaty Eddy; Tatang Wahyudi; Agus Surya Mulyawan; Euis Julaeha
Arena Tekstil Vol 36, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v36i2.7337

Abstract

Pada penelitian ini, telah dilakukan evaluasi sifat antinyamuk dari mikrokapsul yang berisi minyak asiri kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap nyamuk Aedes aegypti. Preparasi minyak asiri dilakukan dengan metode hidrodistilasi; pembuatan mikrokapsul dengan metode koaservasi kompleks menggunakan penyalut alginat-gelatin, pengikat silang glutaraldehid, dan pengemulsi span-80 dan tween-80; pelepasan minyak asiri dalam mikrokapsul dilakukan dengan rangsangan magnetic stirrer 100 rpm; dan uji aktivitas antinyamuk dilakukan terhadap nyamuk A. aegypti. Hasil preparasi minyak asiri diperoleh rendemen sebesar 0,44%, dengan kualitas baik, berwarna kuning pucat dengan aroma segar khas jeruk nipis, komponen utama minyak asiri d-limonen (33,14%) dan b-pinen (28,32%). Mikrokapsul diperoleh dengan rendemen sebesar 47,3%, oil content sebesar 66,7%, dan efisiensi enkapsulasi sebesar 87,9%. Rata-rata pelepasan minyak asiri dari mikrokapsul dari hari pertama hingga hari ketujuh berkisar 44,7-65,9%.  Nilai % total perlindungan dari minyak asiri C. aurantifolia utuh lebih tinggi daripada limonen dan mikrokapsul, hal ini menunjukkan ada kerja sinergis antara komponen-komponen yang terdapat dalam minyak asiri. Rentang total perlindungan terhadap nyamuk A. aegypti antara 85,0-98,8%.
IMOBILISASI MIKROKAPSUL ANTIBAKTERI MINYAK ASIRI Eucalyptus globulus PADA KAIN KAPAS DENGAN METODE DEEP COATING Chantika Azka Hunafa; Dinda Dede Nabila; Dwi Nur Indah Sari; Retna Nurkhotimah; Miftah Andiani Lestari; Tatang Wahyudi; Euis Julaeha
Arena Tekstil Vol 36, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v36i2.7345

Abstract

Imobilisasi mikrokapsul antibakteri minyak asiri Eucalyptus globulus pada kain kapas telah dilakukan dengan cara deep coating. Mikrokapsul yang berisi minyak asiri E. globulus dibuat dengan metode koaservasi kompleks menggunakan penyalut alginat-gelatin. Hasil pengukuran GC-MS terhadap minyak asiri E. globulus komersial menunjukkan komponen utamanya adalah isopropil miristat 63,69% dan 1,8-sineol sebesar 29,35%. Mikrokapsul dibuat dalam dua sampel, yang dibedakan dari penggunaan minyak asiri E. globulus dalam Sampel I yakni 4 g dan Sampel II yakni 6 g. Ukuran rata-rata mikrokapsul Sampel I sebesar 1,550 µm dan Sampel II sebesar 1,154 µm. Kandungan minyak asiri (Oil Content; OC) dan efisiensi enkapsulasi (Encapsulation Efficiency; EE) secara berurutan, yaitu OC 78,70%; 42,49% dan EE 75,19%; 51,54%. Morfologi mikrokapsul Sampel I terlihat bentuknya lebih membulat dibanding Sampel II. Hasil uji antibakteri terhadap S. aureus lebih tinggi dibandingkan dengan terhadap E. coli. Sampel I lebih aktif dibandingkan Sampel II.
MIKROENKAPSULASI MINYAK ASIRI JERUK NIPIS DENGAN KOASERVASI KOMPLEKS YANG BERAKTIVITAS ANTIBAKTERI UNTUK APLIKASI PADA BAHAN TEKSTIL Euis Julaeha; Sandra Puspita; Tatang Wahyudi; Jakariya Nugraha; Diana Rakhmawaty Eddy
Arena Tekstil Vol 35, No 2 (2020)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v35i2.6607

Abstract

Imobilisasi mikrokapsul minyak asiri jeruk nipis pada kain kapas telah dilakukan dengan metode pad dry cure menggunakan binder asam sitrat 3%. Minyak asiri dipreparasi menggunakan metode hidrodestilasi. Mikrokapsul berisi zat aktif alami minyak asiri jeruk nipis (C. aurantifolia) yang dibuat dengan metode koaservasi kompleks menggunakan penyalut alginat dan gelatin, pengikat silang glutaraldehid, dan pengemulsi polysorbate. Aktivitas antibakteri mikrokapsul sebelum diimobilisasi dan setelah diimobilisasi dilakukan terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli, dan Klebsiella pneumoniae, dengan metode Kirby Bauer. Mikrokapsul dikarakterisasi dengan Particle Size Analyzer (PSA), Spektroskopi UV-Vis, dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil hidrodestilasi diperoleh rendemen minyak asiri sebesar 1,10%, berwarna kuning pucat, beraroma segar khas jeruk nipis. Hasil preparasi mikrokapsul diperoleh rendemen sebesar 46,28%; distribusi ukuran partikel homogen dengan ukuran pada rentang 1,604 µm; kandungan minyak 61,89%; efisiensi enkapsulasi 87,37%; dengan morfologi berbentuk bulat dengan permukaan halus. Kain yang telah diimobilisasi memiliki ketahanan cuci yang baik. Kain kapas tersebut dapat menghambat keempat bakteri S. aureus, S. epidermidis, E. coli, dan K. pneumoniae dengan daya hambat rata-rata berturut turut sebesar 12,08±0,13; 8,90±0,10; 10,83±0,43; dan 10,40±0,10. 
PEMBUATAN MIKROKAPSUL MINYAK JERUK (CITRUS AURANTIFOLIA) UNTUK APLIKASI PADA PENYEMPURNAAN TEKSTIL Tatang Wahyudi; Agus Surya Mulyawan; Cica Kasipah; Untung Prayudie; Euis Julaeha
Arena Tekstil Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.771 KB) | DOI: 10.31266/at.v32i1.2661

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan destilasi minyak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dengan menggunakan alat hidrodestilasiStahl dan pembuatan mikrokapsulnya menggunakan polimer etil selulosa. Metode pembuatan mikrokapsul yang digunakan adalah difusi solven-emulsi/coacervation, dengan memvariasikan ratio minyak terhadap air (o/w) dan ratio core/shell sementara penggunaan jumlah emulsifier Tween 80 dan PVA masing-masing sebesar 2% dan 0,8%. Karakterisasi minyak jeruk nipis dilakukan menggunakan GC-MSD dan spektrofotometer, sedangkan morfologi mikrokapsul menggunakan SEM. Hasil percobaan menunjukkan bahwa minyak kulit jeruk nipis mengandung komponen utama 1-limonen dengan serapan maksimum teramati pada λ =296 nm. Kondisi percobaan optimum pembuatan mikrokapsul tercapai pada ratio o/w = 1:20 dan ratio core/shell= 2:1,5. Ukuran mikrokapsul minyak jeruk nipis sangat random berkisar 17,9 - 120,6 µm.
The Effect of Nutmeg Seed (M. fragrans) Extracts Induces Apoptosis in Melanoma Maligna Cell’s (B16-F10) Susianti Susianti; Ronny Lesmana; Supriatno Salam; Euis Julaeha; Yuni Susanti Pratiwi; Nova Sylviana; Hanna Goenawan; Ahmad Kurniawan; Unang Supratman
The Indonesian Biomedical Journal Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v13i1.1424

Abstract

BACKGROUND: Nutmeg (Myristica fragrans H.), one of native plants of Maluku Indonesia, has long been used as traditional medicines especially to treat tumors, externally to treat skin infections. M. fragrans also has important biological activities as anticancer. However, antimelanoma activity of M. fragrans remains unknown. The aim of this study is to compare M. fragrans extracts as anticancer on melanoma B16-F10 cells by inducing apoptosis.METHODS: M. fragrans seed was extracted with ethanol then fractionated with n-hexane, ethyl acetate, and n-butanol. B16-F10 melanoma cells were cultured and treated with various doses and tested using resazurin reduction assay. Apoptosis signalling via caspase-3 was measured by using western blot.RESULTS: The extract and fractions of M. fragrans reduced viability of cells with IC50 value for ethanol extract 21.83 µg/mL, ethyl acetate fraction 21.66 µg/mL, n-hexane fraction 47.53 µg/mL, and n-butanol fraction >1,000 µg/mL. The active fraction of ethyl acetate induced apoptosis via caspase-3 proteins similar with cisplatin as positive control in B16-F10 cells at 10 hours treatment.CONCLUSION: Taken together, M. fragrans ethyl acetate fraction has the highest IC50 than n-hexane and n-butanol fractions that significantly inhibited B16-F10 cell proliferation by inducing apoptosis via caspase-3. It provides the insight that it has the most potential activity as a chemopreventive agent for addressing melanoma skin cancer.KEYWORDS: M. fragrans, apoptosis, fraction, melanoma
Flavonoid Compounds From The Leaves Of Kalanchoe Tomentosa And Their Cytotoxic Activity Against P-388 Murine Leukemia Cell Lilis Siti Aisyah; Yenny Febriani Yun; Ade Akbar Abdilla; Tati Herlina; Euis Julaeha; Unang Supratman
Akta Kimia Indonesia Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.27 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v1i1.1413

Abstract

Kalanchoe plant, known as “sosor bebek” in Indonesia is a perennial herb and has succulent leaves. The plant is known in folklore and traditional medicine in Indonesia for the treatment of fever, abscesses, bruises, contused wounds, coughs and skin diseases. During the course of our continuing search for novel cytotoxic compounds, the methanolic extract  of Kalanchoe tomentosa plants showed cytotoxic activity against P-388 murine leukemia cells. The methanolic extract of the fresh  leaves of  K. tomentosa was concentrated and extracted successively with n-hexane, ethyl acetate and n-butanol. The ethyl acetate extract exhibited strongest cytotoxic activity againts P-388 murine leukemia cells. By using the cytotoxic activity to follow the separation, the ethyl acetate fraction was separated by combination of column chromatography on silica gel and preparative TLC on silica gel GF254 to afford a kaempferol-3-O-glycosides (1) and kaempferol-3-O-rhamnoside (2). Compound 1 and 2 showed cytotoxic activity against P-388 murine leukemia cells with IC50 > 100μg/mL and IC50 3.32 μg / mL
The Phenolic Compound from Kalanchoe blossfeldiana (Crassulaceae) Leaf and Its Antiplasmodial Activity against Plasmodium falciparum 3D7 Yenny Febriani Yun; Faizal Hermanto; Lilis Siti Aisyah; Tri Reksa Saputra; Arif Rahman Hakim; Ade Kania Ningsih; Tati Herlina; Euis Julaeha; Achmad Zainuddin; Unang Supratman
Indonesian Journal of Chemistry Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.296 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21159

Abstract

Various species of Kalanchoe plants have been widely used as raw materials in traditional medicines. This study was the continuation of the researches on secondary metabolites from Indonesia Kalanchoe plants, focused on Kalanchoe blossfeldiana. Fresh K. blossfeldiana leaf was extracted with methanol at room temperature to obtain the concentrated extract. The concentrated methanol extract was dissolved in water and then partitioned successively with n-hexane and ethyl acetate. The methanol, n-hexane, ethyl acetate extracts were tested using antiplasmodial assay against Plasmodium falciparum 3D7. The IC50 of methanol, n-hexane, and ethyl acetate extract were 13.002; 2.807, and 11 nM, respectively. Ethyl acetate extract was separated by the combination of chromatography on silica and ODS. This process produced the yellow solid. The chemical structure of the compound was determined based on UV, IR, MS, 1H-NMR, and 13C-NMR analyses and the comparison of data obtained from the literature and identified as phenolic compound, namely 3,3',4',5,7-pentahydroxyflavone or quercetin (1), and displayed antiplasmodial activity with IC50 3.97x10-2 nM.
Cytotoxic Steroids from The Stem Bark of Chisocheton cumingianus (Meliaceae) Dewa Gede Katja; Kindi Farabi; Nurlelasari Nurlelasari; Desi Harneti; Euis Julaeha; Ace Tatang Hidayat; Tri Mayanti; Rani Maharani; Unang Supratman; Khalijah Awang
Molekul Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.58 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2017.12.1.257

Abstract

Three cytotoxic steroids, stigmasterol (1), stigmast-5-en-3b-ol (2) and b-sitosterol-3-O-acetate (3) were isolated from the stem bark of Chisocheton cumingianus. The chemical structures of those compounds were identified based on spectroscopic data and by comparison with those data previously reported. All of the compounds isolated were evaluated for their cytotoxic effects against P-388 murine leukemia cells in vitro. Compounds 1-3 showed cytotoxicity activity against P-388 murine leukemia cells with IC50values of 12.4, 60.8, and ˃ 100 mg/mL, respectively.
In-Vitro Anticancer Activity of Chemical Constituents from Etlingera alba Poulsen against Triple Negative Breast Cancer and in silico Approaches towards Matrix metalloproteinase-1 Inhibition W. Wahyuni; Ajeng Diantini; Mohammad Ghozali; Anas Subarnas; Euis Julaeha; Riezki Amalia; Adryan Fristiohady; Andini Sundowo; Sofa Fajriah; Yuni Elsa Hadisaputri; Raden Maya Febrianti; Fauzia Azzahra; Agung W.M. Yodha; I. Sahidin
Indonesian Journal of Science and Technology Vol 7, No 2 (2022): IJOST: VOLUME 7, ISSUE 2, September 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijost.v7i2.50547

Abstract

Etlingera alba (EA) is one of the endemic plants grown in Sulawesi. We determined the cytotoxic and anti-metastatic activity of isolates obtained from EA rhizome extract. IC50 value for 1,7-diphenyl-6-heptene-3-one, sitostenone, sinapyl alcohol diacetate, and sinapyl alcohol acetate were 134.59; 170 ; 128.11; and 161.96 μg/mL, respectively. The compounds also had anti-migration activity. 200-μg/mL Sitostenon exhibited the lowest migration rate (3.32%). The free bond energies of sitostenon, 1,7-diphenyl-6-heptene-3-one, sinapyl alcohol acetate, and sinapyl alcohol diacetate were -11.81; -8.25; -6.64; and -6.28 kcal/mol, respectively. All compounds were more effective in stabilizing the Matrix metalloproteinase 1 complex. Isolation from EA rhizomes have the potential to be developed as anti-metastatic for Triple-Negative Breast Cancer.
PEMANFAATAN MINYAK ASIRI LIMBAH KULIT JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) UNTUK HAND SANITIZER SEBAGAI ANTIBAKTERI Euis Julaeha
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i1.29554

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sebagai bahan aktif antimikrobial untuk pembuatan Hand Sanitizer di Sekolah Menengah Atas Darul Hikam, Jl. Dago Giri No. 5 Bandung. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada siswa-siswi sekolah tersebut, mengenai kandungan zat aktif pada bahan alami dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang diberikan ditunjang dengan hasil-hasil riset yang telah dilakukan sehingga memberikan data yang akurat, khususnya senyawa antibakteri dari kulit jeruk nipis (C. aurantifolia). Adapun siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini sebanyak enam kelas, yaitu mulai dari kelas X, Kelas XI, sampai Kelas XII. Pada pelaksanaan kegiatan, materi pembelajaran diberikan dengan sistem daring melalui zoom meeting di SMA Darul Hikam beserta tim, para guru, sementara siswa-siswi mengikutinya di rumah masing-masing. Setelah pemberian materi kami memberikan kuisener melalui google form kepada para siswa. Hasil evaluasi dari kuisener tersebut menunjukkan di atas 79,9% siswa-siswi menjawab belum mengetahui adanya senyawa aktif dalam tumbuhan; dan dengan adanya kegiatan ini wawasan mereka menjadi bertambah, serta antuas siswa-siswa dalam mengikuti kegiatan ini. Maka dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswa, mereka merasa ilmu kimia itu ternyata menarik dan menantang. Siswa-siswi tersebut mengharapkan kegiatan seperti ini terus berlanjut dan frekuensinya diperbanyak agar wawasan mereka menjadi bertambah lagi dan pemikiran mereka menjadi terbuka.
Co-Authors Ace Tatang Hidayat Achmad Zainuddin Ade Akbar Abdilla Ade Kania Ningsih Aditya Seiza Wibisono Adryan Fristiohady Agung Wibawa Mahatva Yodha Agus Surya Mulyawan Agus Surya Mulyawan Ahmad Kurniawan Ajeng Diantini, Ajeng Almas Widyana Anas Subarnas Andini Sundowo Ari Hardianto Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Chantika Azka Hunafa Cica Kasipah Darwati Darwati Desi Harneti Putri Huspa Dewa Gede Katja Diana Rakhmawaty Eddy Dinda Dede Nabila Doni Sugiyana Dwi Nur Indah Sari Fauzia Azzahra, Fauzia Hanna Goenawan I. Sahidin Iman Permana Maksum Jakariya Nugraha Jamaluddin Al Anshori Kasipah, Cica Khalijah Awang Kindi Farabi Kindi Farabi Kristin Shinta Dewi Lilis Siti Aisyah Lilis Siti Aisyah Lilis Siti Aisyah Luthfia Pratiwi Miftah Andiani Lestari Mohammad Ghozali Muhammad Hanafi Mulyawan, Agus Surya Nani Suryani Nila Sari Pandiangan Nova Sylviana Nurlelasari Nurlelasari Ois Nurcahyanti Prayudie, Untung Purwoko, Agus Raden Maya Febrianti Rani Maharani Rani Maharani Retna Nurkhotimah Riezki Amalia Riza Yulisar Ronny Lesmana Sandra Puspita Sandra Puspita Sari Purbaya Shabarni Gaffar Sofa Fajriah Supriatno Salam Susianti Susianti Sylvia Rachmawati Meilanie Tarso Rudiana, Tarso Tatang Wahyudi Tatang Wahyudi Tatang Wahyudi Tatang Wahyudi Tatang Wahyudi Tati Herlina Tati Herlina Tri Mayanti Tri Mayanti Tri Reksa Saputra Tri Reksa Saputra Unang Supratman Unang Supratman Untung Prayudie W. Wahyuni Wahyudi, Tatang Yenny Febriani Yun Yenny Febriani Yun Yenny Febriani Yun, Yenny Febriani Yuni Elsa Hadisaputri Yuni Susanti Pratiwi