Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PERAN GURU PPKN DALAM MENGINTEGRASIKAN ISU HAK ASASI MANUSIA PADA PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL DI SD I.S KIJNE WADIO Santji Afi Rangkoly; Dominggus Paulus Situru
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 4: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru PPKn dalam mengintegrasikan isu Hak Asasi Manusia (HAM) pada pembelajaran di era digital di SD I.S. Kijne Wadio. Topik ini penting karena pendidikan berbasis HAM menjadi landasan utama dalam membangun karakter generasi muda, terutama di tengah perkembangan teknologi digital yang cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PPKn, siswa, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik mengenai nilai-nilai HAM, tetapi menghadapi tantangan dalam menggunakan teknologi digital secara optimal. Keterbatasan fasilitas digital dan kurangnya pelatihan menjadi kendala utama. Namun, siswa menunjukkan minat yang tinggi terhadap pembelajaran berbasis kasus konkret yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan teknologi bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PPKn berbasis HAM di era digital. Implikasi dari hasil ini adalah perlunya kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi teknologi dalam pembelajaran untuk memperkuat pendidikan karakter siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran inovatif berbasis HAM di tingkat sekolah dasar.
Peran Guru sebagai Agen Keadilan Sosial dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Jasmari, Jasmari; Rangkoly, Santji Afi; Telussa, Rivaldo Paul; Hidayatillah, Tut; Adhiprana Whisnubrata, Antonius Awan Asta; Tamaela, Kevin Andrea
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.6264

Abstract

Kesenjangan pemahaman dan praktik keadilan sosial dalam pembelajaran di Sekolah Dasar, khususnya di daerah tertinggal seperti Kabupaten Nabire, menjadi tantangan serius dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan setara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan guru-guru Sekolah Dasar agar berperan aktif sebagai agen keadilan sosial melalui pelatihan, pendampingan, dan refleksi pedagogis. Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru di dua sekolah dasar di Nabire, dengan materi mencakup pemahaman prinsip keadilan sosial, integrasi dalam kurikulum, serta praktik pembelajaran yang responsif terhadap keragaman siswa. Kegiatan dilakukan secara partisipatif, dengan metode ceramah interaktif, studi kasus, dan workshop berbasis konteks lokal. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner untuk mengukur perubahan pemahaman dan praktik guru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan kemampuan guru dalam menerapkan keadilan sosial dalam proses belajar mengajar. Kegiatan ini tidak hanya menjawab kebutuhan lokal, tetapi juga memberikan model yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis konteks lokal mampu memperkuat peran guru sebagai agen transformasi sosial. Keberlanjutan program dan dukungan lintas sektor menjadi kunci penting dalam memperluas dampak kegiatan ini.
Manajemen Kelas Interaktif dalam Meningkatkan Pemahaman Materi pada Siswa di SD Negeri 2 Nabire Telussa, Rivaldo Paul; Whisnubrata, Antonius Awan Asta Adhiprana; Rangkoly, Santji Afi; Jasmari, Jasmari; Hidayatillah, Tut
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 13 No 2 (2025): Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol13issue2page327-338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menerapkan manajemen kelas interaktif, respons dan keterlibatan siswa, serta dampaknya terhadap pemahaman materi di SD Negeri 2 Nabire. Jenis penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik yaitu wawancara dan observasi, yang kemudian dilakukan analisis tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data dalam penelitian menggunakan kriteria yaitu credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran berbasis diskusi, presentasi, dan pengaturan tempat duduk fleksibel yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Respons siswa ditandai dengan meningkatnya partisipasi, keberanian berpendapat, dan motivasi belajar baik di kelas maupun di rumah. Dampak dari penerapan manajemen kelas interaktif terlihat pada peningkatan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, serta rasa percaya diri siswa dalam menyampaikan pendapat. Berdasarhan hasil penelitian menegaskan bahwa manajemen kelas interaktif mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif sekaligus meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.
Mengubah Sekolah Menjadi Tempat Belajar Yang Aman dan Nyaman: Program Pencegahan dan Penanganan Bullying di SMTK TNSnKecamatannTNS Telussa, Rivaldo Paul; Lewerissa, Ch. M.; Siska Bogar, Deby; Sylfia Sairdama, Syusantie; Matakena, Simon; Kaihatu, Jovial; Afi Rangkoly, Santji; Jasmari, Jasmari; Hidayatillah, Tut; Andrea Tamaela, Kevin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2855

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikanninformasiitentangi program pencegahan dan penanganan bullying di SMTK TNS di kecamatan TNS. PKM ini dilakukan di SMTK TNS Kecamatan TNS dengan jumlah peserta yaitu Jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 50 orang, terdiri dari 15 orang guru dan 35 orang perwakilan siswa. Proses jalannya kegiatan PKM adalah sebagai berikut: 1)Tahap persiapan, 2)Tahap pengumpulan data awal, 3)Tahap pengembangan program dan 4)Tahap implementasi program. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dengan menyampaikan dan mendeskripsikan fenomena, dampak, dan faktor bullying di SMTK TNS, serta untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program pencegahan dan penanganan bullying di sekolah. Hasil PKM menunjukkan bahwa program pencegahan dan penanganan bullying di SMTK TNS berhasil mengurangi tingkat bullying, baik untuk perilaku maupun pengalaman bullying, serta meningkatkan kesehatan mental1dan prestasi belajar siswa. Program ini juga berhasil menciptakan perubahan positif di sekolah, baik pada1tingkat individu, kelompok, maupun organisasi. Program ini juga berhasil menyebarluaskan hasil dan manfaat penelitian kepada pihak-pihak yang berkepentingan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. PKM ini memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang pendidikan dan psikologi, terkait dengan fenomena, dampak, faktor, dan intervensi bullying di sekolah. PKM ini juga memberikan manfaat bagi praktisi pendidikan, khususnya di SMTK TNS, dalam upaya mewujudkan sekolah sebagaiitempat belajar yang aman dan nyaman bagi siswa, guru, dan orang tua.
Peran Tokoh Agama dan Masyarakat Dalam Menyebarkan Nilai-Nilai Anti Kekerasan Seksual di Nakupia Paul Telussa, Rivaldo; Kaihatu, Jovial; Sylfia Sairdama, Syusantie; Matakena, Simon; Manuel Ramandey, Johanis; Siska Bogar, Debby; Afi Rangkoly, Santji; Jasmari, Jasmari; Hidayatillah, Tut; Andrea Tamaela, Kevin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3194

Abstract

Kekerasan seksual adalah isu serius yang memerlukan perhatian dan tindakan kolektif. Penelitian ini berfokus pada peran penting tokoh agama dan masyarakat dalam menyebarkan nilai-nilai anti kekerasan seksual di Nakupia, sebuah wilayah di Kecamatan Teon Nila Serua. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk memberikan informasi dan edukasi tentang peran tokoh agama dan masyarakat dalam menyebarkan nilai-nilai anti kekerasan seksual di Nakupia. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 4 April 2024 yang bertempat di Desa Nakupia, Kecamatan Teon Nila Serua. Dengan jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu 36 orang, yang terdiri dari 1 orang tokoh agama, 1 orang perwakilan pemerintahan negeri, 2 orang perwakilan dari tokoh keamanan, 2 orang perwakilan guru dan 30 orang perwakilan dari masyarakat. Melalui diskusi dan sharing pendapat, penelitian ini mengidentifikasi berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kekerasan seksual, termasuk pengaruh globalisasi dan pendidikan. Solusi yang diusulkan melibatkan tindakan preventif, preemtif, dan represif, dengan tokoh agama dan masyarakat berperan sebagai agen perubahan. Penelitian ini menekankan bahwa setiap individu dalam masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Melalui kerja sama dan partisipasi aktif semua pihak, penelitian ini berharap untuk menciptakan masyarakat yang lebih aman dan adil, di mana setiap individu dapat hidup bebas dari ancaman kekerasan seksual. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya peran tokoh agama dan masyarakat dalam upaya anti kekerasan seksual.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Melalui Program English Conversation Club bagi Siswa SMP St. Antonius Nabire Whisnubrata, Antonius Awan Asta Adhiprana; Dimara, Johanes; Jasmari, Jasmari; Rangkoly, Santji Afi; Hidayatillah, Tut
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4422

Abstract

English speaking skills are an important competency that students need to have, especially in facing the challenges of globalization. However, at SMP St. Antonius Nabire, the English speaking skills of grade VII students are still low due to the lack of opportunities to practice and exposure to the language. This community service program aims to improve students' English speaking skills through the English Conversation Club. The methods used are structured discussions, conversation simulations, and light debates in English, which are carried out in weekly sessions for several months. Active student participation in a supportive and pressure-free environment is the main focus of this activity. The results showed a significant increase in students' speaking skills, including fluency, pronunciation, and vocabulary. More than 70% of students experienced an increase in their English speaking skills and increased self-confidence. However, there were several weaknesses, such as limited implementation time and variations in student abilities that required further adjustments. The conclusion of this activity is that the English Conversation Club is effective in improving the English speaking skills of grade VII students at SMP St. Antonius Nabire. In the future, technology integration and expansion of the program to other schools can be the next steps to increase the positive impact of this program.
CONTEXTUAL STORYTELLING TO STRENGTHEN PANCASILA VALUES: A CLASSROOM ACTION RESEARCH STUDY Sabina Kedeikoto; Mesak Gabou; Bunga Yulin Singgamui; Hendrika Edowai; Antonia Mote; Karola Devita Moyab; Santji Afi Rangkoly
EDUCATIONE Volume 4, Issue 1, January 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v4i1.194

Abstract

A recurring challenge in Indonesian primary schools is that students often learn Pancasila as memorized principles rather than values practiced in daily interactions. This study investigated whether a storytelling-based learning approach could improve Grade V students’ understanding of Pancasila values at State Elementary School 1 Nabire, Central Papua. The research employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each comprising planning, action, observation, and reflection, across two meetings per cycle. Participants were 24 fifth-grade students (13 boys, 11 girls). Data were collected through pre-test and post-test measures (KKM = 75) and structured classroom observations of engagement and value-related behaviors, and were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. Findings indicated substantial improvement in learning outcomes: the pre-cycle mean score was 63.5 with 25% mastery; after Cycle I, the mean increased to 73.4 with 58.3% mastery; and after Cycle II—which strengthened storytelling using visual media and small-group retelling/discussion—the mean rose to 82.1 with 91.7% mastery. The study concludes that storytelling, particularly when supported by visual aids and participatory discussion, is effective for improving students’ cognitive understanding and classroom engagement in learning Pancasila values. Practically, the approach offers a feasible model for character education in culturally diverse and resource-limited contexts. Future research should test the model with control groups, larger samples, and longer follow-up to assess sustained value internalization and behavioral change.
Strengthening Reading, Writing, and Numeracy Literacy through Integrated Thematic Learning for Students in the Elementary School Teacher Education Rivaldo Paul Telussa; Santji Afi Rangkoly; Jasmari; Tut Hidayatillah; Jermanto Subeno Lasamahu
DEVOTIONIS Volume 3, Issue 1, January 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/dvs.v3i1.199

Abstract

This community service program was conducted in response to the need to strengthen integrated literacy and numeracy competencies among preservice elementary school teachers. The purpose of this study was to enhance students’ reading–writing literacy and numeracy skills through the implementation of integrated thematic learning in the Elementary School Teacher Education Program (PGSD) at Universitas Satya Wiyata Mandala. The method employed was a participatory and reflective community service approach, implemented through thematic learning workshops, guided practice, mentoring, and continuous reflection activities. Participants were actively involved in critical reading, reflective writing, and contextual numeracy problem-solving embedded within thematic learning activities relevant to elementary education. Data were collected through observation, literacy and numeracy assessments, student response questionnaires, and documentation, and analyzed descriptively using qualitative and simple quantitative techniques. The findings indicate that the implementation of integrated thematic learning effectively improved students’ ability to connect reading, writing, and numeracy skills in a meaningful and contextual manner. In addition, students demonstrated increased pedagogical awareness, confidence, and readiness to design thematic learning activities that integrate literacy and numeracy for elementary classrooms. Overall, the program successfully achieved its objectives and shows strong potential for sustainable implementation in preservice teacher education to support the development of competent and reflective future elementary school teachers.
Menyiapkan Pemimpin Muda Berkarakter dan Bertanggung Jawab di SMP Negeri 62 Maluku Tengah Rivaldo Paul Telussa; Santji Afi Rangkoly; Jasmari Jasmari; Tut Hidayatillah; Suardiman Dayadi; Antonius Awan Asta Adhiprana Whisnubrata; Kevin Andrea Tamaela; Cristiana Normalita De Lima; Deby Siska Bogar; Jean Marzel Ngantung
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8989

Abstract

Rendahnya pemahaman siswa tentang kepemimpinan berkarakter, tanggung jawab, komunikasi interpersonal, dan pengambilan keputusan menjadi permasalahan utama yang dihadapi SMP Negeri 62 Maluku Tengah. Hasil observasi dan wawancara awal dengan pihak sekolah menunjukkan bahwa sebagian siswa masih kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat, belum aktif dalam kegiatan kelompok, serta belum memiliki kesadaran yang optimal untuk menjadi teladan bagi teman sebaya. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara profil siswa yang diharapkan sekolah dengan kondisi aktual di lapangan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilaksanakan program penguatan kepemimpinan berkarakter melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan siswa secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Program dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan dan identifikasi kebutuhan, pelaksanaan edukasi dan pelatihan, serta evaluasi dan refleksi. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar kepemimpinan, kepemimpinan berkarakter, tanggung jawab dan pengambilan keputusan, komunikasi dan kerja sama tim, serta peran siswa sebagai teladan di sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan siswa. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 61,8 pada pre-test menjadi 84,7 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 37,1%. Selain itu, sebanyak 88% peserta terlibat aktif dalam diskusi dan simulasi, sedangkan 85% peserta mampu menyusun rencana aksi pribadi sebagai bentuk komitmen penerapan nilai-nilai kepemimpinan dalam kehidupan sekolah. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat karakter, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan tanggung jawab siswa sebagai calon pemimpin muda di lingkungan sekolah.
Penguatan Foundational Skills Anak Usia Dini Melalui Program Transisi PAUD ke SD Yang Menyenangkan Di Kabupaten Nabire Santji Afi Rangkoly; Juventer Telussa; Valentina Tagi; Riska Dwi Putri Cahyani; Laurina Imbeni; Orgenes Giyai; Maria Novantik Benus; Nona Anisa Aprilia; Kristianus Kotouki; Rani Simon Sarira; Debby Priscilla Hendrayani Supit; Winda Woro Mahmudah; Suharto Suharto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9067

Abstract

Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan merupakan salah satu kebijakan strategis untuk memastikan kesiapan belajar anak melalui penguatan kemampuan fondasi (foundational skills). Namun, pemahaman calon guru sekolah dasar mengenai konsep tersebut masih relatif terbatas, sehingga diperlukan upaya penguatan kapasitas sejak masa pendidikan di perguruan tinggi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire mengenai foundational skills dan implementasi Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 50 mahasiswa PGSD melalui metode ceramah, diskusi kelompok, dan tanya jawab. Materi yang diberikan meliputi enam kemampuan fondasi anak, karakteristik perkembangan anak usia dini, serta strategi implementasi transisi yang berpusat pada anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep foundational skills dan pentingnya kesiapan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga mencakup aspek sosial-emosional, komunikasi, kemandirian, dan kemampuan belajar sepanjang hayat. Tingkat partisipasi dan antusiasme peserta tergolong tinggi dengan capaian pemahaman di atas 90% berdasarkan hasil evaluasi kegiatan. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kompetensi calon guru sekolah dasar sehingga mampu mendukung implementasi program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan secara efektif di lingkungan pendidikan dasar.