Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERBANDINGAN KINERJA BIAYA DAN WAKTU PEKERJAAN DINDING MENGGUNAKAN MATERIAL BATU KAPUR DAN BATA RINGAN israjunna israjunna; Risang Setyobudi; M. Ziaul Fikar; Nunuk Candra Setiyanta
Jurnal SainTekA Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v7i2.2340

Abstract

Perkembangan sektor konstruksi yang semakin pesat menuntut penggunaan material bangunan yang efisien dari segi biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Pemilihan material dinding menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek konstruksi, khususnya dalam upaya meningkatkan efisiensi pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efisiensi biaya dan waktu pekerjaan dinding menggunakan material batu kapur dan bata ringan per 1 m². Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif melalui perhitungan biaya pekerjaan dan pengukuran waktu kerja berdasarkan produktivitas tenaga kerja pada setiap tahapan pekerjaan dinding, yang meliputi pekerjaan pasangan, plesteran dan acian, serta penyelesaian (finishing). Data yang diperoleh kemudian dibandingkan untuk mengetahui tingkat efisiensi masing-masing material. Temuan penting penelitian menunjukkan bahwa total biaya pekerjaan dinding menggunakan batu kapur sebesar Rp 241.003,00, sedangkan menggunakan bata ringan sebesar Rp 341.775,65, dengan selisih biaya sebesar Rp 100.772,65, sehingga batu kapur lebih efisien dari segi biaya. Namun demikian, dari aspek waktu pelaksanaan, pekerjaan dinding menggunakan bata ringan membutuhkan waktu yang lebih singkat, yaitu 32 menit per 1 m², dibandingkan dengan batu kapur yang memerlukan waktu 108 menit per 1 m². Pada kedua jenis material, tahap penyelesaian (finishing) merupakan tahapan yang paling dominan dalam penggunaan waktu kerja. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan batu kapur lebih efisien dari segi biaya, sedangkan penggunaan bata ringan lebih efisien dari segi waktu pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu, pemilihan material dinding dalam proyek konstruksi perlu mempertimbangkan prioritas proyek, baik dari aspek penghematan biaya maupun percepatan waktu penyelesaian pekerjaan.
Pengendalian Proyek Perumahan Permata Hijau Menggunakan Metode Earned Value isra junna; Risang Setyobudi; muh Apriansyah; M. Ziaul Fikar; M. Deta Zulfikar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1339

Abstract

Abstrak   Pembangunan perumahan merupakan sektor penting dalam industri konstruksi yang menuntut pengelolaan waktu, biaya, dan kualitas secara efektif. Proyek Permata Hijau menghadapi risiko keterlambatan, pembengkakan biaya, dan ketidaksesuaian hasil pekerjaan, sehingga diperlukan sistem pengendalian yang mampu mengidentifikasi masalah sejak awal. Penelitian ini menerapkan metode Earned Value Management (EVM) untuk mengevaluasi kinerja proyek berdasarkan data pelaksanaan selama 25 minggu. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek berjalan sesuai jadwal dengan nilai Schedule Performance Index (SPI) sebesar 1,00. Namun, proyek mengalami pembengkakan biaya yang ditunjukkan oleh nilai Cost Performance Index (CPI) sebesar 0,99 dan Cost Variance (CV) sebesar Rp795.356,49. Kurva S memperlihatkan pola pelaksanaan proyek konstruksi yang lambat di awal, meningkat di tengah, dan melambat di akhir. Temuan ini menegaskan pentingnya kemampuan manajerial dalam mengendalikan biaya dan menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan proyek.   Kata kunci: Earned Value Management, Pengendalian Proyek, Kinerja Biaya, Kinerja Waktu     Abstract Housing development is a crucial sector within the construction industry, requiring effective management of time, cost, and quality. The Permata Hijau Project faces risks of delays, cost overruns, and discrepancies between planned and actual work outcomes, necessitating a control system capable of identifying issues early. This study applies the Earned Value Management (EVM) method to evaluate project performance based on 25 weeks of implementation data. The analysis shows that the project is progressing on schedule, indicated by a Schedule Performance Index (SPI) of 1.00. However, cost overruns are evident, with a Cost Performance Index (CPI) of 0.99 and a Cost Variance (CV) of Rp795,356.49. The S-curve illustrates a typical construction pattern, starting slowly, rising sharply in the middle phase, and slowing toward completion. These findings highlight the importance of managerial capability in controlling costs and ensuring alignment between project planning and execution.   Keywords: Earned Value Management, Project Control, Cost Performance, Time Performance
Pengembangan Kreativitas dan Kemampuan Problem Solving melalui Pelatihan Pembuatan Miniatur Jembatan pada Mahasiswa Teknik Sipil Wira Setiawan; Aidha Auliah; M. Deta Zulfikar Rahman; M. Ziaul Fikar
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.4007

Abstract

Pelatihan pembuatan miniatur jembatan hanya menekankan pada pemahaman konsep teoritis, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan tersebut melalui proses perancangan dan pembuatan model struktur. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kreativitas serta kemampuan problem solving dalam menghadapi berbagai tantangan teknis yang muncul selama proses perancangan dan konstruksi miniatur jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pelatihan berbasis pengalaman langsung (hands-on training) terhadap peningkatan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest. Penelitian melibatkan 13 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil sebagai responden yang mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan miniatur jembatan. Melalui desain penelitian ini, peneliti dapat membandingkan tingkat kreativitas dan kemampuan problem solving mahasiswa sebelum dan setelah mengikuti pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa setelah mengikuti pelatihan, dengan nilai signifikansi (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran berbasis praktik memiliki kontribusi positif terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa, baik dari aspek teknis maupun keterampilan berpikir.
Pengendalian Proyek Perumahan Permata Hijau Menggunakan Metode Earned Value isra junna; Risang Setyobudi; muh Apriansyah; M. Ziaul Fikar; M. Deta Zulfikar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1339

Abstract

Abstrak   Pembangunan perumahan merupakan sektor penting dalam industri konstruksi yang menuntut pengelolaan waktu, biaya, dan kualitas secara efektif. Proyek Permata Hijau menghadapi risiko keterlambatan, pembengkakan biaya, dan ketidaksesuaian hasil pekerjaan, sehingga diperlukan sistem pengendalian yang mampu mengidentifikasi masalah sejak awal. Penelitian ini menerapkan metode Earned Value Management (EVM) untuk mengevaluasi kinerja proyek berdasarkan data pelaksanaan selama 25 minggu. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek berjalan sesuai jadwal dengan nilai Schedule Performance Index (SPI) sebesar 1,00. Namun, proyek mengalami pembengkakan biaya yang ditunjukkan oleh nilai Cost Performance Index (CPI) sebesar 0,99 dan Cost Variance (CV) sebesar Rp795.356,49. Kurva S memperlihatkan pola pelaksanaan proyek konstruksi yang lambat di awal, meningkat di tengah, dan melambat di akhir. Temuan ini menegaskan pentingnya kemampuan manajerial dalam mengendalikan biaya dan menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan proyek.   Kata kunci: Earned Value Management, Pengendalian Proyek, Kinerja Biaya, Kinerja Waktu     Abstract Housing development is a crucial sector within the construction industry, requiring effective management of time, cost, and quality. The Permata Hijau Project faces risks of delays, cost overruns, and discrepancies between planned and actual work outcomes, necessitating a control system capable of identifying issues early. This study applies the Earned Value Management (EVM) method to evaluate project performance based on 25 weeks of implementation data. The analysis shows that the project is progressing on schedule, indicated by a Schedule Performance Index (SPI) of 1.00. However, cost overruns are evident, with a Cost Performance Index (CPI) of 0.99 and a Cost Variance (CV) of Rp795,356.49. The S-curve illustrates a typical construction pattern, starting slowly, rising sharply in the middle phase, and slowing toward completion. These findings highlight the importance of managerial capability in controlling costs and ensuring alignment between project planning and execution.   Keywords: Earned Value Management, Project Control, Cost Performance, Time Performance