Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Daya Tahan Simpan Manisan Buah pala (Myristica fragrans H.) pada Variasi Konsentrasi Gula Ditinjau dari Angka Lempeng Total Koloni Kapang dan Khamir Jihan Tangdibendon; Sunarti Cambaba; Ridha Yulyani Wardi
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 6 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologi manisan buah pala yang disimpan pada waktu yang berbeda dan lama daya tahan simpan manisan buah pala berdasarkan kualitas mikrobiologi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sel dan Jaringan Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa kualitas mikrobiologi manisan buah pala yang disimpan pada waktu penyimpanan berbeda semakin menurun seiring bertambahnya waktu penyimpanan. Hal ini berdasarkan nilai ALT (Angka Lempeng Total) yang diperoleh pada waktu penyimpanan yang berbeda. Hari pertama dengan nilai ALT (Angka Lempeng Total) secara berturut-turut dengan variasi gula 100 gram; 5,8 x 10² cfu/ gram, 200 gram; 6, 0 x 10³ cfu/gram, dan 300 gram; 1,9 x 10³ cfu/gram. Pada hari ke-7 diperoleh nilai ALT (Angka Lempeng Total) pada variasi gula 100 gram; 2,47 x 10⁷ cfu/gram, 200 gram; 2,7 x 10⁷ cfu/gram, dan 300 gram; 3 x 10³ cfu/gram. Pada hari ke-14 diperoleh nilai ALT (Angka Lempeng Total) pada variasi gula 100 gram; 4,0 x 10⁵ cfu/gram, 200 gram; 2,93 x 10⁶ cfu/gram dan 300 gram; 1,17 x 10⁷. Adapun lama batas simpan manisan buah pala yakni hanya 1 hari untuk konsentrasi gula 100 gram dan 200 gram, sedangkan konsentrasi 300 gram bertahan selama 7 hari berdasarkan nilai ALT (Angka Lempeng Total) yang telah diperoleh sesuai dengan batas tolerir cemaran menurut SNI 7388:2009 yakni 1 x 10⁵ cfu/gram.
Identifikasi Penyebab Kerusakan Rumput Laut (Eucheuma cottonii) di Desa Lare Lare Kecamatan Bua Kabupaten Luwu Kasma Kasma; Sunarti Cambaba; Ridha Yulyani Wardi; Suhaeni Suhaeni
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 7 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Lare-Lare merupakan salah satu Desa penghasil rumput laut. salah satu jenis rumput laut yang dibudidayakan masyarakat adalah jenis Eucheuma cottonii. kendala yang dihadapi petani rumput laut adalah kerusakan rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kerusakan rumput laut (Eucheuma cottonii) di Desa Lare-Lare Kecamatan Bua Kabupaten Luwu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2024, menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh penyebab kerusakan rumput laut (Eucheuma cottoni) adalah serangan bakteri patogen, epifit dan faktor lingkungan. kondisi lingkungan yang ditemukan berupa salinitas pada kisaran 25-30 ppt, suhu berkisar 32-34 ⁰ C dan pH 8,0- 8,4 dengan tingkat kecerahan berkisar 1,29-2,25 m. penyakit yang menyerang Eucheuma cottonii pada stasiun 1 adalah penyakit ice-ice, stasiun 2 penyakit bulu kucing dan stasiun 3 penyakit ice-ice dan bulu kucing.
Perbandingan Struktur Morfologi dan Anatomi Paku Laut Acrostichum aureum dan Acrostichum speciosum di Pantai Labombo Ananda Oktaviani Jabir; Ridha Yulyani Wardi; Sunarti Cambaba
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan paku merupakan salah satu tumbuhan dengan jenis dan habitat beragam. Jenis tumbuhan paku laut Acrostichum aureum dan Acrostichum speciosum dapat ditemukan di Pantai Labombo Palopo. Penelitian ini mengkaji tentang perbandingan karakter morfologi dan anatomi dua jenis paku laut, yaitu Acrostichum aureum dan Acrostichum speciosum di Pantai Labombo Kota Palopo. Sampel diameter akar, warna akar, jenis akar, diameter batang, tinggi batang, warna batang, ada tidaknya duri, warna rimpang, panjang anak daun, lebar anak daun, jenis daun, tekstur, bentuk ujung dan pangkal anak daun, bentuk tepi anak daun, dan susunan tulang anak daun. Karakter anatomi meliputi karakter stomata, tebal mesofil anak daun, anatomi batang dan akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak daun A. speciosum lebih kecil daripada anak daun A. aureum, serta A. speciosum memiliki duri pada pinggir anak daun dengan batang yang berwarna lebih kuning. Hasil anatomi menunjukkan bahwa A. aureum memiliki stomata yang lebih banyak (kerapatan 317,61) dan memiliki stomata yang lebih panjang (8,19 µm) dibandingkan A. speciosum (kerapatan 205,64 dan Panjang stomata 2,69 µm). Batang tanaman paku memiliki jaringan pembuluh brupa xilem dan floem, demikian pula dengan jaringan pada akar.