Claim Missing Document
Check
Articles

Literasi Sains dalam Konteks Keberlanjutan: Studi Literatur Pendekatan Pembelajaran Inovatif Fadly, Dewiyanti; Setyawan, Dedy
ChemEdu Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v6i2.76335

Abstract

ABSTRAK Abad ke-21 ditandai dengan berbagai tantangan global yang kompleks, termasuk perubahan iklim, kelangkaan sumber daya, dan degradasi lingkungan. Menghadapi kenyataan ini, literasi sains bukan lagi sekadar pemahaman konsep sains murni, tetapi juga kemampuan untuk menerapkan pengetahuan sains dalam pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Esai ini menyajikan tinjauan pustaka mendalam tentang peran literasi sains dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan mengeksplorasi pendekatan pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan literasi sains dalam konteks keberlanjutan. Kajian literatur menunjukkan bahwa pendekatan seperti Isu Sosial-Ilmiah (SSI), Scrum, Pembelajaran Berbasis Inquiri Sosial-Ilmiah (SSIBL), dan proyek presentasi video memiliki potensi signifikan untuk mendorong pemahaman ilmiah yang kontekstual, kritis, dan relevan dengan isu keberlanjutan. Analisis ini menggarisbawahi perlunya perubahan paradigma dalam pendidikan sains, dari penekanan pada menghafal fakta menjadi pengembangan keterampilan literasi ilmiah dan partisipasi aktif dalam solusi berkelanjutan. ABSTRACT The 21st century is characterized by complex global challenges, including climate change, resource scarcity, and environmental degradation. Facing these realities, scientific literacy is no longer just an understanding of pure scientific concepts, but also the ability to apply scientific knowledge in responsible and sustainable decision-making. This essay presents an in-depth literature review of the role of scientific literacy in supporting sustainable development and explores innovative learning approaches that can enhance scientific literacy in the context of sustainability. The literature review suggests that approaches such as Socio-Scientific Issues (SSI), Scrum, Socio-Scientific Inquiry-Based Learning (SSIBL), and video presentation projects have significant potential to foster contextual, critical, and relevant scientific understanding of sustainability issues. This analysis underscores the need for a paradigm shift in science education, from an emphasis on memorizing facts to developing scientific literacy skills and active participation in sustainable solutions. Keywords : Scientific Literacy, Sustainability, Learning Approach, Literature Study.
PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN KELAPA MENJADI MINYAK KELAPA MURNI (VCO) DI DESA TACCORONG KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA Salnus, Subakir; Fadly, Dewiyanti; sugiarti; Yunus, Muhammad; Majid, Ahmad Fudhail
ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Edisi Juni
Publisher : Jurusan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/abdi.v1i2.2537

Abstract

Program penyuluhan dan pendampingan pengolahan hasil perkebunan kelapa menjadi minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil/VCO) dilaksanakan di Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan hasil perkebunan kelapa, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan teori, demonstrasi praktek, dan pendampingan secara intensif dalam seluruh proses produksi VCO, mulai dari pemilihan kelapa, pengolahan, hingga pengemasan produk akhir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta mengenai teknik pengolahan kelapa menjadi VCO. Selain itu, program ini berhasil menciptakan produk VCO berkualitas yang siap dipasarkan, membuka peluang usaha baru, dan memperkuat ekonomi lokal. Keberhasilan program ini diindikasikan dengan tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat serta keberlanjutan produksi VCO setelah pendampingan berakhir. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal di daerah lain.
Penerapan Teknologi Pirolisis Secara Terpadu Dari Pemanfaatan Limbah Kayu di Desa Paccellekang Mohammad Wijaya; Harfiana Abbas, Gusma; Yani, Setyawati; Fadly, Dewiyanti; Puji Cahyani, Vika
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Agustus : NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v5i3.6459

Abstract

Natural resource management in Paccellekang Village, which includes rice paddies, plantations, and teak trees, remains suboptimal despite its significant potential, particularly the abundant wood waste. This wood waste largely originates from agricultural activities, plantations, and small-scale wood processing. Currently, this waste is often simply burned or dumped, potentially polluting the environment and causing air pollution. However, if managed properly, wood waste can be transformed into high-value products that can provide financial benefits to the community. This community service activity aims to empower farmer groups through training in processing wood waste into marketable products such as charcoal, liquid smoke, and wood flour. These products not only have economic value but are also useful in various sectors, for example, liquid smoke as a natural preservative, charcoal as an environmentally friendly fuel, and wood flour as an industrial raw material. The program implementation method uses a structured approach that includes initial observations to identify potential partners and needs, outreach to provide a comprehensive understanding of the program's objectives, and training in wood waste processing technology. Furthermore, intensive mentoring and evaluation of implementation results are provided to ensure program sustainability. The results demonstrated that the farmer group members understood the concept of productive wood waste management and demonstrated high enthusiasm for developing innovative products. This program successfully improved the community's skills in utilizing local resources while reducing the negative impact of waste on the environment. Thus, this activity contributed to increasing community income and supporting sustainable economic development in Paccellekang Village.
Analisis Pengaruh Lingkungan Belajar Sosial Terhadap Motivasi Belajar IPAS Di SMK Putera Bangsa Bulukumba Putriani; Nur Afni Musir; Army Auliah; Dewiyanti Fadly
JAMBURA Elementary Education Journal Vol 6 No 2 (2025): VOLUME 6 NOMOR 2, DESEMBER TAHUN 2025
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jeej.v6i2.4469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan belajar sosial terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di SMK Putera Bangsa Bulukumba. Pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian terdiri atas 56 siswa kelas X, dan sebanyak 26 siswa ditetapkan sebagai sampel melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dan diuji menggunakan uji prasyarat statistik. Hasil uji normalitas Kolmogorov–Smirnov menunjukkan nilai signifikansi 0,158 (> 0,05), sementara uji homogenitas menghasilkan nilai signifikansi 0,597 (> 0,05), sehingga data dinyatakan normal dan homogen. Analisis data menggunakan regresi sederhana menunjukkan nilai R = 0,553 dan R² = 0,306, yang berarti lingkungan belajar sosial memberikan pengaruh sebesar 30,5% terhadap motivasi belajar siswa. Uji F menghasilkan nilai Fhitung = 10,586 dengan signifikansi 0,003 (< 0,05), sehingga pengaruh tersebut dinyatakan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas interaksi social meliputi hubungan antara siswa dengan guru dan teman sebaya berperan penting dalam membangun motivasi belajar pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menyarankan agar sekolah lebih memperkuat iklim sosial yang suportif dan kolaboratif untuk mendorong keterlibatan belajar peserta didik.
Pendidikan Energi Terbarukan Berbasis Keberlanjutan: Tinjauan Literatur terhadap Kurikulum Pendukung SDGs Puji Cahyani, Vika; Fadly, Dewiyanti
Jurnal Teknologi dan Sains Modern Vol. 3 No. 2 (2026): Maret-April
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jtsm.v3i2.737

Abstract

Transisi menuju sistem energi berkelanjutan menjadi tantangan global utama abad ke-21 karena ketergantungan yang masih tinggi terhadap energi fosil berdampak pada perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ketimpangan akses energi. Pendidikan energi terbarukan berbasis keberlanjutan muncul sebagai strategi kunci untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4, SDG 7, dan SDG 13. Meski urgensi pendidikan energi hijau semakin diakui, implementasinya masih terbatas, seringkali bersifat konseptual, terfragmentasi, dan kurang terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis literatur terkait pendidikan energi terbarukan berbasis keberlanjutan, dengan fokus pada pengembangan kurikulum yang mendukung pencapaian SDGs. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) semi-PRISMA dengan analisis komparatif dan sintesis konseptual, meliputi identifikasi, penyaringan, evaluasi kelayakan, ekstraksi data, serta analisis tematik dari artikel penelitian dan kajian literatur relevan. Hasil menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan energi terbarukan secara signifikan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai energi bersih dan keberlanjutan. Pendekatan seperti project-based learning, pembelajaran interaktif, dan sosialisasi edukatif terbukti efektif, namun masih terdapat kesenjangan antara teori dan praktik, terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sintesis konseptual menekankan perlunya kurikulum holistik yang mengintegrasikan dimensi pengetahuan, keterampilan, dan nilai keberlanjutan secara eksplisit, serta mengaitkannya dengan SDGs. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan kurikulum yang lebih kontekstual, interdisipliner, dan aplikatif, mendukung kesiapan generasi muda menghadapi tantangan transisi energi hijau secara berkelanjutan.
Socio-scientific issues pada Pembelajaran Kimia: Sebuah Tinjauan tentang Implementasi dan Dampaknya pada Pemahaman Siswa Fadly, Dewiyanti; Cahyani, Vika Puji
Jurnal Teknologi dan Sains Modern Vol. 3 No. 2 (2026): Maret-April
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jtsm.v3i2.738

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji implementasi pendekatan socio-scientific issues (SSI) dalam pembelajaran kimia serta dampaknya terhadap pemahaman siswa berdasarkan studi literatur dari berbagai hasil penelitian empiris dan kajian sistematis. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui analisis berbagai penelitian terkait penerapan SSI dalam konteks pendidikan kimia. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi SSI mampu meningkatkan pemahaman konsep kimia, literasi kimia, keterampilan berpikir kritis, argumentasi ilmiah, kemampuan pemecahan masalah, serta pengambilan keputusan berbasis bukti. Penerapan SSI juga menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dengan mengaitkan konsep kimia pada isu-isu nyata seperti polusi, energi, keberlanjutan, dan lingkungan, sehingga mendorong keterlibatan siswa secara lebih aktif dan bermakna. Selain itu, efektivitas implementasi SSI semakin kuat ketika dipadukan dengan model pembelajaran aktif seperti inquiry, problem-based learning, dan dukungan teknologi. Namun, beberapa tantangan masih ditemukan, antara lain kesiapan pedagogik guru, keterbatasan bahan ajar berbasis isu, serta kompleksitas pemilihan isu yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Secara keseluruhan, pendekatan SSI berpotensi menjadi kerangka pedagogis yang relevan untuk memperkuat literasi kimia dan membentuk warga negara yang bertanggung jawab terhadap persoalan sosial dan lingkungan di era global.
MODUL KIMIA BERBASIS ETNOSAINS: PEMANFAATAN TRADISI PEWARNAAN KAIN SARUNG SUKU KAJANG SEBAGAI WAHANA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK SMK Nirmawati; Lolo Allo, Eda; Fadly, Dewiyanti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13178

Abstract

This study was designed to produce a chemistry module grounded in an ethnoscience approach, employing the traditional fabric dyeing practice of the Kajang community as a contextual medium for Grade X Fashion Design students at vocational high schools (SMK). The root problem driving this research is the disconnect between general subject groups, particularly science (IPAS) containing chemistry concepts, and productive subject groups within the SMK environment. This condition leads to weak learning motivation among students toward chemistry materials. The study adopts a Research and Development (R&D) paradigm following the 4D development framework consisting of Define, Design, Develop, and Disseminate stages. During development, this module integrates the STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) framework with local Kajang cultural knowledge. Assessment by subject matter expert validators showed a very feasible category, media validators provided a feasible rating, and overall student responses demonstrated highly positive reactions. Module implementation proved capable of boosting learning motivation measured through questionnaire instruments and chemistry concept comprehension assessments. Research findings confirm that involving ethnoscience in vocational chemistry learning through local cultural contexts not only sharpens conceptual mastery but also reinforces students' cultural identity while increasing the relevance of subject matter to their workplace demands
The Effect of Implementation Socio-Scientific Issue Approach in the Context of Controversial Environmental Issues on Students' HOTS (Higher Order Thinking Skills) Army Auliah; Jasri Djangi; Dewiyanti Fadly
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 10 (2024): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i10.8463

Abstract

This research aims to see the influence of the SSI approach in the context of controversial environmental issues on chemistry students' HOTS abilities. The research method used was quasi-experimental with a post-test-only control group design. The research subjects were 26 students in class A of the chemistry education study program as the control class and 21 students in the ICP class of the chemistry education study program as the experimental class. The instruments used are observation sheets and test questions that measure students' HOTS abilities. The results of this study show that the average post-test score of the experimental class using the SSI approach was 80.15, while the average score of the control class was 60.5. The t-test shows that this difference is statistically significant with a p-value of 1.122 x 10-5, well below the 0.05 significance level. Because the p-value obtained is much smaller than 0.05, we can reject the null hypothesis (H0), which states that there is no significant difference between the two groups. These results indicate that the SSI approach in the context of controversial environmental issues has a positive influence on chemistry students' HOTS abilities in electrochemical concepts.
Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi Di Sekolah Alam Le Cendekia Boarding School Halimah Husain; Pince Salempa; Dewiyanti Fadly; Fitra Angrayuni; Nurhidayah Jufri
SMART: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/smart.v6i1.77975

Abstract

Lilin aroma terapi merupakan produk kreatif yang memiliki manfaat relaksasi dan estetika, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Workshop pembuatan lilin aroma terapi ini dilaksanakan oleh tim PKM PPs UNM Program Studi Pendidikan Kimia bekerja sama dengan Sekolah Alam Le Cendekia Boarding School dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan peserta, termasuk siswa, guru, orang tua, mahasiswa, dan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi pemberian modul panduan, praktik langsung pembuatan lilin menggunakan bahan seperti parafin, minyak esensial, dan pewarna, serta pendampingan dalam pembuatan lilin aroma terapi. Workshop ini juga melibatkan peserta penyandang tuna wicara, yang menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk belajar dan berkreasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu membuat lilin aroma terapi secara mandiri, memahami proses produksi, dan menyadari potensi pengembangan produk sebagai peluang usaha kreatif.
Lontara Piezoelectric Paving Block as an Eco-Innovation Project in STEAM-PJBL Green Chemistry Learning: A Systematic Literature Review on Science Literacy and Environmental Awareness A. Muthmainnah; Eda Lolo Allo; Dewiyanti Fadly
SEARCH: Science Education Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026): SEARCH: April 2026
Publisher : IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/search.v4i2.2817

Abstract

The low science literacy of Indonesian students and the lack of environmental awareness remain urgent challenges in 21st-century science education. Indonesia consistently ranks among the lowest in PISA and TIMSS assessments, while environmental degradation from plastic waste and used engine oil continues to escalate. This systematic literature review aims to identify the scientific foundation and potential of developing a Green Chemistry-based STEAM Eco-Innovation Module through Project-Based Learning (PjBL) as an innovative learning framework capable of simultaneously enhancing students' science literacy and environmental awareness at the senior secondary (SMA/SMK) level. The review was conducted through a systematic review of recent peer-reviewed literature, supplemented by additional sources focusing on engineering aspects. Four major findings emerged: (1) the STEAM-PjBL approach is empirically proven to significantly improve science literacy and 21st-century skills; (2) the integration of green chemistry principles into learning modules effectively cultivates environmental awareness; (3) the utilization of PET/HDPE plastic waste, wood sawdust, and used engine oil as paving block raw materials has been experimentally validated, including B3 hazardous waste encapsulation engineering and controlled thermal melting processes; and (4) road-based piezoelectric technology can successfully convert pedestrian kinetic energy into clean electrical energy. The Lontara Piezoelectric Paving Block innovation integrates the local Bugis-Makassar cultural identity (Lontara script) with cutting-edge green eco-innovation technology. Three critical research gaps were identified: the absence of a locally contextualized green chemistry-based STEAM module in Indonesia, the limited integration of waste management and renewable energy harvesting into a single learning module, and the scarcity of studies specifically measuring environmental awareness as an outcome of STEAM-PjBL interventions at the SMA/SMK level.