Articles
BELAJAR DARI RUMAH (BDR) PADA MASA PANDEMI COVID-19
Ni Made Septiari Dewi;
Ni Wayan Mudiasih
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 2 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Oktober 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/pensi.v1i2.874
Pendidikan, merupakan satu bidang terpenting yang wajib dilalui oleh seluruh warga negara Indonesia sesuai dengan usia serta tingkatan yang telah ditentukan. Berkaitan dengan apa yang dirasakan saat ini khususnya pada masa pandemi ataupun yang dikatakan sebagai masa new normal, pendidikan menjadi salah satu hal yang terkena dampak besar dalam pelaksanaannya. Pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan seperti kegiatan belajar mengajar yang seharusnya dilakukan secara konvensional atau tatap muka langsung, saat ini dengan terpaksa dilaksanakan secara daring/online yang disebut sebagai BDR atau belajar dari rumah. Istilah BDR sendiri populer setelah pemerintah mengeluarkan surat edaran mengenai pelaksanaan pendidikan nasional secara daring/online. Pelaksanaan BDR atau sering juga disebut dengan PJJ (pembelajaran jarak jauh) di dunia bukanlah hal yang baru, karena sejatinya setiap orang dapat melaksanakan kegiatan belajar melalui internet kapanpun dan dimanapun. Lain halnya dengan di Indonesia yang secara umum dan turun temurun pendidikan diadakan secara konvensional atau tatap muka langsung di sebuah ruang di lembaga pendidikan. Melalui artikel berjudul “Belajar dari Rumah pada Masa Pandemi Covid-19” ini, akan mengulas mengenai BDR atau belajar dari rumah atau yang sering disebut kelas maupun sekolah daring (online). Tujuan dari penelitian ini yaitu guna mengetahui apa dan bagaimana BDR menurut pandangan para individu yang bekerja atau menggeluti secara khusus di bidang pendidikan yakni tenaga pendidik atau guru utamanya bidang mata pelajaran seni budaya.
PEMBELAJARAN TARI PENDET PEMENDAK PUSPA HREDAYA MENGGUNAKAN METODE PENGUATAN DASAR TARI DI SMP SWASTIKA KAPAL
Ni Putu Ayu Villa Valentina;
Ni Wayan Mudiasih;
Ni Wayan Iriani
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/pensi.v3i1.2081
Penelitian ini membahas tentang Pembelajaran Tari Pendet Pemendak Puspa Hredaya di SMP Swastika Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Pada proses pembelajaran ini menggunakan metode penguatan dasar tari. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dimana sebagian besar data yang diperoleh dideskripsikan berupa kata-kata baik dari data tertulis dalam buku, hasil wawancara, ataupun kejadian dilapangan. Jenis data penelitian ini diperoleh dari dua sumber yaitu primer yang didapatkan langsung dilapangan, dan data sekunder yang merupakan data pendukung berupa buku, jurnal, skripsi, serta data penunjang lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa materi pembelajaran tari Pendet Pemendak Puspa Hredaya di SMP Swastika Kapal mencakup wiraga, wirama, dan wirasa. Proses pembelajaran Tari Pendet Pemendak Puspa Hredaya melalui empat tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan penyampaian, tahapan pelatihan, dan tahapan penampilan.
PEMBELAJARAN TARI CANDRA METU MENGGUNAKAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DI SMA NEGERI 2 DENPASAR
Ni Putu Dian Septiari;
Yulinis Yulinis;
Ni Wayan Mudiasih
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/pensi.v3i1.2131
Penelitian pembelajaran ini bertujuan untuk melestarikan dan mengajarkan kembali tari Candra Metu ciptaan I Nyoman Kaler yang pementasannya sudah jarang ditampilkan, mengakibatkan sedikitnya masyarakat yang mengetahui keberadaan tarian ini. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu efektivitas Cooperative Learning (Pembelajaran Berkelompok) dengan tipe Jigsaw pada peserta didik kelas X ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 2 Denpasar. Berpijak pada alasan tersebut maka dilakukan penelitian pembelajaran ini dengan mengambil topik tari Candra Metu dan Cooperative Learning tipe Jigsaw, dengan menggunakan metode pembelajaran ceramah, tanya jawab, demosntrasi, drill and practice dan modelling the way. Metode-metode tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran tari Candra Metu pada ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 2 Denpasar. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa pada awal pertemuan ekstrakurikuler, tari Candra Metu memiliki kendala yaitu sedikitnya jumlah dokumentasi video mengenai tari Candra Metu. Hal ini berdampak kepada peserta didik yang kesulitan untuk mempelajari tari Candra Metu, maka dari itu peneliti menggunggah video peragaan gerak tari Candra Metu ke platform Youtube untuk memudahkan proses pembelajaran. Selain itu ditemukan juga bahwa peserta didik lebih mudah menyerap materi tari Candra Metu dengan model Cooperative Learning tipe Jigsaw karena mereka bisa dengan bebas berlatih bersama kelompoknya diluar jam ekstrakurikuler dan latihan berkelompok memacu proses pembelajaran secara dinamis dibandingkan dengan pembelajaran tari Candra Metu yang dilakukan secara mandiri dengan metode demonstrasi.
PEMBELAJARAN TARI PUTRI ANGANGSUH DENGAN METODE KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER DI SMA NEGERI 1 TABANAN
Gusti Ayu Agung Trisna Prameswari;
Ni Wayan Mudiasih;
Ni Wayan Suratni
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/pensi.v3i1.2180
Penelitian ini membahas mengenai pembelajaran tari Putri Angangsuh dengan metode Kooperatif tipe Learning Together pada ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 1 Tabanan. Penggunaan metode demonstrasi dan ceramah sebelumnya digunakan pada ekstrakurikuler tari ini membuat peserta didik cenderung pasif. Penyebabnya beberapa peserta didik merasa kurang percaya diri untuk bertanya. Materi tari Putri Angangsuh juga belum pernah dijadikan bahan ajar pada ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 1 Tabanan. Dengan permasalahan tersebut, penulis mengadakan program Asistensi Mengajar mengenai pembelajaran tari Putri Angangsuh dengan metode Kooperatif tipe Learning Together pada ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 1 Tabanan. Metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode Kooperatif tipe Learning Together. Hasilnya menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang diberikan terdiri dari 16 kali pertemuan dengan sistem penilaian berupa penilaian pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Output pembelajaran ini, peserta didik mampu berkontribusi secara aktif dalam pembelajaran, mampu mendemonstrasikan gerak tari Putri Angangsuh secara utuh, serta menumbuhkan sikap toleransi dan kerja sama. Tahapan pembelajaran yang dilaksanakan dibagi menjadi empat tahap yakni, tahap persiapan, penyampaian, latihan, dan penampilan. Capaian pembelajaran yang diraih oleh peserta didik menunjukkan bahwa, sebagian besar peserta didik mendapatkan nilai dengan skala baik dan sangat baik. Capaian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Kooperatif tipe Learning Together pada ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 1 Tabanan telah berjalan baik dan sesuai dengan harapan penulis. Hasil pembelajaran ini memberikan kontribusi bagi peserta didik, mitra, dan mahasiswa asistensi mengajar.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI BEBEK PUTIH JAMBUL DI SANGGAR PARIPURNA BONA GIANYAR
Ni Putu Naomy Febriyani Putri Adiartha;
Ni Ketut Dewi Yulianti;
Ni Wayan Mudiasih
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/pensi.v3i2.2756
Penggunaan video pembelajaran tidak hanya dapat digunakan pada lembaga pendidikan formal saja, tetapi dapat juga digunakan di lembaga pendidikan non-formal salah satunya yaitu sanggar tari. Sanggar Paripurna adalah salah satu sanggar di Bali yang mendidik anak-anak usia dini dalam usaha mengembangkan dan melestarikan budaya Bali. Adapun Tari Bebek Putih Jambul yang diciptakan oleh Dr. Ni Made Ruastiti, SST. M.Si yang dibuat dengan tujuan pengembangan karakter melalui seni budaya bagi anak usia dini. Video pembelajaran ini dibuat dengan tujuan agar anak-anak usia dini dapat belajar Tari Bebek Putih Jambul secara mandiri dan belajar untuk melestarikan kebudayaan Bali sejak dini. Adapun metode penelitian yang penulis gunakan yaitu metode Studi Pustaka, metode Observasi, dan metode Kuesioner. Proses pembuatan video diawali dengan need assessment yaitu mengidentifikasi persoalan-persoalan terkait dengan pembelajaran tari Bebek Putih Jambul di Sanggar Paripurna. Selanjutnya tahap pengembangan, yaitu mengembangkan produk berupa materi tari Bebek Putih Jambul dilengkapi dengan video pembelajaran. Adapun produk yang dihasilkan sebuah media pembelajaran adalah video yang isinya menjelaskan tari Bebek Putih Jambul mencakup filosofi, ragam gerak dan struktur tari, pola lantai, tata rias dan busana, serta video pentas tari Bebek Putih Jambul yang dikemas dalam DVD. Setelah melewati beberapa ujian yaitu uji ahli media, uji ahli seni tari, uji dari guru sanggar, uji perorangan dan kelompok kecil hasilnya cukup memuaskan. Yang dimana mendapatkan nilai 100% dari hasil pengujian sehingga video pembelajaran Tari Bebek Putih Jambul layak untuk dipublikasikan. Artikel ini dibuat dengan tujuan mempersingkat bagian inti dari hasil penelitian skripsi pengembanga video pembelajaran Tari Bebek Putih Jambul.
Construction of Malayan Zapin after Covid-19 Pandemic
Robby Hidajat;
Muhammad ‘Afaf Hasyimy;
Ni Wayan Mudiasih
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Purpose: the research reviews the recent condition of Malayan Zapin dance in various regions in Indonesia, including Palembang, Riau, Banjarmasin, Gresik, and Tarakan. These regions are places where Malayan Zapin dance are redesigned for entertainment. Although the conserver societies are not quite wealthy, their existence is not extinct despite the outbreak of Covid-19 pandemic for two years. The objective of this research is therefore to understand the construction of Zapin dance from Malay ethnic in several conservation regions. Methods: The method of this research is using qualitative descriptive approach. Data concerning Zapin development are collected by conducting virtual interview with key informants through Whatsapp, Zoom and video call. Data analysis procedure involves collecting, sorting, and tabulating the data. Analysis technique is interpretative descriptive. Result and discussion: The results of this research show that (1) Zapin is constructed as the complement to local ethnic dances, (2) Zapin is constructed as the alternative dance material to be taught at school, and (3) Zapin is constructed a creative work. Implication: The authors find that the effort of the conserver societies to develop Zapin dance as a remarkable topic and the development of Zapin dance as a genuine art of Indonesian archipelago are barely studied.
Body Exercise Techniques for Blind Children : A New Design of Basic Balinese Dancing Techniques for Special Categories
Ni Wayan Mudiasih;
Tudhy Putri Apyutea Kandiraras;
Ni Made Pande Suari
Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science Vol. 3 No. 02 (2023): May, Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science
Publisher : Cita Konsultindo Research Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this study was to find a new design for basic Balinese dance techniques for blind children. So far, the basic techniques of Balinese dance are difficult for blind children to learn. In this regard, a new design for the basic technique of Balinese dance has emerged for beginners in a special category. The problems are: 1) how to form a new draught of basic Balinese dance techniques for blind children?; 2) what are the benefits of the new design of basic Balinese dance techniques in a special category for blind children?. This new design of basic Balinese dance techniques for blind children was researched using the R&D method. All data was obtained through field studies and literature studies on blind children. All data were analysed qualitatively using aesthetic theory and deconstruction theory from the perspective of art studies. The design of basic Balinese dance techniques for beginners for this special category was constructed after basic research was completed with the help of deconstruction theory. The results of the study show that : 1) the new design of the basic techniques of Balinese dancing for beginners is a body exercise technique for blind children; and 2) the benefits of the new design of the basic Balinese dancing techniques can train breathing, balance, and flexibility of joint muscles to strengthen stamina, memory, and movement power of blind children in Balinese dancing.
PEMBELAJARAN TARI PRAWIRENG PUTRI DENGAN MODEL KOOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW DI SMPN 4 PETANG
Wulandari, Ni Nyoman Arnis;
Mudiasih, Ni Wayan;
Widyarto, Rinto
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3062
Asistensi Mengajar merupakan salah satu bagian program Merdeka Belajar Kampus Merdeka bertujuan mendorong mahasiswa mampu menguasai berbagai keilmuan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Asistensi mengajar ini dengan materi pembelajaran tari Kreasi Prawireng Putri menggunakan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw pada kelas IX di SMP Negeri 4 Petang. Masalah yang dirumuskan berupa konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian hasil pembelajaran dan kontribusi pembelajaran. Model pembelajaran dengan Kooperatif Learning tipe Jigsaw yang dipadukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Konsep pembelajaran dipersiapkan dengan materi mengenai pengertian tari kreasi, jenis tari kreasi, unsur pendukung tari dan memperagakan gerak tari kreasi dengan menggunakan unsur pendukung. Adapun tahapan pembelajaran sesuai keterampilan mengajar, yaitu tahap persiapan, tahap penyampaian, tahap pelatihan dan tahap penampilan hasil. Sedangkan hasil pembelajaran dengan penerapan sistem penilaian wiraga, wirama, wirasa. Wiraga (raga atau tubuh), proses penilaian pada gerak kepala sampai kaki hingga ketepatan gerak. Wirama (ritme atau tempo) dalam pembelajaran tari, mengenal pula adanya tempo, yakni ketika menari tubuh penari wajib menguasai ritme atau tempo. Kesesuaian gerak dengan ritme dan ketepatan gerak dengan hitungan yang dinilai. Selanjutnya wirasa (perasaan yang diekspresikan lewat mimik wajah), yang dinilai mengenai penghayatan dalam menari dan keserasian antara gerak dengan ekspresi. Hasil penilaian bahwa, peserta didik sudah mampu memahami dan melakukan tari Kreasi tersebut. Peserta didik bertambah wawasannya mengenai tari Prawireng Putri tentang keperwiraan prajurit Wanita. Kontribusi pembelajaran Asistensi Mengajar ini memberikan kesempatan mahasiswa dapat memberikan kontribusi baik bagi peserta didik dan bagi sekolah memiliki kader seni siswa yang mampu dibanggakan dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya.
Pembelajaran Legong Kuntir Berbasis E-Book
Ni Wayan Mudiasih;
Rinto Widyarto
PANGGUNG Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi
Publisher : LP2M ISBI Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26742/panggung.v31i4.1910
Pulau Bali yang kuat dengan adat, tradisi, budaya dan spritualitas leluhur, menjunjung tinggi nilai agama Hindu. Masyarakatnya penuh berkesenian dengan perbendaharaan seni yang tinggi, terbukti berbagai macam jenis tarian ada di Bali, seperti ragam tari Legong (Lasem, Jobog, Nandir, Legod Bawa dan Kuntir). Dalam pembelajaran tari diperlukan berbagai pendekatan, metode, dan media agar peserta didik mudah memahami materi dengan baik. Setelah pembelajaran peserta didik terstimulus menjadi lebih tertarik, aktif dan kreatif serta menyenangkan Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Reseacrh and Development (R&D) dengan model pengembangan prosedural. Tari Legong Kuntir Berbasis E-Book dapat dimanfaatkan guru sebagai media pembelajaran dan dimanfaatkan sebagai bahan belajar oleh peserta didik di SMK Negeri 3 Sukawati khususnya pada pmebelajaran tari Legong Kuntir.Kata kunci: E-Book, Metode, Tari Legong Kuntir
PEMBELAJARAN TARI PUSPAWRESTI, MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW DI SMP N 3 ABIANSEMAL
Dharmayanti, Ni Komang Astiti;
Mudiasih, Ni Wayan;
Iriani, Ni Wayan
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4525
Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat dengan tujuan meningkatkan kompetensi lulusan. Salah satu program MBKM yaitu Asistensi Mengajar. Asistensi Mengajar membahas mengenai pembelajaran Tari Puspawresti dengan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw di SMP Negeri 3 Abiansemal. Perumusan masalahnya berupa konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian hasil pembelajaran dan kontribusi pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan model pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Jigsaw dikombinasikan dengan metode ceramah, demonstrasi, penugasan dan tanya jawab. Materi yang dibahas mengenai pengertian, jenis-jenis, keunikan tari kreasi serta mempraktikkan Tari Puspawresti secara berkelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang diberikan terdiri dari 14 kali pertemuan dengan sistem penilaian berupa penilaian pengetahuan dan keterampilan. Output dari kegiatan pembelajaran yaitu peserta didik mampu berkontribusi secara aktif dalam pembelajaran, serta meningkatkan sikap toleransi dan kerjasama. Tahapan pembelajaran yang dilaksanakan dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap persiapan, tahap penyampaian, tahap latihan dan tahap penampilan. Capaian pembelajaran yang diraih oleh peserta didik menunjukkan bahwa Sebagian besar peserta didik mendapatkan nilai dengan skala baik dan sangat baik. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw pada kelas IX di SMP Negeri 3 Abiansemal telah berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan penulis. Hasil kegiatan ini memberikan kontribusi bagi peserta didik, mitra dan penulis.