Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

NILAI ESTETIK MUSIK DALAM DRAMA TARI KESEMPATAN KEDUA Sumerjana, Ketut; Mudiasih, Ni Wayan; Pramanasari, Ni Kadek Diah
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik dan tarian telah lama menjadi bagian integral dari tradisi seni pertunjukan, di mana mereka saling mendukung dalam menciptakan pengalaman estetika yang imersif bagi penonton. Dalam drama tari Second Chance, musik tidak hanya berfungsi sebagai pengiring tetapi juga sebagai elemen yang memperkuat narasi dan emosi dalam cerita. Drama ini menggambarkan perjalanan seorang individu yang menghadapi tantangan hidup, mencari penebusan, dan meraih peluang baru. Musik memainkan peran penting dalam menggambarkan perubahan suasana hati karakter, serta dalam mengangkat tema pengampunan dan harapan. Nilai estetika musik dalam pertunjukan ini terletak pada harmoni antara melodi, ritme, dan dinamika suara, yang dipadukan dengan gerak tubuh para penari. Seni Pertunjukan Estetika, musik tidak hanya menjadi pengiring, tetapi juga membentuk makna dalam sebuah karya seni. Musik dapat membangkitkan perasaan dan menciptakan ikatan emosional yang mendalam antara penari, musik, dan penonton. Dalam konteks ini, musik memperkaya narasi dan pengalaman emosional dari drama tari Second Chance, memperkuat makna dan dampak emosional dari pertunjukan.
Pembinaan Pemandu Wisata Berbahasa Inggris dan Pelatihan Drama Tari Dewa Mesraman dalam Upaya Mengembangkan Wisata Budaya Desa Paksebali Ni Ketut Dewi Yulianti; Ni Wayan Mudiasih; Ni Wayan Suratni; Komang Wahyu Dinata
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v1i2.29

Abstract

Community Service (PKM) is one of the three dharmas in the Tridharma of Higher Education which is tasked with making the life of the nation and state intelligent and advancing the welfare of society by utilizing educational knowledge in addition to the dharma of research and the dharma of education and teaching. Based on this, ISI Denpasar in 2023 will carry out PKM activities in Paksebali village, Klungkung Regency with the activity title "Developing English Speaking Tour Guides and the Dewa Mesraman Dance Drama in Efforts to Develop Paksebali Village Culture in Klungkung Regency". The method of implementing activities in PKM is carried out in three stages, namely: planning, implementation and evaluation. The purpose of this article is to discuss the process of Paksebali village PKM activities and the outcomes achieved in these activities. This PKM activity produced an English speaking tour guide and the Dewa Mesraman dance drama which was made into a video recording and published on YouTube.
CHARACTER EDUCATION IN DANCE DRAMA ‘SECOND CHANCE’ Ni Wayan Mudiasih; I Ketut Sumerjana; Kadek Diah Pramanasari
International Journal of Social Science Vol. 4 No. 6: April 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/ijss.v4i6.10288

Abstract

The dance drama ‘Second Chance’ is a work adapted from the Srimad Bhagavatam book which tells the story of Ajamila, a man who initially lived in virtue but then fell into a life full of sin before finally finding a way to redemption. This dance drama not only presents a spiritual story, but also contains deep character education values. This paper aims to analyze how the elements in the dance drama ‘Second Chance’ depict the principles of character education, including regret, repentance, and behavioral change. In addition, this study also attempts to identify the values ​​of character education and moral messages contained in the dance drama. Through a qualitative approach with text analysis and direct observation, this paper shows how the dance drama ‘Second Chance’ can function as an effective tool in teaching character values ​​to the audience. The results of this paper show that the dance drama "Second Chance" depicts the principles of character education through elements such as personal change, love, regret, forgiveness, prayer, conflict, and integrity. The values ​​of character education contained include religious, honesty, responsibility, tolerance, as well as being friendly and communicative. This drama also conveys a moral message that everyone has the opportunity to change and correct mistakes.
Pembelajaran Legong Kuntir Berbasis E-Book Mudiasih, Ni Wayan; Widyarto, Rinto
PANGGUNG Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i4.1910

Abstract

Pulau Bali yang kuat dengan adat, tradisi, budaya dan spritualitas leluhur, menjunjung tinggi nilai agama Hindu. Masyarakatnya penuh berkesenian dengan perbendaharaan seni yang tinggi, terbukti berbagai macam jenis tarian ada di Bali, seperti ragam tari Legong (Lasem, Jobog, Nandir, Legod Bawa dan Kuntir). Dalam pembelajaran tari diperlukan berbagai pendekatan, metode, dan media agar peserta didik mudah memahami materi dengan baik. Setelah pembelajaran peserta didik terstimulus menjadi lebih tertarik, aktif dan kreatif serta menyenangkan Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Reseacrh and Development (R&D) dengan model pengembangan prosedural. Tari Legong Kuntir Berbasis E-Book dapat dimanfaatkan guru sebagai media pembelajaran dan dimanfaatkan sebagai bahan belajar oleh peserta didik di SMK Negeri 3 Sukawati khususnya pada pmebelajaran tari Legong Kuntir.Kata kunci: E-Book, Metode, Tari Legong Kuntir
PEMBELAJARAN TARI BARIS AKSARA PITU, DI BANJAR KERTHA PASCIMA, DESA ADAT TANJUNG BENOA, KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG Suwedana, I Kadek Mejon; Mudiasih, Ni Wayan; Putra, I Gede Gunadi
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 2 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - September 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i2.1821

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pembelajaran tari Baris Aksara Pitu di Banjar Kertha Pascima, Desa Adat Tanjung, Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Dalam pelatihan pembelajaran tari Baris Aksara Pitu guna meningkatkan generasi baru yang mampu meneruskan tari Wali yang ada pada Banjar Kertha Pascima, selain itu peserta didik dikenalkan dengan karakteristik tari Baris Aksara Pitu. Banjar Kertha Pascima merupakan lokasi pembelajaran yang dilaksanakan, posisi Banjar Kertha Pascima berada pada bagian barat balai Desa Adat Tanjung Benoa. Berdasarkan latar belakang penelitian, maka rumusan masalah yang dapat dirumuskan diantaranya, mengenai karakteristik tari Baris Aksara Pitu di Banjar Kertha Pascima, Desa Adat Tanjung, Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, proses pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran tari Baris Aksara Pitu tersebut. Metode yang digunakan dalam pembelajaran tari Baris Aksara Pitu merupakan metode Drill metode ini yang mendukung dalam pelaksanaan pembelajaran dikarenakan metode pembelajaran Drill tersebut atau latihan berulang ulang merupakan serangkaian latihan praktek yang dilakukan oleh peserta didik. Selain itu adapun metode yang digunakan sebagai teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, teknik analisis data, serta teknik penyajian hasil analisis penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan metode Drill atau latihan berulang-ulang dengan metode demonstrasi, ceramah dengan metode tersebut pembelajaran berjalan dengan efektif. Dalam penilaian adapun nilai yang diperoleh peserta didik dari wiraga, wirama, dan wirasa juga baik dan memuaskan. Adapun faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal, meliputi faktor jasmaniah dan faktor psikologi yang terdiri dari tingkat kecerdasan, sikap, minat, bakat, dan motivasi peserta didik. Sedangkan pada faktor eksternal, meliputi faktor guru, faktor sarana, dan prasarana, serta faktor situasi dan kondisi.
PEMBELAJARAN TARI PRAWIRENG PUTRI DENGAN MODEL KOOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW DI SMPN 4 PETANG Wulandari, Ni Nyoman Arnis; Mudiasih, Ni Wayan; Widyarto, Rinto
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3062

Abstract

Asistensi Mengajar merupakan salah satu bagian program Merdeka Belajar Kampus Merdeka bertujuan mendorong mahasiswa mampu menguasai berbagai keilmuan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Asistensi mengajar ini dengan materi pembelajaran tari Kreasi Prawireng Putri menggunakan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw pada kelas IX di SMP Negeri 4 Petang. Masalah yang dirumuskan berupa konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian hasil pembelajaran dan kontribusi pembelajaran. Model pembelajaran dengan Kooperatif Learning tipe Jigsaw yang dipadukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Konsep pembelajaran dipersiapkan dengan materi mengenai pengertian tari kreasi, jenis tari kreasi, unsur pendukung tari dan memperagakan gerak tari kreasi dengan menggunakan unsur pendukung. Adapun tahapan pembelajaran sesuai keterampilan mengajar, yaitu tahap persiapan, tahap penyampaian, tahap pelatihan dan tahap penampilan hasil. Sedangkan hasil pembelajaran dengan penerapan sistem penilaian wiraga, wirama, wirasa. Wiraga (raga atau tubuh), proses penilaian pada gerak kepala sampai kaki hingga ketepatan gerak. Wirama (ritme atau tempo) dalam pembelajaran tari, mengenal pula adanya tempo, yakni ketika menari tubuh penari wajib menguasai ritme atau tempo. Kesesuaian gerak dengan ritme dan ketepatan gerak dengan hitungan yang dinilai. Selanjutnya wirasa (perasaan yang diekspresikan lewat mimik wajah), yang dinilai mengenai penghayatan dalam menari dan keserasian antara gerak dengan ekspresi. Hasil penilaian bahwa, peserta didik sudah mampu memahami dan melakukan tari Kreasi tersebut. Peserta didik bertambah wawasannya mengenai tari Prawireng Putri tentang keperwiraan prajurit Wanita. Kontribusi pembelajaran Asistensi Mengajar ini memberikan kesempatan mahasiswa dapat memberikan kontribusi baik bagi peserta didik dan bagi sekolah memiliki kader seni siswa yang mampu dibanggakan dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya.
PEMBELAJARAN TARI PUSPAWRESTI, MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW DI SMP N 3 ABIANSEMAL Dharmayanti, Ni Komang Astiti; Mudiasih, Ni Wayan; Iriani, Ni Wayan
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4525

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat dengan tujuan meningkatkan kompetensi lulusan. Salah satu program MBKM yaitu Asistensi Mengajar. Asistensi Mengajar membahas mengenai pembelajaran Tari Puspawresti dengan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw di SMP Negeri 3 Abiansemal. Perumusan masalahnya berupa konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian hasil pembelajaran dan kontribusi pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan model pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Jigsaw dikombinasikan dengan metode ceramah, demonstrasi, penugasan dan tanya jawab. Materi yang dibahas mengenai pengertian, jenis-jenis, keunikan tari kreasi serta mempraktikkan Tari Puspawresti secara berkelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang diberikan terdiri dari 14 kali pertemuan dengan sistem penilaian berupa penilaian pengetahuan dan keterampilan. Output dari kegiatan pembelajaran yaitu peserta didik mampu berkontribusi secara aktif dalam pembelajaran, serta meningkatkan sikap toleransi dan kerjasama. Tahapan pembelajaran yang dilaksanakan dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap persiapan, tahap penyampaian, tahap latihan dan tahap penampilan. Capaian pembelajaran yang diraih oleh peserta didik menunjukkan bahwa Sebagian besar peserta didik mendapatkan nilai dengan skala baik dan sangat baik. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw pada kelas IX di SMP Negeri 3 Abiansemal telah berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan penulis. Hasil kegiatan ini memberikan kontribusi bagi peserta didik, mitra dan penulis.