Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS IMPLIKASI STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) PADA RPP MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA N KOTA PAYAKUMBUH Sri Rahma Dewi Rahma Dewi; Ernawati .; Surtani .
JURNAL BUANA Vol 2 No 4 (2018)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v2i4.221

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui implikasi SKL pada RPP mata pelajaran Geografi dalam dimensi pengetahuan yang terdiri dari pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif di SMA N Kota Payakumbuh. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, informan penelitian adalah guru, wakil kurikulum dan siswa kelas X IPS SMA Negeri Kota Payakumbuh berjumlah 27 orang. Menentukan informan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Teknik keabsahan data dengan menggunakan tringulasi. Penelitian menghasilkan Implikasi pada: 1) dimensi pengetahuan faktual umumnya sudah ada pada RPP guru. Namun guru SMA 1 Kota Payakumbuh tidak menuliskan pada RPP karena tidak sempat membuat RPP merevisi RPP sebelumnya, tetapi dalam pelaksanaan pembelajaran disampaikan. 2) Dimensi pengetahuan konseptual secara umum telah tercantum pada RPP. Tetapi pengetahuan klasifikasi dan kategori serta prinsip dan generalisasi tidak ada karena guru kurang paham. Namun dalam pembelajaran guru sudah semakin dekat dengan ujian semester. 4) Dimensi pengetahuan metakognitif sebagian guru sudah menuliskan dalam RPP. Dua guru lainya tidak, karena belum paham penggunaan pengetahuan metakognitif dalam. Kata Kunci: Standar Kompetensi Lulusan, RPP, Mata Pelajaran Geografi The purpose of this research was to find out the implikation of SKL on RPP in Geography subject in the dimention of knowledge that consist of factual knowledge, conceptual, procedural, and metacognitive at SMA N Payakumbuh City. Design of this research was qualitative study. The informants of the research were teacher, assistant principal of curriculum, and students of X IPS class SMA N Payakumbuh city total 27informants.the informants were determined by using purposive sampling. The technique of data analiysis was data reduction, data display, and data verification. The technique of validity used tringulation. The result showed that: 1)The dimention of factual knowledge was generaly already in the RPP. However the teachers at SMA N 1 Payakumbuh City did not have time to revise the previous RPP but it has been implemented in learning process. 2)the dimention of conceptual knowledge was generally already in the RPP, but classification knowledge, categories principles and generalitations did not exist because the teacher did not understand. 3) the dimention of procedural knowledge was not in the RPP, exept the teacher at SMA N 2 Payakumbuh City, because the material was difficult to observe and experiment, and also the research did not have enough time. 4) some of the teachers have written the dimention of metacognitive knowedge in the RPP. Two other teachers did not becausenot understood the usd of metacognitive knowledge in making RPP. Key Word: Graduate Competence Standard, RPP, Geography Subject
Studi tentang minat terhadap profesi guru geografi pada mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang Reski Maiwella Riani; Surtani .; nofrion .
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i1.279

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya minat menjadi guru geografi pada mahasiswa dan alumni pendidikan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat terhadap profesi guru geografi pada mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi dan Mengetahui apa Faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan angket dan lembar observasi sebagai alat pengumpulan data. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa tahun masuk 2015, 2016, 2017 dan 2018 Prodi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Padang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan: 1) persentase minat pada mahasiswa pendidikan geografi sebesar 79% yang artinya rata-rata mahasiswa memiliki minat terhadap profesi guru geografi 2) faktor internal dan faktor eksternal mempengaruhi minat mahasiswa terhadap profesi guru, dengan persentase faktor internal 55% dan faktor eksternal 54%.
dampak keberadaan minimarket franchise terhadap usaha pedagang kelontong di kecamatan jambi timur kota jambi (studi kasus di kelurahan talang banjar, kelurahan tanjung sari dan kelurahan tanjung pinang) vivi yulanda ajizah; Surtani .; ahyuni .
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i1.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan melihat perbandingan pendapatan pedagang kelontong sebelum dan sesudah berdirinya minimarket dan untuk mengetahui dan melihat dampak jarak berdirinya minimarket terhadap pendapatan pedagang kelontong di Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada Kelurahan Talang Banjar, Kelurahan Tanjung Sari dan Kelurahan Tanjung Pinang. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Sumber data penelitian merupakan data primer dan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan uji hipotesis yaitu T-test, ANOVA, dan Chi Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata pendapatan pedagang kelontong sebelum adanya minimarket franchise sebesar Rp 7.950.000 per bulan, tetapi setelah adanya minimarket franchise maka rata-rata pendapatan pedagang kelontong turun menjadi Rp 4.240.000 per bulan. Dan didapatkan nilai p value 0,000 pada pendapatan pedagang kelontong sebelum dan sesudah berdirinya minimarket, yang menunjukkan bahwa p value < 0,05., yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan atas adanya minimarket franchise terhadap pendapatan pedagang toko kelontong. (2) Berdasarkan uji Anova dalam penelitian ini menunjukkan terdapat dampak jarak berdirinya minimarket franchise menurunkan pendapatan penjualan pedagang toko kelontong yaitu dengan nilai F 0,000 < 0,05 yang berarti Ha diterima. Berdasarkan uji beda dan Anova menunjukkan adanya dampak jarak berdirinya minimarket Franchise terhadap pendapatan pedagang kelontong.
Faktor-Faktor Penyebab Pedagang Bertahan Di Pasar Lama Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Widya Rahmawati; Surtani .; fitriana Syahar
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i1.324

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang faktor-faktor penyebab pedagang bertahan di pasar lama Kecamatan Lubuk Alung serta sikap pedagang dan pembeli terhadap pasar baru yang telah dibangun. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor-faktor penyebab pedagang bertahan di pasar lama Kecamatan Lubuk Alung adalah 1) Faktor langsung yang mepengaruhi adalah (a) Lokasi pasar yang dekat dengan rumah pedagang dan pembeli dengan jarak tempuh rata-rata kurang dari 3 Km. (b) Transportasi yang dapat digunakan untuk sampai ke pasar lama kendaraan umum dan pribadi. (c) Harga sewa kios yang terjangkau Rp 500.000 – Rp 1.500.000 pertahun (d) Rata-rata pendapatan pedagang berkisar Rp 500.000 – Rp 1.000.000 perhari dengan keuntungan Rp 250.000 – Rp 500.000 perhari. Sedangkan faktor tidak langsung yang mempengaruhi yaitu (a) Kebijakan, tidak ada ketegasan pengelola pasar secara resmi untuk memindahkan pedagang dari pasar lama kepasar baru. (b) Hubungan sosial kemasyarakatan pedagang dengan lingkungan sudah terjalin dengan baik, dibuktikan dengan adanya ikatan antar pedagang yaitu IKAPILA (Ikatan Pedagang Pasar Lubuk Alung. 2) Sikap pedagang dan pembeli terhadap pasar baru umumnya tidak setuju, karena status penempatan pedagang di pasar baru belum jelas, pedagang sudah merasa nyaman di pasar lama rata-rata mereka berdagang sudah bertahun-tahun, biaya sewa yang mahal, alasan lainnya jarak dari terminal angkot ke pasar baru cukup jauh kurang lebih 200 meter. Hanya sebagian kecil responden dari pasar lama yang menyatakan setuju, karena dipandang pasar baru kebih teratur, jalannya lebih besar dan sudah diaspal. Kata Kunci : Sikap pedagang, pasar lama. Abstarct This study aims to find out about the factors that cause traders to survive in the old market Lubuk Alung District and the attitude of traders and buyers to new markets that have been built. This type of research is qualitative research. The results of the study found that the factors that caused traders to survive in the old market of Lubuk Alung Subdistrict were 1) Direct influencing factors were (a) Market location close to the homes of traders and buyers with an average distance of less than 3 Km. (b) Transportation that can be used to get to the old market of public and private vehicles. (c) Affordable kiosk rental prices of IDR 500,000 - IDR 1,500,000 per year (d) The average income of traders ranges from IDR 500,000 - IDR 1,000,000 per day with a profit of IDR 250,000 - IDR 500,000 per day. Whereas indirect factors that influence are (a) Policies, there is no official firmness of market managers to move traders from old markets to new markets. (b) Community social relations with traders and the environment have been well established, as evidenced by the bond between traders, namely IKAPILA (Lubuk Alung Market Trader Association. 2) The attitude of traders and buyers to new markets generally does not agree, because the placement status of traders in new markets has not clearly, traders already feel comfortable in the old market, on average they trade for years, expensive rental costs, other reasons the distance from the angkot terminal to the new market is quite far about 200 meters. Only a small number of respondents from the old market stated that they agreed, because it was seen by the new market to be more orderly, the road was bigger and already paved. Keywords: Attitudes of traders, old markets.
Pola Konsumsi Masyarakat Miskin di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau Sartini Sartini; surtani surtani; Fitriana Syahar
JURNAL BUANA Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i4.469

Abstract

ABSTRACT This research aimed to determine consumption patterns of the poor people in Pangkalan Kuras Subdistrict, Pelalawan Regency, Riau Province. The type of this research is descriptive with quantitative approach. The population in this research are all poor families who live in Pangkalan Kuras subdistrict are which amounted to 2.558 families. The sample was determined using the Slovin formula so that obtained to 97 families. The result showed that the food consumption patterns of the poor people in Pangkalan Kuras sub-district larger than the consumption pattern of non food..proportion to the pattern of food consumption is 55.37% or Rp 1,520,370, while the consumption pattern of non food is 44.63% or Rp 1,225,492. Keywords : consumption patterns, poor people, food consumption
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI LINTAS MINAT DI SMA NEGERI 4 PADANG Huri Eka Putri; surtani surtani
JURNAL BUANA Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i4.522

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui sikap, pengetahuan peserta didik tentang wawasan Geografis dan keterampilan peserta didik lintas minat Geografi di SMA Negeri 4 Padang,(2) Mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran lintas minat geografi di SMA Negeri 4 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskiptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari (a) seluruh peserta didik dan guru yang mengajar kelas lintas minat geografi di SMA Negeri 4 Padang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling maka sampel pada penelitian ini adalah kelas XI MIPA 1 dan satu guru yang mengajar. Teknik analisis yang digunakan yaitu instrumen tes dan wawancara. Penelitian ini menemukan bahwa: (1) Rata-rata nilai sikap kelas lintas minat Geografi di SMA Negeri 4 Padang sudah menunjukan kategori baik dan nilai keterampilan juga telah pada kategori amat baik. Sedangkan pada nilai pengetahuan rata-rata peserta didik lintas minat geografi masih pada kategori hampir cukup. (2) Proses pelaksanaan pembelajaran yang paling berpengaruh pada kelas lintas minat geografi adalah cara guru menyajikan materi pembelajaran dan metode mengajar guru.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RENCANA PENDIRIAN PERTAMBANGAN TIMAH HITAM (Pb) DI HULU SUNGAI AEK LATONG KECAMATAN SIABU KABUPATEN MANDAILING NATAL SUMATERA UTARA Mardana Hasian; surtani surtani
JURNAL BUANA Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i4.543

Abstract

The purpose of this research was to describe the perceptions of the people of Lumban Dolok, Sinonoan and Tangga Bosi I about planning the establishment of plumbum mining (Pb) in the upstream of the Aek Latong River, Siabu District, Mandailing Natal Regency, North Sumatra. This research used quantitative descriptive methods. The population in this study were all family heads (KK) in Siabu District. The proportional random sampling technique was used to determine the samples. Analysis and measurement techniques used percentage techniques and Likert scale. While the data used is the number of house hold (KK). This study found those: 1) Society tended to be classified as less agree or 18 KK (39.44%), 2) The second highest number of society perceptions is the category that is quite agree, which is 17 KK (23.94%), 3) There are 15 KK (21.13%) categorized as agree about planning the establishment of plumbum mining (Pb), 4) The people who choose as strongly agree are 10 KK (14.08%). (5) There is only 1 KK (1.41%) who do disagree with the planned establishment of mining in the upstream of Aek Latong River.
KONDISI SOSIAL EKONOMI PEKERJA PADA PABRIK PT. KEMILAU PERMATA SAWIT DI KENAGARIAN TALANG KUBU TAPAN, KECAMATAN RANAH AMPEK HULU, KABUPATEN PESISIR SELATAN reza okta yandra; surtani surtani
JURNAL BUANA Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i4.562

Abstract

this study aims to determine the conditions of household consumption, living conditions, health conditions, educational conditions and income conditions. This type of research is quantitative descriptive. The population and sample in this study were 51 workers. Sampling uses the proportional random sampling technique. Data collection techniques through questionnaires, observation, and documentation. The data analysis technique using descriptive statistical analysis is the percentage formula put forward by the data. The results of this study indicate that the socio-economic conditions of workers at the PT. Kemilau Permata Palm Factory in Nagari are already good, because they are able to provide all food and non-food needs. minimum area is 47.1%, health conditions are good, if you suffer from minor illness, 80.40% go to a health center, and if severe illness is treated as much as 94.12% at the hospital, the condition of education mostly already covers high school level, and income workers ranged from Rp.2,600,000-Rp.3,500,000 which was 43.14% of all respondents.
pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar oleh guru geografi di sma negeri 3 kota padang panjang jamila marito; Surtani Surtani
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i6.711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar oleh guru geografi di SMAN 3 Kota Padang Panjang pada pembelajaran kelas XI semester I tentang ketersediaan dan relevansinya dengan KD kelas XI semester I, pemanfataan lingkungan alam sebagai sumber belajar dalam pembelajaran geografi kelas XI semester I, hambatan dan upaya guru geografi kedepannya dalam memanfaatkan lingkungan alam sebagai sumber belajar pada kelas XI semester I. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah guru geografi SMAN Kota Padang Panjang, yang menggunakan KTSP. Jumlah informan diperoleh 2 orang guru geografi kelas XI dan informan pelengkap. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, analisis dokumentasi dan observasi. Peneliti menemukan bahwa : Pemanfaatan Lingkungan Alam Sebagai Sumber Belajar oleh Guru Geografi Kelas XI semester I di SMA Negeri Kota Padang Panjang Pada KD 1.1 Siswa mampu menjelaskan fenomena biosfer, 1.2 Siswa mampu menganalisis sebaran hewan dan tumbuhan, 2.1 Siswa mampu menjelaskan pengertian Sumber Daya Alam, 2.2 Siswa mampu mengidentifikasi jenis-jenis Sumber Daya Alam, 2.3 Siswa mampu menjelaskan pemanfaatan sumber daya alam secara arif adalah sebagai berikut : (1) pada aspek ketersediaan lingkungan alam pada lapisan biosfer sebagai sumber belajar berupa lembah anai, batang anai, bukit-bukit, hutan, tumbuhan, tanah, hewan, energy, matahari, dan angin relevan dengan KD kelas XI semester I; (2) Pada aspek pemanfaatan, bentuk pemanfaatan lingkungan alam yang tersedia disekitar wilayah Kota Padang Panjang belum dimanfaatkan oleh guru geografi kelas XI semester I; (3) Pada aspek hambatan, bentuk hambatan berupa terbatasnya waktu jam pelajaran, akses, izin dari orang tua, rekan kerja dalam membantu untuk mengkoordinir siswa ; (4) Pada aspek upaya kedepannya dalam pemanfaatan lingkungan alam oleh guru geografi kelas XI semester I berupa memprogramkan pembelajaran diluar sekolah pada waktu libur diluar PBM dan membuat siswa aktif dalam pembelajaran dengan pemberian system reward.
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IIS SMAN 1 BANDAR SEIKIJANG KABUPATEN PELALAWAN Medysa Gevri Rahmah; Surtani Surtani
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i6.796

Abstract

The study aimed to the identify the independence of learning outcomes geography XII IIS in SMAN 1 Bandar Seikijang, 2013 curriculum based on the assement. The methodology used in thi study is the method in the form of descriptive quantitative correlational analysis. Sample obtained by using techniques proportional random sampling the proportion of as many as 60%, 56 students class XII IIS SMAN 1 Bandar Seikijang. Data collection is done by the provision of the survey. Data analysis was conducted using aid program SPSS IBM version 19.0 of analysis descriptive analysis used, that is the test of normality linearity. Based on the research reached the conclusion that is the positive and significant independence between learning and learning outcomes geography. Big the influence of independence of learning for learning outcomes geography of 88,3 % and another variable of 17%.