Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pelaksanaan Program MAMA-PAPA Menanam Malapari–Panen Porang: Misi Kolaboratif untuk Pemberdayaan dan Keberlanjutan di Lembata, NTT Bala Tifaona , Alexander Benedictus; Zefanya, Anastasia; Johnson Kennedy, Posma Sariguna; W.Nomleni, Anton Petrus; Busono , Bibin
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 8 No 3 November 2024
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v8i3.4108

Abstract

Program MAMA-PAPA (Menanam Malapari – Panen Porang) di Lembata, NTT, bertujuan mengembangkan pertanian Malapari dan Porang melalui pemberdayaan masyarakat lokal. Malapari berpotensi mendukung ekonomi hijau dan mengurangi emisi gas rumah kaca karena mampu tumbuh di lahan marginal serta digunakan sebagai bahan bakar nabati dan obat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendalami dan berdiskusi dengan stakeholder atau para pelaku yang melaksanakan kegiatan penanaman tanaman Malapari di Pulau Lembata, terutama dengan PT Batara dan Yayasan Anton E.T. Diharapkan, program ini akan meningkatkan pemahaman secara mendalam mengenai malapari dan manfaatnya dalam kemandirian energi, kualitas lingkungan, serta kesejahteraan ekonomi dan kesehatan masyarakat di Lembata.
"Mama Tikus" A Case Study of Illegal Trade And Smuggling at The Napan Border Nusa Tenggara Timur-Indonesia and Oekusi Enclave-Timor Leste Nomleni, Anton Petrus Welland; Kameo, Daniel D.; Therik, Wilson
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i1.4781

Abstract

This article aims to provide an overview of the dynamics of women in Napan Village, North Central Timor Regency, in engaging in illegal trade and smuggling activities through informal routes with traders from the Oekusi Enclave, RDTL, hence earning the nickname "Mama Tikus" (Rat Mama). The trade conducted through these informal routes involves various commodities, including non-subsidized manufactured goods and local agricultural and plantation products. In response to pressure from "Mama Tikus" and other members of the community, the local government has implemented a responsibility policy with mechanisms agreed upon by these traders, allowing them to conduct their transactions smoothly. Furthermore, the perspective of Caroline Lesser & Evdokia Moise-Leema  categorizes the illegal trade and smuggling of commodities in the Napan area into three categories: Category A: Informal/unregistered traders or firms operating entirely outside the formal economy, including individuals like "Mama Tikus," who engage in economic activities without formal registration as traders but conduct trade and transactions with parties from Oekusi-RDTL. Commodities traded include a thread for traditional weaving, tamarind, porang, and cowhide, as well as local agricultural and livestock products. Category B: Formal/registered firms fully evading trade-related regulations and duties, such as avoiding official border crossing posts. This category pertains to non-subsidized manufactured goods traded by merchants without going through customs or via informal routes. Examples include soap, toothpaste, instant noodles, cooking oil, electronics, flour, soft drinks, alcoholic beverages, cigarettes, and other commodities. 
PEMBINAAN KELOMPOK TANI-PETERNAK PENGGEMUKAN SAPI DI KECAMATAN AMFOANG SELATAN & TENGAH KABUPATEN KUPANG DAN AMANUBAN SELATAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN (TTS) PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) Nomleni, Anton PW; Fanggidae, Paulus Y.
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.271 KB) | DOI: 10.33050/urnity.v2i2.2346

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di tiga kelompok ternak sapi bali, yaitu kelompok ternak Nunsena yang berlokasi di Desa Oh’Aem Kecamatan Amfoang Selatan, Kelompok Tani Nekamese Desa Fatumonas Kecamatan Amfoang Tengah Kabupaten Kupang dan Kelompok Tani Tunas Muda Desa Enoneten Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Anggota kelompok ternak pada umummnya adalah petani-peternak dengan kepemilikan atau tidak memiliki sapi secara individu serta memiliki lahan yang cukup untuk penyediaan pakan. Pengetahuan mereka tentang manajemen pemeliharaan ternak yang efisien dan produktif masih rendah serta masih takut dengan resiko pengadaan kredit atau peminjaman dari bank. Kemudian pengelolaan lahan untuk penanaman pakan ternak berupa rumput odot, lamtoro keramba, turi dan kelor belum secara intensif dilakukan. Selain itu, masalah kekurangan air dimana masih minimnya manajemen air sehingga seringkali terjadi kekeringan karena kelangkaan air. Berdasarkan masalah tersebut, kegiatan sosialisasi dan pelatihan penerapan manajemen resiko,pemasaran dan operasional serta manajemen Kredit Usaha Rakyat (KUR), manajemen pengolahan lahan pakan dan budidaya ternak sapi dan perencanaan yang efisien dan produktif perlu dilaksanakan pada ketiga kelompok ternak sapi ini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan, ternyata pengetahuan dan ketrampilan peserta tentang manajemen yang efisien meningkat sebesar 60,25% lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum kegiatan dilaksanakan.