Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Case Report: Terapi Massage Efflurage Dengan Virgin Coconut Oil (VCO) Terhadap Pencegahan Risiko Dekubitus Pada Lansia Bedrest Milawanti Hasan; Nina Dwi Lestari
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i3.1758

Abstract

Decubitus or pressure sores are conditions that occur due to pressure, friction or a combination of pressure and strain on protruding bone areas, this can occur in the elderly who experience bedrest or limited mobility. Objective: To apply massage efflurage intervention with virgin coconut oil (VCO) to the risk of decubitus of bedrest patients. Methods: The method in this study was used a case report with massage efflurage intervention with virgin coconut oil in elderly bedrest patients, carried out for 3 days. Result: The results of this case study showed that after efflurage massage with virgin coconut oil, the risk of decubitus decreased from high risk to medium risk. Conclusion: Massage efflurage therapy with virgin coconut oil is effective in preventing decubitus in elderly people who experience limited mobilization
Implementasi Senam Tai Chi pada Asuhan Keperawatan Lansia dengan Risiko Jatuh Vivi Nur Anisa; Lestari, Nina Dwi
Healthy Journal Vol. 12 No. 2 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i2.1142

Abstract

Sindrom geriatri muncul akibat proses penuaan. Instabilitas adalah sindrom geriatri yang sering terjadi dan merupakan penurunan keseimbangan sehingga sulit mempertahankan posisi tubuh dan membuat lansia memiliki risiko jatuh. Dampak jatuh tergolong fatal karena dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian sehingga diperlukan pencegahan jatuh dengan melatih keseimbangan dan salah satu intervensi yang disarankan adalah tai chi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek implementasi senam tai chi terhadap penurunan resiko jatuh pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode case report. Sampel penelitian ini seorang lansia yaitu Ny S yang mengalami masalah keperawatan risiko jatuh. Alat ukur yang digunakan adalah Functional Reach Test dan Time Up and Go Test. Hasil penelitian didapatkan nilai 27 cm pada pengukuran Functional Reach Test sehingga terdapat peningkatan sebesar 5 cm dari sebelum dilakukan intervensi yaitu 22 cm. Hasil pengukuran Time Up and Go Test yaitu 37 detik dari yang sebelum dilakukan intervensi yaitu 1 menit 2 detik. Kesimpulan berdasarkan penelitian yaitu senam tai chi efektif dalam menurunkan tingkat risiko jatuh pada lansia melalui peningkatan keseimbangan statis dan dinamis.
Community Participation in Forest Conservation as A Forest Fire Mitigation and Adaptation on The Arjuno Mountain Riza, Sativandi; Fata, Yulia Amirul; Arifin, Syamsul; Hadiwijoyo, Erekso; Hidayatullah, Rifqi Rahmat; Ishaq, Rizki Maulana; Lestari, Nina Dwi; Putra, Aditya Nugraha; Lestariningsih, Iva Dewi; Suprayogo, Didik
HABITAT Vol. 34 No. 3 (2023): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2023.034.3.29

Abstract

Participatory conservation is an activity to mitigate and adapt to forest and land fires through field farmer school (FFS) activity which forest farmer groups (FFG), non-governmental organizations (NGOs), and academics attend. This research aims to provide an innovative approach to conservation activities with the community, especially on Mount Arjuno, which often experiences forest fires. The results show that local stakeholders and authorities must support community participation in forest conservation. This study shows that FFS (Field Farmer School) activities can facilitate the community in identifying problems and generating ideas for conservation activities through the agroforestry system, mitigation and adaptation of forest and land fires, and edu-ecotourism. Conservation designs and community participation strategic plans are outputs of forest fire mitigation and adaptation activities. The FFS as the methodology used is adequate for knowing what the farmer needs relating to conservation that stakeholders will program. Moreover, generating the conservation activity must be combined with activities to increase the FFG income. So, the FFG will have good welfare.
GERAKAN MASYARAKAT SEKOLAH TANGGAP BULLYING DALAM UPAYA PENCEGAHAN BULLYING PADA ANAK USIA SEKOLAH Lestari, Nina Dwi; Hidayati, Laili Nur; Abadiyah, Salis Sangadatun
Jurnal SOLMA Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/solma.v8i1.2957

Abstract

Fenomena bullying saat ini menjadi masalah serius khususnya pada kelompok anak usia sekolah karena kejadiannya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hasil wawancara dengan siswa kelas 4 dan kelas 5 di SD Bangunjiwo menunjukkan bahwa 80% siswa pernah terlibat dalam kejadian bullying. Hasil wawancara dengan guru menunjukkan bahwa selama ini guru belum banyak tahu tentang masalah bullying. Selama ini belum ada kebijakan sekolah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bullying. Data menunjukkan bahwa persepsi guru terkait bullying pada anak usia sekolah di SDN Bangunjiwo masih kurang baik. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran serta kemampuan masyarakat sekolah dalam upaya pencegahan bullying pada anak usia sekolah melalui peningkatan peran serta masyarakat sekolah. Program ini dilakukan dengan cara edukasi berjenjang kepada siswa, guru, karyawan, kepala sekolah siswa mengenai bullying pada anak usia sekolah, pelatihan konseling dan pendampingan bagi guru, upaya advokasi kebijakan terkait bullying dan pembuatan media promosi kesehatan terkait bullying. Luaran yang dihasilkan berupa peningkatan pengetahuan, sikap dan persepsi mitra terkait bullying pada anak usia sekolah serta inisiasi kebijakan sekolah dalam upaya pencegahan bullying.
Kompos dan Kapur Pertanian dalam Lubang Resapan Biopori Memperbaiki KTK Tanah dan Produktivitas Kopi Robusta Di Hutan Pendidikan UB Forest: Compost and Agriculture Lime in Biopore Infiltration Holes Improving Soil CEC and Coffee Productivity at the UB Forest location Bintang Arfani, Deva Fatira; Lutfi, M Wasilul; Lestari, Nina Dwi; Ifadah, Nisfi Faridatul; Soemarno, Soemarno; Alivianisha Putri, Rr. Audry
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

PCoffee productivity in UB Forest has been categorized as low in recent years, ranging from approximately 100–400 kg ha⁻¹ year⁻¹. This low productivity is presumed to be associated with land suitability constraints, particularly soil chemical characteristics such as pH and cation exchange capacity (CEC). One approach to improving subsoil chemical properties is the application of compost and lime through biopore infiltration holes (LRB). This study aimed to analyze the effects of biopore infiltration holes filled with compost and lime on soil pH and CEC, as well as their relationship with coffee productivity. The experiment was arranged in a randomized block design with seven treatments and four replications, consisting of: P0 (control), P1 (empty biopore), P2 (biopore + 1.5 t ha⁻¹ lime), P3 (biopore + 10 t ha⁻¹ compost), P4 (biopore + 20 t ha⁻¹ compost), P5 (biopore + 10 t ha⁻¹ compost + 1.5 t ha⁻¹ lime), and P6 (biopore + 20 t ha⁻¹ compost + 1.5 t ha⁻¹ lime). The results showed that five months after application, treatment P2 significantly increased soil pH at depths of 0–30 cm and 30–60 cm. Treatment P6 increased soil CEC by 28.12% at 0–30 cm and by 21.78% at 30–60 cm. Regression analysis indicated that coffee productivity was influenced by soil CEC and base saturation (Kdd) at the 30–60 cm depth (Y = –4084.997 + 89.6751X₁ + 5310.517X₂; R² = 0.7244), where Y = coffee productivity (g plant⁻¹ year⁻¹), X₁ = CEC (mEq 100 g⁻¹), and X₂ = base saturation (mEq 100 g⁻¹). These findings suggest that the application of biopore infiltration holes has the potential to improve subsoil quality and enhance coffee productivity.
Pengelolaan Kebun Jeruk Manis (Citrus Sinensis L. Osbeck) Lahan Pekarangan Di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang: Sweet Orange (Citrus sinensis L. Osbeck) Management in Homeyard Land, Karangploso District, Malang Regency Lestari, Nina Dwi; Maulana Iksan, Ridho; Debora, Defrina Amanda; Mahdiyyah, Refi Erika; Tri Pamungkas, Rigel Ramadhan; Nopriani, Lenny Sri; Hanuf, Atiqah Aulia; Bushron, Raushanfikr; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Desa Karangploso merupakan salah satu sentra produksi jeruk di wilayah penelitian yang menunjukkan variasi produktivitas antar kebun. Perkebunan jeruk berproduktivitas tinggi menghasilkan 52,9 ton ha⁻¹ tahun⁻¹, sedangkan perkebunan berproduktivitas rendah hanya mencapai 21,4 ton ha⁻¹ tahun⁻¹. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan produktivitas jeruk melalui analisis sifat tanah dan sistem pengelolaan kebun. Survei dilakukan pada 15 kebun jeruk milik masyarakat yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Karangploso. Pengamatan lapangan meliputi observasi tanaman, deskripsi dan pengambilan sampel tanah, serta wawancara dengan pemilik kebun mengenai praktik pengelolaan. Dua lokasi pengamatan dipilih sebagai perwakilan lahan berproduktivitas tinggi (High Productivity Field/HPF) dan lahan berproduktivitas rendah (Low Productivity Field/LPF). Sampel tanah dari setiap lokasi dianalisis untuk parameter kapasitas tukar kation (KTK), kandungan karbon organik (C-organik), kejenuhan basa, tekstur, dan pH tanah guna mengevaluasi kesesuaian lahan terhadap pertumbuhan jeruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tanah pada kedua lokasi relatif serupa, sehingga nutrisi tanah bukan merupakan faktor dominan yang membedakan produktivitas jeruk. Perbedaan utama ditemukan pada kandungan C-organik, yaitu 0,94–1,12% pada HPF dan 0,72–0,98% pada LPF. Hasil evaluasi kesesuaian lahan menunjukkan bahwa HPF termasuk kelas S3eh, sedangkan LPF termasuk kelas S3eh.nr. Dengan demikian, kandungan C-organik tanah, kemiringan lahan, dan praktik pengelolaan tanaman merupakan faktor utama yang menentukan produktivitas kebun jeruk di Desa Karangploso.
Analisis Determinan Gizi Kurang pada Balita di Kulon Progo, Yogyakarta Lestari, Nina Dwi
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 1 No. 1 (2016): Indonesian Journal Of Nursing Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v1i1.2682

Abstract

AbstrakMasalah gizi kurang balita merupakan masalah aktual di wilayah Kulon Progo, Yogyakarta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi status gizi balita. Penelitian ini menggunakan cross sectional, sampel balita 12-59 bulan sebanyak 155 orang. Data diperoleh melalui kuesioner, status gizi diukur dengan indeks Berat Badan/Umur. Hasil menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara usia balita, riwayat pemberian ASI, asupan makanan, persepsi ibu, pola pengasuhan dengan status gizi balita. Faktor dominan yang mempengaruhi status gizi adalah asupan makanan. Diperlukan peran perawat komunitas dalam edukasi dan pemberdayaan untuk meningkatkan status gizi balita.Kata kunci: faktor status gizi, gizi kurang, balita AbstractUndernutrition was still a prior problem in Kulon Progo,Yogyakarta. The objectives of this study were to determine nutritional status in children under five years and related factors. Cross sectional study was conducted with 155 children under five years. Nutritional status was assessed using anthropometric measure- ment. There was a significant association between child’s age, exclusife breastfeeding, child’s dietary intake, caregivers’ practice and mother’s perception with child’s nutritional status and child’s dietary energy intake was the most factor that significant correlated. These findings indicates that the roles of com- munity nurses are needed to improves children nutritional status using education and partnership.Keywords: factors of nutritional status, undernutrition, children under five years