Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Practical Reasoning, Systemic Functional Grammar, dan Wacana Penawaran Investasi dalam Pidato Joko Widodo di Forum APEC Haris Syukri; Yuhendra; Nofrika Sari; Afdaleni
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i3.198

Abstract

Artikel ini melakukan analisis wacana kritis terhadap pidato internasional perdana Presiden Joko Widodo pada APEC CEO Summit di Beijing, 11 November 2014. Penelitian ini mengembangkan kerangka analisis terintegrasi. Model penalaran praktis berfungsi sebagai struktur utama, didukung oleh empat alat linguistik yang dipetakan secara sistematis pada setiap jenis premis: transitivitas dan nominalisasi untuk premis sirkumstansial, modalitas untuk premis tujuan, agensi untuk relasi sarana–tujuan, dan appraisal untuk premis nilai. Klaim tindakan dianalisis melalui strategi kesantunan sebagai puncak ilokusi dari rangkaian penalaran, sementara analisis genre memposisikan pidato sebagai pidato penawaran investasi yang tersusun atas tiga gerak makro: pembentukan kredibilitas, pemaparan peluang, dan ajakan transaksi. Data diambil dari video lengkap pidato Jokowi di Forum APEC di YouTube. Temuan menunjukkan bahwa premis sirkumstansial didominasi oleh proses relasional yang menaturalisasi kondisi pembangunan Indonesia sebagai fakta objektif, dan nominalisasi mengubah proses sosial yang diperdebatkan menjadi objek investasi. Asimetri modalitas membedakan komitmen aspiratif kepada warga dari komitmen pasti kepada investor, sedangkan analisis agensi memperlihatkan aparatus negara yang difungsikan sebagai mekanisme pelayanan investor. Analisis appraisal mengidentifikasi ekspresi perasaan positif secara langsung. Klausa “Because you know our national budget is limited” menjadi poros argumentatif dan ideologis pidato. Secara keseluruhan, analisis praktik sosial mensintesis temuan ini untuk menunjukkan tiga operasi wacana yang saling terkait: naturalisasi hegemonik investasi asing langsung sebagai kesejahteraan nasional, relasi kuasa, dan komodifikasi terhadap sumber daya publik Indonesia pada level generik, argumentatif, dan gramatikal.
REPRESENTATION OF EXISTENTIALIST FEMINISM IN “SUFFRAGETTE” MOVIE SCRIPT Yuhendra Yuhendra; Nofrika Sari; Rika Andriani; Afdaleni Afdaleni; Albert Albert; Haris Syukri; Dewi Ade Putri
Jurnal Kata Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/r9barh94

Abstract

This research examines the representation of existentialist feminism in Abi Morgan’s script for the film Suffragette. While previous studies on the film primarily discuss historical or broad socio-political paradigms, this research highlights its novelty by exploring how female characters actively subvert their status as "the Other" through textually recorded dialogue and narrative choices. Drawing on Simone de Beauvoir’s existentialist feminist framework-specifically her critiques of biology, psychoanalysis, historical materialism, and patriarchal myths and integrating contemporary lenses from Judith Butler’s gender performativity and intersectionality, this qualitative study employs close reading and descriptive-analytic methods to dissect the script. The findings reveal that while patriarchal structures attempt to lock women into a state of oppressive immanence (through workplace exploitation, institutionalized sexual harassment, and legal dispossession), the characters achieve existentialist transcendence. By executing deliberate, performative acts of resistance, the working-class women of the suffrage movement reclaim their subjectivity, shifting from passive objects to self-defined, autonomous existential agents.