Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Penanganan Muara Sungai Dengan FAHP Mirnayani, Mirnayani
Rekayasa Sipil Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2024.v13.i1.05

Abstract

Mengurangi terjadinya kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek konstruksi, pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang penerapan K3. Diharapkan dengan menjalankan peraturan tersebut secara komprehensif kecelakaan kerja dapat dicegah. Proyek yang diteliti adalah bangunan jetty pada Proyek Penanganan Muara Sungai Cidurian, Kabupaten Serang. Kondisi aktual pelaksanaan belum sesuai dengan standar SMK3 sehingga ada sanksi berupa surat teguran dari pihak pengguna jasa dan konsultan supervisi kepada pihak penyedia jasa. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP), yang merupakan pengembangan dari AHP dengan tingkat akurasi yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah menentukan bobot implementasi SMK3, di mana bobot terendah dianalisis menggunakan fishbone diagram untuk mengidentifikasi masalah dan rekomendasi berdasarkan wawancara dengan pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat tertinggi implementasi SMK3 adalah pada Komitmen Manajemen dan Safety Planning, masing-masing dengan bobot 17,6%. Bobot terendah terdapat pada Behavioural Safety dengan nilai 7%, yang disebabkan oleh kesulitan komunikasi, kesehatan pekerja yang buruk, dan regulasi K3 yang sulit dipahami. Adapun solusi yang diterapkan antara lain membuat ruang diskusi komunikasi, pemeriksaan rutin serta tunjangan kesehatan pekerja dan membuat peraturan K3 yang mudah dipahami.
Pengaruh Implementasi BIM terhadap Akurasi dan Waktu Perhitungan Volume Tanah pada Proyek Infrastruktur Alifudin, Randi; Mirnayani, Mirnayani
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building Information Modeling (BIM) merupakan teknologi yang semakin banyak digunakan dalam industri konstruksi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi berbagai proses, termasuk perhitungan volume tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh implementasi BIM terhadap akurasi dan waktu perhitungan volume tanah pada proyek infrastruktur. Studi kasus dilakukan pada proyek penambahan lajur jalan tol di segmen Cikande – Serang Timur, di mana metode BIM dibandingkan dengan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM mampu meningkatkan akurasi perhitungan volume tanah dengan deviasi rata-rata 3% lebih rendah dibandingkan metode konvensional. Selain itu, BIM juga mempercepat proses perhitungan, dengan pengurangan waktu sekitar 20% dibandingkan dengan metode tradisional. Faktor utama yang berkontribusi pada peningkatan ini adalah kemampuan BIM dalam mengotomatisasi proses dan mengurangi potensi kesalahan manusia. Kesimpulannya, implementasi BIM tidak hanya meningkatkan akurasi tetapi juga mengurangi waktu yang diperlukan untuk perhitungan volume tanah dalam proyek infrastruktur. Oleh karena itu, BIM direkomendasikan untuk diterapkan secara luas dalam manajemen proyek konstruksi, khususnya pada proyek-proyek yang memerlukan tingkat presisi dan efisiensi tinggi.
Peninjauan Kembali Lokasi Tower Crane pada Proyek Green Sedayu Apartemen Puspita, Chika; Mirnayani, Mirnayani; Aulady, Mohamad F.N.
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 3 No. 1 (2018): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/gjk5ky15

Abstract

Latar belakang: Penggunaan Tower Crane (TC) sebagai alat berat pada proyek yang bersifat kompleks harus dipertimbangkan dengan baik. Ini dikarenakan penempatan TC dapat mempengaruhi kinerja proyek. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau kembali posisi TC pada proyek Green Sedayu apartemen agar kinerja TC dapat maksimal. Metode: Penelitian ini menggunakan analisa terhadap supply point dan demand point. Kedua variabel tersebut dianalisis kedekatannya sehingga membentuk suatu kelompok pekerjaan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dengan pergeseran posisi TC total waktu perjalanan pengait menjadi 7390,19 menit yang sebelumnya hanyalah 7435,31 menit. Simpulan: dengan pemindahan lokasi TC dapat mempercepat kinerja TC sehingga pembangunan apartemen akan berjalan dengan baik. Kata kunci: Kinerja, Tower Crane, Lebih baik
Peran Pemuda dalam Manajemen Risiko Proyek Konstruksi Infrastruktur Gas Bumi untuk Rumah Tangga Mirnayani, Mirnayani; Kristiana, Retna; Wardana, Agung Kusuma
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 9, No 1 (2025): Mei
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2025.v9i1.6751

Abstract

Penggunaan bahan bakar minyak bumi di sektor rumah tangga dan pelanggan kecil masih tinggi, yang berdampak pada beban subsidi pemerintah. Sebagai langkah strategis, pemerintah menginisiasi program Jaringan Gas Kota (Jargas), yaitu distribusi gas bumi langsung ke rumah tangga melalui jaringan pipa. Program prioritas nasional ini bertujuan untuk mendorong diversifikasi energi, menyediakan energi bersih dan terjangkau, serta mendukung konversi dari minyak tanah ke LPG. Pengelolaan risiko konstruksi jaringan distribusi gas sangat krusial, terutama bagi karyawan muda milenial yang berperan penting dalam penerapan manajemen risiko. Melalui program pengabdian masyarakat, dilakukan workshop untuk memperkuat pemahaman generasi muda tentang identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko dalam proyek infrastruktur gas. Metode dalam workshop ini meliputi sesi teori dan praktik langsung dengan studi kasus dari proyek konstruksi jaringan distribusi gas rumah tangga. Diskusi interaktif, presentasi, dan simulasi dilakukan untuk memperdalam pemahaman peserta tentang pengelolaan risiko dari tahap perencanaan hingga implementasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta dalam manajemen risiko konstruksi. Evaluasi menggunakan kuesioner menunjukkan peningkatan skor pemahaman rata-rata dari 62,4% menjadi 87,1%. Kegiatan ini meningkatkan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi risiko konstruksi jargas. Para peserta menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengidentifikasi risiko potensial dan mengambil langkah preventif untuk mengurangi dampak risiko.
Pelatihan Tukang Dalam membuat Campuran Beton Untuk Bangunan Rumah Ramah Gempa Mirnayani, Mirnayani; Aseanto, Resi; Suwandari, Yunita Dian; Lutfiansyah, Yopi
WASANA NYATA Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i1.1969

Abstract

Pandeglang, Banten merupakan salah satu wilayah rawan gempa di Indonesia, di mana sebagian besar rumah dibangun oleh tukang bangunan yang belum memiliki pelatihan teknis dalam pembuatan beton tahan gempa. Rendahnya mutu campuran beton menyebabkan tingginya tingkat kerusakan bangunan saat terjadi gempa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tukang dalam membuat campuran beton sesuai standar SNI 2847:2019 melalui pelatihan teori dan praktik. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan mengenai prinsip-prinsip konstruksi tahan gempa, praktik pencampuran beton menggunakan concrete mixer, dan evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi peserta sebesar 58%, dengan tingkat kepuasan 82% menyatakan sangat puas. Para tukang juga mampu mengoperasikan alat modern dan memahami teknik pencampuran serta curing beton. Program ini terbukti efektif dan direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah rawan gempa lainnya guna memperkuat ketahanan konstruksi masyarakat.
Analisis Perbandingan Sistem Pengupahan Harian dan Borongan Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja pada Pekerjaan Dinding Gedung Prayoga, Piping Suryo; Mirnayani, Mirnayani
Rekayasa Sipil Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2025.v14.i1.05

Abstract

Kurang optimalnya produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan dinding dengan sistem upah harian, mengakibatkan keterlambatan pekerjaan, maka pihak kontraktor mengubah sistem pengupahan harian menjadi upah borongan. Penelitian ini bertujuan membandingkan produktivitas tenaga kerja pada sistem pengupahan harian dan borongan serta menganalisis pengaruhnya terhadap produktivitas pekerjaan. Metode work sampling digunakan untuk mengukur produktivitas tenaga kerja, sementara analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengevaluasi hubungan statistik antara variabel bebas dan terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata Labor Utilization Rate (LUR) pada sistem upah harian adalah 53,73%, sedangkan pada sistem borongan mencapai 62,17%. Sistem borongan meningkatkan indeks produktivitas sebesar 8,6% dibandingkan sistem harian untuk pekerjaan batako, 5,4% pada pekerjaan plesteran dan 14,8% untuk pekerjaan pengecatan. Model regresi menunjukkan bahwa sistem upah borongan memberikan kontribusi lebih besar terhadap produktivitas tenaga kerja dengan nilai 87,50% dibandingkan sistem harian dengan nilai 56,90%. Variabel signifikan dalam sistem borongan meliputi pengawasan kerja dan pengalaman tenaga kerja, yang berpengaruh positif terhadap produktivitas. Kesimpulannya, sistem pengupahan borongan lebih efisien dan sesuai diterapkan pada proyek konstruksi yang membutuhkan efisiensi waktu dan produktivitas tinggi.
Pelatihan Tukang Dalam membuat Campuran Beton Untuk Bangunan Rumah Ramah Gempa Mirnayani, Mirnayani; Aseanto, Resi; Suwandari, Yunita Dian; Lutfiansyah, Yopi
WASANA NYATA Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i1.1969

Abstract

Pandeglang, Banten merupakan salah satu wilayah rawan gempa di Indonesia, di mana sebagian besar rumah dibangun oleh tukang bangunan yang belum memiliki pelatihan teknis dalam pembuatan beton tahan gempa. Rendahnya mutu campuran beton menyebabkan tingginya tingkat kerusakan bangunan saat terjadi gempa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tukang dalam membuat campuran beton sesuai standar SNI 2847:2019 melalui pelatihan teori dan praktik. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan mengenai prinsip-prinsip konstruksi tahan gempa, praktik pencampuran beton menggunakan concrete mixer, dan evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi peserta sebesar 58%, dengan tingkat kepuasan 82% menyatakan sangat puas. Para tukang juga mampu mengoperasikan alat modern dan memahami teknik pencampuran serta curing beton. Program ini terbukti efektif dan direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah rawan gempa lainnya guna memperkuat ketahanan konstruksi masyarakat.
PEMANFAATAN DATA CITRA SENTINEL-3 SEA AND LAND SURFACE TEMPERATURE RADIOMETER (SLSTR) PAGI DAN MALAM HARI UNTUK ANALISIS INTENSITAS FENOMENA PULAU BAHANG PERMUKAAN (Studi Kasus: Kota Bandung) Mirnayani, Mirnayani; Rapang, Sry Kurnia; Aini, Andi Nursuasri; Bayanuddin, Athar Abdurrahman
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/inderaja.v18i1.3362

Abstract

Suhu permukaan tanah perkotaan lebih tinggi dibanding pedesaan merupakan fenomena alam yang dikenal sebagai Surface Urban Heat Island (SUHI). SUHI memberikan dampak negatif yang besar seperti mempengaruhi kesehatan manusia, kualitas air, udara serta konsumsi energi makhluk hidup sehingga perlu ditemukan solusi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis pola spasial SUHI Intensity (SUHII) Kota Bandung pada pagi dan malam hari menggunakan data citra Sentinel-3 Sea and Land Surface Temperature Radiometer (SLSTR) dan (2) rancangan mitigasi iklim perkotaan bagi pemerintah dan masyarakat Kota Bandung. Penelitian SUHII ini menggunakan data multiwaktu Land Surface Temperature (LST) citra Sentinel-3 SLSTR pagi dan malam hari musim kemarau tahun 2019 (Agustus-Oktober) untuk menghitung selisih LST urban (Kota Bandung) dan area sub-urban. Berdasarkan pengolahan data tersebut, diperoleh SUHII maksimum pagi dan malam hari musim kemarau mencapai 5,6ºC dan 2,1ºC. Selain itu, diperoleh pula pola spasial SUHII di Kota Bandung menunjukkan dua area cenderung terjadi fenomena SUHI yaitu di pusat kota di sisi barat (Kecamatan Babakan Ciparai) dan di area permukiman padat (Kecamatan Antapani dan sekitarnya). Rancangan mitigasi pada area terindikasi SUHII tinggi bagi pemerintah dan masyarakat Kota Bandung yaitu berupa penambahan vegetasi.
Sosialisasi dan Pembuatan Biopori Dian Suwandari, Yunita; Suwandari, Yunita Dian; Mirnayani, Mirnayani; Nabila, Nabila
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 06 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i06.1213

Abstract

Sampah dan banjir merupakan hubungan sebab akibat suatu kondisi yang tidak menguntungkan bagi semua pihak, seperti kerugian ekonomi, kerusakan lingkungan, krisis air bersih, banyaknya penyakit yang muncul sampai timbulnya korban jiwa. Pada umumnya banjir terjadi karena selokan sudah tidak dapat lagi menampung volume air yang terjadi akibat curah hujan yang disebabkan antara lain adalah sampah. Banyaknya penduduk dan permukiman baru menghasilkan volume sampah yang besar setiap harinya, perlu dikelola dengan baik. Untuk mengurangi limbah sampah dapat diminimalkan dengan membuat perencanaan kapasitas volume sampah dan sumur resapan Biopori. Resapan Biopori merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan yang memiliki banyak manfaat antara lain meningkatkan muka air tanah, meningkatkan kualitas air tanah sebagai tempat pembuangan sampah, dan dapat mencegah timbulnya bencana banjir terutama di daerah perkotaan.
MEWUJUDKAN SWASEMBADA AIR DAN PANGAN DI PONDOK PESANTREN RIYADHUT TAFSIR MELALUI TEKNOLOGI SUMUR BOR, SISTEM FILTRASI, DAN BUDIDAYA LELE BIOFLOK Mirnayani, Mirnayani; Suwandari, Yunita Dian; Hanum, Bethriza; Novianto, Rizqi Hadi; Fauzi, Alva Azmi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.3050

Abstract

Riyadhut Tafsir Islamic Boarding School in Parung Panjang, Bogor, faces limited access to clean water and remains dependent on external food supplies. This condition hampers students’ daily activities, especially during the dry season when water is scarce. The available water was not suitable for consumption due to the absence of filtration. Food problems also emerged since self-sufficiency in cultivation had not been achieved optimally. The aim of this activity is to enhance the self-sufficiency of the boarding school through appropriate technology, namely bore wells, a filtration system, and biofloc catfish cultivation. The methods included needs assessment, system design, implementation of bore well and filtration technology, construction of biofloc ponds, and training students in clean water management and fish farming. In addition, a pre test and post test were conducted to measure participants’ competency improvement. The results showed significant improvements in water availability, with a bore well discharge reaching 1.2 L/s, water quality improvement with turbidity reduced and pH stabilized at 7.1–7.4 after filtration. The boarding school now has 3 biofloc ponds with a capacity of 100 fish each, achieving a catfish survival rate of 95% after two months of cultivation. Knowledge evaluation results showed an average score increase from 25.0 (pre test) to 90 (post test), with all participants achieving the minimum competency standard of ≥75. Students were actively involved in maintenance, which significantly enhanced their technical skills. In conclusion, the application of bore well technology, a filtration system, and biofloc ponds successfully improved water and food self-sufficiency while effectively enhancing students’ competencies through appropriate technology-based training.