Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Penanganan Muara Sungai Dengan FAHP Mirnayani, Mirnayani
Rekayasa Sipil Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2024.v13.i1.05

Abstract

Mengurangi terjadinya kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek konstruksi, pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang penerapan K3. Diharapkan dengan menjalankan peraturan tersebut secara komprehensif kecelakaan kerja dapat dicegah. Proyek yang diteliti adalah bangunan jetty pada Proyek Penanganan Muara Sungai Cidurian, Kabupaten Serang. Kondisi aktual pelaksanaan belum sesuai dengan standar SMK3 sehingga ada sanksi berupa surat teguran dari pihak pengguna jasa dan konsultan supervisi kepada pihak penyedia jasa. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP), yang merupakan pengembangan dari AHP dengan tingkat akurasi yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah menentukan bobot implementasi SMK3, di mana bobot terendah dianalisis menggunakan fishbone diagram untuk mengidentifikasi masalah dan rekomendasi berdasarkan wawancara dengan pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat tertinggi implementasi SMK3 adalah pada Komitmen Manajemen dan Safety Planning, masing-masing dengan bobot 17,6%. Bobot terendah terdapat pada Behavioural Safety dengan nilai 7%, yang disebabkan oleh kesulitan komunikasi, kesehatan pekerja yang buruk, dan regulasi K3 yang sulit dipahami. Adapun solusi yang diterapkan antara lain membuat ruang diskusi komunikasi, pemeriksaan rutin serta tunjangan kesehatan pekerja dan membuat peraturan K3 yang mudah dipahami.
PERBANDINGAN KONTRAK LUMP SUM DAN UNIT PRICE PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN PAGAR (Studi Kasus: Proyek PT. United Tractors Tbk – Jakarta) Ma'sun, Arif Muhammad; -, Mirnayani
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v12i2.2841

Abstract

In construction projects, contract types play a crucial role in determining project success. This study examines the implementation of Lump Sum and Unit Price contracts in a fence construction project undertaken by PT. United Tractors Tbk in Jakarta. The research identifies the challenges and discrepancies arising from the use of Lump Sum contracts, especially when complete documentation is not available during the bidding process. A descriptive quantitative method is employed to analyze field data, interviews, and surveys with relevant stakeholders. The findings indicate that the Lump Sum contract led to significant additional work claims amounting to 16% of the initial contract value due to incomplete initial documentation and design changes during execution. The study also compares the Lump Sum contract with a hypothetical Unit Price contract scenario, revealing a potential cost deviation of 22.19%. The evaluation suggests that the Lump Sum contract was less suitable for this project, recommending the Unit Price contract as a more flexible alternative to accommodate changes and uncertainties in construction projects.
Pengaruh Implementasi BIM terhadap Akurasi dan Waktu Perhitungan Volume Tanah pada Proyek Infrastruktur Alifudin, Randi; Mirnayani, Mirnayani
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building Information Modeling (BIM) merupakan teknologi yang semakin banyak digunakan dalam industri konstruksi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi berbagai proses, termasuk perhitungan volume tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh implementasi BIM terhadap akurasi dan waktu perhitungan volume tanah pada proyek infrastruktur. Studi kasus dilakukan pada proyek penambahan lajur jalan tol di segmen Cikande – Serang Timur, di mana metode BIM dibandingkan dengan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM mampu meningkatkan akurasi perhitungan volume tanah dengan deviasi rata-rata 3% lebih rendah dibandingkan metode konvensional. Selain itu, BIM juga mempercepat proses perhitungan, dengan pengurangan waktu sekitar 20% dibandingkan dengan metode tradisional. Faktor utama yang berkontribusi pada peningkatan ini adalah kemampuan BIM dalam mengotomatisasi proses dan mengurangi potensi kesalahan manusia. Kesimpulannya, implementasi BIM tidak hanya meningkatkan akurasi tetapi juga mengurangi waktu yang diperlukan untuk perhitungan volume tanah dalam proyek infrastruktur. Oleh karena itu, BIM direkomendasikan untuk diterapkan secara luas dalam manajemen proyek konstruksi, khususnya pada proyek-proyek yang memerlukan tingkat presisi dan efisiensi tinggi.
The impact of overtime duration variations on labor productivity in apartment construction projects: A study on engineering and disaster management in the construction sector Mirnayani; Paradiba, Hafisa
Calamity: A Journal of Disaster Technology and Engineering Vol. 2 No. 2: (January) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/calamity.v2i2.2025.1321

Abstract

Background: Construction projects, especially apartment buildings, often face challenges such as resource limitations, unpredictable weather, and schedule delays, which lead to increased costs and reduced productivity. Overtime is a commonly adopted strategy to address these issues; however, its effect on labor productivity is complex. Methods: This study investigates the impact of varying overtime durations (1, 2, and 3 hours) on labor productivity and Labour Utilization Rate (LUR) for three critical tasks: rebar installation, concrete casting, and formwork installation in the Sky House Alam Sutera project. The Productivity Rating method and LUR analysis were used to evaluate normal productivity and productivity during overtime, with data collected through direct observation, interviews, and project documentation analysis. Findings: The results reveal that while overtime increases daily output, it also reduces productivity per hour as work hours extend. Rebar installation exhibited the most significant decline in productivity, from 493.529 kg/hour  during regular hours to 345.470 kg/hour with 3 hours of overtime. Correspondingly, the LUR improved with overtime, with rebar installation increasing from 68% under normal conditions to 72% with 3 hours of overtime. Similarly, the cost of labor increased by 9%–23% due to overtime, depending on the task and duration. Conclusion: The findings suggest that the optimal overtime duration is 1 hour, balancing productivity gains, cost efficiency, and LUR improvements, while prolonged overtime may lead to diminishing returns due to worker fatigue. This study provides insights into managing overtime in construction projects, emphasizing the importance of controlling overtime durations to achieve project objectives efficiently. Novelty/Originality of this article: This study offers an original perspective by examining the impact of varying overtime durations on both labor productivity and Labor Utilization Rate (LUR) in the context of construction projects, using a detailed analysis of three critical tasks.
Peninjauan Kembali Lokasi Tower Crane pada Proyek Green Sedayu Apartemen Puspita, Chika; Mirnayani, Mirnayani; Aulady, Mohamad F.N.
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 3 No. 1 (2018): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/gjk5ky15

Abstract

Latar belakang: Penggunaan Tower Crane (TC) sebagai alat berat pada proyek yang bersifat kompleks harus dipertimbangkan dengan baik. Ini dikarenakan penempatan TC dapat mempengaruhi kinerja proyek. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau kembali posisi TC pada proyek Green Sedayu apartemen agar kinerja TC dapat maksimal. Metode: Penelitian ini menggunakan analisa terhadap supply point dan demand point. Kedua variabel tersebut dianalisis kedekatannya sehingga membentuk suatu kelompok pekerjaan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dengan pergeseran posisi TC total waktu perjalanan pengait menjadi 7390,19 menit yang sebelumnya hanyalah 7435,31 menit. Simpulan: dengan pemindahan lokasi TC dapat mempercepat kinerja TC sehingga pembangunan apartemen akan berjalan dengan baik. Kata kunci: Kinerja, Tower Crane, Lebih baik
Peran Pemuda dalam Manajemen Risiko Proyek Konstruksi Infrastruktur Gas Bumi untuk Rumah Tangga Mirnayani, Mirnayani; Kristiana, Retna; Wardana, Agung Kusuma
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 9, No 1 (2025): Mei
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2025.v9i1.6751

Abstract

Penggunaan bahan bakar minyak bumi di sektor rumah tangga dan pelanggan kecil masih tinggi, yang berdampak pada beban subsidi pemerintah. Sebagai langkah strategis, pemerintah menginisiasi program Jaringan Gas Kota (Jargas), yaitu distribusi gas bumi langsung ke rumah tangga melalui jaringan pipa. Program prioritas nasional ini bertujuan untuk mendorong diversifikasi energi, menyediakan energi bersih dan terjangkau, serta mendukung konversi dari minyak tanah ke LPG. Pengelolaan risiko konstruksi jaringan distribusi gas sangat krusial, terutama bagi karyawan muda milenial yang berperan penting dalam penerapan manajemen risiko. Melalui program pengabdian masyarakat, dilakukan workshop untuk memperkuat pemahaman generasi muda tentang identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko dalam proyek infrastruktur gas. Metode dalam workshop ini meliputi sesi teori dan praktik langsung dengan studi kasus dari proyek konstruksi jaringan distribusi gas rumah tangga. Diskusi interaktif, presentasi, dan simulasi dilakukan untuk memperdalam pemahaman peserta tentang pengelolaan risiko dari tahap perencanaan hingga implementasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta dalam manajemen risiko konstruksi. Evaluasi menggunakan kuesioner menunjukkan peningkatan skor pemahaman rata-rata dari 62,4% menjadi 87,1%. Kegiatan ini meningkatkan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi risiko konstruksi jargas. Para peserta menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengidentifikasi risiko potensial dan mengambil langkah preventif untuk mengurangi dampak risiko.
Simulasi Model Risiko Pekerjaan Perbaikan Tanah Metode Konsolidasi Berbasis Value Engineering ., Mirnayani; Vidayanti, Desiana; Susanti, Irriene Indah
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v13i1.3734

Abstract

Soft soil with low bearing capacity presents challenges for infrastructure projects like the Kayu Agung–Palembang–Betung Toll Road. This study aims to identify the most efficient soil improvement method using the Value engineering (VE) approach and simulate associated risks. Using a descriptive quantitative method, data were collected through field observations, expert questionnaires, and project documents. Three methods were evaluated: preloading without vertical drains, with vertical drains, and vacuum preloading. Risk simulation was conducted using the Monte Carlo method with Crystal Ball software. Results show that preloading without vertical drains is the most cost-efficient but carries higher technical risks. Preloading with vertical drains offers a good balance between cost and stability, while vacuum preloading ensures optimal stability with higher costs.
Systemic risk of tender failures in government projects: An FMEA-based analysis of price deviation impacts on infrastructure preparedness Mirnayani; Tyasa, Elvando Genta
Calamity: A Journal of Disaster Technology and Engineering Vol. 3 No. 1: (July) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/calamity.v3i1.2025.2105

Abstract

Background: Infrastructure preparedness during disasters depends greatly on the successful and timely execution of government construction projects, particularly multi-story buildings that function as critical public facilities. However, in practice, many of these projects experience tender failures due to significant price deviations from the Owner’s Estimate (HPS), either through underpricing or overpricing. These failures often result in delays or cancellations, disrupting the availability of essential infrastructure in emergency scenarios. Methods: This study applies the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method to systematically identify, assess, and prioritize the underlying causes of tender failure in a government-funded multi-story building project. Data collection involved document analysis, expert validation, and structured questionnaires focusing on three key parameters: severity, occurrence, and detection of each failure mode. Findings: The results reveal two major categories of failure factors: issues related to documentation and problems in cost estimation. Documentation issues include unclear specifications and lack of expert personnel due to limited preparation time, while cost estimation problems involve insufficient market analysis, unrealistic pricing, and scheduling errors. The highest Risk Priority Numbers (RPNs) were found in the indicators “failure in offering strategy” (RPN = 22.944), “failure in prequalification” (RPN = 22.874), and “lack of expert personnel due to limited time availability” (RPN = 22.032), all of which are considered critical and indicative of systemic vulnerability in the tendering process. These critical failures highlight the potential risk they pose to infrastructure readiness, especially in disaster-prone contexts. Conclusion: Tender failures caused by price deviation pose a systemic risk to infrastructure preparedness. Reforming public procurement systems with improved risk identification and mitigation strategies—especially in document and cost estimation processes—is essential for supporting disaster-resilient infrastructure development. Novelty/Originality of this article: This study is one of the first to link FMEA-based tender risk assessment with disaster preparedness outcomes, offering a novel contribution to both construction management and resilience planning.
Pelatihan Tukang Dalam membuat Campuran Beton Untuk Bangunan Rumah Ramah Gempa Mirnayani, Mirnayani; Aseanto, Resi; Suwandari, Yunita Dian; Lutfiansyah, Yopi
WASANA NYATA Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i1.1969

Abstract

Pandeglang, Banten merupakan salah satu wilayah rawan gempa di Indonesia, di mana sebagian besar rumah dibangun oleh tukang bangunan yang belum memiliki pelatihan teknis dalam pembuatan beton tahan gempa. Rendahnya mutu campuran beton menyebabkan tingginya tingkat kerusakan bangunan saat terjadi gempa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tukang dalam membuat campuran beton sesuai standar SNI 2847:2019 melalui pelatihan teori dan praktik. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan mengenai prinsip-prinsip konstruksi tahan gempa, praktik pencampuran beton menggunakan concrete mixer, dan evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi peserta sebesar 58%, dengan tingkat kepuasan 82% menyatakan sangat puas. Para tukang juga mampu mengoperasikan alat modern dan memahami teknik pencampuran serta curing beton. Program ini terbukti efektif dan direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah rawan gempa lainnya guna memperkuat ketahanan konstruksi masyarakat.
Analisis Perbandingan Sistem Pengupahan Harian dan Borongan Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja pada Pekerjaan Dinding Gedung Prayoga, Piping Suryo; Mirnayani, Mirnayani
Rekayasa Sipil Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2025.v14.i1.05

Abstract

Kurang optimalnya produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan dinding dengan sistem upah harian, mengakibatkan keterlambatan pekerjaan, maka pihak kontraktor mengubah sistem pengupahan harian menjadi upah borongan. Penelitian ini bertujuan membandingkan produktivitas tenaga kerja pada sistem pengupahan harian dan borongan serta menganalisis pengaruhnya terhadap produktivitas pekerjaan. Metode work sampling digunakan untuk mengukur produktivitas tenaga kerja, sementara analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengevaluasi hubungan statistik antara variabel bebas dan terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata Labor Utilization Rate (LUR) pada sistem upah harian adalah 53,73%, sedangkan pada sistem borongan mencapai 62,17%. Sistem borongan meningkatkan indeks produktivitas sebesar 8,6% dibandingkan sistem harian untuk pekerjaan batako, 5,4% pada pekerjaan plesteran dan 14,8% untuk pekerjaan pengecatan. Model regresi menunjukkan bahwa sistem upah borongan memberikan kontribusi lebih besar terhadap produktivitas tenaga kerja dengan nilai 87,50% dibandingkan sistem harian dengan nilai 56,90%. Variabel signifikan dalam sistem borongan meliputi pengawasan kerja dan pengalaman tenaga kerja, yang berpengaruh positif terhadap produktivitas. Kesimpulannya, sistem pengupahan borongan lebih efisien dan sesuai diterapkan pada proyek konstruksi yang membutuhkan efisiensi waktu dan produktivitas tinggi.