Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS BARENG KOTA MALANG Anisa, Sabrina Rizky; Debora, Oda; Sulartri, Anastasia Sri
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.763

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah yang bersifat kronis dan dapat menyebabkan kerusakan organ seperti ginjal, jantung, otak, dan mata. Gaya hidup, termasuk aktivitas fisik, merupakan salah satu faktor yang memengaruhi tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimen dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 146 responden yang merupakan penderita hipertensi di Puskesmas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aktivitas fisik Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Spearman rank. Hasil: Sebanyak 82 responden (56,2%) memiliki aktivitas sedang, 44 responden (30,1%) aktivitas ringan, dan 20 responden (13,7%) aktivitas berat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,0013 (p < 0,05), dan uji Spearman rank menunjukkan nilai p = 0,013 (p < 0,05) dengan arah hubungan negatif, yang berarti semakin tinggi aktivitas fisik, tekanan darah cenderung lebih baik. Diskusi: Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan tekanan darah, dengan kecenderungan bahwa peningkatan aktivitas fisik berkontribusi terhadap pengendalian tekanan darah. Intervensi berbasis komunitas seperti senam pagi, jalan sehat, atau olahraga kelompok dapat menjadi strategi efektif dan terjangkau untuk pengendalian hipertensi di tingkat layanan primer. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi hubungan kausal dan mempertimbangkan faktor risiko lain yang memengaruhi hipertensi. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Aktivitas fisik
Efektivitas Pembelajaran Daring Terhadap Pencapaian Kemampuan Knowledge Mahasiswa Program Studi Diploma III Keperawatan Luhung, Monika; Sr. Felisitas A Sri S
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v12i1.205

Abstract

ABSTRAK Tahun Akademik 2020/2021 diterapkan kebijakan pembelajaran daring karena terjadi peningkatan jumlah kasus covid-19. Suasana pembelajaran daring diciptakan lebih menyenangkan, penyajian dalam media yang menarik, lengkap dan jelas sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar para mahasiswa. Tujuan penelitian adalah mengetahui Efektivitas Pembelajaran Daring Terhadap Pencapaian Kemampuan Knowledge Mahasiswa Prodi D-III Keperawatan. Desain Penelitian: penelitian ini adalah quasi eksperimental design dengan pendekatan restrospektif. Populasi penelitian ini adalah Seluruh Mahasiswa tingkat I Prodi D-III Keperawatan sejumlah 23 orang dan teknik sampling penenelitian ini menggunakan Total Sampling Analisis Data menggunakan Uji t berpasangan. Hasil penelitian 35% responden menggunakan koneksi wifi, dan 65% responden menggunakan paket data. 95,7% resonden dari pembelajaran daring kadang mudah dari metoda memahami materi kuliah sedang pada pembelajaran luring 69,6% responden. 56,5% resonden pembelajaran luring merasa tujuan pembelajaran tercapai 43,4% responden pembelajaran luring termotivasi mendapatkan hasil yang baik. 91,3% pengajara selalu memberi kesempatan bertanya kepada setiap mahasiswa. 47,8% responden menjawab dosen efisien membawakan perkuliahan pada metoda pembelajaran daring. Pada uji t didapatkan p value (0,000) < 0,05 maka Ho ditolak artinya ada perbedaan Efektifitas pembelajaran Daring dengan Kemampuan Knowledge Mahasiswa. Kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan efektifitas pembelajaran daring dengan kemampuan knowledge. Saran. Sangat penting merancang model pembelajaran yang melibatkan mahasiswa secara aktif dalam forum pembelajaran dan pemantauan ketat terhadap berbagai aspek mahasiswa karena mereka berada di luar pengawasan langsung dosen. Kata Kunci : Kemampuan Knowledge, Pembelajaran Daring
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG FAKTOR RISIKO PJK DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN TERJADINYA PJK Silviana, Hanny Ika Virgo; Sipollo, Berliany Venny; Sulartri, Anastasia Sri; Sakti, Ifa Pannya
Jurnal Keperawatan Malang Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Malang (As You Go)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v10i1.307

Abstract

Background: The knowledge that families possess helps them adopt effective preventive behaviors to protect elderly individuals with hypercholesterolemia from coronary heart disease. Purpose: This study aimed to determine the relationship between knowledge of coronary heart disease risk factors and preventive behaviors of coronary heart disease among families of elderly individuals with hypercholesterolemia in RW 10, Bandungrejosari Village, Malang City. Methods: This study was a quantitative research using a correlational method. A total of 50 respondents were selected as samples using the total sampling technique. The respondents were given a questionnaire, and the data were analyzed using Spearman's Rho correlation test. Result: The correlation test results show a p-value of 0.014 (p < 0.05), indicating that the study reveals a relationship between knowledge about coronary heart disease risk factors and preventive behavior for coronary heart disease.
Impact Of Giving Cucumber Juice Changes Blood Pressure In Elderly Hypertension Sufferers At Integrated Service Post For The Elderly “X” In Malang Regency Sutiyarsih, Emy; Sulartri, Anastasia Sri; Ariesti, Ellia
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2024): EDITION NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i3.6208

Abstract

Hypertension is known as a silent killer because many individuals are unaware that they have high blood pressure, which can lead to significant health complications and various diseases. Treatment modalities includes pharmacological intervention (medication) and non-pharmacological intervention (treatment without chemicals). Consuming fruits and vegetables rich in vitamins, water, and minerals such as cucumbers can be utilized as non-pharmacological treatments to manage blood pressure.  Cucumbers contain potassium, which helps to dilate blood vessels thereby reducing blood pressure. This study aims to determine the impact of administering cucumber juice to elderly individuals with hypertension. The research design employed quasi-experimental design, with the one group of pre-post-test method. The study included 30 respondents whose blood pressure was measured before and after consuming cucumber juice. The results were analyzed using Wilcoxon analysis test, with a p-value of 0.0001 0.05, indicating a significant impact of cucumber juice to elderly with hypertension. The Health Center is encouraged to implement and advocated for the use of cucumber juice as a non-pharmacological intervention for managing hypertension among the elderly.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Nilai Interdialytic Weight Gain (Idwg) Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang Rosana, Rita; Debora, Oda; Syukkur, Achmad; A Sri S, Sr Felisitas; Wibowo, Wibowo
INDOGENIUS Vol 3 No 1 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i1.315

Abstract

Latar belakang: Penyakit gagal ginjal kronis (GGK) sebuah keadaan yang terselenggara sebab pengurangan kemampuan ginjal saat menjaga keseimbangan di dalam tubuh. Gagal ginjal berkembang secara progresif hingga mencapai tahap akhir yaitu drajat 5 bisa dikatakan EndStage Renal Disease (ESRD), penyakit ginjal tahap akhir memerlukan terapi pengganti ginjal berupa dialysis atau transplantasi ginjal. Penderita gagal ginjal kronis perlu mengawasi gejala dan komplikasi dari penyakit seperti melakukan diet asupan cairan yang bertujuan supaya menurunkan kelampauan volume cairan untuk periode interdialitik, faktor penting yang menciptakan prilaku patuh terhadap pembatasan asupan cairan yaitu dukungan keluarga melalui dukungan emosional, penghargaan, instrumental serta informasional. Tujuan: Penelitian tersebut bertujuan supaya mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan nilai interdialytic weight gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Metode: Penelitian tersebut merupakan penelitian kuantitatif cross sectional, dengan sampel sejumlah 106 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling melalui pendekatan purposive sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini memakai kuesioner dukungan keluarga yang telah dinyatakan valid dan reliable serta penimbangan berat badan sesudah HD 1 dan sebelum HD Hasil: Didapatkan hasil dengan nilai signifikasi 0,003 dengan kekuatan korelasi r-hitung 0,291 lemah dengan arah korelasi positif. Kesimpulan: Dukungan keluarga merupakan faktor eksternal yang dibutuhkan dalam penerapan diet asupan cairan pasien hemodialisa untuk menjaga nilai IDWG dalam batas normal demi mencapai derajat kesehatan yang diinginkan. Kata kunci: Gagal ginjal kronis, hemodialisa, nilai interdialytic weight gain (IDWG),dukungan keluarga.
Pemberdayaan lansia dalam melakukan senam hipertensi untuk menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di kelompok prolanis puskesmas Tajian kabupaten Malang Sulartri, Anastasia Sri; Sutiyarsih, Emy; Diatanti, Ellia Ariesti Narita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25302

Abstract

AbstrakProgram Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS. Di Puskesmas Tajinan, Kabupaten Malang kegiatan prolanis dilaksanakan setiap hari jumat. Lansia penderita hipertensi di Puskesmas Tajinan sebanyak 2192 orang yang terdaftar di kelompok Prolanis 142 orang. Lansia  penderita hipertensi  yang datang pada kegiatan prolanis sebanyak 25 orang. Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer”, karena seringkali penderita hipertensi tidak merasakan gejala, tanpa disadari penderita hipertensi mengalami komplikasi pada organ vital seperti jantung, otak atau ginjal. Upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan komplikasi hipertensi salah satunya dengan senam hipertensi. Tujuan dari PkM ini adalah meningkatkan pemahaman para lansia penderita hipertensi tentang manfaat senam hipertensi dan mampu menerapkan senam hipertensi  secara benar. Metode kegiatan berupa edukasi dan demonstrasi senam hipertensi dilaksanakan selama tiga kali pertemuan tanggal 21-23 Mei 2024. Sasaran kegiatan PkM yaitu lansia penderita hipertensi peserta kegiatan prolanis di Pukesmas Tajinan. Evaluasi  hasil pretest pengetahuan peserta tentang penyakit hipertensi dan senam hipertensi 55,68 dan postest  67, pretest demonstrasi senam hipertensi 62,22 dan postest 75,85 sehingga dapat diartikan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan kemampuan para lansia penderita hipertensi dalam melaksanakan senam hipertensi.Kata kunci : hipertensi; lansia; senam AbstractChronic Disease Management Program (Prolanis) is a health service system and proactive approach involving participants, health facilities and BPJS. At Tajinan Health Center, Malang Regency, Prolanis activities are carried out every Friday. There are 2192 elderly people with hypertension at Tajinan Health Center, 142 of whom are registered in the Prolanis group. There are 25 elderly people with hypertension who came to Prolanis activities. Hypertension is often referred as a "silent killer", because there is often people with hypertension do not feel symptoms, without realizing it, people with hypertension experience complications in vital organs such as heart, brain or kidneys. Efforts that can be made to prevent complications of hypertension is hypertension exercise. The aim of this PkM is to increase the understanding of elderly people with hypertension about the benefits of hypertension exercise and to be able apply hypertension exercise correctly. The activity method in the form of education and demonstration of hypertension exercise was carried out during three meetings on May 21-23, 2024. The target of the PkM activity is elderly people with hypertension who are participants in the Prolanis activity at Tajinan Health Center. Evaluation of the results of the pretest of participants' knowledge about hypertension and hypertension exercise 55.68 and posttest 67, pretest demonstration of hypertension exercise 62.22 and posttest 75.85 so that it can be interpreted that there is an increase in knowledge and ability of elderly people with hypertension in carrying out hypertension exercise. Keywords: hypertension; elderly; exercise
Hubungan Antara Pengetahuan tentang MTSS dengan Perilaku pada Pertolongan Pertama Cedera MTSS pada Pelari di Lapangan Rampal Kota Malang Dewanto, Satria; Debora, Oda; Sulartri, Anastasia Sri
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.23289

Abstract

ABSTRACT Medial Tibial Stress Syndrome (MTSS) is an inflammation of the muscles, tendons and bone tissue around the shin (tibial) due to overuse and repetitive injury to the posteromedial and anteromedial areas Research. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and first aid behavior of MTSS injuries in runners. This research design is quantitative correlation with a cross-sectional approach. The research sample was 62 respondents who were taken with the Quota sampling technique. Data analysis using the Spearman correlation test. The results showed that of the 62 respondents, the highest knowledge data was obtained with sufficient knowledge of 42 respondents (67.7%) and the highest MTSS injury first aid behavior data with sufficient behavior of 43 respondents (21%). The results of the Spearman Test, it was found that the significance value was 0.000 with a correlation strength of p-value 0.493 <0.05, so it can be concluded that there is a significant relationship between knowledge of MTSS and behavior in first aid injuries. Researchers concluded that increased knowledge about MTSS can improve first aid behavior for MTSS injuries. Keywords: Knowledge, First aid, Injury, MTSS.  ABSTRAK Medial Tibial Stress Syndrome (MTSS) adalah peradangan pada otot, tendon dan jaringan tulang di sekitar tulang kering (tibialis) akibat overuse dan cedera berulang pada daerah posteromedial dan anteromedial. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis adanya hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pertolongan pertama cedera MTSS pada pelari. Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan Cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 62 responden yang diambil dengan teknik Quota sampling. Analisa data menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil penelitian menunjukan dari 62 responden diperoleh data pengetahuan tertinggi dengan pengetahuan cukup sejumlah 42 responden (67,7%) dan pada data perilaku pertolongan pertama cedera MTSS paling tinggi dengan perilaku cukup sejumlah 43 responden (21%). Hasil Uji Spearman, didapatkan bahwa nilai signifikasi 0,000 dengan kekuatan korelasi p-value 0,493<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang MTSS dengan perilaku pada pertolongan pertama cedera MTSS pada pelari di Lapangan Rampal Kota Malang. Peneliti menyimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan tentang MTSS dapat memperbaiki perilaku pertolongan pertama cedera MTSS. Kata Kunci: Pengetahuan, Pertolongan Pertama, Cedera, MTSS.
Analisi Faktor yang Mempengaruhi Lansia datang ke Pelayanan Kesehatan Sr. Felisitas A. Sri S.; Elizabeth Yun Yun Vinsur; Emy Sutiyarsih
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p189-196

Abstract

Sarana dan fasilitas dalam pelayanan kesehatan bagi lansia telah disediakan oleh pemerintah Indonesia melalui satuan terkecil di masyarakat yaitu puskesmas & posyandu lansia, akan tetapi pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia baik untuk upaya promotif, preventif, dan kuratif masih belum optimal. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi lansia datang dan memanfaatkan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh faktor pengambilan keputusan, sumber pembiayaan, kualitas pelayanan, akses jarak, akses transportasi, persepsi terkait gejala yang mempengaruhi lansia datang ke pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Nonprobability sampling dengan teknik accidental sampling. Populasinya lansia yang terdaftar di Posyandu lansia Dusun Wonosari Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Partisipan penelitian ini adalah para lansia yang bertemu dengan peneliti saat pengambilan data didapatkan sampel sebanyak 50 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sebelumnya telah disiapkan. Hasil analisis data menggunakan chi-square didapatkan ada pengaruh antara pengambilan keputusan (p=0.031), sumber pembiayaan (p=0,021), kualitas pelayanan (p=0.021), akses jarak (p=0.006), akses transportasi (p=0.043) masing-masing terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia. Hasil uji multivariat menggunakan regresi logistik didapatkan hasil tidak ada faktor yang paling berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia (p>0.05). Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya perhatian terhadap pelayanan kesehatan primer khususnya posyandu lansia agar lebih optimal pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia khususnya dalam upaya preventif dan promotif dengan memberdayakan masyarakat setempat melalui kader kesehatan posyandu lansia bekerjasama dengan tim kelompok kerja (pokja) lansia dari Puskesmas dan juga tenaga kesehatan yang bertugas di desa.
Positive correlation of Hypertension and Cognitive Function of Elderly Nanik Dwi Astutik; Felisitas A Sri S; Ifa Pannya Sakti
Journal of Ners and Midwifery Vol 9 No 3 (2022)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v9i3.ART.p311-320

Abstract

Biological changes in the elderly are one of the triggers for the emergence of hypertension which can cause changes in cognitive function. The purpose was to analyze the correlation between hypertension and cognitive function in the elderly. The design was correlation descriptive research design with the cross-sectional approach. The sampling technique was purposive sampling, the number of samples of respondents was 56 people. The research was conducted at Integrated Healthcare Center Elderly, Malang City. The instrument used to while the cognitive function in the elderly uses the MMSE. Analysis used the Spearman rank test with an alpha value of 0.05 (95% CI). The results showed that there was a significant correlation between hypertension and cognitive function in the elderly (r=0.532 and p=0.000). The direction of the correlation is positive, meaning that the more severe hypertension suffered by the elderly, the more severe they will tend to experience more severe cognitive function impairments. Based on the results of this study, it is recommended for people with hypertension do blood pressure screening and undergo hypertension treatment regularly. This is very important so that prevention and treatment can be carried out earlier to prevent more severe cognitive impairment.