Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pemberdayaan kader posyandu lansia dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengan terapi modalitas berkebun Ellia Ariesti; Ifa Pannya Sakti; Anastasia Sri Sulartri; Eli Lea Widhia Purwandhani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29232

Abstract

Abstrak Pada lanjut usia terjadi penurunan kebugaran dan kesegaran jasmani, salah satu penyebabnya adalah kurangnya melakukan aktivitas fisik. Salah satu cara untuk mengoptimalkan fungsi kognitif lansia adalah dengan menggunakan terapi modalitas. Peningkatan kualitas hidup dilakukan melalui pemberdayaan potensi mereka dalam aktivitas sehari-hari, memperoleh dukungan dari berbagai pihak dalam pemberian layanan perawatan yang komprehensif, dan memberikan kebahagiaan untuk meningkatkan kualitas hidup. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari pihak Puskesmas Tajinan bahwa selama ini di Desa Gunungronggo belum ada pelatihan tentang terapi modalitas berkebun untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan kader posyandu lansia dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengan terapi modalitas berkebun. Tujuan dari kegiatan PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader posyandu lansia dalam menerapkan terapi modalitas berkebun untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan dengan diberikan tes sebanyak 10 pertanyaan kepada peserta untuk menilai kemampuan kognitif para peserta. Hasil yang didapat Pengetahuan kader lansia tentang cara meningkatkan kualitas hidup lansia didapatkan nilai rerata dari pre-test dari 14 peserta yang hadir pengetahuan responden pada kategori baik dengan nilai 81,43. Hasil post-test yang dilaksanakan pada pertemuan terakhir, nilai rata-rata dari post-test pada 14 peserta yang hadir, pengetahuan responden pada kategori baik dengan nilai 86,43. Kemampuan kader posyandu lansia dalam menerapkan terapi modalitas berkebun untuk meningkatkan kualitas hidup lansia didapatkan hasil nilai rata-rata kategori sangat baik dengan nilai 84,14. Hal ini menunjukkan pengetahuan kader posyandu lansia mengalami peningkatan sebesar 5%. Kata kunci: terapi modalitas; berkebun; kualitas hidup; kader lansia. Abstract At In the elderly there is a decrease in fitness and physical fitness, one of the causes is the lack of physical activity. cause is the lack of physical activity. One way to optimize cognitive function of the elderly is by using modality therapy. modality therapy. Improving the quality of life is done through empowering their potential in daily activities, obtaining support from support from various parties in providing comprehensive care services, and providing happiness to improve quality of life. providing happiness to improve quality of life. Based on information obtained from the Tajinan Community Health Center that there has been no training in Gunungronggo Village. about gardening modality therapy to improve quality of life of the elderly. The solution to the problem is the implementation of community service activities to increase knowledge and empowerment of elderly posyandu cadres in improving the quality of life of the elderly with gardening modality therapy. The purpose of this this PkM activity is to increase the knowledge and ability of posyandu cadres for the elderly in applying modality therapy gardening modality therapy to improve quality of life of the elderly. Evaluation was carried out before and after activity by giving a test of 10 questions to participants to assess the cognitive abilities of the participants. assess the cognitive abilities of the participants. Results The results obtained Knowledge of elderly cadres about how to improve the quality of life the elderly obtained a value of average value of the pre-test of 14 participants who attended the respondent's knowledge in the good category with a value of 81.43. The ability of elderly posyandu cadres to applygardening modality therapy to improve the quality of life of the elderly, the average value of the category is very good with a score of value of 84.14. This shows that the knowledge of elderly posyandu cadres has increased by 5%. Keywords: modality therapy; gardening; quality of life; elderly cadre
Pemberdayaan lansia dalam melakukan senam hipertensi untuk menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di kelompok prolanis puskesmas Tajian kabupaten Malang Anastasia Sri Sulartri; Emy Sutiyarsih; Ellia Ariesti Narita Diatanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25302

Abstract

AbstrakProgram Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS. Di Puskesmas Tajinan, Kabupaten Malang kegiatan prolanis dilaksanakan setiap hari jumat. Lansia penderita hipertensi di Puskesmas Tajinan sebanyak 2192 orang yang terdaftar di kelompok Prolanis 142 orang. Lansia  penderita hipertensi  yang datang pada kegiatan prolanis sebanyak 25 orang. Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer”, karena seringkali penderita hipertensi tidak merasakan gejala, tanpa disadari penderita hipertensi mengalami komplikasi pada organ vital seperti jantung, otak atau ginjal. Upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan komplikasi hipertensi salah satunya dengan senam hipertensi. Tujuan dari PkM ini adalah meningkatkan pemahaman para lansia penderita hipertensi tentang manfaat senam hipertensi dan mampu menerapkan senam hipertensi  secara benar. Metode kegiatan berupa edukasi dan demonstrasi senam hipertensi dilaksanakan selama tiga kali pertemuan tanggal 21-23 Mei 2024. Sasaran kegiatan PkM yaitu lansia penderita hipertensi peserta kegiatan prolanis di Pukesmas Tajinan. Evaluasi  hasil pretest pengetahuan peserta tentang penyakit hipertensi dan senam hipertensi 55,68 dan postest  67, pretest demonstrasi senam hipertensi 62,22 dan postest 75,85 sehingga dapat diartikan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan kemampuan para lansia penderita hipertensi dalam melaksanakan senam hipertensi.Kata kunci : hipertensi; lansia; senam AbstractChronic Disease Management Program (Prolanis) is a health service system and proactive approach involving participants, health facilities and BPJS. At Tajinan Health Center, Malang Regency, Prolanis activities are carried out every Friday. There are 2192 elderly people with hypertension at Tajinan Health Center, 142 of whom are registered in the Prolanis group. There are 25 elderly people with hypertension who came to Prolanis activities. Hypertension is often referred as a "silent killer", because there is often people with hypertension do not feel symptoms, without realizing it, people with hypertension experience complications in vital organs such as heart, brain or kidneys. Efforts that can be made to prevent complications of hypertension is hypertension exercise. The aim of this PkM is to increase the understanding of elderly people with hypertension about the benefits of hypertension exercise and to be able apply hypertension exercise correctly. The activity method in the form of education and demonstration of hypertension exercise was carried out during three meetings on May 21-23, 2024. The target of the PkM activity is elderly people with hypertension who are participants in the Prolanis activity at Tajinan Health Center. Evaluation of the results of the pretest of participants' knowledge about hypertension and hypertension exercise 55.68 and posttest 67, pretest demonstration of hypertension exercise 62.22 and posttest 75.85 so that it can be interpreted that there is an increase in knowledge and ability of elderly people with hypertension in carrying out hypertension exercise. Keywords: hypertension; elderly; exercise
Hubungan Antara Pengetahuan tentang MTSS dengan Perilaku pada Pertolongan Pertama Cedera MTSS pada Pelari di Lapangan Rampal Kota Malang Satria Dewanto; Oda Debora; Anastasia Sri Sulartri
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.23289

Abstract

ABSTRACT Medial Tibial Stress Syndrome (MTSS) is an inflammation of the muscles, tendons and bone tissue around the shin (tibial) due to overuse and repetitive injury to the posteromedial and anteromedial areas Research. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and first aid behavior of MTSS injuries in runners. This research design is quantitative correlation with a cross-sectional approach. The research sample was 62 respondents who were taken with the Quota sampling technique. Data analysis using the Spearman correlation test. The results showed that of the 62 respondents, the highest knowledge data was obtained with sufficient knowledge of 42 respondents (67.7%) and the highest MTSS injury first aid behavior data with sufficient behavior of 43 respondents (21%). The results of the Spearman Test, it was found that the significance value was 0.000 with a correlation strength of p-value 0.493 0.05, so it can be concluded that there is a significant relationship between knowledge of MTSS and behavior in first aid injuries. Researchers concluded that increased knowledge about MTSS can improve first aid behavior for MTSS injuries. Keywords: Knowledge, First aid, Injury, MTSS.  ABSTRAK Medial Tibial Stress Syndrome (MTSS) adalah peradangan pada otot, tendon dan jaringan tulang di sekitar tulang kering (tibialis) akibat overuse dan cedera berulang pada daerah posteromedial dan anteromedial. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis adanya hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pertolongan pertama cedera MTSS pada pelari. Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan Cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 62 responden yang diambil dengan teknik Quota sampling. Analisa data menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil penelitian menunjukan dari 62 responden diperoleh data pengetahuan tertinggi dengan pengetahuan cukup sejumlah 42 responden (67,7%) dan pada data perilaku pertolongan pertama cedera MTSS paling tinggi dengan perilaku cukup sejumlah 43 responden (21%). Hasil Uji Spearman, didapatkan bahwa nilai signifikasi 0,000 dengan kekuatan korelasi p-value 0,4930,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang MTSS dengan perilaku pada pertolongan pertama cedera MTSS pada pelari di Lapangan Rampal Kota Malang. Peneliti menyimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan tentang MTSS dapat memperbaiki perilaku pertolongan pertama cedera MTSS. Kata Kunci: Pengetahuan, Pertolongan Pertama, Cedera, MTSS.
Pemberdayaan kader kesehatan melalui penerapan terapi mindfulness body scan untuk mengurangi stres wanita menopause Emy Sutiyarsih; Anastasia Sri Sulartri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38232

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan data jumlah wanita menopause  di Desa Gunungronggo sebanyak 327 orang, terdapat lima posyandu dikelola oleh 45 kader dan dua tenaga kesehatan penanggungjawab wilayah. Permasalahan yang dihadapi kader kesehatan belum berkembangnya pengetahuan kader tentang konsep stres, Mekanisme koping dan Mindfulness Body Scan untuk menurunkan stres pada wanita menopause. Kegiatan untuk mengatasi permasalahan tersebut pengabdi mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul Pemberdayaan Kader Kesehatan Melalui Penerapan Terapi Mindfulness  Body Scan Untuk Mengurangi Stres Wanita Menopause Di Desa Gunungronggo, Kabupaten Malang. Tujuan dari PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan tentang Penerapan Terapi Mindfulness Body Scan Sebagai Upaya Mengurangi Stres Pada Wanita Menopause. Kegiatan dilaksanakan dengan pelatihan kader selama 3 kali pertemuan tanggal 26-27 November dan 1 Desember 2025 dengan metode  Ceramah Tanya Jawab, demonstrasi dan redemonstrasi. Hasil evaluasi didapatkan rerata pretest 50 dan post test 76 ada kenaikan 26 %, terjadi peningkatan pengetahuan secara signifikan dan hasil rerata postest demonstrasi metode Mindfullnes Body Scan sebesar 81 dalam kategori sangat baik. Diharapkan kader kesehatan dapat membagikan informasi kepada para wanita menopause dengan tetap dalam pengawasan  tenaga kesehatan penanggungjawab wilayah sehingga para wanita menopause diharapkan mampu menerapkan Terapi Mindfulness Body Scan  sebagai upaya mengurangi stres. Kata Kunci : menopause; stres; mindfulness; kader AbstractBased on the results of the preliminary study, data was obtained that the number of menopausal women in Gunungronggo Village is 327 people, with five integrated health service posts managed by 45 cadres and two health workers in charge of the area. The problem faced by health cadres is the lack of developed knowledge regarding the concepts of stress, coping mechanisms, and Mindfulness Body Scan to reduce stress in menopausal women.To address these issues, the team conducted a Community Service activity titled "Empowerment of Health Cadres Through the Application of Mindfulness Body Scan Therapy to Reduce Stress in Menopausal Women in Gunungronggo Village, Malang Regency." The objective of this activity is to increase the knowledge and skills of health cadres regarding the Application of Mindfulness Body Scan Therapy as an effort to reduce stress in menopausal women.The activity was carried out through cadre training during three meetings on November 26-27 and December 1, 2025, using lecture, question and answer, demonstration, and re-demonstration methods. The evaluation results showed an average pre-test score of 50 and a post-test score of 76, reflecting a 26% increase, which signifies a significant improvement in knowledge. Additionally, the average post-test score for the Mindfulness Body Scan method demonstration was 81, falling into the "excellent" category.It is expected that health cadres can share this information with menopausal women under the supervision of the local health workers in charge, so that menopausal women are also expected to be able to independently apply Mindfulness Body Scan Therapy as an effort to reduce stress. Keywords: menopause; stress; mindfulness; cadres