Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KAJIAN TEKNIS MANAJEMEN PENIMBUNAN BATUBARA DI ROM STOCKPILE PT. GANDA ALAM MAKMUR KECAMATAN KAUBUN DAN KARANGAN KABUPATEN KUTAI TIMUR KALIMANTAN TIMUR Muhammad Rizal Apriyadi; - Syahrudin; Budhi Purwoko
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.78 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.31439

Abstract

Kegiatan di lokasi stockpile, secara teknis untuk menjaga kualitas batubara yang ditambang serta mampu mendukung rencana produksi batubara. Oleh karena itu, perlu adanya pengkajian terhadap penimbunan batubara di stockpile. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini, yaitu area ROM stockpile yang dilengkapi dengan tanggul, saluran terbuka, settling pond, lantai dilapisi batubara kotor, serta luas ROM stockpile 6,78 Ha yang dibagi menjadi tiga area penimbunan yaitu ROM A, ROM B dan ROM C dengan total penerapan kapasitas batubara sebesar 150.000 mt, pemisahan produk batubara berdasarkan kandungan nilai GCV (Gross Calorific Value) dalam ar dan TS (Total Sulfur) dalam adb, pola penimbunan yang yang berjalan di ROM stockpile berupa pola windrow dengan metode layering. Kendala yang menyebabkan penerapan sistem FIFO tidak berjalan dengan baik yaitu meningkatnya jumlah produk dan jumlah penerimaan batuabara, selisih tertinggi antara rencana penerimaan dan rencana penjualan maka total batubara yang harus di timbun di ROM stokpile sebesar 507.503 mt dengan memerlukan luasan area timbunan 7,9605 Ha, jalan 1,8185 Ha, tanggul 0,2665 Ha, dan saluran air 0,2 Ha sehingga total luasan yang diperlukan sebesar 10,24 Ha.Kata kunci: Batubara, Manajemen Stockpile, Penimbunan.
STUDI REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG BALLCLAY (TANAH LEMPUNG) DENGAN SISTEM PERATAAN TANAH DAN SISTEM POT MENGGUNAKAN TUMBUHAN SENGON (Paraserianthes Falcataria) DI PT. CLAYINDO CAKRA JAYA Yoan Andrie Putri; Budhi Purwoko; Fitriana Meilasari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.066 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.32166

Abstract

PT. Clayindo Cakra Jaya melakukan reklamasi dengan sistem perataan tanah, akan tetapi sistem tersebut membuat area reklamasi menjadi kering, karena itu peneliti melakukan perbandingan dengan sistem pot. Tujuan penelitian yaitu mengkaji tingkat keberhasilan reklamasi dengan menggunakan sistem perataan tanah dan sistem pot pada lahan bekas tambang Ballclay, dan membandingkan penggunaan pupuk NPK, sekam padi arang, kompos, kotoran ayam, campuran sekam padi arang dan kotoran ayam, campuran kompos dan kotoran ayam yang baik digunakan kedua sistem. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi.Tahapan pertama persiapan yang meliputi studi literatur dan persiapan lahan sistem perataan tanah dan sistem pot, kemudian penanaman, perlakuan, pengamatan kemudiam pengolahan dan analisis data, terakhir kesimpulan dan saran. Hasil yang didapatkan dimana tingkat keberhasilan yang diterapkan dengan metode sistem perataan tanah membutuhkan tanah pucuk 18,9 m2 dan sistem pot membutuhkan tanah pucuk 1,35 m2 kemudian untuk perbandingan pupuk yang baik digunakan adalah pupuk NPK. Kata kunci: Ballclay, Reklamasi, Perataan Tanah, Sistem Pot.
KAJIAN TEKNIS DAN PEMILIHAN TANAMAN PADA REKLAMASI LAHAN PASCA TAMBANG BALLCLAY (TANAH LEMPUNG) DI PT. CLAYINDO CAKRA JAYA DI KABUPATEN BENGKAYANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT Beatha Catur Debby Brigitha; Budhi Purwoko; Fitriana Meilasari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.32403

Abstract

Kegiatan penambangan PT. Clayindo Cakra Jaya mengakibatkan dampak negatif seperti pencemaran lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan PT. Clayindo Cakra Jaya adalah melakukan reklamasi lahan pasca tambang namun belum berhasil. Hal ini disebabkan sistem yang digunakan pada saat melakukan reklamasi belum tepat. Oleh karena itu, perlu adanya kajian teknis tentang penyebab kegagalan reklamasi pasca tambang di PT. Clayindo Cakra Jaya dan pemilihan jenis tanaman seperti tanaman manggis dan tanaman matoa dengan menggunakan metode guludan. Dengan melakukan penanaman tanaman manggis dan tanaman matoa pada lahan reklamasi pasca tambang dengan metode guludan dan melakukan perawatan terhadap tanaman dengan melakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari dan pemupukan sebanyak 1 minggu sekali pada tanaman. Setelah itu melakukan pengamatan terhadap tanaman dengan melakukan pengukuran pada tinggi tanaman, lebar daun dan diameter batang setiap minggunya. Setelah itu, melakukan perbandingan terhadap tanaman yang ditanam ditanah normal dengan yang ditanam dilahan pasca tambang. Penyebab kegagalan reklamasi yang dilakukan PT. Clayindo Cakra Jaya dapat diketahui dari tingkat kesuburan tanah asli. Dengan tingkat kesuburan pada tanah asli yang sangat rendah dan perawatan yang kurang baik pada tanaman reklamasi menyebabkan tanaman reklamasi mengalami kematian.Kata kunci : Ballclay, kegagalan, tingkat kriteria kesuburan tanah, metode guludan, reklamasi.
PERENCANAAN REKLAMASI LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BAUKSIT PADA BLOK X DI PT PUTRA ALAM LESTARI DI KECAMATAN KENDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT Yang Baro Dintarung; Budhi Purwoko; Ricka Aprillia
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.48478

Abstract

PT. Putra Alam Lestari merupakan pertambangan Bauksit yang terletak di Kecamatan Kendawangan dan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. PT. PAL mempunyai IUP dengan luas 3.500 (tiga ribu lima ratus) hektar dan sistem penambangan bauksit yang dilakukan oleh PT. PAL menggunakan sistem penambangan terbuka.Tujuan penelitian adalah mengetahui luas area yang akan di reklamasi, menentukan perencanaan reklamasi yang tepat pada lahan yang telah dilakukan penambangan, menentukan volume tanah pucuk dan tanah penutup,  metode penataan tanah pucuk pucuk (top soil) yang tepat dan tanaman (vegetasi) yang cocok untuk kegiatan reklamasi. Hasil dari pengolahan dan analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan luas area yang akan di reklamasi adalah 4.183,89 m2 atau seluas 0,42 hektar, volume tanah penutup yang tersedia berjumlah 671,05 BCM dan tanah pucuk yang tersedia berjumlah 1.782,61 BCM. Volume tanah penutup yang dibutuhkan berjumlah 2.716,20 BCM dan tanah pucuk yang dibutuhkan untuk sistem perataan tanah berjumlah 1255,16 BCM. Kegiatan penataan tanah lahan menggunakan alat mekanis berupa alat tebar (bulldozer). Rencana teknis reklamasi dilakukan dimulai dari persiapan lahan, kegiatan penataan lahan, dan revegetasi. Tanaman revegetasi adalah tanaman sengon. Jumlah tanaman yang dibutuhkan untuk revegetasi berjumlah 465 bibit dengan jarak 3 (tiga) meter antar lubang tanam. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat lubang tanam selama 20 jam atau tiga hari kerja dengan menggunakan tenaga manusia berjumlah 2 (dua) orang. Kata kunci : Perataan tanah, Reklamasi, Tanah Pucuk, Bauksit, Revegetasi, Sengon
PERENCANAAN REKLAMASI PADA PIT B2 BUKIT 7B PT. ANTAM (PERSERO) TBK UNIT BISNIS PERTAMBANGAN BAUKSIT KALIMANTAN BARAT BIRO TAYAN KABUPATEN SANGGAU Zalil Aswar Harahap; Budhi Purwoko; Hendri Sutrisno
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42667

Abstract

PT. Aneka Tambang (Persero) Unit Bisnis Pertambangan Bauksit Kalimantan Barat merupakan salah satu perusahaan pertambangan yang bergerak di bidang penambangan komoditas bijih bauksit. Berbagai aktifitas penambangan ini menyebabkan dampak terhadap lingkungan seperti terjadinya degradasi lahan, erosi pada permukaan tanah, terganggunya ekosistem sekitar, terjadinya pergerakan tanah dan longsor serta perubahan iklim mikro. Untuk meminimalisisir dampak tersebut dibutuhkan usaha reklamasi lahan bekas tambang. Metode pada penelitian ini menggunakan metode pemetaan untuk mengetahui keadaan eksisting di lapangan, serta metode survey dengan pengamatan langsung dan wawancara dilapangan. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan rumus-rumus yang telah ditentukan dan menggunakan software pengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah volume overburden untuk kebutuhan penataan lahan sebesar 290.408 m3 (BCM). Dengan luas lahan 9,2 hektar, lahan akan dibentuk dengan ketinggian 20 meter dalam bentuk 2 tingkat timbunan (2 lereng) dengan pembuatan teras bangku sepanjang 10 meter. Penyaliran air limpasan dibuat saluran air (paritan) dengan keliling basah 2,35 meter dan kedalaman aliran 0,68 meter yang akan dibuat mengelilingi lahan reklamasi serta pada dasar lereng. Kebutuhan top soil yang akan ditebar sebesar 38.749,8 m3 BCM dengan tingkat kesuburan tanah pucuk (top soil) dalam kriteria sedang. Jenis tanaman cepat tumbuh yang direncanakan adalah jambu mede dengan jumlah kebutuhan sebanyak 10.226.Kata Kunci: Penataan Lahan, Penyaliran, Revegetasi, Stabilitas Lereng
PERHITUNGAN SUMBERDAYA EMAS PADA LOKASI USULAN WPR DI KECAMATAN BOYAN TANJUNG, KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT Agradio Prasetya Haedi; Budhi Purwoko; Septami Setiawati
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.47337

Abstract

Berdasarkan keberadaannya di dunia ini, emas merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Emas mempunyai banyak manfaat salah satunya emas digunakan sebagai mata pencaharian masyarakat. Seperti masyarakat di kecamatan boyan tanjung, kabupaten Kapuas hulu provinsi Kalimantan barat yang menjadikan emas sebagai mata pencaharian mereka. Terkait hal tersebut, peneliti merasa dibutuhkan suatu kajian analisa data terhadap sumberdaya yang dapat dieksploitasi dari lokasi usulan wpr tersebut, hal ini ditujukan untuk melihat apakah sumberdaya emas di kecamatan boyan tanjung tersebut layak untuk dijadikan lokasi usulan wilayah pertambangan rakyat (WPR). Pengambilan data dilapangan berupa kegiatan penyedotan dengan menggunakan mesin sedot sebanyak 36 titik penyedotan untuk mengetahui ketebalan endapan ore. Berdasarkan metode luas daerah pengaruh, sebaran endapan ore pada lokasi penelitian, terbagi menjadi 3 Desa sesuai dengan banyaknya titik penyedotan yang dilakukan dan jarak antar titik penyedotan. Kemudian hasil data ketebalan endapan ore dan luas sebarannya dihitung untuk mengetahui volume sumberdaya emas pada lokasi penelitian ini. Hasil penelitian yang didapat yaitu Volume sumberdaya emas yang ada di Kecamatan Boyan Tanjung mencapai 45.512.214,81 m³ dan merupakan sumberdaya mineral tereka, Kadar konsentrat emas yang diperoleh di masing-masing desa adalah Desa Nanga Suruk 0,042 gram/m³, Desa Nanga Boyan 0,054 gram/m³, dan Desa Entibab 0,092 gram/m³ dengan rata-rata kadar konsentrat yang diperoleh sebesar 0,062 gr/m³. Tonase ore yang diperoleh di Kecamatan Boyan Tanjung adalah sebesar 87.383.452,43 ton. Tonase konsentrat emas yang diperoleh di Kecamatan Boyan Tanjung adalah sebesar 2,69 ton. Dan Metode penambangan yang digunakan adalah Alluvial mining (pasir sedot) yang merupakan sistem penambangan terbuka. Kata Kunci : Sumberdaya Emas, WPR, Pasir Sedot
AEVALUASI GEOMETRI JALAN ANGKUT DARI FRONT PENAMBANGAN MENUJU UNIT CRUSHER PADA PENAMBANGAN BATU ANDESIT PT. BUKIT LABU MINING KABUPATEN SINTANG Zulfahmi Eki Finalda; Sutarto Yosomulyono; Budhi Purwoko
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.41013

Abstract

PT. Bukit Labu Mining membangun pabrik pemecah andesit, Sintang, Kalimantan Barat yang bergerak di bidang kontruksi bangunan dan jalan. Infrastruktur yang baik sangat dibutuhkan oleh kegiatan apapun, termasuk dalam proses penambangan. Akses jalan merupakan faktor penting dalam ketercapaian volume batuan yang dipindahkan. Sebelum menentukan geometri jalan yang akan dibuat maka perlu diketahui alat angkut yang akan melaluinya.Jalan yang baik akan mendukung terpenuhinya target produksi yang di inginkan dan produksi per dump truck juga akan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kondisi jalan yang sesuai standar tambang, mengetahui kemampuan daya dukung tanah dalam menahan beban yang diberikan oleh alat angkut terbesar yang melintas di atasnya,serta memberikan rekomendasi jalan angkut tambang yang sesuai dengan standar tambang.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu dengan cara mendeskripsikan keadaan objek penelitian dan dapat memecahkan masalah dengan menggunakan perhitungan untuk meningkatkan produksi. Geometri jalan yang dihitung dalam penelitian ini adalah lebar jalan, kemiringan jalan, superelevasi, dan kemiringan melintang. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beberapa koreksi pada perhitungan jalan sehingga harus dilakukan evaluasi agar tujuan yang diinginkan tercapai. Adapun evaluasi tersebut adalah lebar jalan tikungan yang masih belum maksimal sehingga harus dilakukan pelebaran sebanyak 1 meter pada masing-masing tikungan, kemudian kemiringan jalan dibeberapa segmen perlu disesuaikan dengan standar kemiringan yang ada yaitu 8 % dengan cara dilakukan pengerukan dan penimbunan. Kemampuan daya dukung tanah sudah sesuai standar sehingga mampu menopang alat berat yang melewati jalan tambang.Kata kunci: Jalan Angkut, Lebar Jalan, Kemiringan Jalan, Superelevasi, Kemiringan Melintang