Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HAK IJBAR WALI PERKAWINAN PERSPEKTIF IMAM SYAFI’I DAN RELEVANSINYA DALAM HUKUM PERKAWINAN DI INDONESIA Sudirwan; Muhammad Arjam; Dul Jalil
Hikamuna: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 8 No 2 (2023): Hikamuna: Jurnal Kajian Hukum Islam
Publisher : HIKAMUNA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas hak ijbar wali perkawinan berdasarkan perspektif Imam Syafi’i dan relevansinya dalam hukum perkawinan di Indonesia, yang dilatar belakangi adanya pergeseran pemaknaan ijbar yang diidentikkan dengan ikrah oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang mayoritas menganut Mazhab Syafi’i, hal ini mendorong peneliti untuk melakukan sebuah penelitian tentang bagaimana sebenarnya hak ijbar wali terhadap anak gadis dan janda dalam pandangan Imam Syafi’i? dan bagaimana hak ijbar wali terhadap anak gadis dan janda dalam pandangan hukum perkawinan di indoneisia. Penelitian merupakan jenis penelitian kepustakaan, karena data yang diperoleh berasal dari berbagai macam buku dan kitab. Dengan menggunakan metode penelitian yang sudah dipaparkan di atas dihasilkanlah sebuah kesimpulan bahwa hak ijbar wali menurut pandangan Imam Syafi’i diberlakukan bagi anak gadis yang masih kecil, yang sudah dewasa dan juga janda. Dalam pemberlakuan hak ijbar wali bagi janda wajib dimusyawarahkan dengan cara meminta persetujuannya secara tegas dan bagi anak gadis, indikasi persetujuannya cukup dengan diamnya saja. Sedangkan dalam perspektif hukum HAM, tidak ada aturan hukum yang secara khusus mengatur mengenai perkawinan dengan hak ijbar.
KEABSAHAN TALAK DI LUAR PENGADILAN Dul Jalil
Hikamuna: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9 No 1 (2024): Hikamuna: Jurnal Kajian Hukum Islam
Publisher : HIKAMUNA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menjelaskan keabsahantalak di luar pengadilan Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitataif dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu memberikan gambaran tentang hukum talak dan jenis-jenis talak serta hukum talak yang dilakukan di depan sidang pengadilan dan di luar pengadilan. Dari hasil kajian ditemukan terdapat perbedaan pandagan antara ulama klasik, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menyikapi fenomena talak di luar pengadilan.
Strategies for Strengthening Harmonious Values in the Family from the Perspective of Islamic Family Law Wapa, Abdul; Jalil, Dul
POLICY, LAW, NOTARY AND REGULATORY ISSUES Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/polri.v5i2.2053

Abstract

Understanding Islamic family law plays an increasingly important things in shaping individual character and strengthening family values, particularly within the Islamic legal framework. This study aims to describe Islamic family law perspectives on harmonious values and analyze strategies for their implementation in the Kampung Gebang community, Tangerang City. The family in Islam is regarded as a sacred institution and the foundation of a just and moral society, where harmony is aligned with the objectives of maqāṣid al-sharī‘ah which protecting lineage, preserving honor, and fostering peace. Using a qualitative socio-legal approach, the research integrates doctrinal analysis of the Kompilasi Hukum Islam (KHI), Marriage Law No. 1 of 1974, and relevant court decisions with empirical data from interviews, observations, and literature review. Findings reveal several interconnected strategies, including three categories in religious, legal, and sociological. These strategies, while sociological in practice, are deeply rooted in legal norms and obligations, such as parental duties, spousal responsibilities, and mediation procedures mandated by Islamic law and national legislation. Religious Courts reinforce these principles by prioritizing reconciliation and protecting children’s welfare. The study concludes that family harmony in Kampung Gebang is sustained through a balance of moral guidance and enforceable legal frameworks, offering practical insights into bridging normative Islamic law with lived community practice.