Claim Missing Document
Check
Articles

PENGELOLAAN SANGGAR BUSANA BERBASIS TEACHING FACTORY PADA JURUSAN TATA BUSANA SMK NEGERI 6 MAKASSAR Syarifah Suryana; Gufran D. Dirawan; Jokebet Saludung; Slamet Widodo
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.314 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui manajemen sanggar busana berbasis teaching factory, dengan mengkaji keadaan obyek dan fakta- fakta yang bersangkutan mengenai manajemen sanggar busana berdasarkan fungsi manajemen. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (i) Manajemen teaching factory SMK Negeri 6 Makassar, (a) Perencanaan pengadaan bahan baku terkendala ketersediaan karena adanya tugas ganda. (b) Pengorganisasian dilakukan dengan membentuk struktur organisasi. (c) Pelaksanaan/ Motivasi yaitu dengan terpenuhinya kebutuhan SDM, memotivasi peserta didik agar bekerja lebih efisien. Hasil penellitian menunjukkan bahwa evaluasi secara berkala terhadap sarana dan prasarana dan penggerak teaching factory dapat menjadikan gambaran pengelolaan sanggar busana teaching factory pada jurusan tata busana SMK Negeri 6 Makassar. Pengelolaan sanggar busana teaching factory yang baik pada jurusan tata busana akan dapat meningkatkan prestasi siswa baik dari akademik maupun non akademik.
PENGARUH SUHU GELATINISASI DAN WAKTU SAKARIFIKASI TERHADAP PRODUKSI SIRUP GLUKOSA SAGU Rissa Megavitry; Amran Laga; Adiansyah Syarifuddin; Slamet Widodo
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.915 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu gelatinisasi dalam memecah kristalin pati sagu dan pengaruh waktu sakarifikasi dalam produksi sirup glukosa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2017 – April 2018 di Laboratorium Kimia dan Analisis Pangan Universitas Hasanuddin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan variasi suhu gelatinisasi (87°C dan 121°C) dan waktu sakarifikasi (36 jam dan 72 jam), dengan formula sebagai berikut F1 (87oC; 36 jam), F2 (87oC; 72 jam), F3 (121oC; 36 jam), dan F4 (121oC; 72 jam). Data penelitian dianalisis menggunakan metode analisis histogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada variasi F4 (121oC; 72 jam) dengan nilai tingkat kemanisan 23,22°brix. Bedasarkan hal tersebut menunjukkan suhu gelatinisasi dan waktu sakarifikasi mempengaruhi tingkat kemanisan sirup glukosa sagu yang dihasilkan.
MODEL PELATIHAN MENDESAIN TEKSTIL MENGGUNAKAN ADOBE PHOTOSHOP UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU SMK TATA BUSANA N Nurhijrah; Husain Syam; S Syamsidah; Slamet Widodo
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.1 KB)

Abstract

Model pelatihan mendesain tekstil menggunakan adobe photoshop ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan model pengembangan pelatihan mendesain tekstil menggunakan adobe photoshop, metode yang digunakan dalam penelitian ini penelitian pengembangan (R&D) untuk meningkatkan kompetensi guru Tata Busana di Kabupaten Gowa. Tempat penelitian di SMK Negeri 2 Gowa dengan subjek uji coba adalah guru SMK Tata Busana Se-Kabupaten Gowa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan model pelatihan mendesain tekstil menggunakan adobe photoshop mengacu pada model pengembangan ADDIE dan telah memenuhi kriteria Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation sehingga dihasilkan silabus, skenario kegiatan pembelajaran, buku panduan model dan modul yang tervalidasi.
Daya Tahan Biskuit Subtitusi Tepung Tempe dan Tepung Ikan Sarden Menggunakan Metode Accelerated Shelf Life Testing (Aslt) Menggunakan Persamaan Arrhenius admin admin; Slamet Widodo
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): Prosiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknol
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen bertujuan untuk mengetahui: daya tahan biskuit substitusi tepung tempe dan tepung ikan Sarden menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (Aslt) Menggunakan Persamaan Arrhenius. Tempat penelitian dilaksanankan di Laboratorium Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan score sheet. Teknik analisis data yang digunakan adalah rata-rata dan uji arrhenius. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil uji daya tahan biskuit subtitusi tepung tempe dan tepung ikan sarden menunjukkan bahwa biskuit dengan subtitusi tepung tempe sebanyak 60% yaitu pada formula tempe ikan sarden 3%memiliki daya simpan lebih lama dibandingkan dengan subtitusi formula tempe 10% dan tepung ikan sarden 3%. Daya tahan biskuit diwadah terang diperkirakan 73 hari dan diwadah gelap 108 hari. Perbedaan ini disebabkan dengan kemasan yang tembus cahaya/terang mempercepat proses oksidasi unsur kimia pada biskuit sehingga biskuit yang disimpan dalam kemasan tembus cahaya/terang lebih pendek dibandingkan dengan kemasan gelap.
Daya Terima Biskuit Dengan Penambahan Pure Tempe Slamet Widodo; Andi Hudiah; Nurwahyuni Nurwahyuni
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biskuit merupakan jajanan yang sangat disukai oleh anak–anak sehingga dapat dimanfaatkan sebagai treatment perbaikan status gizi anak melalui pemberian makanan tambahan (PMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima produk biskuit dengan substitusi pure tempe. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret– Agustus 2020 di Laboratorium Pendidikan Kesehatan Keluarga (PKK) Universitas Negeri Makassar. Data dikumpulkan dengan menilai mutu biskuit yaitu warna (sangat gelap – sangat terang), aroma (sangat tidak harum – sangat harum), tekstur (sangat tidak keras – sangat keras), rasa (sangat tidak enak – sangat enak), over all (sangat tidak baik – sangat baik) dan kesukaan (sangat tidak suka sekali – sangat suka sekali) pada 36 panelis terlatih. Analisis data menggunakan rata-rata, frekuensi, dan uji beda rata-rata. Hasil menunjukkan mutu biskuit dengan substitusi pure tempe untuk warna semakin terang, aroma semakin tidak harum, tekstur semakin tidak renyah, rasa semakin enak, keseluruhan (overall) semakin kurang baik, dan kesukaan semakin tidak disukai, sengakan furmula yang paling disukai adalah formula dengan subtitusi pure tempe sebanyak 50% (15gram) dan terigu 50% (15gram) dengan penerimaan sebanyak 75% (27 panelis). Pada formula tersebut ternyata pada tingkat rasa panelis sangat menyukai karena enak yang terasa kacang tempenya terasa seperti biskuit mente, selai itu warnanya coklat keemasan.
Kandungan Gizi Biskuit Substitusi Kedelai Slamet Widodo; Rona Khaeroni; Andi Hudiah; Nahriana Nahriana
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan metode eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi biskuit dengan subtitusi kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dari analisis proksimat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Proses pembuatan biskuit tepung kedelai dimulai dengan penimbangan semua bahan, pencampuran, penimbangan adonan per 1 biji biskuit, pencetakan, pengovenan, pendinginan, kemudian pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan gizi melalui uji proksimat pada formula biskuit dengan substitusi tepung kedelai menunjukkan kandungan gizi kalori meningkat 17,86 Kkal, protein meningkat 1,335 gram, lemak meningkat 0,804 gram, karbohidrat meningkat 1,32 gram, air meningkat 0,01 gram dan abu menurun 0,47 gram. Kandungan gizi pada biskuit yang terpilih/disukai dengan subtitusi tepung kedelai 60% (18 gram) dan terigu 40% (12 gram) mengandung kalori 438,32Kkal, protein 10,71 gram, lemak 11,86 gram, karbohidrat 72,11 gram, air 4,67 gram dan abu 0,64 gram. Berdasarkan kandungan gizi tersebut biskuit sudah memenuhi standar gizi biskuit yang ditetapkan oleh SNI.
Pembuatan Bakso Ayam Dengan Substitusi Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Untuk Peningkatan Variasi Pangan Keluarga Nurafni Erliani; Syamsidah Syamsidah; Slamet Widodo
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi yang terkadung dalam bakso ayam substitusi jagung manis. Tempat penelitian dilaksanankan di Laboratorium Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar dan di Desa Setiarejo Kab. Palopo yang melibatkan ibu rumah tangga sebanyak 36 orang . Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan score sheet. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan anova. Dengan menggunakan 3 formulasi yaitu F1 (20% jagung manis dan daging ayam 80%), F2 (40% jagung manis dan daging ayam 60%), dan F3 (60% jagung manis dan 40 daging ayam). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan gizi bakso ayam substitusi jagung manis yang terpilih F1 dengan lima parameter yaitu kandungan protein mengalami penurunan degan nilai -3,45, kandungan lemak mengalami penurunan dengan nilai -2,55, kandungan karbohidrat mengalami peningkatan dengan nilai 3,6, kandungan air mengalami peningkatan dengan nilai 0,85, dan kadar abu mengalami peningkatan dengan nilai 0,05.
Inovasi Pengolahan Klepon Substitusi Sukun dan Tempe Di Desa Bulue Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng Untuk Meningkatkan Imunitas Dalam Upaya Menghadapi Pandemi Covid 19 Besse Qur’ani; Slamet Widodo; Kasdy Kadir
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi pengolahan kue klepon substitusi sukun dan tempe di Desa Bulue Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret– Agustus 2020 di Laboratorium Pendidikan Kesehatan Keluarga (PKK) Universitas Negeri Makassar. Data dikumpulkan dengan menilai mutu kue klepon dengan menggunakan organoleptik yaitu warna (sangat gelap – sangat terang), aroma (sangat tidak harum – sangat harum), tekstur (sangat tidak keras – sangat keras), rasa (sangat tidak enak – sangat enak), over all (sangat tidak baik – sangat baik) dan kesukaan (sangat tidak suka sekali – sangat suka sekali) pada 16 panelis terlatih. Analisis data menggunakan rata-rata, frekuensi, dan uji beda rata-rata. Hasil menunjukkan mutu kue klepon substitusi sukun dan tempe untuk warna semakin gelap, aroma semakin tidak harum, tekstur semakin keras/kenyal, rasa semakin enak, keseluruhan (overall) semakin baik, dan kesukaan semakin tidak disukai, sedangkan formula yang paling disukai adalah formula dengan subtitusi sukun sebanyak 25% (11,3gram) dan tepung ketan 75% (33,7gram) dengan penerimaan sebanyak 91,9% (34 panelis). Pada formula tersebut ternyata pada tingkat rasa panelis sangat menyukai karena lebih enak dibandingkan yang formula lainnya
Daya Tahan Biskuit Subtitusi Tepung Tempe Dan Tepung Ikan Sarden Mengunakan Metode Asselerad Shelf Life Testing ( Aslt) Persamaan Arrhenius Purnamasari Purnamasari; Slamet Widodo; Syamsidah Syamsidah; Andi Hudiah
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen bertujuan untuk mengetahui: daya tahan biskuit substitusi tepung tempe dan tepung ikan Sarden menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (Aslt) Menggunakan Persamaan Arrhenius. Tempat penelitian dilaksanankan di Laboratorium Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan score sheet. Teknik analisis data yang digunakan adalah rata-rata dan uji arrhenius. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil uji daya tahan biskuit subtitusi tepung tempe dan tepung ikan sarden menunjukkan bahwa biskuit dengan subtitusi tepung tempe sebanyak 60% yaitu pada formula tempe ikan sarden 3%memiliki daya simpan lebih lama dibandingkan dengan subtitusi formula tempe 10% dan tepung ikan sarden 3%. Daya tahan biskuit diwadah terang diperkirakan 73 hari dan diwadah gelap 108 hari. Perbedaan ini disebabkan dengan kemasan yang tembus cahaya/terang mempercepat proses oksidasi unsur kimia pada biskuit sehingga biskuit yang disimpan dalam kemasan tembus cahaya/terang lebih pendek dibandingkan dengan kemasan gelap.
Pembuatan Bakso Ayam Dengan Substitusi Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Untuk Memasyarakatkan Pangan Lokal Nurafni Erliani; Syamsidah Syamsidah; Slamet Widodo
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan metode eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi yang terkadung dalam bakso ayam substitusi jagung manis. Tempat penelitian dilaksanankan di Laboratorium Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar dan di Desa Setiarejo Kab. Palopo yang melibatkan ibu rumah tangga sebanyak 36 orang . Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan score sheet. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif, mean , anova dan duncan. Dengan menggunakan 3 formulasi yaitu F1 (20% jagung manis dan daging ayam 80%), F2 (40% jagung manis dan daging ayam 60%), dan F3 (60% jagung manis dan 40% daging ayam). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan gizi bakso ayam substitusi jagung manis yang terpilih F1 dengan lima parameter yaitu kandungan protein mengalami penurunan degan nilai -4,9, kandungan lemak mengalami penurunan dengan nilai -4,15, kandungan karbohidrat mengalami peningkatan dengan nilai 8,3, kandungan air mengalami peningkatan dengan nilai 0,7, dan kadar abu mengalami peningkatan dengan nilai 0,05