Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Keterampilan Ibu-Ibu Rumah Tangga di Sekitar Kawasan Wisata Panciro Pelatihan Pembuatan Cookies Corona Tempe Armiwaty Armiwaty; Ratnawati T; Slamet Widodo; Besse Qur’ani; Salehuddin Salehuddin
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.51 KB)

Abstract

Abstrak. Mitra Program Kemitraan Komunitas (PKM) ini adalah Ibu-Ibu Rumah Tangga Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Masalahnya adalah: mitra belum memiliki keterampilan pengolahan cookies corona tempe yang menggunakan tambahan tempe untuk meningkatkan variasi pangan bergizi, dan belum mengetahui cara merencanakan menjual hasil olah cookies corona tempe. Metode yang digunakan adalah: ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab, dan mitra pendamping. Hasil yang dicapai adalah peningkatan keterampian pengolahan cookies corona tempe baik dari pengetahuan bahan, pengetahuan alat dan pengetahuan pengolahan. Kata Kunci: Cookies corona, Pengolahan, Tempe. 
PKM Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Merias Wajah Izmi Burhanuddin; Slamet Widodo; Nur Hijrah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kegiatan Pelatihan bagi ibu-ibu rumah tangga telah dilaksanakan di Kelurahan Lalampanua, Kecamatan Pamboang Provinsi Sulawesi Selatan. Kelompok mitra membutuhkan adanya pelatihan merias wajah khususnya untuk acara pesta dengan adanya permasalahan diantaranya (1) Mitra belum memiliki pengetahuan/keterampilan bagaimana merias wajah yang baik dan benar, (2) Mitra belum memiliki pengetahuan/keterampilan bagaimana cara merias wajah yang baik dan benar sekaligus bisa sebagai dasar untuk usaha baru. Adapun solusi yang ditawarkan kepada mitra adalah (1) Memberikan pengetahuan/keterampilan cara merias wajah yang baik dan benar, (2) Memberikan pengetahuan/keterampilan cara merias wajah yang baik dan benar sekaligus bisa sebagai dasar untuk usaha baru. Tim pengabdi mengawali kegiatan pelatihan merias wajah bagi ibu-ibu rumah tangga dengan menjelaskan alat bahan dan kosmetik yang digunakan, kemudian tutor menjelaskan fungsi dan manfaat dari merias wajah. Selanjutnya melaksanakan demonstrasi merias wajah oleh pengabdi dan memilih satu peserta sebagai model acuan dalam pelaksanaan pelatihan dan di ikuti oleh peserta pelatihan merias wajah. Setelah dilakukan pelatihan maka diperoleh hasil :  (1) Peserta mengetahui fungsi dan kegunaan dari alat , bahan dan kosmetik, (2) Kelompok mitra telah memiliki keterampilan merias wajah diri sendiri. Kata kunci: Pelatihan, merias wajah, keterampilan
Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Brownis Tempe untuk Mengembangkan Minat Wirausaha Tuti Supatminingsih; Syamsidah Syamsidah; Slamet Widodo; Amir Muhiddin
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tempe selama ini, khususnya di Kabupten Majene, hanya dijadikan sebagai bahan makanan pokok, dibuat menjadi gorengan, campuran sayur dan sebagainya, padahal tempe bisa juga dibuat menjadi berbagai macam kue, salah satu diantaranya adalah bronis. Jenis kue ini mudah pembuatannya dan disenangi oleh masyarakat sehingga produk dan pemasarannya mudah dilakukan dan dengan begitu produk ini bisa menjadi pemantik bagi ibu-ibu rumah tangga untuk berwirausaha. Berdasar pada realitas itulah, maka kegiatan PKM ini mempertemukan dua kelompok yaitu ibu-ibu rumah tangga dan produsen dan penjual tempe untuk diberi pelatihan dan pendampingan bagaimana membuat brownis dari bahan baku tempe. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktek langsung membuat bronis tempe. Setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan maka dapat disimpulkan bahwa peserta bukan saja telah mengerti dan memahami dengan baik bagaimana cara mengolah dan membuat brownies tempe akan tetapi juga sudah memunculkan sikap yang positif dan keinginan untuk berwirausaha. Kegiatan yang dianggap berhasil ini juga didukung oleh keseriusan dan antusias para peserta ditambah respon positif dari aparat pemerintah setempat serta tokoh perempuan dan pendidik, Faktor pendukung lain adalah anggota Tim pengabdi yang bersemangat dan memilki konpentensi dibidangnya masing-masing. Luaran dari PKM ini adalah artikel yang dipublish dijurnal atau prosiding, HAKI, media online dan video kegiatan.Kata Kunci: Pelatihan, Bronis, Tempe. Pemberdayaan
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMBUATAN ROTI GORENG SUBSTITUSI TEMPE BAGI IBU-IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN LALAMPANUA KECAMATAN PAMBOANG KABUPATEN MAJENE Nahriana Nahriana; Slamet Widodo; Kasdy Kadir; Dimas Dimas; Ika Jusman
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Program Kemitraan Komunitas (PKM) ini adalah Kelurahan Lalampanua Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Propinsi Sulawesi Selatan. Masalahnya adalah: mitra belum memiliki pengetahuan mengenai cara pengolahan roti goreng substitusi tempe untuk meningkatkan nilai jual., Metode yang digunakan adalah: ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab, dan mitra pendamping. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan mitra dalam pengolahan roti goreng substitusi tempe yang dimulai dari pengetahuan bahan, pengetahuan alat dan pengetahuan pembuatan roti goreng substitusi tempe. Kata Kunci: Pengetahuan, Roti Goreng, Tempe.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU RUMAH TANGGA KELURAHAN LALAMPANUA KECAMATAN PAMBOANG KABUPATEN MAJENE MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN TALAM TEMPE Slamet Widodo; Andi Hudiah; Kasdy Kadir; Aisyah Aisyah; Tasya Aprilia Riqah Nurul Auliyah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Program Kemitraan Komunitas (PKM) ini adalah pelatihan pembuatan talam subsitusi tempe. Masalah yang dihadapi adalah: mitra belum memiliki pengetahuan mengenai cara pengolahan roti goreng substitusi tempe untuk meningkatkan nilai jual. Metode yang digunakan adalah: ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab, dan mitra pendamping. PKM dilaksanakan di Lalampanua Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Propinsi Sulawesi Barat. Peserta pelatihan adalah Ibu-Ibu rumah tangga di wilayah Klurahan  Lalampanua. Hasil yang dicapai adalah pengetahuan ibu-ibu rumah tangga dalam pengolahan talam substitusi tempe meliputi pengetahuan bahan, pengetahuan alat dan pengetahuan pembuatan talam  substitusi tempe meningkat Kata kunci: Pengetahuan, Talam, Tempe 
Increasing energy values of biscuits with tempe purée and sardines flour as the ingredient substitutions Slamet Widodo; Andi Hudiah
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.54 KB) | DOI: 10.26858/ijfs.v8i1.33167

Abstract

Abstract. This research and development study aims to investigate the energy values of biscuits made of tempe purée ad sardines flour (sardinella). The experiment was conducted in the Laboratory of Home Economics Department (PKK) in Engineering Faculty of Universitas Negeri Makassar. The used data collection technique is documentation from proximate analysis. The used data analysis technique is descriptive analysis. The process of making biscuits using tempe purée and sardines flour starts with weighing all the ingredients, mixing, weighing the dough for 1 biscuit, moulding the dough, placing in the oven and baking, remove from the oven and cooling, then packing the biscuits. The results showed that the nutritional values based on the proximate test of the biscuit formula with the substitution of tempe purée and sardines flour showed that the calorie value increased to 7.8 kcal, fat value increased to 1.72 grams, and calcium value increased to 5.59 grams. Keywords: Biscuit, Sardines Flour, Tempe Purée
PKM PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN KUE TRADISIONAL SUBSTITUSI TEMPE UNTUK PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA Andi Hudiah; Slamet Widodo; Gawarti Gawarti
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 11
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Program Kemitraan Masyarakt (PKM) ini adalah Keluraran Lammpanua Terletak di Kecamatan Pamboang kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Masalahnya adalah: (1) Mitra belum memiliki pengetahuan/keterampilan bagaimana cara membuat kue tradisional subtitusi tempe dengan baik dan benar. (2) Mitra belum memiliki pengetahuan/keterampilan bagaimana cara mengemas kue tradisional subtitusi tempe sehingga bisa menarik dan bisa dijual disupermarket atau semacamnya. (3) Mitra belum memiliki pengetahuan yang memadai untuk bisa membuat perencanaan penjualan hasil pembuatan kue tradisional subtitusi tempe yang sudah dikemas. Metode  yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktek secara langsung membuat olahan tempe non lauk dan membuat rencana penjualan olahan tempe non lauk. Berdasarkan hasil PKM ini menunjukkan bahwa: 1). Mitra sudah mengetahui cara membuat kue tradisional subtitusi tempe, 2). Mitra sudah bisa mengemas kue tradisional subtitusi tempe sehingga bisa menarik dan bisa dijual di  supermarket atau semacamnya, dan 3). Mitra sudah bisa membuat perencanaan penjualan hasil pembuatan kue tradisional subtitusi tempe yang sudah dikemas. Kata Kunci : Kelompok petani, Kue Tradisional Subtitusi Tempe, PKM
BISCUIT FORMULATION WITH SUBSTITUTION OF BROWN RICE FLOUR Slamet Widodo; Saifuddin Sirajuddin
Journal of Business on Hospitality and Tourism Vol 5, No 2 (2019): Journal of Business on Hospitality and Tourism
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.201 KB) | DOI: 10.22334/jbhost.v5i2.132

Abstract

Focus of this study was formulation of biscuit with substitutionof  brown rice flour which were widely accepted by the community. The objective of the study was to formulate biscuit subtitution by brown rice flour. The experiment was conducted in Maret-July 2017 in Family Welfare Education Laboratory. Data collected was quality of biscuit (color, flavor, texture, taste, and overall) and the preference. Data was analyzed by Mean and ANOVA. Result: 18g wheat flour, 6g cornstarch, 4g tapioca starch, 19g brown rice flour, 12g margarine, 29g eggs yolk, and 12g refined sugar. Nutrition contents the best biscuit was water 2,52g, ash 1,19g, fat 24,46g, protein 11,68g, carbohydrate 60,15g, and energy 507,46Kcal.
Dampak Pelatihan Pemanfaatan Sumber Daya Alam Bagi Pembedayaan Perempuan Mahmudah Mahmudah; Bakhrani A. Rauf; Slamet Widodo
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1381.907 KB)

Abstract

Abstrak. Program Kemitraan Komunitas (PKM) ini telah dilakukan kepada  Ibu-Ibu Kelompok PKK Desa Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe Bulu, Kabupaten Maros untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfatan sumber daya alam yang melimpah mulai dari cara mengolah, cara mengemas, sampai dengan cara memasarkan kripik ubi kayu baik secara daring maupun secara luring. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta pelatihan yang terdiri atas 25 orang dari kelompok Ibu-ibu PKK sangat antusias dan kompak. Antusias mereka dibuktikan dengan keceriaan, kedisiplinan saat mengikuti kegiatan dengan menyiapkan alat tulis,  mengenakan protokol kesehatan yang telah disediakan oleh Tim Pengabdi, dan melakukan tanya jawab. Adapun kekompakan dibuktikan dengan adanya kerja kelompok saat praktik mulai dari pemilihan ubi kayu, cara mengupas, cara menggoreng, mengemas sampai kepada teknik pemasarannya yang dilakukan secara berkelompok. Di akhir pelatihan mereka melakukan rencana tindak lanjut dengan menjadikan pembuatan kripik ubi sebagai program kerja yang disinergikan dengan program kerja BUMDes Sehati. Kegiatan ini minimal memiliki tiga dampak, yaitu: dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial.Kata Kunci: Pemanfaatan, Ubi Kayu, Dampak Lingkungan, Ekonomi, Dan Sosial 
Perbaikan Status Gizi Siswa TK Aisiyah Bustanul Athfal dengan Intervensi Makanan Cair Berbasis Tepung Beras Merah Slamet Widodo; Rosa Rahayu; Andi Hudiah
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.508 KB)

Abstract

Abstract. The research objective is the participation of liquid food substitution of soybean husk flour to the nutritional status of children under five years. The design of the Randomized Controlled Trial (RCT) Single Blind Pre-post Study. The number of respondents 30, given liquid food for 30 days. Before and after the intervention measurements of body weight, body height. Paired t-test analysis method. Research controls for energy 165 and 2.6 Kcal, control 152 ± 3.96 Kcal, protein control 11.3 ± 2.1 g; treatment 13.2 ± 4 g. Changes in control body weight 18.3 ± 3.56 kg to 18.67 ± 3.56 kg, treatment 19.5 ± 2.35 cm to 19.8 ± 5.56 cm. Weight gain after consuming liquid food Improve the body of malnourished children to become normal children. Conclusion Nutritious feeding for 30 days improves nutritional status Keywords: Malnutrition, Liquid Food, Ari Soybean Flour