Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

MANAJEMEN KONFLIK KEPERAWATAN DI TATANAN KLINIS: STUDI LITERATUR I Made Moh. Yanuar Saifudin; Hasniah Dina; Ina Laela Abdillah; Josepha Mariana Tamaela; Lusi Anika
Journal of Advanced Nursing and Health Sciences Vol. 2 No. 1, Februari 2021
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Conflict is understood as an authentic part of life, which is sure to occur in all spheres of work, that work relations will be bad. To make a more conducive work atmosphere, a strategy is needed to manage conflict especially for conflicts in clinical settings involving various parties including the possibility of health workers. The literature review was conducted in electronic database including ScienceDirect, PubMed, and Sage Journals using a combination of search terms “Conflict Resolution AND Clinical Setting AND Hospital AND Nursing”. The result of this study said that conflict is one of problem that often occurs in any organization, for especially in the realm of the Hospital, which refers to an aggressive struggle to get the desired results and inhibit the achievement of others caused by several factors such as personality differences, values, limits unclear work, competition, decision making, poor communication. The way to overcome conflicts is accommodation by allowing other parties to get involved in problem solving, joint struggles in overcoming collaborative conflicts or actively seeking personal gain, but not bypassing and harming the interests of others. There are several factors that influence the success of overcoming Conflict in Clinical Settings, namely transparency, communication, listening and understanding.
Adaptasi pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Melakukan Terapi Hemodialisis Berdasarkan Teori Sister Calista Roy: Literatur Review dedi krismiadi; Hasniah Dina; Apriyanti; Nazaruddin; Mery Eka Yaya Fujianti
Indonesian Health Science Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v4i1.57

Abstract

One of the nursing theories that can be applied in implementing adaptation for chronic kidney failure patients is Roy's adaptation theory. If the patient can adapt to his condition, he will be able to create a quality life so that he can maintain health. Objectives: The aim of this paper is to identify ROY adaptation in hemodialysis patients. Method: The process used to carry out scoping is that the reviewer searches for several research journal articles published through electronic databases. The electronic databases used include: ProQuest. The keywords used are for journals in English, namely Roy adaptation model theory and nursing care and chronic kidney failure. Search results found in ProQuest as many as 3,739 journals. Google Scoolar, as many as 1,800journals and Science Direct as many as 180 journals found were specified based on inclusion criteria, namely 1) articles published in full text and in English, 2) articles published in the 2013-2023 period. After adjusting based on inclusion criteria, the remaining articles is 1,984. There were 7 main journals included in this literature review. Results: Roy's adaptation model which presents physiological relationships, self-concept and role function. Conclusion: Roy's adaptation can provide an adaptive response for hemodialysis patients in carrying out daily life with quality life.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Perawatan Post Operasi Katarak Dedi Krismiadi; Asbath Said; Ferti Yatna; Hasniah Dina; Apriyanti
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v9i1.486

Abstract

Cataracts occur due to clouding of the eye lens, which causes obstruction of light entering the eyeball and results in impaired vision. To prevent complications, cataract surgery is necessary. However, if postoperative cataract care is not properly managed, complications such as infection may occur. Family support plays an important role in helping maintain patients' health and accelerating the recovery process of postoperative cataract patients. This study aimed to determine the relationship between family support and treatment adherence among postoperative cataract patients at RSUD Bahteramas. This study used a quantitative research method with a cross-sectional study design. The population consisted of 1,027 patients, and the sample size in this study was determined using the Sugiyono formula, resulting in 84 respondents selected through purposive sampling technique. Statistical analysis using the chi-square test obtained a p-value of 0.000. This means that there is a significant relationship between family support and treatment adherence among postoperative cataract patients at Bahteramas Regional Hospital, Southeast Sulawesi Province. In addition, the phi coefficient (φ) value of 0.60 indicated that the relationship between family support and treatment adherence was strong. In conclusion, good family support can increase patient motivation, help remind patients to take medication, and ensure that patients follow postoperative care recommendations, thereby accelerating the healing process and preventing complications.
Pengaruh Pemberian Terapi Bermain Mewarnai Gambar Terhadap Penurunan  Tingkat Kecemasan Hospitalisasi Pada Anak Pra Sekolah Di RSUD  Kota Baubau Wa Ode Aisa Zoahira; Dedi Krismiadi; Nazaruddin Nazaruddin; Hasniah Dina; Wa Ode Rahmadania
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1707

Abstract

Hospitalisasi merupakan suatu keadaan yang mengharuskan anak tinggal di rumah sakit untuk menjalani pengobatan dan perawatan. Masalah yang dapat terjadi pada anak prasekolah (3-6 tahun) yang mengalami hospitalisasi adalah kecemasan. Salah satu cara untuk menurunkan kecemasan yaitu dengan pemberian terapi bermain mewarnai gambar. Terapi bermain mewarnai gambar adalah salah satu jenis terapi bermain yang efektif untuk mengekspresikan perasaan anak yang mengalami hospitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi bermain mewarnai gambar terhadap penurunan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak pra sekolah di RSUD Kota Baubau. Jenis penelitian menggunakan pre experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan sampel sebanyak 20 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi faces anxiety scale (FAS) for children. Analisa data dengan uji wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menggunakan uji wilcoxon signed rank test didapatkan nilai p= 0.000<0.05 menunjukkan H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan ada pengaruh pemberian terapi bermain mewarnai gambar terhadap penurunan tingkat kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah di RSUD Kota Baubau tahun 2021. Diharapkan kepada para perawat dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya terapi bermain sebagai salah satu intervensi yang efektif untuk mengurangi tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak pra sekolah.
Edukasi dan Pemberian Makanan Jajanan Sehat Di TK I Itdal Matabondo Kecamatan Bondoala Kabupaten Konawe Sitti Masriwati; La Ode Saltar; Heltty; Dedi Krismiadi; Cece Indriani; Hasnia Dina; La Ode Ardiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v5i1.1719

Abstract

Konsumsi makanan jajanan merupakan hal yang sangat melekat pada anak, khususnya anak usia taman kanak-kanak. Namun, masih banyak jajanan yang tidak memenuhi standar kebersihan dan memiliki kandungan gizi yang kurang baik sehingga berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, seperti gangguan pencernaan, karies gigi, dan masalah gizi pada anak. Kurangnya pengetahuan mengenai pemilihan jajanan sehat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan anak tetap mengonsumsi jajanan yang tidak sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak TK tentang makanan jajanan sehat. Metode yang digunakan meliputi edukasi mengenai jenis-jenis jajanan sehat, dampak konsumsi jajanan tidak sehat, serta pembagian contoh jajanan sehat. Kegiatan diikuti oleh 20 siswa TK beserta orang tua siswa yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap informasi yang diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Sebelum penyuluhan, sebanyak 8 siswa (40,0%) memiliki pengetahuan baik dan 12 siswa (60,0%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah penyuluhan, jumlah siswa dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 15 siswa (75,0%), sedangkan siswa dengan pengetahuan kurang menurun menjadi 5 siswa (25,0%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman anak mengenai pemilihan jajanan sehat. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong anak-anak untuk lebih cermat dalam memilih makanan jajanan sehat sehingga mendukung pertumbuhan dan kesehatan yang optimal.
Peran Nurse Educator terhadap Paradigma Masyarakat dalam Meningkatkan Pengetahuan Penderita Hipertensidi Daerah Pesisir Desa Soropia Nazaruddin Nazar; Ari Nofitasari; Cece Indriani; Nurdin; Dedi Krismiadi; Hasnia Dina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/tq9hx608

Abstract

Paradigma masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi di wilayah pesisir Desa Soropia sering kali berkaitan dengan rendahnya akses informasi kesehatan yang relevan dan keterbatasan sumber daya lokal. Banyak masyarakat yang masih memegang paradigma tradisional terkait penyebab dan pengobatan hipertensi, sehingga menghambat penerapan pola hidup sehat yang seharusnya. Dengan peran strategis nurse educator, pendekatan berbasis komunitas yang interaktif dapat dilakukan untuk memberikan edukasi. Tujuan Pengabdian Masyarakat adalah untuk meningkatkan paradigma masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi melalui ceramah dan diskusi, dengan sasaran utama masyarakat pesisir. Mitra kegiatan adalah Desa Soropia, dan media edukasi berupa leaflet digunakan untuk mempermudah penyampaian materi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat yang mendapatkan pendidikan kesehatan melalui metode ini patuh dan antusias dalam menyimak materi. Pendidikan kesehatan terbukti mampu mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam pencegahan dini hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat pesisir Desa Soropia mampu mengadopsi perilaku yang diajarkan dan mempraktekkannya dengan hasil yang nyata. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat, sehingga dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam upaya mengubah paradigma masyarakat dalam meningkatkan  pengetahuan penderita hipertensi. Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pembangunan program pengelolaan hipertensi berbasis komunitas dan Kerja sama dengan lembaga kesehatan seperti Puskesmas setempat untuk pengembangan program.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Kegiatan Edukasi Mengenai Gejala Demam Berdarah Dengue dan Upaya Pencegahannyadi SMAN 5 Kendari Sitti Masriwati; La Ode Saltar; Heltty; Asbath Said; Nawawi; Apriyanti; Hasnia Dina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/s22d4p92

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Negara Indonesia merupakah salah satu negara endemik dimana kasus demam berdarah dengue setiap tahunnya selalu terjadi peningkatan kasus dan terjadi kejadian luar biasa di berbagai kota. Provinsi sulawesi tenggara khususnya kecamatan baruga merupakan salah satu daerah  yang angka kejadiannya meningkat di tahun 2024 (bulan januari dan februari) dan paling banyak menyerang anak sekolah (SD, SMP dan SMA). Dan berdasarkan wawancara dari beberapa siswa-siswi ditemukan masih banyak siswa siswa yang kurang paham tentang Gejala Demam Berdarah Dengue terutama tentang upaya pencegahannya. Siswa/siswi juga menyampaikan bahwa edukasi atau promosi kesehatan untuk upaya peningkatan pengetahuan tentang penyakit demam berdarah dengue belum pernah dilakukan dari pihak manapun. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya siswa siswi SMAN 5 Kendari tentang gejala Demam Berdarah Dengue dan Upaya pencegahannya. Hasil evaluasi pengabdian masyarakat diperoleh bahwa siswa-siswi yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah memahami tentang apa itu demam berdarah dengue terutama penyebab Demam Berdarah Dengue, upaya penanganan serta pencegahanya.
FAMILY CENTERED MATERNITY CARE (FCMC) SEBAGAI UPAYA SKRINING/DETEKSI DINI KEHAMILAN RISIKO TINGGI BERBASIS KELUARGA DI PUSKESMAS ABELI Hasniah Dina; Ari Nofitasari; Dewi Sari Pratiwi; Apriyanti Apriyanti; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i3.3484

Abstract

The maternal mortality rate (MMR) remains an important health indicator that requires serious attention, particularly at the primary healthcare level. One of the contributing factors to the high MMR is the delay in recognizing danger signs and high-risk conditions during pregnancy. The Family Centered Maternity Care (FCMC) approach is a healthcare strategy that emphasizes the active involvement of families in the early detection of pregnancy risks, maternal care, and decision-making related to maternal health. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of families in conducting high-risk pregnancy screening through the FCMC approach in the working area of Abeli Primary Health Center. The activity was conducted through a one-day education and training program involving families of pregnant women in the Abeli Primary Health Center area. The methods included health education sessions, group discussions, simulations on identifying pregnancy danger signs, and the distribution of educational media, followed by pre- and post-intervention knowledge evaluations. The results showed that among 21 participants, before the health education was provided, 7 participants (33.33%) had good knowledge and 14 participants (66.67%) had poor knowledge. After the educational intervention, 16 participants (76.19%) had good knowledge and 5 participants (23.81%) had poor knowledge. These findings indicate an improvement in family knowledge regarding pregnancy danger signs and high-risk factors after receiving education and training. In addition, there was increased understanding of the family’s role in supporting early detection and maternal health decision-making. A WhatsApp group was also established to facilitate communication and coordination with healthcare workers. The FCMC approach improves family knowledge and involvement in screening for high-risk pregnancies and helps prevent complications as part of a promotive and preventive strategy in primary healthcare services.
The Effect of Lavender Essential Oil Aromatherapy on Reducing the Risk of Postpartum Blues Among Postpartum Mothers: A Quasi-Experimental Study Hasniah Dina; Ari Nofitasari; Dedi Krismiadi; Yulli Fety; Wa Ode Aisa Zoahira
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i2.512

Abstract

The postpartum period is a phase of physical and psychological adaptation during which mothers are vulnerable to emotional disturbances, including postpartum blues. Non-pharmacological interventions such as lavender aromatherapy have been reported to promote relaxation and may help reduce anxiety and stress among postpartum mothers. This study aimed to determine the effect of lavender essential oil aromatherapy on reducing the risk of postpartum blues among mothers in the working area of the Lameuru Community Health Center. A quasi-experimental study with a pretest–posttest control group design was conducted. A total of 60 respondents were recruited using a total sampling technique and allocated to an intervention group (n = 30) and a control group (n = 30). The intervention group received lavender essential oil aromatherapy for 14 days, whereas the control group received standard postpartum care, including health education and routine postpartum services. The Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) was used to assess the risk of postpartum blues. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test and the Mann–Whitney U test. The median EPDS score in the intervention group decreased substantially from 14.00 (IQR: 12.75–15.00) at pretest to 7.00 (IQR: 6.00–8.25) at posttest, while the median EPDS score in the control group decreased from 14.00 (IQR: 13.00–15.00) at pretest to 12.00 (IQR: 11.00–13.00) at posttest. Between-group analysis demonstrated a statistically significant difference in EPDS score changes (p < 0.001). These findings indicate that lavender essential oil aromatherapy is more effective than standard postpartum care in reducing the risk of postpartum blues among postpartum mothers.