Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Examining the Impact of Production Factors on Palm Oil Production Levels Ismul Huda; Usma; Asman; Yuli Setiowati; Weni Widyawati; Ella Puspita
Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business Vol. 7 No. 01 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/agriecobis.v7i01.32394

Abstract

This study aims to investigate the influence of various factors on oil palm production levels. Specifically, it seeks to analyze the effects of production range, fertilizer expenses, and labor on oil palm production. Furthermore, it intends to evaluate the impact of production variables, namely oil palm production zone, fertilizer costs, and labor, on oil palm production levels. Factors such as land area, fertilizer expenses, and workforce are critical variables affecting oil palm production, significantly influencing its productivity. Data was collected through observations, interviews, and surveys. The decision to conduct tests followed the purposive sampling approach, involving 26 respondents. The production components notably influence the production rate, particularly labor and fertilizer costs. However, the land area's production rate does not exhibit a significant effect. Approximately 92.5% of the production rate is attributable to the substantial contribution of production variables, with the remaining 7.5% influenced by other factors. Among these variables, fertilizer costs emerge as the most influential factor affecting oil palm productivity in Suliliran Baru.
The INNOVATION AND DEVELOPMENT LEARNING IN THE DIGITAL ERA Apriyal Fakih Apriyal Fakih; Nuraini Nuraini; Yuli Setiowati
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 3 (2026): Vol. 03 No. 3 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i3.2861

Abstract

The rapid development of information and communication technology (ICT) has changed the way information is accessed. The use of mobile devices, the internet, and various online learning applications is increasingly widespread. This demands innovation in learning methods to make it more relevant and interesting for learners. This article aims to identify ICT applications used for learning innovation and digital era learning models. The method used in writing this article is descriptive method and through literature study. The conclusion of this article is that there are three learning innovations that can be applied, namely: Project Based Learning (PjBl), Google Sites and Google Drive. And there are three digital era learning models, namely: Blended Learning is a combination of online and offline learning, Distant Learning and Mobile Learning (M-Learning) Mobile Learning is learning supported by wireless mobile technology (smartphones).
Pengenalan Dunia Agribisnis Kepada Siswa Tingkat Sd Bertani Itu Seru: Menanam Sayur di Sekolah Arum Rahmawati; Syakira Ichanda; Yuli Setiowati; Anugrahita Milenia Tri Haksami; Ardaniah; Veri Febrian Aminullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul "Pengenalan Dunia Agribisnis Kepada Tingkat SD" dan tema "Bertani Itu Seru: Menanam Sayur di Sekolah" bertujuan mengenalkan siswa pada dunia agribisnis melalui pengalaman langsung. Masalah yang muncul adalah minimnya pengetahuan siswa mengenai teknik pertanian dan pengelolaan sampah organik. Untuk menghadapi permasalahan ini, metode yang digunakan mencakup pelatihan menanam bibit cabai, di mana siswa diajarkan langkah-langkah menanam yang benar, mulai dari pemilihan bibit, persiapan media tanam, hingga perawatan dan panen. Selain itu, siswa juga mendapatkan informasi mengenai cara mengolah sampah organik menjadi pupuk, sehingga mereka dapat memahami pentingnya daur ulang dan keberlanjutan dalam bidang pertanian. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai teknik bercocok tanam yang baik, serta cara mengelola sampah organik. Siswa tampak sangat antusias selama proses menanam dan mendengarkan materi, serta mampu menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam proses melakukan bercocok tanam di sekolah. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pengenalan dunia agribisnis melalui praktik langsung dan pendidikan tentang pengelolaan sampah organik dapat meningkatkan minat serta pengetahuan siswa, dan mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan pangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah untuk terus melestarikan lingkungan dengan cara bercocok tanam dan mengolah sampah.
PELATIHAN KONTEN KREATIF ISLAMI UNTUK KADER PEMUDA MUHAMMADIYAH SEBAGAI MEDIA DAKWAH DAN KEMANDIRIAN EKONOMI Apriyal Fakih; Yuli Setiowati; Primadiyanti Arsela; Veri Febrian Aminullah; Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu kelompok pemuda Islam terbesar di Indonesia, Pemuda Muhammadiyah memainkan peran penting dalam memanfaatkan kekuatan untuk mempromosikan prinsip-prinsip Islam dan membantu para anggotanya mencapai otonomi ekonomi.. Namun, tidak sedikit kader belum memiliki kompetensi dalam memproduksi konten kreatif Islami yang menarik dan efektif, serta minim dalam memproteksi peluang media digital sebagai sarana untuk berwirausaha. Metode yang digunakan adalah melalui sosialisasi langsung kepada kader Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Paser, melibatkan Influencer lokal, melakukan praktik langsung pembuatan konten dan pendampingan dalam mengidentifikasi peluang monetisasi konten dan strategi pemasaran digital. Kegiatan ini berhasil memberikan pengetahuan dan kesadaran kader Pemuda Muhammadiyah terhadap potensi media digital sebagai sarana dakwah yang efektif dan alat untuk kemandirian ekonomi. Memahami pentingnya dakwah digital dan peluang usaha yang dapat diciptakan melalui konten Islami. Kader juga menunjukkan minat yang besar terhadap dari kegiatan ini. Memberikan peluang baru bagi kader Pemuda Muhammadiyah, terutama bagi mereka yang sebelumnya belum memiliki pengalaman dalam dakwah digital atau kewirausahaan berbasis digital. Terbentuk kelompok-kelompok kecil yang mulai memproduksi dan mempublikasikan konten secara mandiri.
Pemberdayaan Perempuan Berbasis Green Economy untuk Meningkatkan Kesejahteraan Kader Perempuan Muhammadiyah Yunanto, Primadiyanti; Setiowati, Yuli; Nuraini, Nuraini; Salamah, Salamah; Rizka, Rizka; Nida, Syaima
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v5i2.1612

Abstract

Permasalahan limbah organik rumah tangga yang belum dikelola secara optimal serta rendahnya literasi kewirausahaan ramah lingkungan menjadi tantangan bagi kader perempuan Muhammadiyah di Kabupaten Paser. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader melalui pendekatan green economy dengan fokus pada produksi ecoenzyme dan pemanfaatan pemasaran digital. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan kewirausahaan berkelanjutan, green marketing, digital marketing, praktik pembuatan ecoenzyme, serta pendampingan intensif secara langsung maupun melalui media digital. Mitra kegiatan terdiri atas 35 kader perempuan Muhammadiyah. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 40% menjadi 85%. Sebanyak 91% peserta mampu memproduksi ecoenzyme secara mandiri, 71% dapat memasarkan produknya secara digital, dan 80% menyatakan minat untuk mengembangkan usaha ramah lingkungan. Program ini terbukti meningkatkan keterampilan teknis (hard skills) dan kemampuan non-teknis (soft skills) peserta secara signifikan, serta mendorong terbentuknya komunitas usaha perempuan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pelestarian lingkungan.