Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Suitability of Land in the Sapiang Island Group for Tourism Activities Aprilia Ticoalu, Inneke Alya; Saputra, Iwan Alim; Widyastuti, Widyastuti; Maliki, Rendra Zainal
Tunas Geografi Vol. 14 No. 1 (2025): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v14i1.67974

Abstract

The Sapiang Island cluster has potential for tourism activities, especially beach tourism. Data from the Central Sulawesi Tourism Office shows a continuous increase from 2022 to 2024. The number of tourists in Central Sulawesi in 2024 is highest in April and December, while the lowest is in August. By district/city, the highest number of visits is in Palu city with a percentage of 24.1 percent, followed by Morowali Regency with 12.2 percent, Sigi Regency with 10.4 percent, and Donggala Regency with 9.8 percent. The objective of this research is to analyze and evaluate the land suitability level for tourism development. The method used in this research is a descriptive quantitative approach with a survey method. The data analysis was measured using coastal tourism land suitability analysis with bio-physical parameters modified by the researcher, with eight parameters. The results at the three points were categorized as Suitable (S1) with different percentages. The first observation point, Darat Island, received a score of 88.69%, while the second observation point, Bobonoan Island, received a suitability index score of 98.81%. The third observation point, Laot Island, received a suitability index score of 86.31%. The land suitability index results from the three observation locations conducted by the researchers obtained a value of 91.27%, which falls into the Suitable (S1) category for tourism activities. The results of the grouping of tourism activities based on physical parameters show that these physical parameters are dominant for beach recreation activities, with fourteen parameters being met.
Edukasi Pemanfaatan Stellarium untuk Mendukung Eco School sebagai Penunjang SDGs di Sekolah Putra, Exsa; Widyastuti, Widyastuti; Saputra, Iwan Alim; Maliki, Rendra Zainal; Novarita, Amalia
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 25, No 3 (2025): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.06910

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berlandaskan hasil diseminasi penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta didik SMAN 1 Banawa mengenai konsep astronomi serta keterkaitannya dengan isu lingkungan melalui pemanfaatan aplikasi Stellarium berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Metode yang digunakan adalah metode terapan (applied method) yang menekankan pengalaman langsung, praktik pembelajaran berbasis teknologi, dan pendekatan partisipatif. Tahapan kegiatan meliputi persiapan dan koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan dan pengembangan materi Stellarium berbasis mobile, pelatihan interaktif menggunakan Quizizz, serta evaluasi hasil pembelajaran melalui pre-test dan post-test. Kegiatan ini juga diintegrasikan dengan program MBKM yang melibatkan mahasiswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa sebesar 21,25%, dengan nilai rata-rata pre-test 64 dan post-test 85. Temuan ini menegaskan efektivitas penggunaan aplikasi Stellarium dalam mendukung implementasi Eco School dan peningkatan literasi lingkungan berbasis teknologi.
Food Education for a Healthy Lifestyle: A Study on Primary School Students in Remote Indigenous Communities in Central Sulawesi Minarni Nontji; Lukman Nadjamuddin; Sahrul Saehana; Kasmudin Mustapa; Abdul Rahman; Muhammad Zaky; Widyastuti Widyastuti; Windayanti Windayanti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.12517

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of a food education program in promoting healthy lifestyles among elementary school students in remote indigenous communities in Central Sulawesi. The research employed pre-test and post-test design, measuring various aspects before and after the intervention. The sample included students, teachers, staff, and parents. The results demonstrated significant improvements across multiple domains. Students' nutritional knowledge increased by 33.40 points, from 45.20% to 78.60%. Attitudes toward healthy food improved by 26.00 points, rising from 64.00% to 90.00%. Food consumption practices showed 38.00 points increase in vegetable and fruit intake, alongside a 60.40% reduction in unhealthy snacking. The percentage of students with normal Body Mass Index (BMI) rose by 14.00 points, from 68% to 82%. Physical activity levels also surged significantly by 41.70 points, from 50.00% to 91.70% of daily recommendations. The program exhibited strong sustainability potential, with 85.00% support from teachers and school staff, and a 70.00% increase in parental awareness. Community-level impacts included a 40.00% rise in demand for local vegetables and 65.00% of families starting home vegetable gardens. Students' cooking skills advanced, with 75.00% able to prepare traditional healthy foods and 60.00% sharing healthy recipes with their families. Nutritional literacy improved markedly, evidenced by a 45.00% increase in the ability to read food labels. In conclusion, this intervention successfully enhanced students' knowledge, attitudes, and practices in nutrition and health through food education, yielding positive impacts that foster healthy lifestyles among elementary school students in remote indigenous communities in Central Sulawesi
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI SMA NEGERI 10 SIGI Abdul Farid; Risma Fadhilla Arsy; Suwarni Suwarni; Widyastuti Widyastuti
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36424

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa terhadap mitigasi bencana gempa bumi di SMA Negeri 10 Sigi dengan menggunakan aspek-aspek seperti pengetahuan mitigasi, perancanaa penanggulangan bencana, penguranggan risiko bencana, dan peringatan bencana. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa yang ada di SMA Negeri 10 Sigi yang berjumlah 285 siswa. Jumlah sampel dalam peneltian ini adalah 58 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Aspek persentase tentang pengatahuan mitigasi bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 76% dengan kriteria siap. Persentase aspek perencanaan penaggulangan bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 88% dengan kriteria sangat siap. Persentase aspek pengurangan risiko bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 82% dengan kriteria siap. Persentase aspek peringatan bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 85% dengan kriteria sangat siap.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa tentang mitigasi bencana gempa bumi di SMA Negeri 10 Sigi menggunakan aspek-aspek seperti pengetahuan mitigasi, perencanaan manajemen bencana, pengurangan risiko bencana, dan peringatan bencana. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di SMA Negeri 10 Sigi yang berjumlah 285 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 58 siswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan September, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Persentase aspek pengetahuan mitigasi bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 76% dengan kriteria siap. Persentase aspek perencanaan manajemen bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 88% dengan kriteria sangat siap. Persentase aspek pengurangan risiko bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 82% dengan kriteria siap. Persentase aspek peringatan bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 85% dengan kriteria sangat siap. 
ANALISIS SEBARAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA PALU Arhun Gemilang Taqwa; Rahmawati Rahmawati; Khairurraziq Khairurraziq; Widyastuti Widyastuti
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.37298

Abstract

Abstrak: Perkembangan kawasan perkotaan di Kota Palu memunculkan tantangan dalam pemenuhan kebutuhan ruang hijau, sehingga diperlukan kajian spasial untuk memahami pola sebaran, kerapatan, distribusi, dan kecukupan ruang terbuka hijau publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran, kerapatan, pola distribusi, serta tingkat kecukupan. Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) di Kota Palu memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Menggunakan analisis berbasis Sistem Informasi Geografis melalui tiga metode, yaitu kernel density, nearest neighbor analysis, dan analisis skoring deskriptif untuk menilai kondisi aktual serta ketimpangan penyediaan ruang hijau antarwilayah. Hasil menunjukkan bahwa Mantikulore dan Palu Selatan merupakan kawasan dengan konsentrasi RTH publik tertinggi, sedangkan Tawaeli, Palu Utara, dan Ulujadi memiliki kerapatan rendah. Nilai NNR < 1 menandakan pola persebaran RTH publik bersifat mengelompok, dengan titik-titik ruang hijau terfokus di kawasan tengah kota. Persentase luas RTH publik per kecamatan juga memperlihatkan ketimpangan, di mana Palu Selatan mencapai 8,95 persen dan Mantikulore 7,96 persen, sementara Tawaeli hanya 0,17 persen, Palu Utara 0,17 persen, dan Ulujadi 0,67 persen. Secara keseluruhan, rata-rata RTH publik Kota Palu hanya 1,03 persen, menegaskan perlunya strategi pengembangan ruang hijau yang lebih merata di seluruh wilayah. Abstract:  The development of urban areas in Palu City presents challenges in meeting the need for green space, necessitating a spatial study to understand the distribution patterns, density, and adequacy of Public Open Green Space. This research aims to analyze the distribution, density, distribution patterns, and adequacy levels. Public Green Open Space (RTHP) in Palu City using Geographic Information System (GIS). Using GIS-based analysis through three methods, namely kernel density, nearest neighbor analysis, and descriptive scoring analysis, to assess the current conditions and disparities in green space provision between regions. The results show that Mantikulore and South Palu are areas with the highest concentration of public green space, while Tawaeli, North Palu, and Ulujadi have low density. An NNR value < 1 indicates a clustered distribution pattern of public green spaces, with green space points concentrated in the central city area. The percentage of public green space area per sub-district also shows disparities, with South Palu reaching 8.95 percent and Mantikulore 7.96 percent, while Tawaeli is only 0.17 percent, North Palu 0.17 percent, and Ulujadi 0.67 percent. Overall, the average public green space in Palu City is only 1.03 percent, emphasizing the need for a more equitable green space development strategy across all areas.