Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGEMBANGAN POTENSI PRODUK LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TUIK Khasanah, Nur; Muharani, Laily; Priestiani, Priestiani; Tumatul Ainin, Dewi; Ramadhani, Arya; Alif Luthfi, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.2064-2069

Abstract

Pemanfaatan potensi lokal daerah menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan potensi lokal daerah dapat dimulai melalui organisasi desa yang berpean aktif dalam pengembangan perekonomian daerah. Salah satu desa yang memiliki potensi lokal di Kabupaten Bangka yaitu terletak di Kecamatan Kelapa, khususnya Desa Tuik. Desa Tuik dikenal sebagai desa yang memiliki potensi lokal berupa produk gula aren dengan cita rasa yang unggul di bandingkan gula aren sejenisnya. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan, pelatihan dan motivasi warga desa tuik, khususnya pemuda pemudi karang taruna agar dapat meningkatkan peran kelembagaan dan mengembangkan potensi produk lokal agar menjadi produk unggulan yang mampu bersaing. Metode yang digunakan pada program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kali ini yaitu metode ceramah, dan diskusi. Hasil evaluasi kegiatan PkM menunjukkan peningkatan pemahaman atau pengetahuan terkait kelembagaan dan produk inovasi sebesar 14,38%. Sehingga dengan adanya peningkatan pemahaman atau pengetahuan dapat memotivasi peserta untuk mulai meningkatkan peran kelembagaan dan inovasi produk unggulan desa, khususnya produk gula aren.
PENGEMBANGAN POTENSI PRODUK LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TUIK Khasanah, Nur; Muharani, Laily; Tumatul Ainin, Dewi; Ramadhani, Arya; Alif Luthfi, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.2064-2069

Abstract

Pemanfaatan potensi lokal daerah menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan potensi lokal daerah dapat dimulai melalui organisasi desa yang berpean aktif dalam pengembangan perekonomian daerah. Salah satu desa yang memiliki potensi lokal di Kabupaten Bangka yaitu terletak di Kecamatan Kelapa, khususnya Desa Tuik. Desa Tuik dikenal sebagai desa yang memiliki potensi lokal berupa produk gula aren dengan cita rasa yang unggul di bandingkan gula aren sejenisnya. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan, pelatihan dan motivasi warga desa tuik, khususnya pemuda pemudi karang taruna agar dapat meningkatkan peran kelembagaan dan mengembangkan potensi produk lokal agar menjadi produk unggulan yang mampu bersaing. Metode yang digunakan pada program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kali ini yaitu metode ceramah, dan diskusi. Hasil evaluasi kegiatan PkM menunjukkan peningkatan pemahaman atau pengetahuan terkait kelembagaan dan produk inovasi sebesar 14,38%. Sehingga dengan adanya peningkatan pemahaman atau pengetahuan dapat memotivasi peserta untuk mulai meningkatkan peran kelembagaan dan inovasi produk unggulan desa, khususnya produk gula aren.
Optimalisasi Produksi untuk Meningkatkan Profitabilitas Usahatani Kangkung dan Bayam di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Khasanah, Nur; Muharani, Laily; Wiyandi, Igus; Prihardi, M Galvin
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 6 No 01 (2024): JURNAL KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v6i01.1140

Abstract

Horticulture is one of the agricultural sub-sectors that contributes to economic development in Indonesia. This is because horticulture is a subsector in agriculture that has the potential to be developed, because it has an important role in contributing to farmers' income and trade. Kale and spinach are examples of horticultural vegetables that have this potential, because both vegetables are types of vegetables that are always in demand by the community for consumption. This potential can provide benefits for producers, consumers and society. This study aims to: (a) Calculate the optimal amount of green vegetable production (b) Calculate the maximum income that can be received by green vegetable farmers. This research was conducted in Merawang District, Bangka Regency. The analysis method used was Linear Programming analysis. Linear Programming is an operations research technique by solving optimization problems using linear equations and inequalities. The results of the analysis resulted in the maximum income solution value of kale and spinach farming in Merawang District, which is a maximum of Rp 17,355,000 per land area of 0.34 hectares or Rp 51,044,117 per hectare. Based on the results of linear program analysis, the optimal amount of products that farmers can produce for kale products is 3.39 tons per land area of 0.20 hectares or 16.95 tons per hectare, and for spinach products is 1.95 tons per land area of 0.14 hectares or 13.9 tons per hectare.
Analisis Penilaian Perkebunan Kelapa Sawit Swadaya Berkelanjutan Di Kecamatan Selat Penuguan Kabupaten Banyuasin Muharani, laily; Priestiani, Priestiani; Khasanah, Nur; Windarti, Ayu
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.01.30

Abstract

Perkebunan kelapa sawit swadaya melakukan pembudidayaan tanpa kerjasama dengan pihak lain, sehingga dalam pengolahannya petani melakukan sesuai kebiasaan masing-masing. Hal ini menyebabkan permasalahan umum pada perkebunan kelapa sawit swadaya antara lain, pengelolaan perkebunan yang tidak sesuai standar ISPO, kurangnya fasilitas kelembagaan, belum adanya kekuatan hukum atas kebun, hingga kurangnya pengetahuan dan informasi tentang pengolaan kebun. Oleh karena itu, penilaian perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan pada berbagai tahapan perkembangan tanaman akan menjadi bahan evaluasi bagi perkebunan kelapa sawit swadaya untuk melakukan perbaikan pada dimensi ekonomi, lingkungan, sosial, teknis dan kelembagaan. Tujuan penelitian ini adalah menilai kondisi keberlanjutan perkebunan kelapa sawit swadaya berdasarkan ISPO pada berbagai tahapan perkembangan tanaman dan menganalisis pencapaian perkebunan kelapa sawit swadaya yang berkelanjutan berdasarkan ISPO di Kecamatan Selat Penuguan Kabupaten Banyuasin. Analisis yang digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian ini adalah RAP (Rapid Appraisal Technique) dengan metode Multidimensional Scaling (MDS) yang terintegrasi dalam modifikasi Rap-Palmoil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keberlanjutan perkebunan kelapa sawit swadaya pada kriteria “kurang berkelanjutan” dengan rata-rata nilai indeks sebesar 27,70 %, dimana hasil analisis untuk lima dimensi adalah dimensi ekonomi (37,82%), lingkungan (40,54%) dan teknis (28,00%) berada pada kriteria kurang, sedangkan dimensi sosial (19,27%) dan kelembagaan (12,90%) berada pada kriteria buruk. Perkebuanan kelapa sawit swadaya memiliki indeks keberlanjutan yang berbeda, sehingga diperlukan kebijakan yang berbeda untuk mengevaluasi permasalaphan di setiap dimensi untuk terciptanya perkebunan kelapa sawit swadaya yang berkelanjutan di Kecamatan Selat Penuguan, Kabupaten Banyuasin.
HIDROPONIK SEDERHANA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SISWA DI SMP NEGERI 1 PEMALI Khasanah, Nur; Muharani, Laily; Priestiani, Priestiani; Pidaryani, Pidaryani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19536

Abstract

ABSTRAKPenurunan minat generasi muda untuk berkarir pada bidang pertanian disebabkan oleh beberapa faktor diantarannya mind set pertanian konvensional, modal terbatas, lahan garapan sempit, dan tidak adanya peluang pengembangan karir, beberapa faktor tersebut yang membuat generasi muda tidak memiliki minat untuk bergabung dalam ketenagakerjaan bidang pertanian. Upaya untuk meningkatkan minat generasi muda pada bidang pertanian dapat dilakukan melalui pendidikan dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran. Melalui pendidikan yang di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pemali ini, dapat menjadi terobosan agar anak mengenal dunia pertanian. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan pelatihan budidaya tanaman secara hidroponik dan siswa dapat memanfaatkan lahan kosong disekolah sebagai media pembelajaran pertanian. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah metode ceramah, demonstrasi, dan partisipatif. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pengetahuan bidang pertanian dari 29% menjadi 71%, siswa dapat melakukan budidaya tanaman sayuran hidroponik dengan hasil yang baik, dan siswa dapat memanfaatkan lahan kosong di Sekolahnya. Keywords: budidaya; hidroponik; SMP ABSTRACTThe less interest of the younger generation in pursuing their career in the agricultural sector is caused by several factors, such as a conventional agricultural mindset, lack of capital, limited arable land, and opportunities for career development. Some of these factors make the younger generation less interested in joining at agricultural sector. The effort to increase the younger generation's interest in the agricultural sector can be made through an event in the educational field. The event was held at Pemali 1 State Middle School. The aims of this event are to introduce the students to the agricultural sector and to give them training in planting hydroponics in their school area. Lecturing, demonstrating, and participating are the methods used in this research. The findings of the research show that the younger generation or the students’ interest in the agricultural sector increased from 29% to 71%. The students are also can cultivate hydroponic vegetable plants with the best results by utilizing the space at their school. Kata kunci: cultivation; hydroponics; junior high school