Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGEMBANGAN POTENSI PRODUK LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TUIK Khasanah, Nur; Muharani, Laily; Priestiani, Priestiani; Tumatul Ainin, Dewi; Ramadhani, Arya; Alif Luthfi, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.2064-2069

Abstract

Pemanfaatan potensi lokal daerah menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan potensi lokal daerah dapat dimulai melalui organisasi desa yang berpean aktif dalam pengembangan perekonomian daerah. Salah satu desa yang memiliki potensi lokal di Kabupaten Bangka yaitu terletak di Kecamatan Kelapa, khususnya Desa Tuik. Desa Tuik dikenal sebagai desa yang memiliki potensi lokal berupa produk gula aren dengan cita rasa yang unggul di bandingkan gula aren sejenisnya. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan, pelatihan dan motivasi warga desa tuik, khususnya pemuda pemudi karang taruna agar dapat meningkatkan peran kelembagaan dan mengembangkan potensi produk lokal agar menjadi produk unggulan yang mampu bersaing. Metode yang digunakan pada program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kali ini yaitu metode ceramah, dan diskusi. Hasil evaluasi kegiatan PkM menunjukkan peningkatan pemahaman atau pengetahuan terkait kelembagaan dan produk inovasi sebesar 14,38%. Sehingga dengan adanya peningkatan pemahaman atau pengetahuan dapat memotivasi peserta untuk mulai meningkatkan peran kelembagaan dan inovasi produk unggulan desa, khususnya produk gula aren.
PENGEMBANGAN POTENSI PRODUK LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TUIK Khasanah, Nur; Muharani, Laily; Tumatul Ainin, Dewi; Ramadhani, Arya; Alif Luthfi, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.2064-2069

Abstract

Pemanfaatan potensi lokal daerah menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan potensi lokal daerah dapat dimulai melalui organisasi desa yang berpean aktif dalam pengembangan perekonomian daerah. Salah satu desa yang memiliki potensi lokal di Kabupaten Bangka yaitu terletak di Kecamatan Kelapa, khususnya Desa Tuik. Desa Tuik dikenal sebagai desa yang memiliki potensi lokal berupa produk gula aren dengan cita rasa yang unggul di bandingkan gula aren sejenisnya. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan, pelatihan dan motivasi warga desa tuik, khususnya pemuda pemudi karang taruna agar dapat meningkatkan peran kelembagaan dan mengembangkan potensi produk lokal agar menjadi produk unggulan yang mampu bersaing. Metode yang digunakan pada program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kali ini yaitu metode ceramah, dan diskusi. Hasil evaluasi kegiatan PkM menunjukkan peningkatan pemahaman atau pengetahuan terkait kelembagaan dan produk inovasi sebesar 14,38%. Sehingga dengan adanya peningkatan pemahaman atau pengetahuan dapat memotivasi peserta untuk mulai meningkatkan peran kelembagaan dan inovasi produk unggulan desa, khususnya produk gula aren.
Optimalisasi Produksi untuk Meningkatkan Profitabilitas Usahatani Kangkung dan Bayam di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Khasanah, Nur; Muharani, Laily; Wiyandi, Igus; Prihardi, M Galvin
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 6 No 01 (2024): JURNAL KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v6i01.1140

Abstract

Horticulture is one of the agricultural sub-sectors that contributes to economic development in Indonesia. This is because horticulture is a subsector in agriculture that has the potential to be developed, because it has an important role in contributing to farmers' income and trade. Kale and spinach are examples of horticultural vegetables that have this potential, because both vegetables are types of vegetables that are always in demand by the community for consumption. This potential can provide benefits for producers, consumers and society. This study aims to: (a) Calculate the optimal amount of green vegetable production (b) Calculate the maximum income that can be received by green vegetable farmers. This research was conducted in Merawang District, Bangka Regency. The analysis method used was Linear Programming analysis. Linear Programming is an operations research technique by solving optimization problems using linear equations and inequalities. The results of the analysis resulted in the maximum income solution value of kale and spinach farming in Merawang District, which is a maximum of Rp 17,355,000 per land area of 0.34 hectares or Rp 51,044,117 per hectare. Based on the results of linear program analysis, the optimal amount of products that farmers can produce for kale products is 3.39 tons per land area of 0.20 hectares or 16.95 tons per hectare, and for spinach products is 1.95 tons per land area of 0.14 hectares or 13.9 tons per hectare.
Analisis Penilaian Perkebunan Kelapa Sawit Swadaya Berkelanjutan Di Kecamatan Selat Penuguan Kabupaten Banyuasin Muharani, laily; Priestiani, Priestiani; Khasanah, Nur; Windarti, Ayu
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.01.30

Abstract

Perkebunan kelapa sawit swadaya melakukan pembudidayaan tanpa kerjasama dengan pihak lain, sehingga dalam pengolahannya petani melakukan sesuai kebiasaan masing-masing. Hal ini menyebabkan permasalahan umum pada perkebunan kelapa sawit swadaya antara lain, pengelolaan perkebunan yang tidak sesuai standar ISPO, kurangnya fasilitas kelembagaan, belum adanya kekuatan hukum atas kebun, hingga kurangnya pengetahuan dan informasi tentang pengolaan kebun. Oleh karena itu, penilaian perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan pada berbagai tahapan perkembangan tanaman akan menjadi bahan evaluasi bagi perkebunan kelapa sawit swadaya untuk melakukan perbaikan pada dimensi ekonomi, lingkungan, sosial, teknis dan kelembagaan. Tujuan penelitian ini adalah menilai kondisi keberlanjutan perkebunan kelapa sawit swadaya berdasarkan ISPO pada berbagai tahapan perkembangan tanaman dan menganalisis pencapaian perkebunan kelapa sawit swadaya yang berkelanjutan berdasarkan ISPO di Kecamatan Selat Penuguan Kabupaten Banyuasin. Analisis yang digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian ini adalah RAP (Rapid Appraisal Technique) dengan metode Multidimensional Scaling (MDS) yang terintegrasi dalam modifikasi Rap-Palmoil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keberlanjutan perkebunan kelapa sawit swadaya pada kriteria “kurang berkelanjutan” dengan rata-rata nilai indeks sebesar 27,70 %, dimana hasil analisis untuk lima dimensi adalah dimensi ekonomi (37,82%), lingkungan (40,54%) dan teknis (28,00%) berada pada kriteria kurang, sedangkan dimensi sosial (19,27%) dan kelembagaan (12,90%) berada pada kriteria buruk. Perkebuanan kelapa sawit swadaya memiliki indeks keberlanjutan yang berbeda, sehingga diperlukan kebijakan yang berbeda untuk mengevaluasi permasalaphan di setiap dimensi untuk terciptanya perkebunan kelapa sawit swadaya yang berkelanjutan di Kecamatan Selat Penuguan, Kabupaten Banyuasin.
HIDROPONIK SEDERHANA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SISWA DI SMP NEGERI 1 PEMALI Khasanah, Nur; Muharani, Laily; Priestiani, Priestiani; Pidaryani, Pidaryani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19536

Abstract

ABSTRAKPenurunan minat generasi muda untuk berkarir pada bidang pertanian disebabkan oleh beberapa faktor diantarannya mind set pertanian konvensional, modal terbatas, lahan garapan sempit, dan tidak adanya peluang pengembangan karir, beberapa faktor tersebut yang membuat generasi muda tidak memiliki minat untuk bergabung dalam ketenagakerjaan bidang pertanian. Upaya untuk meningkatkan minat generasi muda pada bidang pertanian dapat dilakukan melalui pendidikan dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran. Melalui pendidikan yang di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pemali ini, dapat menjadi terobosan agar anak mengenal dunia pertanian. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan pelatihan budidaya tanaman secara hidroponik dan siswa dapat memanfaatkan lahan kosong disekolah sebagai media pembelajaran pertanian. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah metode ceramah, demonstrasi, dan partisipatif. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pengetahuan bidang pertanian dari 29% menjadi 71%, siswa dapat melakukan budidaya tanaman sayuran hidroponik dengan hasil yang baik, dan siswa dapat memanfaatkan lahan kosong di Sekolahnya. Keywords: budidaya; hidroponik; SMP ABSTRACTThe less interest of the younger generation in pursuing their career in the agricultural sector is caused by several factors, such as a conventional agricultural mindset, lack of capital, limited arable land, and opportunities for career development. Some of these factors make the younger generation less interested in joining at agricultural sector. The effort to increase the younger generation's interest in the agricultural sector can be made through an event in the educational field. The event was held at Pemali 1 State Middle School. The aims of this event are to introduce the students to the agricultural sector and to give them training in planting hydroponics in their school area. Lecturing, demonstrating, and participating are the methods used in this research. The findings of the research show that the younger generation or the students’ interest in the agricultural sector increased from 29% to 71%. The students are also can cultivate hydroponic vegetable plants with the best results by utilizing the space at their school. Kata kunci: cultivation; hydroponics; junior high school
SISTEM KONTROL DAN MONITORING HIDROPONIK BERBASIS IOT MENGGUNAKAN METODE FUZZY LOGIC CONTROL Sekliadinda, Lidwina; Harahap, Alvin Yeheskiel Roison; Dwisaputra, Indra; Muharani, Laily
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 17, No 1 (2026): Technologia (Januari)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v17i1.21518

Abstract

Pertumbuhan populasi Indonesia yang signifikan setiap tahun berdampak pada meningkatnya kebutuhan pangan, sementara produktivitas pertanian menurun akibat degradasi lahan serta perluasan aktivitas pertambangan, industri, dan kegiatan lain yang merusak lingkungan. Kondisi tersebut menyebabkan praktik pertanian semakin sulit dilakukan. Budidaya hidroponik muncul sebagai alternatif berkelanjutan untuk mengatasi tantangan ini. Metode budidaya ini menggantikan tanah dengan media seperti kerikil atau rockwool dan mengalirkan air kaya nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Namun, sistem hidroponik memerlukan pemantauan dan pengendalian rutin untuk mencegah kondisi nutrisi yang abnormal. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan sistem budidaya hidroponik yang praktis dan otomatis. Perangkat yang diusulkan secara otomatis mengendalikan pH, TDS, dan tingkat air menggunakan kontrol logika fuzzy untuk pengaturan pH dan logika sederhana untuk pengendalian TDS dan tingkat air. Pemantauan jarak jauh diimplementasikan melalui Internet of Things pada platform Blynk, sementara operasi manual tersedia melalui panel kontrol dan akses jarak jauh melalui Blynk. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mencapai waktu eksekusi 12.83 menit dengan rata-rata error dari setpoint sebesar 0.74% untuk pH, 11.79% untuk TDS1, 6.71% untuk TDS2, dan 1.52% untuk tingkat air. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian dan pemantauan otomatis beroperasi secara efektif dan efisien dibandingkan dengan metode budidaya hidroponik konvensional.Keywords: Fuzzy Logic Control, Hidroponik, Internet of Things
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA SUMBER DAYA PERIKANAN DI KECAMATAN SUNGAILIAT BANGKA Ainin, Dewi Tumatul; Khasanah, Nur; Muharani, Laily; Alfaresyah, Priestian; Handayani, Fitri
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 8 No 2 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v8i2.42517

Abstract

Climate change has had a significant impact on the fisheries sector, especially in coastal areas that depend on marine resources. This study aims to identify and analyze fishermen’s perceptions in Sungailiat District, Bangka Regency, regarding the impact of climate change on their fisheries resources. The research employed a qualitative approach using in-depth interviews, focus group discussions (FGD), and field observations. The findings indicate that fishermen are aware of changing weather patterns, rising sea temperatures, and shifts in ocean currents that affect their catch and safety at sea. Some adaptations made by fishermen include changes in fishing techniques, adjusting their fishing times, and improving fishing gear. However, limited resources and knowledge about long-term adaptation strategies remain challenges for these fishermen. This study recommends enhancing education and providing policy support for climate change adaptation to better prepare fishermen for increasingly unpredictable environmental changes. Keywords: adaptation, climate change, fishermen’s perceptions, fisheries, Sungailiat
Analisis Kualitatif Kendala Dan Potensi Penerapan Internet of Things Pada Budidaya Ikan Air Tawar Di Perairan Kolong Bekas Tambang Timah Dewi Tumatul Ainin; Nur Khasanah; Laily Muharani; Abang Naufal Faiz Fathurrahman
SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, dan Antropologi Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/siwayang.v5i1.1732

Abstract

This study provides an in-depth analysis of the constraints and potential for implementing Internet of Things (IoT) technology in freshwater fish aquaculture within former tin mining ponds in Bangka Regency. Former mining ponds represent non-conventional waters with significant potential for aquaculture, yet they face challenges related to extreme water quality conditions and infrastructure limitations. This research employed a qualitative approach with an intrinsic case study design. Data were collected through semi-structured interviews with 14 participants, comprising 10 fish farmers, 2 fisheries extension officers from the Marine and Fisheries Service, and 2 IoT technology experts, supplemented by participant observation at 3 pond locations and regional policy document analysis. Data analysis was conducted using thematic analysis following the Miles, Huberman, and Saldaña model, with source and method triangulation to ensure data trustworthiness. The findings reveal that despite substantial potential for IoT implementation—including real-time remote monitoring, early detection of water quality changes, operational efficiency improvements, and historical databases for trend analysis—implementation remains hindered by five critical constraints: (1) unstable or unavailable internet connectivity (reported by 78.6% of participants), (2) high initial investment costs (complained by 64.3% of participants), (3) low farmer capacity in operating digital technologies (only 57% possess adequate digital literacy), (4) environmental conditions prone to theft risks (reported by 43% of participants), and (5) conventional culture and habits that are difficult to change (reported by 36% of participants). Farmers' perceptions of IoT varied: 60% positive (optimistic about benefits), 25% neutral (interested but hesitant), and 15% negative (distrustful or fearful of technology). Based on these findings, this study recommends an IoT system design with an "offline-first" architecture that integrates local storage (32GB MicroSD) for data retention during network outages, alternative connectivity via LoRa (5–15 km range) and SMS gateway (minimal 2G signal) for areas without 4G coverage. Additionally, IoT-as-a-Service or technology cooperative business models are recommended to reduce initial investment barriers for small-scale farmers. This research makes a significant contribution to sustainable aquaculture literature by introducing the context of non-conventional waters (former tin mining ponds) with unique characteristics distinct from conventional ponds or tanks, particularly environmental conditions that affect IoT sensor durability. The finding that infrastructure and environmental contexts serve as important moderating variables in technology adoption enriches the Technology Acceptance Model (TAM), which has previously insufficiently explored contextual factors in marginal regions. Practically, this study provides an empirical foundation for developing context-specific technology accompaniment policies and strategies for former mining lands in Bangka Belitung, while opening opportunities for interdisciplinary research integrating aquaculture, IoT technology, and sustainable development in post-mining regions.
Evaluation of Smallholder Oil Palm Plantation Sustainability in Tidal Lowlands of Pulau Rimau Sub-District of Banyuasin Regency Laily Muharani; Muhammad Yazid; Dessy Adriani
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol. 9 No. 1 (2020): JLSO
Publisher : Research Center for Suboptimal Lands (PUR-PLSO), Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33230/JLSO.9.1.2020.454

Abstract

Muharani L, Yazid M, Adriani D. 2020. Evaluation of smallholder oil palm plantation sustainability in tidal lowlands of Pulau Rimau Sub-District of Banyuasin Regency. Jurnal Lahan Suboptimal: Journal of Suboptimal Lands 9(1): 80-88.Oil palm is one of the estate commodities that has an important role in the economic activities of the people. Smallholder oil palm plantation as part of the estate still face several constraints, including lack of productivity, institutional inactivity, plantation management that do not meet the standard, farmers' lack of knowledge, and difficulty in obtaining credit. Due to these constraints, oil palm plantation sustainability is put into priority. Oil palm development issues are discussed not only on the economic aspects but also on the environmental aspects. This research is aimed at analyzing the level of oil palm sustainability and evaluating the condition of smallholder oil palm plantations according to the stages of plant development. This research used survey method and was carried out in tidal lowlands of Pulau Rimau Sub-district, Banyuasin Regency in August-September 2019. Smallholder oil palm households were selected using proportionate stratified random sampling. The results showed that there were three aspects of sustainability that were in low criteria, namely institutional, social, and technical aspects. Whereas, economic and environmental aspects were in medium criteria. The average sustainability value of non productive and productive oil palm plantations was in low criteria. Smallholder oil palm households were expected to understand and follow the standards set by ISPO, with the support from local governments and related agencies.
PROYEKSI PRODUKSI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Laily Muharani; Nur Khasanah; Priestiani Priestiani; Dewi Tumatul Ainin; Muarto Wijaya
Mediagro: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 21 No 2 (2025): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v21i2.12893

Abstract

Palm oil is a plantation commodity that plays an important role in the development of the national strategic economy. Palm oil plantations contribute significantly to regional income, employment absorption, and downstream industrial development. However, the development of plantations in the Bangka Belitung Islands Province faces challenges, such as limited land, agro-ecosystems that are different from the central areas of palm oil plantation commodity production. This study focuses on the Bangka Belitung Islands Province which was carried out in April 2025, using a time series analysis approach using data on production and area of ​​smallholder palm oil land in a 7-year period (2018-2024) with Simple Linear Regression analysis. Palm oil productivity in the Bangka Belitung Islands tends to increase every year with an average productivity of 2.20 tons/ha. The projection of smallholder oil palm in the Bangka Belitung Islands from 2025 - 2031 has increased annually by 14,160.6 tons/year and an average production of 192,350.2 tons/year, using simple linear regression, the projection equation results are Ft = - 284,404,498 + 14,160.6t.