Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KATA 'SĀFĀR' DALAM PERSPEKTIF SUFI: KAJIAN TERHADAP METAFORA KONSEPTUAL GEORGE LAKOFF Hasanuddin Chaer; Abdul Rasyad; Mari'i Mari'i; Rahmat Hidayat; Pipit Aprilia Susanti; Andra Ade Riyanto
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v8i2.22510

Abstract

This article delves deeply into the essence of the word 'Sāfār' from a Sufi perspective, utilizing the conceptual metaphor framework developed by George Lakoff. The research aims to uncover the philosophical and spiritual meanings contained within the word 'Sāfār' in the context of Sufi tradition, and how the use of conceptual metaphor can deepen our understanding of Sufi mystical journeys. Within Lakoff's "The Path Traversed-If Possible/Not Possible" conceptual framework, the article explores the dynamics between the Source Domain and the Target Domain in the metaphor of 'Sāfār'. This research applies George Lakoff's conceptual metaphor method to interpret the literal meaning of the word 'Sāfār' within the spiritual Sufi framework into a metaphorical meaning. To understand this phenomenon, the research is conducted through three stages: First, data collection, in which researchers gather literal words of 'Sāfār' from the texts of the Qur'an and Sufi manuscripts. Second, data analysis, in which researchers observe, analyze, and understand the literal meaning of the word 'Sāfār' in the Qur'anic texts, and connect it with metaphorical meanings. Third, data conclusion, where researchers understand and interpret the meaning from the source domain to the target domain of the metaphor of the word 'Sāfār' in the context of Sufi spiritual journey. Findings from this research indicate that a metaphorical understanding of the term 'Sāfār' can provide new insights and broader perspectives on spiritual, philosophical, and cognitive linguistic experiences. This is because the research highlights the complexity of dynamics between the source domain and the target domain in the process of metaphorical interpretation.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Lahan Pekarangan di Desa Gunungsari Kabuapten Lombok Barat Muhammad Yamin; Khairuddin; I Wayan Mertha; Andra Ade Riyanto; Ade Andriyan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14720

Abstract

Gunungsari Village, West Lombok Regency, possesses significant agricultural potential; however, household yard utilization remains suboptimal. This community service program aimed to enhance community capacity through training and mentoring in vegetable, mushroom, and catfish cultivation based on household yard optimization. The program applied an andragogical and participatory approach emphasizing 85% practical activities. Results indicate improved knowledge and technical skills in vertical farming, hydroponics, aquaponics, and small-scale catfish cultivation. The program strengthened household food security, reduced food expenditure, and created additional income opportunities. The integrated yard-based cultivation model demonstrates strong potential for sustainability and replication in similar rural contexts.
Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengembangan Ekowisata Pengamatan Burung di Taman Wisata Alam Kerandangan M. Yamin; A. W. Jufri; Khairuddin; Didik Dantoso; Ade Andriyan; Andra Ade Riyanto
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15620

Abstract

Pengembangan ekowisata berbasis pengamatan burung (birdwatching) memiliki potensi besar sebagai alternatif konservasi sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Namun, kapasitas masyarakat di sekitar Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan masih terbatas dalam mengelola potensi tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui pelatihan identifikasi burung, pemanduan ekowisata, serta pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif, pendampingan lapangan, dan evaluasi berbasis keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang jenis-jenis burung endemik, keterampilan komunikasi interpretasi alam, serta kemampuan menyusun paket wisata berbasis lingkungan. Kegiatan ini berhasil membentuk kelompok sadar ekowisata yang mulai mandiri dalam mengelola kegiatan birdwatching.
Tindak Tutur Ekspresif Dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu Karya J.S. Khairen Eliya Sukmawati; Haepa Marliana; Hulia Nurul Asri; Ahmad Algifaris; Mohammad Asyhar; Andra Ade Riyanto
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i2.1507

Abstract

Penelitian ini mengkaji tindak tutur ekspresif dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S. Khaireen sebagai refleksi kondisi sosial-ekonomi masyarakat marginal Indonesia. Bahasa berfungsi sebagai cermin kompleksitas emosi dan kondisi psikologis manusia dalam merespons tekanan sosial-ekonomi. Novel ini relevan dikaji karena menggambarkan perjuangan hidup masyarakat ekonomi bawah melalui tokoh Asrul dan Zeena yang merepresentasikan realitas anak Indonesia berjuang mengubah nasib di tengah keterbatasan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi melalui pendekatan pragmatik. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat dari dialog dan narasi yang mengandung tindak tutur ekspresif. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menafsirkan makna tuturan dalam konteks psikologis dan sosial-ekonomi tokoh. Hasil penelitian menunjukkan 59 data tindak tutur ekspresif terdiri dari: mengkritik (21 data), memuji (26 data), heran (4 data), mengeluh (2 data), meminta maaf (3 data), dan terima kasih (3 data). Dominasi tindak tutur memuji dan mengkritik mencerminkan polaritas emosional tinggi dalam keluarga menghadapi tekanan ekonomi, di mana pujian berfungsi mempertahankan motivasi dan harga diri, sementara kritik menjadi medium pelampiasan frustrasi dan mendorong perubahan positif. Temuan mengonfirmasi bahasa ekspresif dalam karya sastra berfungsi sebagai cermin kondisi psikologis dan sosial masyarakat marginal.
Analisis Tuturan Referensi Dalam Novel Hilang Arah Karya Sdavincii Kajian Pragmatik Zurriatin Toyyibah; Halimatussa’diah Halimatussa’diah; Nike Mulyahartati; Always Qorni; Andra Ade Riyanto; Mohammad Asyhar
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i2.1528

Abstract

Salah satu kekhasan penulisan dari Sdavincii yang tidak hanya fokus pada unsur estitis dalam ceritanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur referensi dalam novel Hilang Arah karya Sdavincii dengan menggunakan kajian pragmatik. Metode pengumpulan data dilakukan dengan tehnik baca dan catat. Hasil analisis menampilkan adanya unsur referensi yang terbagi menjadi 2 jenis dalam penerapannya yaitu referensi eksofora dan referensi endofora. Referensi eksofora ditemukan sebanyak 31 data yang terdiri dari referensi eksofora persona sebanyak 23 data, referensi eksofora demonstratif sebanyak 5 data, dan referensi eksofora komparatif sebanyak 3 data. Referensi endofora terdapat sebanyak 8 data yang terbagi menjad referensi endofora anafora sebanyak 7 data, dan referensi endofora katafora sebanyak 1 data. Temuan hasil analisis tersebut membuktikan bahwa dalam novel Hilang Arah karya Sdavinci terdapat unsur referensi dengan makna yang tersamarkan.
Bentuk Dan Fungsi Tindak Tutur Ekspresif Netizen Terhadap Postingan Kekalahan Timnas Indonesia Di Instagram @Timnasindonesia Ni Nyoman Sri Ayu Devi; Nala Fayzatira; Thoriq Andrian Putra; Mohammad Asyhar; Andra Ade Riyanto
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i2.1547

Abstract

Penelitian ini membahas bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif netizen pada komentar unggahan hasil pertandingan Indonesia melawan Australia di akun Instagram resmi @timnasindonesia. Kekalahan telak 1–5 yang terjadi setelah pergantian pelatih secara mendadak menjadi pemicu munculnya komentar emosional dari warganet. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis tindak tutur ekspresif dan fungsi pragmatik yang muncul dalam komentar-komentar tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas cakap, teknik lanjutan rekam, dan catat. Sampel data diambil secara purposive dari 100 komentar netizen yang mengandung ekspresi psikologis seperti pujian, sindiran, kemarahan, kritik, atau ucapan terima kasih. Analisis menggunakan teori tindak tutur ekspresif dari Searle dan fungsi ilokusi menurut Leech. Hasil penelitian menunjukkan lima bentuk utama tindak tutur ekspresif, yaitu mengejek (38 data), memuji (33), menyalahkan (30), menghina (29), dan berterima kasih (3). Bentuk mengejek menjadi yang paling dominan dengan ciri sarkastik atau ironis yang diarahkan pada PSSI dan pelatih. Fungsi pragmatik yang paling menonjol adalah conflictive, terutama pada ujaran yang menyampaikan kritik, kemarahan, dan hinaan. Sementara itu, fungsi convivial muncul dalam tuturan yang menyemangati dan menunjukkan empati. Temuan ini memperlihatkan bahwa komentar warganet tidak hanya menyampaikan emosi pribadi, tetapi juga membentuk wacana publik tentang nasionalisme, kepercayaan pada otoritas, dan peran media sosial sebagai kanal kritik kolektif.
Analisis Tindak Tutur dalam Wacana Iklan Gadaiku by Hartadinata Abasi pada Media Sosial Instagram Nurhidayah Nurhidayah; Dian Pafilay; Dini Apriani; Andra Ade Riyanto; Mochammad Asyhar
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i2.1552

Abstract

This study aims to examine speech acts in advertising discourse on the Instagram account Gadaiku by Hartadinata Abasi using a qualitative approach. Amid the rapid development of the digital era, Instagram has become one of the main social media platforms facilitating interactive two-way communication, enabling users not only to receive information but also to respond, comment, and instantly share content. Various features such as Stories, Reels, and IGTV provide creative opportunities for businesses to reach a wide audience, especially in Indonesia, which had around 103 million active users at the beginning of 2025. The data collection techniques in this study include reading, non-participant observation, and note-taking on Instagram posts from the May 2025 edition. The analysis identified three types of speech acts: locutionary (9 data), illocutionary (15 data), and perlocutionary (9 data), totaling 33 data points. Locutionary acts are used to convey information literally and factually, such as explanations or direct statements. Illocutionary acts function to invite, motivate, advise, or offer solutions to influence the audience’s attitudes or behaviors, while perlocutionary acts aim to elicit certain effects or responses from the audience, such as encouraging real action, building trust, or creating emotional engagement. The findings of this study demonstrate that the speech act strategies employed in Instagram advertisements are effective in building persuasive and interactive communication with today's digital audience. The varied use of speech acts allows advertising messages to be not only informative but also capable of building emotional connections, motivating, and encouraging the audience to act according to marketing objectives. This marks a significant shift from traditional media to digital media, where interactivity, audience segmentation, and flexible content formats become key advantages in modern marketing communication strategies.
Analisis Struktur Percakapan Dalam Podcast Deddy Corbuzier Episode Jerome Polin Zuriatin Haer; Ela Ela; Hasbullah Hasbullah; Andra Ade Riyanto
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i2.1561

Abstract

This research aims to analyze the conversational structure in the Close The Door podcast hosted by Deddy Corbuzier, particularly in the episode featuring Jerome Polin, using a pragmatic approach. The study highlights five key components of conversational structure as outlined by Yule (2006): turn-taking, pauses, overlaps (simultaneous speech), backchannels (listener responses), and adjacency pairs. The method employed is qualitative descriptive with the techniques of passive observation and note-taking. Data were collected through direct observation of the podcast episode and analyzed to identify elements of conversational structure that occur naturally in unscripted interaction. The analysis reveals that all five components are present in the episode, illustrating the dynamic nature of everyday conversation. Turn-taking and backchannels were the most prominent, reflecting collaboration and responsiveness between speaker and interlocutor. Pauses and overlaps appeared as expressions of spontaneity and reflection, while adjacency pairs emerged through question-answer patterns and natural responses.
Gaya Komunikasi Dedy Mulyadi Ditinjau Dari Perspektif Kesantunan Berbahasa Citra Aulia Putri; Aldi Abriansyah Ramadhan; Indana Zulpa Fitri Khairu; Andra Ade Riyanto; Mohammad Asyahr
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i2.1562

Abstract

This study aims to analyze the communication style of Dedy Mulyadi on his YouTube channel based on Leech’s politeness principles. The topic is significant as Dedy Mulyadi, a public figure, is known for his straightforward yet empathetic communication with the public. This research adopts a qualitative descriptive approach, using utterances from selected YouTube videos as data. The analysis applies Leech’s six maxims of politeness: tact, generosity, approbation, modesty, agreement, and sympathy. The findings reveal that Dedy Mulyadi’s communication reflects these politeness principles. He often demonstrates empathy, gives compliments, remains humble, and engages in courteous discussions. His communication not only effectively conveys messages but also fosters positive emotional connections with the community. These results indicate that politeness in language use can coexist with assertiveness in public communication. This study highlights the importance of linguistic ethics in fostering social harmony and trust, particularly in digital and public interaction spaces.