Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK PROMOSI DAN PENGUATAN KEWIRAUSAHAAN USAHA SENI DAN BUDAYA PADA GENERASI Z Girsang, Nitasri Murawaty; Himni, Lailatul
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 3 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i3.6502

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada fenomena meningkatnya penggunaan media sosial oleh generasi muda sebagai sarana berekspresi, berinteraksi, dan mengembangkan usaha, khususnya di sektor ekonomi kreatif. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemanfaatan media sosial memengaruhi minat berwirausaha generasi Z di bidang seni dan budaya, dengan fokus pada komunitas Rumah BUMN Bukittinggi sebagai studi kasus. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi digital terhadap konten dan aktivitas wirausaha berbasis seni dan budaya yang dilakukan oleh anggota komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya berperan sebagai alat komunikasi dan promosi, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dan motivasi untuk memulai usaha. Generasi Z dalam komunitas ini memanfaatkan platform seperti Instagram dan TikTok untuk membangun identitas usaha, memperluas jejaring, serta menciptakan pasar digital yang responsif terhadap produk kreatif lokal. Minat berwirausaha mereka dipengaruhi oleh kemudahan akses informasi, eksposur terhadap figur wirausaha muda, dan dukungan komunitas yang aktif di ranah digital. Temuan ini mengindikasikan bahwa media sosial memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk semangat wirausaha generasi muda, khususnya pada sektor seni dan budaya yang memerlukan pendekatan kreatif dan adaptif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan literasi digital dan program pendampingan wirausaha berbasis komunitas untuk mendukung pemberdayaan generasi Z dalam ekonomi kreatif. Hasil studi ini juga dapat menjadi landasan bagi penyusunan strategi kebijakan lokal dalam mendorong wirausaha muda berbasis seni dan budaya melalui pemanfaatan teknologi digital.
Tourism Socialization: Training in Guiding Educational Songket Weaving Tours Fasandra, Fernando; Khairunnisa, Khairunnisa; Hibatullah, Naufal; Rahman, Fadlul; Girsang, Nitasri Murawaty; Septriani, Septriani
MARAWA: Jurnal Masyarakat Religius dan Berwawasan Vol 2 No 2 (2023): Masyarakat Religius dan Berwawasan
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/mrw.v2i2.10652

Abstract

Community service activities are one of the main responsibilities of lecturers as educators in the university environment. This community service aims to provide knowledge and improve the ability to guide educational tourism related to woven songket to enhance the promotion of SMEs through tourism. The community service activities are conducted at the SME "Rumah Songket Eka Halaban." The achieved results include an increase in participants' knowledge and skills in communicating with tourists, the hospitality of employees when tourists visit, and the application of the seven charms at Rumah Songket Eka Halaban. With these improved abilities, it is expected to boost the promotion of SMEs through tourism. The limitation of this community service activity lies in participants who are not yet accustomed to dealing with tourists with diverse backgrounds and characteristics. To be more effective in guiding educational tourism, considerable practice is needed. Similar community service activities can be conducted periodically by SMEs to familiarize themselves with dealing with tourists. With enhanced abilities, the training participants, including the owner of SME Rumah Songket Eka Halaban, hope that educational tourism activities related to woven songket can improve even further in the future.