Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DALAM MENINGKATKAN SISTEM IMUNITAS PADA MASYARAKAT DESA SELAYANG, KABUPATEN LANGKAT Manuppak Irianto Tampubolon; Dedi Maruli Tua Napitupulu; Devi Rahmayuni Br Harahap; Maria Pratiwi Manik; Cut Masyitah Thaib; Eva Diansari Marbun
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terkenal sebagai negara yang memiliki beragam tradisional melimpah, seperti rempah-rempah dan tanaman herbal. Tanaman-tanaman tersebut banyak digunakan masyarakat untuk meningkatkan system imunitas atau mengobati penyakit. Tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat yaitu tanaman obat keluarga. Adapun beberapa TOGA yaitu Daun Bidara, Kunyit, Jahe, Sirih, dan Lengkuas. Kekuatan dalam menghadapi beragam sumber penyakit seperti bakteri, fungi, protozoa, parasit, dan virus yang bertanggung jawab melindungi tubuh sehingga fungsi tubuh tidak terganggu yang dimaksud dengan imunitas atau kekebalan tubuh manusia. Metode  PRA pendekatan yang merupakan metode yang digunakan dalam kegiatan ini. Yang dimana di dalam metode ini dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan evaluasi. Kegiatan ini meliputi sanitasi lingkungan, penanaman TOGA, edukasi Kesehatan, pembuatan jamu, dan pemberian Tanaman.
Identifikasi Senyawa Dan Penetapan Kadar Flavonoid Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Eva Diansari Marbun; Cut Masyitah Thaib; Manuppak Irianto Tampubolon; Adinda Nur'Sabilla; Dedi Maruli Tua Napitupulu; Wiwin Katarina Sihotang; Widya Astuti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beranekaragam tanaman di Indonesia salah satunya yaitu daun kelor yang memiliki banyak manfaat, untuk mengobati banyak penyakit secara tradisional. Tanaman daun kelor memiliki banyak jenis antioksidan dan lebih dari nutrisi. Uji skrining fitokimia dlakukan untuk mendapatkan informasi mengenai senyawa organik yang dibentuk organisme yang ada pada ekstrak. Dalam metabolit sekunder terdapat salah satu flavonoid sebagai syarat penentuan kualitas suatu ekstraksi etanol pada daun kelor.Penggunaan Spektofotometer Ultraviolet dan sinar tampak bertujuan untuk menentukan nilai dari kandungan flavonoid yang ada dalam esens daun kelor. Hasil analisis ini dilakukan untuk uji metabolit skunder dan penetapan senyawa metabolit sekunder. Pada uji metabolit sekunder terdapat zat yaitu saponin, flavonchi, tannin, terpenoid, dan alkaloid. Pengujian dengan metode Spektofotometer UV-Vis mendapatkan hasil total kandungan flavonoid sebanyak 155,61 mg/g ekstrak.Bertambahnya senyawa kandungan flavonoid,akan baik juga fungsinya untuk menanggulangi berbagi gangguan penyakit.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kaktus Centong (Opuntia cochenillifera) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylacoccus epidermidis Dengan Media Buatan Pati Pisang Kepok (Musa paradisiaca) Manuppak Irianto Tampubolon; Natanael Priltius; Alfian Rejekinta Munthe
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Centong Cactus (Opuntia cochenilifera) is one of the plants used to treat health problems, but this is done based on hereditary experience. This plant contains flavonoids, tannins, saponins, and steroids. The purpose of this study was to see the antibacterial activity of the ethanol extract of Centong cactus (Opuntia cochenillifera) using alternative media of Kepok banana starch and Muller Hilton Agar Media. This study was conducted experimentally. Samples were extracted by maceration method using 96% ethanol as solvent. Antibacterial activity was tested by disk diffusion method with paper backing technique. The parameters observed were zone of inhibition. Based on the result of the inhibition zone research, the best results were obtained on the banana starch media with a concentration of 40% 18,7mm and on Muller Hilton Agar media with a concentration of 40% 20,1mm. The antibacterial test result stated that the ethanolic extract of Centong cactus could provide an effective inhibition again Staphylococcus epidermidis bacteria. Antibacterial activity using Mullerr Hilton Agar media in order to have a larger zone of inhibition than using kapok banana starch.
Tinjauan Literatur: Hubungan Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Obat Tradisional Dalam Mendukung Pelayanan Kesehatan Manuppak Irianto Tampubolon; Devina Chandra; Syukur Berkat Waruwu; Febriana Rianti Siagian; Fanny Asdian; Muhammad Ridha Taftanzani; Sefin Simanihuruk
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Pelayanan kesehatan di berbagai negara masih menghadapi masalah seperti akses yang sulit, biaya mahal, dan layanan yang tidak merata, terutama di negara berkembang. Obat tradisional sudah digunakan masyarakat sejak lama sebagai cara mencegah dan mengobati penyakit. Walaupun banyak masyarakat yang menggunakan obat tradisional, belum banyak penelitian yang membahas mengapa masyarakat terus memilih obat tradisional. Kepercayaan masyarakat diduga menjadi alasan utama, tetapi masih sedikit kajian yang meneliti hubungan antara kepercayaan dengan penggunaan obat tradisional dalam sistem pelayanan kesehatan. Tujuan: Meninjau tingkat kepercayaan masyarakat terhadap obat tradisional sebagai pendukung pelayanan kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis dengan panduan PRISMA. Pencarian artikel dilakukan di Google Scholar dan PubMed dari Januari 2020 sampai Juli 2025. Dari 2.850 artikel yang ditemukan, setelah menghapus duplikat dan melakukan skrining, didapatkan 10 artikel yang sesuai untuk dianalisis. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap obat tradisional cukup tinggi, yaitu berkisar antara 60%-94,3%. Masyarakat percaya karena pengalaman keluarga yang turun-temurun, dianggap aman dan efektif, mudah didapat, serta harganya terjangkau. Sebagian besar pengguna obat tradisional (60%-94,3%) tidak mengalami efek samping. Ada hubungan yang jelas antara kepercayaan dengan penggunaan obat tradisional, dan pengetahuan tentang obat tradisional menjadi faktor terkuat yang membuat orang lebih percaya dan menggunakannya. Kesimpulan: Kepercayaan masyarakat adalah faktor penting yang membuat penggunaan obat tradisional terus berlanjut dalam pelayanan kesehatan. Obat tradisional dipilih karena harganya murah, mudah didapat, dan sesuai dengan budaya masyarakat. Untuk meningkatkan pemanfaatan obat tradisional yang aman, perlu dilakukan edukasi berdasarkan penelitian ilmiah, standarisasi produk dan praktik pengobatan tradisional, serta penggabungan sistem pengobatan tradisional dan modern dalam kebijakan kesehatan
Aktivitas Probiotik Dan Mikroba Yang Baik Pada Makanan Sekolah Dasar Swasta Amal Luhur Kel. Dwi Kora, Kec. Medan Helvetia Manuppak Irianto Tampubolon; Devina Chandra; Syukur Berkat Waruwu; Agus Hardianssah Tafonao; Anisa Hutagalung; Lidya Revangelina; Nayla Artika Wulandari; Risa Setiani; Evi Astiani Lase
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup, terutama dari kelompok Lactobacillus dan Bifidobacterium, yang apabila dikonsumsi dalam jumlah cukup dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Salah satu upaya dalam mendukung kesehatan masyarakat telah dilakukan melalui pemanfaatan probiotik atau mikroba baik yang terdapat dalam makanan. Aktivitas probiotik dalam makanan berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus, meningkatkan metabolisme, membantu penyerapan zat gizi, serta memperkuat sistem imun. Probiotik juga diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol, membantu mengendalikan tekanan darah, serta menghasilkan senyawa bioaktif seperti asam lemak rantai pendek (Short-Chain Fatty Acids/SCFA) yang bersifat antiinflamasi. Pada konteks pangan fungsional, probiotik ditemukan pada produk olahan susu fermentasi seperti yoghurt dan kefir, minuman probiotik, serta makanan tradisional hasil fermentasi seperti tempe. Konsumsi makanan yang mengandung mikroba baik terbukti mendukung kesehatan saluran pencernaan, menurunkan risiko penyakit metabolik, serta berkontribusi dalam pencegahan penyakit kardiovaskular. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pemberian edukasi mengenai probiotik melalui makanan sehari-hari merupakan strategi yang sederhana dan efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini difokuskan pada edukasi dan pemanfaatan aktivitas probiotik dalam makanan sebagai upaya promotif dan preventif untuk menunjang kesehatan secara menyeluruh