Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure dalam Gerak Tari Walijamaliha Rumdhani, Faira Ajeng; Hadiyatno, Hadiyatno; Purwinarti, Wiwin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanda dan makna yang terkandung dalam gerak Tari Walijamaliha dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Fokus kajian diarahkan pada relasi antara penanda (signifier) dan petanda (signified) dalam setiap rangkaian gerak, serta bagaimana hubungan tersebut mencerminkan nilai-nilai spiritual dan budaya masyarakat Banten. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelatih, penari, serta tokoh budaya di Sanggar Raksa Budaya Kota Serang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap gerak dalam Tari Walijamaliha mengandung sistem tanda yang berlapis, mencakup simbolisasi ajaran Islam, penghormatan terhadap leluhur, serta penegasan identitas perempuan dalam konteks lokal Banten. Temuan ini menegaskan bahwa Tari Walijamaliha tidak hanya berfungsi sebagai pertunjukan estetis, melainkan juga sebagai teks budaya yang menuturkan narasi moral dan spiritual masyarakatnya. Dengan demikian, pendekatan semiotika Saussure membantu membuka pemahaman bahwa gerak tari adalah bahasa yang menyampaikan pesan sosial dan religius yang kompleks.
Eksistensi Sanggar Ubrug Pusaka Jaya di Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang Bahri, Ari Syamsul; Roekmana, Giri Mustika; Purwinarti, Wiwin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35982

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis eksistensi Sanggar Ubrug Pusaka Jaya di Kecamatan Panimbang sebagai institusi teater tradisional tertua di Kabupaten Pandeglang. Dipimpin oleh tokoh sentral Abah Suparta, sanggar ini berperan sebagai pilar utama dalam menjaga orisinalitas seni Ubrug yang mengintegrasikan unsur tari, musik, rupa, dan drama bertema sosial-kepahlawanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Pusaka Jaya memiliki kontribusi signifikan dalam ekspansi budaya hingga ke luar Pulau Jawa serta penguatan identitas lokal melalui narasi komedi yang edukatif. Namun, ditemukan fakta bahwa eksistensi sanggar ini menghadapi tantangan serius berupa rendahnya rekognisi dari pemerintah dan masyarakat urban. Meskipun mengalami marginalisasi secara struktural, sanggar ini tetap konsisten berfungsi sebagai katalisator dalam meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pelestarian seni tradisi yang mulai tergerus zaman.