Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Pengukuran Tahanan Isolasi dan Indeks Polaritas pada Motor 3 Fasa Abdillah, Hartawan
INTRO : Journal Informatika dan Teknik Elektro Vol 2 No 1 (2023): INTRO : Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Edisi Juni 2023
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Panca Marga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51747/intro.v2i1.1571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tahanan isolasi pada motor 3 fasa dan mengevaluasi kondisi isolasi menggunakan pengujian megger dengan tegangan 500 V. Berdasarkan standar IEEE Std 43-2000, nilai tahanan isolasi minimal yang diharapkan adalah 5 MΩ. Sampel motor 3 fasa diuji dengan mengukur tahanan isolasi fasa terhadap Ground menggunakan megger. Hasil pengujian menunjukkan nilai tahanan isolasi U - Ground sebesar 318 MΩ, 356 MΩ, dan 588 MΩ. Meskipun nilai tahanan isolasi tidak mencapai nilai minimal yang diharapkan, nilai yang diperoleh tetap menunjukkan kondisi isolasi yang baik dan memadai untuk tegangan kerja motor. Diperlukan pengujian tahanan isolasi secara berkala untuk pemantauan dan perawatan isolasi motor dalam jangka panjang
STUDI BIOPELET SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN MENGGUNAKAN BIJI KESAMBI SEBAGAI BAHAN BAKU Prasetiyo, Dani Hari Tunggal; Muhammad, Alief; Dewi, Indah Noor Dwi Kusuma; Supraptiningsih, Linda Kurnia; Baihaqi, Mas Ahmad; Abdillah, Hartawan; Achmadin, Wahyu Nur
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v7i1.2999

Abstract

Kebutuhan energi yang masih ditopang oleh energi fosil menimbulkan efek ketergantungan pada sumber daya fosil. Energi fosil yang tidak tidak dapat diperbarui menjadi sebuah permasalahan yang terhadap konsumsi energi. Hal ini dikarenakan keberadaan energi fosil bersifat sementara. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memulai penggunaan energi alternatif. Salah satu energi alternatif yang dapat mengganti energi fosil adalah biopelet. Biopelet dapat diperoleh dari sumber hayati. Jika ditinjau dari kekayaan alam di Indonesia maka Indonesia kaya terhadap sumber keanekaragaman hayati. Penelitian ini dilakukan dengan cara memproduksi biopelet dari biji buah kesambi. Biji buah kesambi merupakan tanaman yang tidak tergolong bahan pangan sehingga cocok digunakan sebagai bahan baku sumber energi terbarukan. Biji buah kesambi diproduksi menjadi biopelet dan diuji karakteristiknya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kalor rata-rata biopelet dari biji biji buah kesambi sebesar 5.520,22 kal/gram, kadar air sebesar 10,39%, kadar abu sebesar 0,318%.
PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI BAWANG MERAH GORENG DENGAN APPROPRIATE TECHNOLOGY DI KABUPATEN PROBOLINGGO Wahyudi, Djoko; Haryono, Haryono; Noor, Muhammad Fathuddin; Abdillah, Hartawan; Sholehudin, Moch; Nurdianto, Dwi Riski; Maulidi, M Irfan
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v8i2.10184

Abstract

Bawang merah dari Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, dikenal memiliki kualitas unggul dengan aroma dan rasa yang khas, menjadikannya bahan penting dalam masakan tradisional Indonesia. Kualitas bawang merah dari daerah ini didukung oleh teknik budidaya tradisional yang menjaga ukuran, warna, dan ketahanan penyimpanan yang baik. Karena keistimewaannya, bawang merah dari Brumbungan Lor memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi identitas lokal yang diakui.Untuk meningkatkan kualitas produk bawang merah goreng, terutama dalam hal mengurangi kadar minyak yang berlebih, telah dikembangkan alat peniris minyak. Alat ini bekerja dengan prinsip gaya sentrifugal, di mana bawang merah goreng ditempatkan dalam keranjang yang berputar dengan kecepatan tinggi, sehingga minyak dipisahkan dari produk secara efektif. Penggunaan alat ini menghasilkan bawang merah goreng yang lebih renyah, sehat, dan tahan lama, serta mengurangi limbah minyak yang tidak diinginkan. Pengujian alat peniris minyak menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas produk dan efisiensi produksi, menjadikannya sangat cocok untuk diadopsi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang produksi makanan gorengan. Alat ini tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga memastikan bahwa produk akhir lebih berkualitas, memenuhi standar kesehatan, dan memiliki daya saing yang lebih baik di pasar.
Implementasi Teknologi Dehydrated Honey Dalam Meningkatkan Kualitas Produk Madu dan Jamu Mas, Ahmad Baihaqi; Muhammad, Alief; Nafis, Raihan; Abdillah, Hartawan; Asrori, Tamam; MutindaTeguh Widayanto
TEKIBA : Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): TEKIBA : Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tekiba.v5i3.6238

Abstract

This community service program aims to improve the quality of honey products produced by small-scale producers in Probolinggo by implementing the Dehydrated Honey Machine. The main problem faced by partners is the high moisture content in honey (28%), which exceeds the Indonesian National Standard (SNI 8664:2018) limit of less than 22%. High moisture content reduces shelf life, product quality, and market acceptance, especially in pharmacies and online stores. The program was conducted through participatory methods consisting of socialization, training, technology implementation, and monitoring-evaluation. The Dehydrated Honey Machine with a capacity of 15 liters per 3 hours was installed at the partner’s production site, followed by training on operation and maintenance. After implementation, the moisture content of honey decreased to 17–18%, in line with the standard requirements. This improvement has extended the shelf life of honey, increased the selling price, and reduced product rejection. The program demonstrates that appropriate technology transfer effectively enhances production quality and competitiveness of local honey producers.
Penerapan pembangkit hybrid portable terintegrasi IoT untuk meningkatkan produksi bawang merah di Kabupaten Probolinggo Baihaqi, Mas Ahmad; Mulyadi, Adi; Abdillah, Hartawan; Subairi, Subairi; Lestandy, Merinda; Afandi, M. Bayu; Almachzumi, Kevin Riza
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): February(Article in Progress)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3128

Abstract

Produksi bawang merah tahun 2010-2023 menurun yang disebabkan oleh cuaca ekstrim dan hama. Kelompok Tani dari 12 Kecamatan dengan masing-masing lahan 3.428-7.155 Ha hanya mampu memproduksi 812.373 ton/tahun. Data statistik menunjukkan bahwa Kabupaten Probolinggo menyumbang 21.15% produksi nasional. Tujuan pengabdian yaitu untuk meningkatkan produksi dengan penerapan teknologi hybrid portable untuk suplai listrik pada lahan petani bawang merah. Metode pengabdian yaitu observasi, perancangan, sosialisasi serta pelatihan, pendampingan program, evaluasi program dan keberlanjutan program. Sistem monitoring sebagai pemantauan suplai listrik bagi Kelompok Tani Bawang di Kabupaten Probolinggo. Kebaharuan teknologi adalah teknologi hybrid portable antara panel surya serta pico hydro sebagai suplai listrik lampu dan penunjang produksi bawang. Hasil penerapan teknologi menunjukkan bahwa monitoring hybrid portable terintegrasi IoT menghasilkan masing-masing tegangan 212.71 V, arus 2 A, dan Daya 425.38 W. Sedangkan hasil penerapan disosialisasikan pada Kelompok Tani dengan edukasi dan perawatan teknologi. Faktor yang mendukung kegiatan adalah partisipasi mitra dalam penerapan hybrid portable, dan faktor penghambat adalah suplai air dalam pengujian pico hydro. Hal ini disebabkan tanaman bawang hanya membutuhkan kadar air sebesar 80% dengan intesitas penyiraman 2 kali dalam 1 hari.