Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisa Implementasi Akad Istishna pada Produk Pembiayaan KPR Syariah (KPR Indent IB) Bank BTN Syariah Azhar Taufik; Dina Febriani; Asep Supyadillah
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 7 No. 5 (2026): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v7i5.11751

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the istishna’ contract in the KPR Indent IB home financing product at Bank BTN Syariah (BSN) and to assess its compliance with DSN-MUI Fatwa No. 06/DSN-MUI/IV/2000 concerning Istishna’ Sale and Purchase. The background of this research is based on the increasing public demand for home ownership through sharia-compliant financing schemes that are free from elements of riba (usury) and gharar (uncertainty). This research employs a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through observation and interviews with officials of Bank BTN Syariah, Harmoni Branch, Central Jakarta, as well as a partner property developer in the Depok area. The data analysis technique applied the Miles and Huberman model, which includes data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of the istishna’ contract in the KPR Indent IB product fulfills the essential pillars and conditions stipulated in the DSN-MUI Fatwa, particularly in terms of payment provisions, clarity of the contract object specifications, delivery mechanisms, and financing risk management. The margin scheme is determined as fixed or tiered without altering the principal price agreed upon at the inception of the contract, thereby avoiding elements of gharar. Risk management is conducted through warning mechanisms, restructuring measures, collateral execution in cases of default, and the imposition of ta’zir penalties allocated to charitable funds. It can therefore be concluded that the implementation of the istishna’ contract in the KPR Indent IB financing product at Bank BTN Syariah is substantially in accordance with sharia principles and the applicable fatwa regulations in Indonesia.
Implementasi Akad Istishna Pada Pembiayaan KPR Syariah Pada Bank Syariah Nasional Tinjauan Fatwa DSN MUI No: 06/DSN-MUI/IV/2000 Azhar Taufik; Dina Febriani; Asep Supyadillah; Hesty Ade Sulistia
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v12i2.19587

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the istishna’ contract in the KPR Indent IB home financing product at Bank BTN Syariah (BSN) and to assess its compliance with DSN-MUI Fatwa No. 06/DSN-MUI/IV/2000 concerning Istishna’ Sale and Purchase. The background of this research is based on the increasing public demand for home ownership through sharia-compliant financing schemes that are free from elements of riba (usury) and gharar (uncertainty). This research employs a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through observation and interviews with officials of Bank BTN Syariah/BSN, Harmoni Branch, Central Jakarta, as well as a partner property developer in the Depok area. The data analysis technique applied the Miles and Huberman model, which includes data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of the istishna’ contract in the KPR Indent IB product fulfills the essential pillars and conditions stipulated in the DSN-MUI Fatwa, particularly in terms of payment provisions, clarity of the contract object specifications, delivery mechanisms, and financing risk management. The margin scheme is determined as fixed or tiered without altering the principal price agreed upon at the inception of the contract, thereby avoiding elements of gharar. Risk management is conducted through warning mechanisms, restructuring measures, collateral execution in cases of default, and the imposition of ta’zir penalties allocated to charitable funds. It can therefore be concluded that the implementation of the istishna’ contract in the KPR Indent IB financing product at Bank BTN Syariah/BSN is substantially in accordance with sharia principles and the applicable fatwa regulations in Indonesia.
Edukasi dan Literasi Keuangan Syariah Inklusif kepada Masyarakat; Upaya Preventif dan Solutif menghidari Dampak Negatif Jeratan Pinjaman Online (Pinjol) Azhar Taufik; Ali Idrus; Rini Fatma Kartika
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/alkhidmah.321718

Abstract

kasus pinjaman online di Indonesia telah menjadi perhatian serius karena dampaknya yang merugikan Masyarakat. Beberapa isi utama terkait dengan pinjol termasuk praktik pinjaman yang tidak bertanggung jawab, suku bunga tinggi, pelanggaran privasi, dan penagihan agresif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahap observasi, persiapan materi, pelaksanaan kegiatan edukatif, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini yaitu terjadinya peningkatan pemahaman nilai-nilai perilaku ekonomi Islam secara aplikatif pada siswa/i melalui aktifitas keseharian. fokus utama dalam kegiatan adalah agar masyarakat dapat memilah dan memilih akad serta transaksi perekonomian mana yang legal dan bermanfaat ataupun mana akad serta transaksi perekonomian yang ilegal dan merugikan, sehingga masyarakat dapat tercerahkan dan dapat mengurangi mudharat bagi kehidupannya di masa yang akan datang.
PENGARUH LITERASI DAN PERSEPSI PADA BANK SYARIAH TERHADAP KEPUTUSAN MENJADI NASABAH  PADA GENERASI Z DI RW 04 KELURAHAN JURANGMANGU TIMUR Shofa Nuur Aini; Azhar Taufik
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya pangsa pasar perbankan syariah menunjukkan bahwa ketertarikan masyarakat untuk menggunakan layanan perbankan syariah masih perlu ditingkatkan. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi keputusan menjadi nasabah adalah literasi dan persepsi terhadap bank syariah. Generasi Z memiliki potensi sebagai pangsa pasar perbankan syariah karena adaptif terhadap informasi, namun pemahaman dan persepsi terhadap bank syariah masih beragam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Literasi Bank Syariah dan Persepsi pada Bank Syariah terhadap Keputusan Menjadi Nasabah Bank Syariah pada Generasi Z di RW 04 Kelurahan Jurangmangu Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan 163 responden dari populasi 280 Generasi Z berusia 15–30 tahun. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik Stratified Random Sampling pada RT 02 dan RT 03. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Literasi Bank Syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Menjadi Nasabah dengan t hitung 3,702 dan signifikansi 0,000. Persepsi pada Bank Syariah juga berpengaruh positif dan signifikan dengan t hitung 4,047 dan signifikansi 0,000. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan F hitung 21,383 dan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 20,1% menunjukkan bahwa Literasi dan Persepsi mampu menjelaskan variasi Keputusan Menjadi Nasabah sebesar 20,1%.
PENGARUH BRAND IMAGE DAN DIGITAL MARKETING TERHADAP KEPUTUSAN GENERASI Z MAHASISWA S1 SEMESTER 6 KHUSUS ANGKATAN 2023 FAI UMJ MENJADI NASABAHDI BANK SYARIAH INDONESIA Qotrun Nada Nadifah; Moh. Khoirul Anam; Azhar Taufik
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah beragamnya persepsi Generasi Z terhadap Brand Image BSI, Belum optimalnya strategi Digital Marketing dalam menggaet mahasiswa khusus Angkatan 2023 serta tingginya preferensi terhadap bank digital konvensional akibat kendala teknis pada aplikasi BSI Mobile dan SuperApp BYOND by BSI. Selain itu, masih rendahnya pemahamana mengenai keunggulan produk Bank Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brand Image dan Digital Marketing terhadap keputusan Generasi Z mahasiswa S1 Semester 6 Angkatan 2023 FAI UMJ menjadi Nasabah di Bank Syariah Indonesia, baik secara parsial maupun secara simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel pada peneliti menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan teknik Accidental Sampling. Dalam penelitian ini, digunakan data primer dan menggunakan skala likert, untuk pengumpulan sampel yang dikumpulkan sejumlah 68 responden mahasiswa aktif khusus angkatan 2023. Pada teknik analisis data yang digunakan melalui  SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji t untuk hipotesis 1 variabel Brand Image (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan Generasi Z mahasiswa S1 FAI menjadi Nasabah di Bank Syariah Indonesia (Y) yang ditunjukkan oleh nilai thitung sebesar 1,224 < ttabel (1,997) dan nilai signifikansi 0,226 (> 0,05). Sementara itu, hipotesis 2 variabel Digital Marketing (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Generasi Z mahasiswa S1 FAI menjadi Nasabah di Bank Syariah Indonesia (Y) yang ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 3,455 > ttabel (1,997) dan nilai signifikansi 0,001 (< 0,05). Berdasarkan uji f untuk hipotesis 3 Brand Image (X1) dan Digital Marketing (X2) secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap mahasiswa S1 FAI menjadi Nasabah di Bank Syariah Indonesia (Y), yang ditunjukkan oleh nilai fhitung sebesar 22,182 > ftabel 3,140. Dengan tingkat signifikansi (0,000 < 0,05), ini berarti uji f menunjukkan adanya pengaruh simultan. Hasil koefisien determinasi (R²) untuk variabel  Brand Image dan Digital Marketing sebesar 40,6%, sedangkan 59,4% sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KUALITAS LAYANAN MOBILE BANKING BYOND BY BSI TERHADAP KEPUASAN NASABAH BANK  SYARIAH INDONESIA PADA MAHASISWA SEMESTER 6 ANGKATAN 2023 FAI UMJ Amellia Agustin; moh khairul anam; Azhar taufik
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya penggunaan layanan perbankan digital melalui mobile banking. Salah satu layanan digital yang dikembangkan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) adalah Byond by BSI. Namun, dalam penerapannya, kualitas layanan mobile banking masih menjadi perhatian, terutama terkait dengan kemudahan penggunaan, kecepatan dalam mengakses layanan, keandalan sistem, keamanan, serta kemampuan aplikasi dalam memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi tingkat kepuasan nasabah dalam menggunakan layanan mobile banking. Oleh karena itu,  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan dan kualitas layanan mobile banking Byond By BSI terhadap kepuasan nasabah pada mahasiswa semester 6 angkatan 2023 FAI UMJ. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner yang di sebar langsung kepada mahasiswa aktif strata satu FAI UMJ angkatan 2023 yang mengguna mobile banking Byond By BSI, dengan data yang terkumpul sebanyak 68 responden. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama pada uji T bahwa variabel Kepercayaan X1 menunjukkan nilai t hitung sebesar 1,874 < t table 1,997 dan nilai signifikan sebesar 0,065 > 0,05 yang dapat disimpulkan variabel kepercayaan tidak berpengaruh terhadap kepuasan nasabah. Sedangkan variabel X2  menunjukkan  bahwa hasil pengujian hipotesis kedua pada uji T bahwa variabel kualitas layanan X2 menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,960 > t table 1,997 dan nilai signifikan sebesar 0,04 < 0,05 yang dapat disimpulkan variabel kualitas layanan berpengaruh terhadap kepuasan nasabah. Serta hasil uji F pada SPSS versi 23 dalam penelitian ini diperoleh nilai f hitung sebesar 11,268 > f tabel  3,14 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwasanya uji F yaitu kepercayaan X1 dan kualitas layanan X2 memiliki pengaruh seacara simultan terhadap kepuasan nasabah Y.