Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERANCANGAN SISTEM PERHITUNGAN ANGKA KERAPATAN PANEN BUAH SAWIT BERBASIS WEBSITE Kurnia, Dian; Lumbantoruan, Sorta; Sastrawan Manik, Toba; Br Tarigan, Nurlianna; Darmadi, Herry; Pardede, Erwin
Jurnal TIMES Vol 13 No 2 (2024): Jurnal TIMES
Publisher : STMIK TIME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51351/jtm.13.2.2024804

Abstract

Perhitungan angka kerapatan panen merupakan cara utnuk melakukan prediksi H-1 untuk menghitung angka prediksi panen. Perhitungan ini biasanya dilakukan oleh mandor / asisten afdeling yang memungkin terjadi kesalahan jika dilakukan perhitungan secara manual. Angka KP tersebut akan menjadi dasar dalam menghitung perkiraan panen (hasil panen buah sawit) / blok perkebunan kelapa sawit. angka perkiraan panen akan menjadi dasar juga dalam menghitung banyaknya pemanen yang ideal untuk bertugas dalam proses panen tersebut. Pada penelitian ini akan dibangun sistem informasi untuk menghitung angka kerapatan panen dan beberapa tugas mandor yang dijelaskan sebelumnya akan didukung dengan sistem informasi ini. Angka kerapatan panen yang dihasilkan oleh sistem informasi nantinya akan dibandingkan dengan perhitungan KP yang dilakukan oleh mandor secara manual. Selisih dari hasil akan dihitung % errornya untuk perbaikan sistem informasi yang dibangun nantinya.
ANALISA LAJU KOROSI KETEBALAN PIPA BAJA KARBON PADA PROSES PEMBAKARAN DI UNIT BOILER Darmadi, Herry; Nelza, Novia; Muhammad Iqbal Harapan Muslim Siregar; Kurnia, Dian; Yudhi Bastanta
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 3 No. 1 (2023): Maret: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v3i1.920

Abstract

The demand for electrical energy continues to increase along with the increase in economic growth in Indonesia, where currently almost all equipment used by humans depends on electrical energy. The steam power generation system is one of the power generation systems that are commonly used in industries and other power plants. In general, a steam power generation system consists of several main components, namely: pumps, steam turbines, boilers, generators and condensers. Boilers are composed of several components such as pipes, chimneys, superheaters, steam drums, economizers, and other important components. One of the most important components in the boiler system is the boiler pipe which plays a role in helping the combustion process to be used in the boiler. Loss of boiler pipe thickness due to corrosion is one of the important factors that really need to be considered in the boiler combustion process at PLTU. Loss of thickness of the boiler pipe in the combustion process that is too large can cause pipe leakage which results in the interruption of the combustion process in the boiler pipe. So to overcome this problem, checks are carried out to carry out maintenance on the boiler pipe to avoid leaks in the boiler pipe. After the calculation, the average reduction in pipe thickness due to corrosion is 0.1465 mm/yr
BESARNYA PUTARAN DAN JARAK CELAH PADA MESIN ROLL TYPE HORISON CROSSWILL DALAM PROSES PENCETAKAN LEMBARAN SHEET DI PT ABC Suaduon Harahap, Ahmad; Darmadi, Herry
JURNAL VOKASI TEKNIK Vol 3 No 1 (2025): JURNAL VOKASI TEKNIK (JUVOTEK)
Publisher : CV MEDAN TEKNO SOLUSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin sheeter digolongkan sebagai mesin giling dengan menggunakan enam buah roll yang semakin maju roll maka kecepatan berputarnya juga semakin maju dan berfungsi untuk melakukan proses penggilingan dan mengurangi kadar air dan larutan asam formic untuk menggiling karet menjadi produk akhir dengan nama RSS (ribbed smoked sheet). Adapun peristiwa yang terjadi dari proses penggilingan lembaran karet pada mesin sheeter tersebut adalah terjadinya penipisan lembaran akibat terjadinya Proses tekan antara roll atas dan roll bawah guna mendapatkan hasil yang sempurna sesuai dengan standart produk dari pabrik maka setiap roll mempunyai putaran yang berbeda dengan jarak celah yang diatur pada roda gigi yang terhubung dengan poros-poros roll yang berputar. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan dari besarnya putaran roll mesin sheeter yaitu diperoleh hasil putaran roll sebesar 45,46 rpm pada roll 1, pada roll ke-2 50,34 rpm, roll ke 3 53,94 rpm roll ke 4 57,94 rpm roll ke 5 69,53 rpm dan pada roll terakhir sebesar 72,43 rpm. Sedangkan pembahasan besarnya jarak celah di dapatkan nilai sebesar 21 mm pada roll 1, 13 mm pada roll 2, 6 mm pada roll 3, 4 mm pada roll 4, 3 mm pada roll 5, 2 mm pada roll 6 untuk setiap roller , hubungan putaran dan jarak celah sangat berpengaruh dalam proses pembuatan lembaran sheet RSS (ribbed smoked sheet) yang dimana apabila kecepatan putaran terlalu kencang maka dapat menimbulkan kerusakan pada sheet dan apa bila jarak celah terlalu besar ataupun terlalu kecil sama sama menimbulkan kerusakan pada sheet
ANALISIS KADAR NaCl PADA PROSES REGENERASI RESIN DALAM PENURUNAN KESADAHAN Ca2+ DAN Mg2+ PADA PROSES WATER TREATMENT DI PT. ANY Nelza, Novia; Maulidna, Maulidna; Rachmiadji, Irwan; Barus, Adil; Donda, Donda; Darmadi, Herry
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i2.10127

Abstract

Resin merupakan bahan yang mengandung ion-ion yang dapat ditukar dengan ion-ion yang ada di dalam air. Resin sebagai media penukar ion memiliki kemampuan terbatas dalam menukar ion hingga resin jenuh. Resin yang telah mengalami kejenuhan akan diregenerasi menggunakan larutan NaCl sehingga kemampuan resin dalam menukar ion kembali efisien. Dari perhitungan yang telah dilakukan diketahui bahwa jumlah NaCl yang digunakan untuk proses regenerasi dapat ditentukan dengan menghitung jumlah zat reaktif yang ditukar resin dengan kesadahan yang terkandung dalam air. Cara penentuan tingkat kesadahan dalam air menggunakan metode titrasi kompleksometri. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui besarnya kekerasan yang terserap sebesar 18,9387 mg/L untuk logam Ca2+ dan 9,324 mg/L untuk logam Mg2+, jumlah zat reaktif Na+ yang ditukar sebesar 14,4763 mg/L untuk Ca2+ dan 7,0462 mg/L. mg/L untuk logam Mg2+ dan jumlah NaCl yang dibutuhkan sebesar 21,1504 mg/L untuk regenerasi resin.
BESARNYA GAYA YANG DIBUTUHKAN PISAU UNTUK MEMOTONG KARET PADA MESIN SHREDDER DI PT. XYZ Sidabutar, Naqasya Asyrori; Darmadi, Herry; Simbolon, Bonar Wahyudi; Nelza, Novia; Simalango, Jeffri
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v11i1.12328

Abstract

Shredder machines are classified as cutting machines that use two types of rolls, namely feed rolls and shredder rolls. First the sheet will be inserted, then the feed roll will wrap around the rubber sheet which is pulled into the machine at the same time as the feed roll which wraps around the rubber sheet. Then the thread on the main roll plays the role of pulling the rubber sheet and also the solid corner of the main roll thread also acts as a knife which will press the rubber sheet together with the Death Knife which will clamp the rubber sheet until the rubber sheet is broken or cut. The events that occur in the process of cutting rubber sheets on the shredder machine are the occurrence of cutting forces between the interaction of angles on the main roll thread and also the death knife. This research uses observation and interview methods to collect this data. From the research results, it was concluded that the amount of cutting force required by the cutting knife to cut rubber into small pieces was 247,242 N. Meanwhile, the amount of power used to produce the cutting force to cut rubber sheets was 2,651 HP.
PENGARUH KUAT ARUS DAN LAJU GAS ARGON PADA HASIL PENGELASAN (GTAW) PIPA STAINLESS STEEL TEBAL 4,0 MM TERHADAP UJI KEBOCORAN DENGAN METODE PENETRANT TEST DAN UJI TARIK Darmadi, Herry; Savitri, Agustin Nurya; Karti, Karti; Lumbantoruan, Sorta; Saputra, Wahyu
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v11i1.11878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebocoran pada sambungan pipa stainless steel SS 304 dengan hasil pengelasan gas tungsten arc welding (GTAW) dengan tungsten berwarna merah dengan menggunakan kawat pengisi Kode ER308LSI dengan menggunakan metode Non Destructive Test (Penetrant Test) dan juga untuk mengetahui pengaruh kuat arus terhadap kekuatan tarik (Tensile Test) pada sambungan. Pada penelitian penetrant test didapat dari hasil pengujian yang telah dilakukan dari tiga hasil pengujian yang baik dan tidak mengalami cacat permukaan hasil pengelasan yaitu pada kuat arus 100 Ampere dengan flow gas argon  20 km/jam. Pada sambungan pipa hasil pengelasan dengan metode pengelasan GTAW, pengujian kekuatan tarik yang didapat nilai rata-rata kekuatan maksimum kuat arus 85 ampere dengan  flow gas argon 15 km/jam yaitu 104.56 kg/mm2, arus 100 ampere dengan  flow gas argon 20 km/jam yaitu 95.33 kg/mm2 dan arus 105 ampere dengan flow gas argon 25 km/jam  yaitu sebesar 97.68 kg/mm2. Tujuan dari penelitian kekuatan tarik ini yaitu untuk mengetahui batas maksimum dari kekuatan tarik sambungan pipa.
BESARNYA BENDING STRESS PADA RODA GIGI LURUS AKIBAT TEKANAN SEPASANG RODA GIGI DI BUNCH CRUSHER PT ABC Fadli Situmorang, Gio; Darmadi, Herry; Shadrina Bintang, Nurul
JURNAL VOKASI TEKNIK Vol 3 No 2 (2025): JURNAL VOKASI TEKNIK (JUVOTEK)
Publisher : CV MEDAN TEKNO SOLUSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objek penelitian yang diamati adalah besarnya bending stress pada roda gigi lurus diakibatkan tekanan sepasang roda gigi di bunch crusher. Bunch crusher adalah suatu alat yang berfungsi untuk merontokkan berondolan yang yang tertinggal di dalam janjangan kosong dengan cara menekan janjangan di antara dua roller yang berputar berlawanan arah. pada ujung roller berbentuk poros dan terpasang dua buah roda gigi lurus yang saling terhubung dan ketika dua buah roda gigi lurus saling terhubung, berputar, pada roda gigi mengalami tegangan bending. tegangan bending adalah tegangan yang terjadi akibat adanya momen bending. momen bending terjadi karena dipengaruhi oleh lengan momen yang terbentuk. penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya tegangan bending pada roda gigi di bunch crusher akibat tekan sepasang roda gigi. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa besarnya tegangan bending pada roda gigi bagian atas bunch crusher saat menisahkan berondolan dari janjangannya tandan buah rebus adalah 8,8 kg/cm2. dan besarnya momen bending yang terjadi pada roda gigi bagian atas bunch crusher adalah 65,934 kg.cm.
BESAR TEGANGAN GESER YANG TERJADI PADA SHAFT (POROS) AKIBAT PUTARAN MATA PISAU UNTUK MENCACAH BERONDOLAN PADA UNIT DIGESTER PT Z Darmadi, Herry; Savitri, Agustin Nurya; Halawa, Darmo
ATDS Saintech Journal of Engineering Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tegangan geser yang terjadi pada mesin digester di PT Z. Digester adalah alat yang berupa bejana yang berfungsi mengaduk dan menyayat , Tujuan dari pengadukan dan penyayatan adalah untuk mencegah kehilangan minyak sawit yang berlebihan.Untuk melakukan pengadukan dan penyayatan digester dilengkapi dengan alat - alat pendukung seperti poros (shaft) pemutar tegak yang dilengkapi dengan pisau - pisau pengaduk untuk mengaduk dan menyayat buah sawit. Dalam proses kerjanya poros ( shaft ) perlu dihitung tegangan geser, putaran yang terjadi pada poros, dan daya ntuk mengetahui efesien pengadukan pada analisa ini di dapatkan tegangan geser adalah sebesar 545,07 kg/cm2 dan tegangan geser yang izinkan sebesar 750 kg/cm2 dan putaran yang di hasilkan oleh poros adalah 25,37 rpm.
Besarnya Nilai Kekerasan Kuningan yang Telah Dileburkan dengan Bahan Tambahan Borax Pada Proses Pembuatan Pisau Pahat Darmadi, Herry; Malau, Valentino Carlos; Lumbantoruan, Sorta; Bintang, Nurul Shadrina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pahat merupakan suatu alat potong utama yang pada proses pemesinan yang berfungsi untuk memotong atau mendeformasikan benda kerja. Proses Pembuatan pahat dilakukan dengan proses penyambungan pengelasan kuningan. Kuningan merupakan logam campuran dari tembaga (Cu) dan seng (Zn). Proses Penyambungan dengan pengelasan kuningan dilakukan dengan meleburkan atau melelehkan kuningan dengan bahan tambahan borax. Borax berfungsi sebagai media bantu dalam melelehkan logam yang akan digunakan untuk menyambungkan dua benda menggunakan sumber panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekerasan (hardness Test) dari hasil sambungan kuningan dengan kandungan borax yang berbeda. Dari hasil pengujian kekerasan dengan 3 celup borax pada sampel 1 diperoleh sebesar 207,633 pada sampel 2 diperoleh sebesar 219,366 pada sampel 3 diperoleh sebesar 268,333 dan nilai kekerasan dengan 6 celup borax pada sampel 4 diperoleh sebesar 181,6 pada sampel 5 diperoleh sebesar 203,8 pada sampel 6 diperoleh sebesar 248,466 sedangkan nilai kekerasan dengan 9 celup borax pada sampel 7 diperoleh sebesar 218,533 pada sampel 8 diperoleh sebesar 220,033 dan sampel 9 diperoleh sebesar 90,233.
ANALISA PENGUJIAN MEKANIK TERHADAP VARIASI PENGGUNAAN BENTONITE DALAM PENGECORAN PINTU RUANG BAKAR: STUDI EKSPERIMEN DI PT. XYZ Darmadi, Herry; Fatih Abdillah, Muhammad; Nurya Savitri, Agustin; Karti, Karti; Kurnia, Dian; Murhaban, Murhaban
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 11, No 2 (2025): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v11i2.13836

Abstract

The Combustion chamber door is a component of the boiler that functions to open and close the combustion chamber. At PT. XYZ, the combustion chamber door is made through the melting and metal casting method. In the metal casting method using a sand mold, an auxiliary substance in the form of bentonite is needed which functions to glue the sand mold and strengthen the mold so that it is not easily destroyed when receiving heat from the molten metal lava. The bentonite variations used in this study are 8%, 10%, and 12%. Mechanical testing (impact and hardness) is the most effective test to determine the description of the mechanical properties of a material. The purpose of this study is to determine the magnitude of the impact strength of the metal casting results in the manufacture of combustion chamber doors with different bentonite variations impact testing with the Charpy Impact Test method and the hardness value of the metal casting results in the manufacture of combustion chamber doors with different bentonite variations through hardness testing with the Rockwell Hardness Test method. In the impact test, the results of the impact strength analysis of the 8% bentonite variation were 0.1655 Kg.m/mm2, the 10% bentonite variation was 0.2119 Kg.m/mm2, and the 12% bentonite variation was 0.2555 Kg.m/mm2. In the hardness test, the results of the hardness analysis on the 8% bentonite variation were 104,7 HRC, the 10% bentonite variation was 92,1 HRC, and the 12% bentonite variation was 81,8 HRC.