Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Relationship between Parental Stimulation and Development of Toddler Aged 1-3 Years Pebrina, Melia; Putri, Amalia Riva; Fernando, Fenny; Fransisca, Dewi; Hayu, Ramah
Journal of Health Science and Medical Therapy Том 3 № 01 (2025): Journal of Health Science and Medical Therapy
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jhsmt.v3i01.1408

Abstract

The role of parents is one of the essential factors in child development. The stimulation that parents provide to children will create children who are smart, independent, have normal emotions and grow and develop optimally. The purpose of this study is to determine the relationship of stimulation to the development of toddlers aged 1-3 years in the Working Area of the Lubuk Begalung Health Center, Padang City. For this type of research, quantitative research with a cross-sectional study design and a retrospective approach was carried out in the Working Area of the Lubuk Begalung Health Center, Padang City. Data collection was carried out in November 2023. The sample from the study was 75 mothers who had toddlers aged 1-3 years. The techniques used are Consecutive Sampling, data collection using KPSP questionnaires, and stimulation. Univariate and bivariate data analysis using the Chi-Square test with a confidence degree of 95% (α = 0.05).
Sosialisasi Dampak Pernikahan Dini melalui Media Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Hayu, Ramah; Dewi, Ratna Indah Sari; Ilona, Sandra; Widodo, Rahmi Melfa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.146

Abstract

Pernikahan dini merupakan permasalahan serius di Indonesia dengan dampak pada kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan remaja. 10,35% perempuan menikah sebelum usia 18 tahun, dengan prevalensi di Sumatera Barat mencapai 13,7%. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai risiko pernikahan dini melalui edukasi berbasis video. Tahap awal pelaksanaan, sebelum pemaparan materi responden diminta untuk menjawab soal pretest. Kemudian dilanjutkan pemberian informasi terkait  dampak  pernikahan dini melalui video terhadap  peningkatan pengetahuan reponden. Diakhir sesi para responden kembali diminta mengisi postest untuk mengukur tingkat pengetahuan dan pemahaman materi yang telah disampaikan. sebelum penyampaian materi terkait dampak pernikahan dini sebesar 51,08% remaja  memiliki  pengetahuan  rendah  terhadap  efek  pernikahan dini. Setelah  sosialisasi  sebagian  besar  remaja  68,62%  terjadi  peningkatan pengetahuan terkait dampak pernikahan dini. Pernikahan dini dapat menyebabkan resiko kematian ibu akibat kehamilan di usia muda. Mengakibatkan terjadinya komplikasi selama kehamilan dan saat persalinan. Selain permasalahan kesehatan remaja perempuan mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Remaja juga tidak mampu mencapai pendidikan yang lebih tinggi karena remaja dengan pernikahan dini yang masih melanjutkan sekolah setelah kawin. pernikahan usia dini berkaitan dengan kemiskinan dan mengakibatkan berkurangnya akses pendidikan pada Perempuan.
Edukasi Kesehatan Tentang SDIDTK pada Ibu Yang Memiliki Balita di Puskesmas Ulak Karang Fernando, Fenny; Pebrina, Melia; Fransisca, Dewi; Hayu, Ramah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2025): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v6i2.6526

Abstract

Periode emas perkembangan anak merupakan fase penting yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak secara menyeluruh, baik dari aspek fisik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, maupun moral. Namun, Data Capaian Indikator sebesar  75,63% menunjukkan bahwa capaian pemantauan tumbuh kembang balita di Kota Padang masih rendah dan belum memenuhi target nasional yaitu sebesar 90%. Pengetahuan ibu sebagai orang tua dan pengasuh utama memiliki peran yang sangat penting dalam pemberian stimulasi yang tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki balita mengenai pentingnya pelaksanaan SDIDTK (Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang). Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Maret 2025 dalam bentuk edukasi dengan metode ceramah interaktif kepada 35 ibu yang memiliki Balita di Puskesmas Ulak Karang. Sebelum dan sesudah penyuluhan, dilakukan pengukuran pengetahuan menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dari kategori pengetahuan “baik” yang semula hanya 17% menjadi 77% setelah edukasi diberikan. Edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman ibu mengenai peran penting stimulasi dalam mendukung pertumbuhan optimal anak. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya perilaku preventif dan promotif dalam pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. Diharapkan dari kegiatan ini adalah perlunya kolaborasi antara tenaga kesehatan dan institusi pendidikan dalam pelaksanaan edukasi SDIDTK secara berkala untuk cakupan lebih luas.
Hubungan Pemilihan Wadah dan Tempat Penyimpanan ASI dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Hayu, Ramah; Yusuf, Rahmi Novita; Amir, Aprima Yona
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.46345

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak terhadap tumbuh kembang anak dan dapat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap kejadian stunting adalah kualitas Air Susu Ibu (ASI), yang dapat dipengaruhi oleh pemilihan wadah dan tempat penyimpanan ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemilihan wadah dan tempat penyimpanan ASI dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 123 ibu yang memiliki balita usia 24–36 bulan, dengan teknik pengambilan data melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pemilihan wadah penyimpanan ASI dengan kejadian stunting (p=0,038), dan terdapat hubungan signifikan antara tempat penyimpanan ASI dengan kejadian stunting (p=0,002). Balita yang ASI-nya disimpan dalam botol plastik dan pada suhu ruangan lebih berisiko mengalami stunting dibandingkan balita yang ASI-nya disimpan dalam botol kaca dan lemari es. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi kepada ibu menyusui mengenai praktik penyimpanan ASI yang tepat untuk menjaga kualitas gizi ASI dan mencegah kejadian stunting pada anak.
HUBUNGAN STIMULAI ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 0 – 2 TAHUN jesica, fanny; Hayu, Ramah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.1965

Abstract

Golden age meliputi 1000 hari pertama kehidupan anak yang dihitung dari masa dalam kandungan sampai dengan usia anak mencapai 2 tahunyang merupakan fase yang sangat fundamental bagi anak. Perkembangan anak mencakup perkembangan kognitif, motorik, bahasa, dan sosial. Prevalensi penyimpangan perkembangan pada anak usia dibawah3 tahun di Indonesia yang dilaporkan WHO adalah 7.512,6 per 100.000 populasi atau sekitar 7,51% (WHO, 2018). Data angka mengenai kejadian keterlambatan perkembangan anak belum diketahui dengan pasti, namun diperkirakan sekitar 1% hingga 5% anak di bawah usia 2 tahun mengalami keterlambatan perkembangan secara umum. Stimulasi dinilai sebagai kebutuhan dasar anak yaitu asah, dengan mengasah perkembangan anak secara terus-menerus akan meningkatkan kemampuan anak. Stimulasi dapat diberikan oleh ayah dan ibu sebagai orang terdekat bagi anak, pengganti ibu atau pengasuh anak, keluarga dan lingkungan luar rumah. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi-square didapatkan ada hubungan antara stimulasi yang diberikan orang tua dengan perkembangan anak dengan pvalue 0,022. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik stimulasi yang diberikan oleh orang tua maka perkembangan anak akan berjalan dengan normal, sebaliknya disaat anak kurang diberikan stimulasi maka akan besar kemungkinan anak mengalami gangguan perkembangan. Golden age meliputi 1000 hari pertama kehidupan anak yang dihitung dari masa dalam kandungan sampai dengan usia anak mencapai 2 tahunyang merupakan fase yang sangat fundamental bagi anak. Perkembangan anak mencakup perkembangan kognitif, motorik, bahasa, dan sosial. Prevalensi penyimpangan perkembangan pada anak usia dibawah3 tahun di Indonesia yang dilaporkan WHO adalah 7.512,6 per 100.000 populasi atau sekitar 7,51% (WHO, 2018). Data angka mengenai kejadian keterlambatan perkembangan anak belum diketahui dengan pasti, namun diperkirakan sekitar 1% hingga 5% anak di bawah usia 2 tahun mengalami keterlambatan perkembangan secara umum. Stimulasi dinilai sebagai kebutuhan dasar anak yaitu asah, dengan mengasah perkembangan anak secara terus-menerus akan meningkatkan kemampuan anak. Stimulasi dapat diberikan oleh ayah dan ibu sebagai orang terdekat bagi anak, pengganti ibu atau pengasuh anak, keluarga dan lingkungan luar rumah. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi-square didapatkan ada hubungan antara stimulasi yang diberikan orang tua dengan perkembangan anak dengan pvalue 0,022. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik stimulasi yang diberikan oleh orang tua maka perkembangan anak akan berjalan dengan normal, sebaliknya disaat anak kurang diberikan stimulasi maka akan besar kemungkinan anak mengalami gangguan perkembangan. Kata Kunci: Stimulasi, Perkembangan, Gangguan Perkembangan, Golden Ages 
Analysis of the role of cadres and mothers’ motivation in improving coverage of vitamin a capsule administration for toddlers Hayu, Ramah; Darma, Ika Yulia; Fransisca, Dewi; Dewi, Ratna Indah Sari
Science Midwifery Vol 12 No 2 (2024): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i2.1514

Abstract

According to the World Health Organization (WHO) in 2021 vitamin A deficiency is one of the highest causes of blindness in the world with an estimated 250,000-500,000 children losing their every years. The national coverage of giving vitamin A capsules for toddlers under five reached 90.2%, still below the national target of 100%. The population of parents who have children under five come to visited Dadok Tunggul Hitam Padang Health Center in the last 3 months 268 people and the sample size is 72. Accidental sampling technique. The results showed that more than half (53.8%) of the participants did not get vitamin A capsules. More than half (52.5%) of respondents had poor motivation about vitamin A capsules in children under five. Less than half (37.5%) of respondents have posyandu cadres do not play a role about giving vitamin A capsules to children under five. There is a link between motivation and the role of posyandu cadres with the provision of vitamin A capsules in children under five.
Peran Usia, Paritas, dan Pendidikan dalam Memprediksi Resiko Abortus pada Ibu Hamil di RSUD M Zein Painan Hayu, Ramah; Fernando, Fenny; Pebrina, Melia; Fransisca, Dewi; Sari, Putri Permata
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19107

Abstract

Abortion is one of the largest contributors to maternal morbidity and mortality in Indonesia. Maternal age, parity, and education are known to be important determinants in the incidence of abortion, especially in rural areas with limited access to health services. This study aims to determine the relationship between age, parity, and education of pregnant women with the incidence of abortion at M Zein Painan Hospital. This study was quantitative analytic with a cross-sectional design. The sample amounted to 151 pregnant women aged 0-20 weeks of pregnancy who were treated at M Zein Painan Hospital during 2024. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the incidence of abortion had a significant relationship with maternal age (p=0.030), parity (p=0.022), education (p=0.003).These results indicate the importance of monitoring risk factors early in antenatal care to prevent abortion.
PENYULUHAN HIPERTENSI GESTASIONAL PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LINTAU BUO UTARA NAGARI TAPI SELO jesica, fanny; Hayu, Ramah
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.1989

Abstract

ABSTRAKHipertensi gestasional adalah saah satu penyakit yang menyumbang mobiditas maternal selama kehamilan. Hipertensi gestasional merupakan kondisi ketika tekanan darah ibu hamil berada di atas angka 140/90 mmHg tanpa disertai protein urin. Diperkirakan sekitar 5–10% ibu hamil di seluruh dunia mengalami hipertensi dalam kehamilan. Kondisi ini biasanya muncul saat usia kehamilan sekitar 20 minggu, tetapi bisa juga muncul lebih awal. Di Indonesia diperkirakan prevalensi ibu hamil yang mengalami hipertensi gestasional berkisar 5 – 15%. Sama seperti hipertensi pada umumnya, hipertensi gestasional juga sering muncul tanpa gejala. Oleh karena itu sering dianggap sepele oleh masyarakat mengenai keadaan ini, padahal pada tingkat lanjut hipertensi gestasional ini dapat berdampak pada mortalitas dan morbiditas baik maternal maupun neonatal. Tujuan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga di Lintau Buo Utara tentang Hipertensi Gestasional. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan diskusi. Kegiatan ini menghasilkan pengetahuan ibu hamil tentang Hipertensi Gestasional. Diharapkan ibu hamil dan keluarga mampu memahami tentang Hipertensi Gestasional, penyebab Hipertensi Gestasional, tanda dan gejala Hipertensi Gestasional, akibat lanjut Hipertensi Gestasional, dan pencegahan Hipertensi Gestasional.Kata Kunci: Hipertensi Gestasional, Pengetahuan, Ibu Hamil   ABSTRACTGestational hypertension is one disease that contributes to maternal mobility during pregnancy. Gestational hypertension is a condition when the blood pressure of pregnant women is above 140/90 mmHg without urinary protein. It is estimated that about 5–10% of pregnant women worldwide experience hypertension during pregnancy. This condition usually appears around 20 weeks of gestation, but can also appear earlier. In Indonesia, it is estimated that the prevalence of pregnant women who experience gestational hypertension ranges from 5 - 15%. Just like hypertension in general, gestational hypertension also often appears without symptoms. Therefore, it is often taken lightly by the community regarding this condition, even though at an advanced stage gestational hypertension can have an impact on both maternal and neonatal mortality and morbidity. The purpose of this activity is to increase the knowledge of pregnant women and families in North Lintau Buo about gestational hypertension. The method used is in the form of counseling and discussion. This activity generates knowledge of pregnant women about gestational hypertension. It is hoped that pregnant women and their families will be able to understand about gestational hypertension, the causes of gestational hypertension, signs and symptoms of gestational hypertension, further consequences of gestational hypertension, and prevention of gestational hypertension.Keywords: Gestasional Hypertension, Knowledge, Pregnant Women
EDUKASI PENCEGAHAN DEMAN TIPOID AKIBAT BAKTERI Salmonella typhi PADA SISWA SMPN 43 KOTA PADANG Niken, Niken; Yusuf, Rahmi Novita; Hayu, Ramah; Sari Dewi, Ratna Indah
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2072

Abstract

ABSTRAK Demam tipoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi. Penularan demam tifoid melalui fekal oral ketika makanan atau minuman terkontaminasi bakteri Salmonella thypi karena kurangnya kebersihan dalam penyajian makanan atau minuman. Perilku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat penting dalam pencegahan penularan demam tipoid ini. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang demam tipoid termasuk cara pencegahan penularan demam tipoid. Penyuluhan ini diberikan kepada siswa-siswa kelas VII SMPN 43 Kota Padang. Penyuluhan diberikan melalui presentasi, tanya jawab dan umpan balik secara daring. Umpan balik menunjukkan bahwa peserta penyuluhan dapat menerima informasi yang disampaikan dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dari banyaknya pertanyaan yang diberikan oleh para siswa ketika kegiatan dilakukan. Terlihat rasa ingin tau siswa-siswa tersebut cukup tinggi terhadap kegiatan pengabdian yang dilakukanKata Kunci : Tipoid, Salmonella typhi, Infeksi ABSTRACT Typhoid fever is an infectious disease caused by the bacteria Salmonella typhi. Transmission of typhoid fever is via fecal-oral when food or drink is contaminated with Salmonella typhi bacteria due to lack of hygiene in serving food or drink. Clean and Healthy Living Behavior is very important in preventing the transmission of typhoid fever. This outreach aims to provide education about typhoid fever, including how to prevent transmission of typhoid fever. This counseling was given to class VII students of SMPN 43 Padang City. Counseling is provided through presentations, questions and answers and online feedback. Feedback shows that counseling participants can receive the information conveyed well. This is proven by the many questions asked by students when the activity was carried out. It can be seen that the students' curiosity is quite high regarding the service activities carried out. Keywords: Typhoid, Salmonella typhi, infection