Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Getsempena Health Science journal

HUBUNGAN FREKUENSI MENYUSUI DENGAN KELANCARAN PRODUKSI ASI IBU POSTPARTUM DI DESA KAYEE LEE KECAMATAN INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Riza , Nelva
Getsempena Health Science Journal Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v1i2.1817

Abstract

WorldHealth Organization (WHO), United Nation Internasional Children’s Emergency fund (UNICEF) dan Kementerian Kesehatan merekomendasikan inisiasi menyusui dalam satu jam pertama kehidupan bayi, ASI eksklusif selama 6 bulan, hingga 2 tahun, ASI harus tetap di berikan bersama dengan pendamping ASI yang aman dan bergizi. Produksi ASI yang tidak lancar menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan dalam pemberian ASI secara eksklusif. Salah satu usaha untuk memperbanyak ASI adalah dengan menyusui anak secara teratur.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi ASI ibu postpartumdi Desa Matang Janeng Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain studi “cross sectional”, dengan sampel sebanyak 38 orang dengan cara total sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 – 26April 2022 dengan metode pengukuran penyebaran kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji chi square. Hasil analisis univariat diperoleh bahwafrekuensi menyusui pada ibu postpartum sebagian besar berada pada kategori tidak teratur berjumlah 23 orang (60,5%) dan produksi ASI ibu postpartum sebagian besar berada pada kategori tidak lancar berjumlah 21 orang (55,3%) sedangkan hasil analisis bivariat diperoleh bahwa terdapat hubunganantara frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi ASI ibu postpartum dengan nilai p value sebesar 0.003. Diharapkan kepada responden agar dapat menyusui bayinya secara teratur agar produksi ASI dapat keluar dengan lancar sehingga bayi dapat terpenuhi nutrisinya. Abstract The World Health Organization (WHO), United Nation International Children's Emergency fund (UNICEF) and the Ministry of Health recommend initiation of breastfeeding within the first hour of a baby's life, exclusive breastfeeding for 6 months, up to 2 years. . Milk production that is not smooth is one of the factors that causes failure in exclusive breastfeeding. One of the efforts to increase breast milk is to breastfeed children regularly. North Aceh District Sand. This type of research is analytic with a "cross sectional" study design, with a sample of 38 people by total sampling. This research was conducted on April 13 to 26, 2022 with the method of measuring the distribution of questionnaires. Data processing is done by using the chi square test. The results of the univariate analysis showed that the frequency of breastfeeding in postpartum mothers was mostly in the irregular category of 23 people (60.5%) and the mother's milk production was mostly in the non-current category again in 21 people (55.3%) while the results of the bivariate analysis it was found that there was a relationship between breastfeeding frequency and postpartum mother's milk production with a p value of 0.003. Respondents are expected to be able to breastfeed their babies regularly so that milk production can come out smoothly so that the baby's nutrition can be fulfilled.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG ANEMIA DENGAN KEJADIAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI GAMPONG CEURIH Riza, Nelva
Getsempena Health Science Journal Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v2i1.2089

Abstract

Anemia pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan yang merupakan factor kematian utama ibu di Indonesia. Terjadinya anemia pada ibu hamil disebabkan oleh kekurangan zat besi dan faktor diduga berhubungan erat dengan kejadian anemia pada ibu hamil adalah tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil. Ibu hamil dinyatakan anemia jika hemoglobin kurang dari 11 mg/dL. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang anemia dengan kejadian anemia dalam kehamilan di gampong ceurih. Metode Penelitian dengan menggunakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian crossectional. sampel diambil dengan Teknik total sampling sebanyak 42 orang ibu hamil trimester I, II dan III di Gampong Ceurih. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar Hb dengan Easy Touch GCHb dan wawancara dengan kuisioner. Data univariat dianalisis secara deskriptif dan data bivariat dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh proporsi kejadian anemia dalam kehamilan di gampong Ceurih adalah sebesar 23,8 %. Ada hubungan antara pengetahuan (p=0,002), dan Sikap (p= 0,005) dengan kejadian anemia dalam kehamilan. Peneliti menyarankan perlu memberikan Pendidikan Kesehatan mengenai dampak anemia pada ibu hamil kepada seluruh masyarakat, khususnya ibu yang mengalami anemia pada masa kehamilan, sehingga ibu hamil bisa bertambah pengetahuannya tentang bahaya risiko anemia dalam kehamilan.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KESIAPAN WANITA DALAM MENGHADAPI MASA MENOPAUSE DI GAMPONG CEURIH Riza, Nelva
Getsempena Health Science Journal Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v2i2.2242

Abstract

Untuk meningkatkan kesiapan Wanita dalam menghadapi masa menopause dibutuhkan dukungan suami yang baik. Berdasarkan hasil survei pendahuluan di gampong ceurih didapatkan bahwa dukungan suami dalam menghadapi wanita yang menopause kurang baik. Sehingga dalam menghadapi masa menopause banyak Wanita yang tidak siap dalam menghadapinya baik secara fisik, psikologis dan spiritual. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan kesiapan wanita dalam menghadapi masa menopause. Metode penelitian yaitu Survey Analitik dengan cara Cross Sectional. sampel adalah ibu menopause yang berusia 45-59 tahun, tinggal bersama suami sebanyak 78 orang, Alat ukur menggunakan kuesioner dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Data yang dikumpulkan diolah dan dianalisis menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan dukungan suami (p=0,001) dengan kesiapan wanita dalam menghadapi masa menopause. Disarankan meningkatkan pelaksanaan penyuluhan Kesehatan reproduksi terutama tentang menopause kepada masyarakat.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF OLEH IBU YANG BEKERJA DI WILAYAH PUSKESMAS DARUL IMARA ACEH BESAR Reka, Reka; Rahmisyah, Rahmisyah; Riza, Nelva
Getsempena Health Science Journal Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v3i1.2868

Abstract

ASI adalah Air Susu Ibu yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan sampai berusia enam bulan, tanpa tambahan makanan lain (kecuali obat, vitamin dan mineral. Hambatan dalam perberian ASI eksklusif terjadi karena sikap ibu yang mengacu pada perilaku dalam pemberian ASI dikarenakan adanya perasaan bahwa menyusui sangat sulit untuk dipraktikan. World Health Organization (WHO), melaporkan bahwa bayi dengan ASI eksklusif tahun 2018 mencapai 40%. Indonesia mencapai 41,2% tahun 2016 dan menurun tahun 2017 menjadi 40,7% sehingga perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti. Data tahun 2022 mengatakan bahwa cakupan ASI eklusif pada ibu yang berkerja di Aceh Besar sebanyak 62%, artinya banyak ibu yang berkerja tidak memberikan ASI eksklusif pada yang tidak memberikan ASI ekslusif pada bayinya. Tujuan penelitian ini untuk Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Asi Ekslusif Pada Ibu Yang Berkerja Di Wilayah Puskesmas Darum Imara. Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan dengan ststus berkerja sebanyak 56 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan membagikan kuesioner kepada ibu yang berkerja dan meiliki bayi usia 0-12 bulan. Analisi data dalam penelitian ini dengan analisi Chis- Square. Hasil penenlitian menunjukkan dari 56 responden yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 18 orang (32,1%), dan yang tidak memberikan ASI eksklusif 38 orang (76,9%). dan berdasarkan hasil uji bivariat untuk mencari hubungan didapatkan ada hubungan pengetahuan (P value 0,007), ada hubungan sikap (P value 0,001), ada hubungan keterdiaan fasilita (P value 0,001), ada hubungan dukungan atasan (P value 0,002), ada hubungan dukungan rekan kerja (P value 0,003) dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang berkerja di puskesmas Darul Imara. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas, dukungan atasan, dan dukungan teman kerja dengan pemberian ASI eksklusif di puskesmas Darul Imara
DETERMINANT FACTORS RELATED TO THE INCIDENCE OF ANEMIA IN POST-PART MOTHERS IN THE WORK AREA OF DARUSSALAM COMMUNITY HEALTH CENTER, BANDA ACEH CITY Rahmisyah, Rahmisyah; Riza, Nelva; Fitria, Fitria
Getsempena Health Science Journal Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v3i1.3253

Abstract

Anemia is a condition in which the blood contains low hemoglobin levels. Hemoglobin is an iron-rich protein that carries oxygen from the lungs to the rest of the body.Anemia in the postpartum period is a condition of postpartum mothers with hemoglobin (Hb) levels < 11 g/dl. As a result, it can interfere with the blood's capacity to transport oxygen throughout the body. This study aims to analyze determinants related to the incidence of anemia in postpartum mothers in the working area of ​​the Darussalam Health Center, Aceh Besar Regency in 2024.This research was conducted in July 2024.This research is analytical using the cross sectional method. The sampling technique was carried out using a total sampling of 35 people. Data were collected through Hb level checks using GCHb easy touch and interviews with questionnaires. Univariate data were analyzed descriptively and bivariate data were analyzed using the chi square test. There was a significant relationship between age and the incidence of anemia in postpartum mothers using the Pearson chi-square test with a value of p = 0.000 (p<0.05). There was a significant relationship between the type of delivery and the incidence of anemia in postpartum mothers using the Pearson chi-square test with a value of p = 0.001 (p<0.05). There was a significant relationship between the consumption of Fe tablets and the incidence of anemia in postpartum mothers using the pearson chi-square test with a value of p = 0.000 (p<0.05).