Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Tinjauan Perencanaan Terowongan Pengelak Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa Selyn Angelyca Simatupang; Lukman, Melly; Tanan, Benyamin
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 2 No. 1 (2020): PCEJ, Vol.2, No.1, March 2020
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/wb0j2q92

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tinjauan perencanaan dan desain Terowongan Pengelak (Diversion Tunnel) padaBendungan Karalloe. Perhitungan analisa curah hujan rancangan menggunakan tiga metode yaitu Metode Gumbel, MetodeLog Pearson Type III, dan Log Normal. Debit banjir dianalisis dengan Metode Hidrograf Satuan Sintesis Nakayasu.Perencanaan Terowongan Pengelak Bendungan Karalloe didesain menggunakan bentuk tapal kuda, dengan panjang terowongan 583 m, diameter terowongan 6 m dengan tinggi kehilangan energi didalam terowongan sebesar 27 m. Hasilpenelitian menunjukkan penelusuran banjir dengan debit banjir kala ulang 25 tahun sebesar 492,333 m/detik denganmenggunakan desain terowongan berbentuk lingkaran didapatkan diameter terowongan sebesar 6,25 m, dengan tinggikehilangan energi 25,741 m, dan direncanakan tinggi mercu cofferdam +205,241 m. 
Potensi Hidrologi Dan Tenaga Air PLTA/PLTM Sungai Maros, Sulawesi Selatan Yelvius Data; Sitampang Bato’ Sau; Tanan, Benyamin; Bungin, Erni Rante
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 1 No. 1 (2019): PCEJ, Vol.1, No.1, September 2019
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/v45grt43

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah alternatif pembangkit energi listrik dengan memanfaatkan potensi tenaga air. Pada penelitian ini dilakukan analisis hidrologi untuk mengetahui potensi tenaga air pada Sungai Maros. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis data sekunder berupa data curah hujan dan data AWLR. Debit terbesar didapat pada alternatif 1 dengan rata-rata sebesar 16,43 m3/detik dengan Q90 sebesar 1,819 m3/det dan Q95 sebesar 1,482 m3/det, pada alternatif 2 debit rata-rata sebesar 10,41 m3/det dengan Q90 sebesar 1,152 m3/det dan Q95 sebesar 0,938 m3/det, dan pada alternatif 3 debit rata-rata sebesar 9,56 m3/det dengan Q90 sebesar 1,059 m3/det dan Q95 sebesar 0,862 m3/det.Untuk tenaga air potensi terbesar didapat pada alternatif 2 dengan potensi bangkitan untuk Q90 sebesar 150 Kw dan Q95 sebesar 122 Kw, pada alternatif 1 potensi bangkitan untuk Q90 sebesar 119 Kw dan Q95 sebesar 97 Kw, dan pada alternatif 3 potensi bangkitan untuk Q90 sebesar 138 Kw dan Q95 sebesar 113 Kw. Sehingga dapat dikatakan bahwa untuk lokasi 1, 2, dan 3 dapat dibangun PLTA Mini.
Karakteristik Campuran Hot Rolled Sheet Wearing Coarse Yang Menggunakan Batu Dari Buntao’ Toraja Utara Agus Tolla Londongsalu; Roy Haryanto Menge; Alpius; Tanan, Benyamin
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 1 No. 1 (2019): PCEJ, Vol.1, No.1, September 2019
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/nyejjb31

Abstract

Penggunaan batu gunung dari Desa Buntao’ masih terbatas untuk pondasi bangunan serta pasangan talut dan belum dimanfaatkan sebagai bahan dasar lapisan tipis aspal beton (LATASTON). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik batu gunung dari Desa Buntao’ sebagai komposisi campuran perkerasan LATASTON HRS-WC gradasi senjang dan semi senjang, dan mengetahui karakteristik Marshall, serta Indeks Kekuatan Sisa pada campuran tersebut. Metode penelitian melalui penelitian laboratorium yaitu pengujian Marshall. Hasil pengujian marshall diperoleh nilai karakteristik Marshall campuran LATASTON HRS-WC Gradasi Senjang dan Semi Senjang yaitu nilai VIM sebesar 5,62% (Senjang) dan 5,63% (Semi Senjang), nilai Stabilitas sebesar 1680,29 kg (Senjang) dan 1347,92 kg (Semi Senjang), nilai VMA sebesar 18,03% (Senjang) dan 18,14% (Semi Senjang) dan nilai flow sebesar 4,70 mm (Senjang) dan 4,40 mm (Semi Senjang) serta Kadar Aspal 7,6% (Senjang) dan 7,6% (Semi Senjang). Untuk nilai Indeks Kekuatan Sisa (Indeks Perendaman) dari hasil pengujian Marshall Immersion sebesar 93.73 % untuk Senjang, dan 97,48% untuk Semi Senjang.
Analisis Kinerja Jalan Poros Makassar-Maros Km. 23 Surianza Ladu Appulembang; Tanan, Benyamin; Bestari, Sufiati
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 2 (2024): PCEJ Vol.6, No.2, June 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/aqqbn874

Abstract

Kemacetan adalah keadaan dimana arus lalu lintas pada suatu ruas jalan melebihi kapasitas jalan, Kondisi lalu lintas padat, kendaraan bergerak lambat seakan-akan merayap. Jalan Poros Makassar-Maros merupakan jalan yang menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Maros yang terletak tepat bersebelahan dengan Makassar. Sehingga jalan ini ramai dilalui masyarakat keluar/masuk kota Makassar. Kesemrawutan dan kemacetan lalu lintas terjadi pada km.23 kareana ada gerakan contra flow sepeda motor, bersamaan ada pula pergerakan kendaraan yang berbalik arah. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan yang bergerak lurus menuju ke arah selatan pada lokasi sebelum bukaan median. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui puncak arus lalu lintas, derajat kejenuhan, kecepatan aktual rata-rata kendaraan ringan pada periode sibuk dan pengaruh kendaraan berbalik arah terhadap derajat kejenuhan pada Jalan Poros Makassar-Maros km. 23. Analisis data dirujuk pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014. Diperoleh arus lalu lintas tertinggi untuk arah Utara-Selatan Q =1.849,75 skr/jam dan untuk arah Selatan-Utara Q =1477,55 skr/jam. Nilai Derajat Kejenuhan arah Utara-Selatan yaitu 0,64 dan dari arah Selatan-Utara DJ = 0,55  0,85 artinya kondisi jalan masih stabil. Kecepatan aktual rata-rata kendaraan ringan yamg didapatkan pada arus lalu lintas tertinggi yaitu dari arah Utara-Selatan 16,02 km/jam dan dari arah Selatan-Utara 18,99 km/jam.
Analisis Kinerja Ruas Sultan Alauddin, Kota Makassar Gino Pasinggi; Tanan, Benyamin; Radjawane, Louise Elizabeth
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 3 (2024): PCEJ Vol.6, No.3, September 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/8qjzed22

Abstract

Jalan Sultan Alauddin merupakan jalan yang menghubungkan pusat aktivitas antara kota Makassar dan kota Sungguminasa. Jalan sultan Alauddin khususnya pada segmen Jalan Salemba-Jalan Monumen Emmy Saelan yang merupakan jalan perkotaan, hal ini mengakibatkan peningkatan volume lalu lintas baik dalam perjalanan menuju maupun pulang kerja. Peningkatan volume lalu lintas pada jam sibuk ini dapat mempengaruhi kinerja ruas jalan Sultan Alauddin lalu. Metode perhitungan menggunakan acuan PKJI Tahun 2014 mengenai Kapasitas Jalan Perkotaan. Pada penelitian ini proses analisis data dibutuhkan untuk mengetahui nilai arus jam puncak, kapasitas, derajat kejenuhan, kecepatan rata-rata kendaraan ringan dan kecepatan rata-rata sebenarnya ringan. Nilai DJ pada hari selasa sebesar 1,02 pada arah Gowa-Makassar, DJ pada hari selasa sebesar 0,75 pada arah Makassar-Gowa, DJ pada hari sabtu sebesar 0,68 pada arah Gowa-Makassar, DJ pada hari sabtu sebesar 0,74 pada arah Makassar-Gowa, DJ pada hari kamis sebesar 1,05 pada arah Gowa-Makassar dan DJ pada hari kamis sebesar 0,85 Makassar-Gowa yang berarti DJ pada 3 hari survei tersebut ada beberapa segmen jalan yang harus dipertimbangkan ditingkatkan kapasitasnya. Nilai kecepatan arus bebas dan nilai derajat kejenuhan digunakan untuk menentukan kecepatan rata-rata kendaraan ringan, yaitu VT 27,5 km/jam pada hari Selasa arah Gowa-Makassar, VT 38 km/jam pada hari Selasa arah Makassar-Gowa, VT 40 km/jam pada hari Sabtu arah Gowa-Makassar, VT 38,5 km/jam pada hari Sabtu arah Makassar-Gowa, VT 28 km/jam pada hari Kamis arah Gowa-Makassar dan VT 35,05 km/jam pada hari Kamis arah Makassar-Gowa. Kecepatan sebenarnya rata-rata kendaraan ringan yang diperoleh pada arah Gowa-Makassar sebesar 34,04 km/jam dan pada arah Makassar-Gowa adalah 9,32 km/jam.
Kinerja Simpang Tak Bersinyal (Studi Kasus: Jalan Pajjaiang-Jalan Poros Hartako), Kota Makassar Pasrianus Paliling; Tanan, Benyamin; Kamba, Charles
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 3 (2024): PCEJ Vol.6, No.3, September 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/ve0thq12

Abstract

Salah satu wilayah metropolitan di Indonesia yaitu Kota Makassar memiliki ukuran kota yang terbesar keempat di Indonesia dengan jumlah penduduk di tahun 2022 ialah 1.571.814 jiwa. Kota Makassar yang masyarakatnya terus naik tiap tahunnya memberikan pengaruh terhadap peningkatan jumlah kendaraan akibatnya pergerakan lalu lintas menjadi terganggu. Simpang tak bersinyal pada Jalan Pajjaiang-Jalan Poros Hartako menjadi lokasi penelitian ini dilakukan. Adapun tujuan penelitian ialah untuk mengetahui volume lalu lintas dan menganalisis kapasitas dan derajat kejenuhan. PKJI (Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia) 2014 menjadi acuan yang akan digunakan dalam menganalisis data secara manual dalam penelitian ini. Arus lalu lintas, geometrik simpang dan kondisi lingkungan penelitian merupakan data utama yang diperoleh dari hasil survey langsung, sementara data pendukung yaitu data populasi penduduk dan gambaran lokasi survei diperoleh melalui kantor statistik Makassar. Adapun hasil penelitian berdasarkan derajat kejenuhan yang diperoleh menunjukkan simpang tiga tak bersinyal Jalan Pajjaiang-Jalan Poros Hartako memiliki kinerja simpang kurang baik. Dimana perolehan jam sibuk terjadi pada hari Kamis (sore hari) dengan volume lalu lintas terbesar yaitu 2331,8 skr/jam, kapasitas yaitu 3105,4 skr/jam, dan derajat kejenuhan yaitu 1,160.
Analisis Ketersediaan dan Optimalisasi Pemanfaatan Lahan untuk Parkir pada Gereja Katedral Jalan Kajaolalido, Makassar Efan Tandi Payung; Tanan, Benyamin; Palinggi, Monika Datu Mirring
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 4 (2024): PCEJ Vol.6, No.4, Desember 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/5pqqmy88

Abstract

Gereja Katedral Hati Yesus Maha Kudus yang berlokasi di Jalan Kajaolalido, Makassar. Dengan meningkatnya jumlah jemaat yang menghadiri ibadah, terutama pada hari Minggu, kebutuhan akan fasilitas parkir semakin meningkat. sehingga menyebabkan kemacetan di sekitar area gereja akibat banyaknya kendaraan yang diparkir di badan jalan. Penelitian ini mengevaluasi ketersediaan ruang parkir dan akumulasi kendaraan pada hari Minggu di setiap sesi ibadah, serta memberikan rekomendasi untuk optimalisasi lahan parkir. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengamatan langsung dan analisis data sesuai dengan pedoman perencanaan fasilitas parkir dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 1998. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan parkir yang tersedia saat ini tidak mampu menampung seluruh kendaraan jemaat, terutama pada jam-jam puncak ibadah. Kurangnya lahan parkir yang memadai dan tidak adanya marka parkir yang jelas mengakibatkan sebagian besar kendaraan diparkir di badan jalan, yang secara signifikan mengurangi kapasitas jalan dan mengganggu fungsi jalan yang akan menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi gereja. Akumulasi rata-rata menunjukkan 33 sepeda motor dan 27 mobil parkir di area gereja dan 25 mobil yang parkir di badan jalan. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian merekomendasikan penerapan pola parkir 90° yang lebih efisien, penambahan marka parkir, serta penataan ulang akses keluar-masuk kendaraan guna mengurangi kemacetan.
Analisis Tingkat Pelayanan dan Evaluasi Kapasitas Jaringan Perpipaan di Perumahan BTN Antara Kota Makassar Jelian Estori Sarira; Tanan, Benyamin; Tanje, Herman Welem
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 4 (2024): PCEJ Vol.6, No.4, Desember 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/g6jfpf60

Abstract

BTN Antara merupakan perumahan yang terdapat di Kelurahan Tamalanrea Indah Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam mendukung fasilitas umum dan kebutuhan air masyarakat di BTN Antara menggunakan salah satu sumber air yaitu dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Makassar. Distribusi air di perumahan BTN ANTARA masih belum sepenuhnya optimal dikarenakan beberapa faktor, yaitu tekanan air dalam pipa yang rendah pada waktu tertentu. Menurut peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18/PRT/2007 (Kementrian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, 2007) kecepatan aliran minimum dalam pipa yang diijinkan ialah 0,3 – 0,6 m/s dan 0,5 – 1,0 atm untuk tekanan minimum pada titik jangkauan pelayanan terjauh.Penelitian ini dimaksudkan agar dapat mengetahui kebutuhan air bersih, tingkat pelayanan air bersih dan mengevaluasi kapasitas jaringan distribusi air bersih dan evaluasi kapasitas jaringan perpipaan di BTN Antara Pada perumahan BTN Antara tidak ada penambahan pelanggan baru sehingga diperoleh kebutuhan air total yaitu 669,2 m3/hari, kebutuhan air rata – rata harian yaitu 9,294 ltr/dtk, untuk kebutuhan air maksumum diperoleh 10,688 ltr/dtk, dan pemakaian air jam puncak yaitu 18,170 ltr/dtk. Dari hasil perhitungan tingkat pelayanan di Perumahan BTN Antara diperoleh 87,890%. 3. Dari hasil perhitungan sisa tekanan untuk pipa kiri di perumahan BTN Antara terdapat 44 node yang sisa tekanannya berada di bawah 5 mka. Dan untuk perhitungan pipa kanan terdapat 19 node yang juga berada di bawah 5 mka.
Karakteristik Campuran AC-WC dengan Kombinasi Penggunaan Agregat Sungai Sa’dan dan Batu Gunung Singki’ Toraja Utara Nataniel Sesean; Tanan, Benyamin; Bumbungan, Monalisa
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 4 (2024): PCEJ Vol.6, No.4, Desember 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/hhsnzk47

Abstract

Pembangunan jalan membutuhkan banyak material terutama agregat. Ketersediaan material di Kabupaten Toraja Utara lebih banyak batu gunung dibandingkan batu sungai. Penelitian ini dimaksudkan agar diketahui karakteristik campuran AC-WC yang memakai kombinasi agregat sungai dan agregat batu gunung. Metode penelitian mencakup penelitian karakteristik agregat, rancangan komposisi campuran dan pengujian karakteristik campuran menggunakan metode marshal konvensional. Hasil dari pengujian karakteristik campuran dengan kadar aspal 6,5%  menunjukkan semakin tinggi proporsi batu gunung semakin rendah nilai stabilitas, VIM, VMA, sedangkan nilai flow dan VFB semakin tinggi. Penurunan nilai stabilitas dipengaruhi oleh keausan agregat batu gunung yang tinggi dibandingkan dengan batu sungai, penurunan nilai VIM juga di pengaruhi oleh keausan agregat yang tinggi sehingga pada saat pemadatan agregat mudah pecah dan mengisi rongga dalam campuran, VMA mengalami penurunan dikarenakan penyerapan agregat batu gunung lebih tinggi dibandingkan batu sungai sehingga agregat lebih mudah menyerap aspal, flow semakin tinggi dikarenakan keausan agregat yang tinggi sehingga kelehan semakin tinggi, VFB semakin tinggi dipengaruhi oleh penyerapan yang tinggi sehingga banyak rongga-rongga yang terisi oleh aspal.dari semua karakteristik campuran memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2018. Hasil pengujian karakteristik agregat menunjukan nilai keausan dan penyerapan batu sungai lebih baik dibandingkan dengan nilai keausan dan penyerapan agregat batu gunung.
Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan (Studi Kasus Depan Pintu 1 Unhas) Andreas Marino Lamanepa; Tanan, Benyamin; Elizabeth, Elizabeth
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 1 (2025): PCEJ Vol.7, No.1, Maret 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/tbw3ns58

Abstract

Kemacetan adalah hasil dari hambatan samping yang sering kali terkait dengan aktivitas sosial pada badan jalan, misalnya parkir di jalan karena toko tidak memiliki tempat parkir atau karena halte bus menurunkan orang di tempat yang salah, pejalan kaki menyeberang serta lalu lalang karena trotoar yang seharusnya digunakan pejalan kaki dialih fungsikan, serta banyaknya kendaraan yang masuk dan keluar sisi jalan tentu menyebabkan penurunan terhadap kapasitas jalan perkotaan. Jalan Perintis Kemerdekaan, terkhusus di depan Pintu I Unhas, selain sebagai jalan, terletak di salah satu kawasan tersibuk di Kota Makassar. Dengan hambatan samping dan volume pada ruas jalan Perintis Kemerdekaan yang semakin tinggi tentu kecepatan arus lalu lintas akan semakin menurun dan menyebabkan kemacetan pada ruas jalan Perintis. Hal inilah yang membuat ruas jalan Perintis Kota Makassar menyempit, mengurangi kecepatan kendaraan, memperpanjang waktu tempuh, mengurangi kapasitas jalan, menurunkan kualitas pemeliharaan jalan, dan mengganggu arus lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat hambatan samping dan pengaruhnya terhadap Jalan Perintis Kemerdekaan Pintu 1 Unhas. Pedoman yang digunakan adalah PKJI 2014. Arus lalu lintas tertinggi ditemukan pada hari Senin yaitu 4903,2 skr/jam, Hambatan samping tertinggi pada hari Senin yaitu 693,5 kejadian/jam, dan Derajat kejenuhan yaitu 1,066 yang dimana  keadaan arus lalu lintas kecepatan operasi sangat lambat, dan volume lalu lintas kurang dari kapasitas ketika keadaan arus dipaksa tercapai.